Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Debby dan Leo 3


__ADS_3

" Sebenarnya aku masih lapar, kenapa memangnya?" tanya Debby dengan nada bingung.


" Aku juga lapar bagaimana kalau kita makan di restoran favorit ku." ajak Leo


" Maaf kita kan baru kenal, aku makan di rumah saja." tolak Debby secara halus.


" Aku tahu bagaimana kalau kita berteman sekarang?" ucap Leo sambil mengulurkan tangannya ke dalam mobil yang kaca mobilnya terbuka.


Debby dengan ragu membalas uluran tangan.


" Tenang saja aku bukan orang jahat." ucap Leo yang tahu kalau Debby tampak ragu.


" Nah sekarang kita berteman maukah seorang teman menemiku makan bersama di restoran favorit ku, pasti kamu suka." ucap Leo


" Baiklah, ayo masuk ke mobilku." ajak Debby akhirnya.


" Ok." Jawab Leo singkat sambil membuka pintu mobil.


Leo duduk di samping pengemudi sedangkan Debby mulai menyalakan mobilnya dan mengendarai mobil dengan kecepatan standard.


" Kita mau makan di restoran mana?" tanya Debby


" Restoran xxxx." ucap Leo


" Restoran makanannya memang terkenal enaknya dan merupakan favorit keluarga kami." ucap Debby


" Memangnya keluargamu tidak memasak?" tanya Leo penasaran


" Justru keluargaku suka masak di rumah hanya saja jika salah satu keluargaku bertemu dengan sahabat atau bertemu klien suka merekomendasikan di restoran itu." ucap Debby


" Apakah kamu bisa memasak?" tanya Leo


" Bisalah, sejak berumur 8 tahun mommy mengajari ku memasak." ucap Debby


" Umur segitu kan masih kecil seharusnya bermain apalagi perempuan." ucap Leo


" Aku yang meminta, awalnya aku di suruh cuci piring ku saja kemudian memotong sayuran dan mommy dengan sabar mengajari ku sampai aku bisa. Umur 9 tahun aku sudah bisa memasak makanan buat keluarga." ucap Debby


" Masak sendirian?" tanya Leo penasaran


" Tidaklah, aku, mommy, kakak perempuanku dan adik perempuanku tapi semenjak kakak perempuanku dan adik perempuanku menikah aku dan mommy yang memasak." ucap Debby


" Berarti kamu dilangkahin sama adikmu." ucap Leo.


" Iya." jawab Debby singkat


" Kamu tidak marah?" tanya Leo


" Tidak kenapa mesti marah? Jodoh, hidup dan mati seseorang sudah ditakdirkan oleh Tuhan." ucap Debby.


" Kita sudah sampai, ayo kita turun." sambung Debby sambil menghentikan mobilnya di tempat parkir yang sudah tersedia.


" Ok." jawab Leo


Mereka berdua turun dari mobil dan berjalan ke arah restoran xxxx. Banyak pasang mata menatap melihat pasangan serasi yang prianya sangat tampan dan wanitanya sangat cantik.

__ADS_1


Seorang pelayan yang sedang membawa teko penuh berisi air sangat terpesona melihat ketampanan Leo membuatnya dirinya tidak melihat ada seseorang yang usil dan mengarahkan kakinya hingga pelayan itupun terjatuh. Isi yang berada di dalam teko tumpah mengenai baju ke duanya hingga basah.


Leo sangat marah dan berjalan mendekati pelayan itu tapi di cegah oleh Debby dengan cara tangan kirinya menahan tubuh Leo agar berhenti untuk tidak mengikutinya.



" Sudah, dia kan tidak sengaja, kita ganti baju dulu dan kebetulan di sebelah restoran ini ada butik kita beli baju di sana setelah itu kita makan." bujuk Debby dengan nada lembut.


Leo menghembuskan nafasnya untuk mengotrol emosinya. Tanpa sadar Debby membalikkan badannya dan menarik tangan Leo.


" Sudahhlah, nanti kita bisa masuk angin." ucap Debby dengan nada lembut kembali.


Debby menarik tangan Leo untuk keluar menuju ke butik. Debby memilih dres begitu pula dengan Leo memilih pakaian santai karena sweater dan kaosnya terkena air sedangkan celana panjangnya tidak.


" Kak, saya mau membayar pakaian yang saya pakai ini." ucap Debby sambil mengeluarkan kartu debitnya.


Debby mempunyai kartu kredit tanpa batas tapi Debby enggan memakainya kecuali kalau benar - benar dirinya sangat membutuhkan.


" Maaf sudah di bayar sama kekasihnya." jawab pekerja kasir.


" Kekasih, maksud..." ucapan Debby terpotong oleh Leo


" Sudah aku bayar, ayo kita makan? aku sangat lapar." ucap Leo sambil menarik tangan Debby.


Debby hanya diam mengikuti langkah kaki Leo dengan hati bertanya - tanya kenapa pria yang memegang tangannya mengatakan kalau Debby adalah kekasihnya.


Mereka kembali masuk ke dalam restoran yang tadi dan lantai yang tadi basah kini sudah bersih. Leo dan Debby mencari tempat duduk setelah ditemukan mereka duduk di kursi yang paling pojok.


