
" Sayang, Max." panggil Zain
Zain berjalan dan diikuti dari belakang adik kandungnya bersama istrinya.
" Hallo sayang." panggil Angela yang belum tahu kalau adik iparnya datang.
" Hallo daddy." panggil Max sambil ke dua tangannya di angkat ke atas tanda ingin dirinya di gendong.
Zain yang tahu anaknya meminta gendong langsung menggendong Max.
" Sayang kenalkan ini adikku Zul dan Helena istrinya." ucap Zain sambil memperkenalkan istrinya.
" Angela." ucap Angela memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya.
" Zul." jawab Zul membalas uluran Angel
" Helena." jawab Helena yang juga membalas uluran Angel.
" Kenalkan ini Max. Max kenalkan ini paman Zul dan kalau yang ini tante Helena." ucap Zain berbicara dengan Max yang berada di gendongannya.
" Hallo aman." ucap Max
" Aman." ucap Zul bingung
" Maksudnya paman sayang." bisik Helena
Zul hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti
" Hallo ante." panggil Max sambil ke dua tangannya di angkat ke atas.
Helena yang mengerti kalau Max meminta gendong dirinya langsung mengangkat ke dua tangannya dan menggendong Max.
" Ante antik." puji Max
" Terima kasih Max. Max juga tampan " ucap Helena sambil mengusap kepala Max
" Ante anti Max idak anteng agi." ucap Max sambil merapikan rambutnya.
Semua tertawa mendengar ucapan polos Max dan bicaranya masih cadel.
" Kak Zain, Max sangat mirip sekali dengan kakak." ucap Zul
" Iya donk siapa dulu daddynya." ucap Zain dengan percaya diri.
Angela dan sepasang suami istri hanya tersenyum mendengar kenarcisan Zain.
" Adik ipar silahkan istirahat dulu kamarnya sudah saya siapkan." ucap Angela sambil mengambil Max di gendongan Helena.
" Terima kasih." jawab mereka serempak.
Sepasang suami istri pun berjalan ke kamar tamu yang ditunjuk oleh Angela. Angela berjalan mendekati suaminya.
" Sayang mandi ya?" pinta Angela
" Ok." jawab Zain singkat
Setelah Zain dan sepasang suami istri itu mandi mereka makan bersama. Selesai makan mereka berkumpul kembali di ruang keluarga.
" Kalian lama kan tinggal di sini?" tanya Zain
__ADS_1
" Maaf kak, besok pagi kami pergi ke kota P lagi ada masalah di perusahaan cabang." ucap Zul
" Kok cepat sekali." ucap Angela dengan nada kecewa
" Maaf kakak ipar lain waktu kami sempatkan main ke sini." ucap Helena
" Aku tunggu ya." ucap Angela
" Oh ya kakak ipar ini aku belikan jam tangan semoga kakak suka." ucap Helena memberikan sebuah kotak berwarna merah.
" Kok merepotkan? maaf aku belum sempat membelikan kenangan buat kalian." ucap Angela.
" Santai saja kakak ipar." ucap Helena
" Oh iya kak terima kasih ya karena kakak telah merubah kakakku yang galak dan tidak pernah senyum semenjak ada kakak ipar jadi murah senyum." ucap Zul
" Terima kasih." jawab Angela tersenyum.
" Betul kata suamiku, kakak Zain sekarang banyak berubah." puji Helena
" Belubah adi apa ante?" tanya Max bingung
" Berubah menjadi satria baja hitam." ucap Helena
Semua tertawa bersama hingga tidak terasa sudah malam mereka akhirnya tidur di kamar masing - masing.
xxxx
4 Tahun Kemudian
Tidak terasa hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun. Kini usia Max genap 6 tahun.
" Sayang, tahun ini kita mau berlibur di mana?" tanya Zain sambil membelai rambut Angela.
" Bagaimana kita liburan di pegunungan xxxx, seminggu yang lalu aku membeli mansion dekat laut. Max pasti sangat senang melihat laut." ucap Zain
" Bagus juga idemu sayang aku setuju." ucap Angela
" Ok, lusa kita berangkat ke puncak." ucap Zain
" Sip, aku tidak sabar sayang... hoam... kita tidur yuk." ajak Angela
" Satu ronde lagi ya?" pinta Zain
Angela hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju. Merekapun melakukan kegiatan panas di malam hari. Selesai melakukan kegiatan panas merekapun tidur sambil berpelukan.
xxxxx
Pagi hari seperti biasa selesai makan mereka berkumpul di ruang keluarga.
" Sayang hari ini bagaimana kita pergi ke beberapa panti asuhan kebetulan perusahaanku mengalami keuntungan yang sangat besar." ucap Zain
" Aku setuju sayang, Max maukan?" ajak Angela
" Mau mommy." ucap Max penuh semangat.
Merekapun pergi ke beberapa panti asuhan hingga menjelang malam. Kini mereka sedang beristirahat karena besok pagi mereka akan berangkat liburan.
xxxx
__ADS_1
Kini mereka bertiga sudah sampai di mansion, Angela merapikan pakaian ke dalam lemari kemudian menyiapkan sarapan pagi.
Mereka bertiga makan dalam diam menikmati sarapan pagi. Selesai makan mereka berkumpul di ruang keluarga.
" Mommy, Max ingin nanti siang makan nasi goreng seafood." pinta Max
" Ok. Kalau daddy minta dibikinkan apa?" tanya Angela
" Daddy ingin makan mommy aja." jawab Zain
" Daddy memang mommy makanan?" protes Max
Angela melototkan matanya ke arah Zain dan Zain hanya menampilkan dua barisan gigi putihnya.
" Maaf Max, maksud daddy adalah daddy ingin makanan buatan mommy. Sama kayak Max saja nasi goreng seafood." ucap Zain.
" Ok." jawab Angela singkat.
" Daddy dan mommy kita main ke pantai yuk?" ajak Max
" Ok." jawab mereka serempak
Merekapun pergi bermain hingga tidak terasa 3 jam lamanya bermain.
" Kita pulang yuk? badan mommy sudah lengket kena air laut." ucap Angela
" Baik mom, ayo daddy kita pulang." jawab Max
" Ayo." jawab Zain
Mereka bertiga berjalan ke mansion. Angela mandi karena badannya sangat lengket sedangkan