Debby membuka buku menu untuk memesan makanan.


" Kak Leo mau memesan apa?" tanya Debby


Debby melambaikan tangannya ke arah salah satu pelayan setelah pelayan datang Debby mulai memesan makanan mereka. Pelayan itupun mencatat pesanan Debby setelah selesai pelayan itupun pergi meninggalkan mereka berdua. Debby memalingkan wajahnya ke Leo yang menatapnya tanpa berkedip.



" Kak Leo kenapa menatapku?" tanya Debby


" Kamu sangat cantik." ucap Leo tanpa sadar


" Dari dulu memang aku cantik." ucap Debby percaya diri.


" Aish menyesal aku memujimu." ucap Leo


" Hahahaha.... " tawa lepas Debby


Leo sangat terpesona dan sangat senang melihat tawa lepas Debby.


" Kak Leo juga sangat tampan." puji Debby.


" Aku tahu, aku sangat tampan dan banyak wanita yang tergila-gila padaku." ucap Leo percaya diri.


" Senang donk, ada berapa banyak kekasih kak Leo?" tanya Debby


" Ada berapa ya? aku lupa saking kebanyakan." ucap Leo sambil memandang perubahan wajah Debby.

__ADS_1


" Oh iya kenapa tadi kasir nya bilang kalau aku itu kekasih kak Leo?" tanya Debby


" Habis kasir itu sangat centil makanya aku bilang kamu kekasihku. Tidak apa - apakan?" tanya Leo.


" Tidak apa - apa asalkan jangan pas di depan kekasih kak Leo aku dijadikan kekasih bohongan kak Leo." ucap Debby


" Memang kenapa?" tanya Leo


" Kalau kak Leo memperkenalkan aku sebagai kekasihnya yang ada semua kekasih kak Leo mengeroyokku padahal kita bukan pasangan kekasih. Sepertinya terakhir ini kita ketemu dan makan bersama." ucap Debby


" Kenapa?" tanya Leo bingung


Biasanya semua wanita berlomba - lomba ingin berkenalan dengannya dan jika sudah kenal ingin mengajaknya makan bersama dan terkadang ada yang berani mengajaknya ke hubungan suami istri tapi selalu di tolak mentah - mentah oleh Leo.


" Kak Leo sudah mempunyai kekasih dan kekasih kak Leo seorang perempuan dan aku juga seorang perempuan. Aku bukan tipe orang yang suka merusak hubungan seseorang. Aku juga tahu bagaimana rasa sakitnya dikhianati pasangannya." ucap Debby


" Apakah kamu pernah pacaran?" tanya Leo penasaran


" Belum pernah." jawab Debby


" Kalau belum kenapa tahu rasa nya dikhianati ?" tanya Leo bingung


" Aku mempunyai sahabat baik, dia ingin bunuh diri karena dikhianati kekasihnya. Aku berhasil menggagalkan sahabatku bunuh diri, aku selalu memberikan nasehat tanpa kenal lelah dan lama - lama sahabatku sadar dan tidak melakukan itu. Bukan itu saja teman - teman kuliahku bahkan aku juga sering melihat orang ingin bunuh diri karena kekasihnya mengkhianatinya dengan menikah wanita lain atau dengan sahabat nya atau juga karena perjodohan. Aku memberikan nasehat ke mereka dan syukurlah mereka mau mendengar ku." ucap Debby


" Kenapa kamu begitu perduli dengan mereka? dan apakah karena ini kamu belum mau mempunyai kekasih?" tanya Leo penasaran


" Sesama manusia harus saling perduli dan mengenai kenapa aku tidak mempunyai kekasih dari kecil sampai sekarang karena aku sangat takut jika mempunyai kekasih dan mengkhianatimu." ucap Debby


" Bukankah tidak semua laki - laki itu menyakiti perasaan wanita?" tanya Leo


" Iya benar contohnya daddy, dan ke dua kakak kandungku." ucap Debby


" Aku juga." jawab Leo


" Aish... aku tidak percaya." ucap Debby.


" Kenapa tidak percaya?" tanya Leo


" Tadi bilang pacar kak Leo banyak, apakah kak Leo mengalami amnesia?" tanya Debby sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Leo.


Jantung Leo berdetak sangat kencang melihat wajah Debby yang sangat dekat dengan wajahnya. Bertepatan dengan kedatangan seorang pelayan membawa makanan pesanan mereka, membuat Debby menjauhkan wajahnya.


c tak


" Aduh." ucap Debby sambil mengelus keningnya yang di sentil oleh Leo


" Maaf." ucap Leo sambil pindah duduk di samping Debby dan meniup keningnya.


" Aku juga belum mempunyai kekasih yang tadi aku juga bohong." ucap Leo


Debby menatap mata Leo dan tidak ada kebohongan.


" Kita makan saja yuk, aku juga lapar." ucap Debby.


" Ok." jawab Leo

__ADS_1


Merekapun makan dalam diam tanpa ada bicara, selesai makan dan minum Debby merapikan piring yang di makannya dan juga piring Leo begitu pula membersihkan mejanya hingga bersih. Semua yang dilakukan Debby tidak luput perhatian dari Leo.


" Itukan tugas pelayan kenapa kamu lakukan?" tanya Leo


__ADS_2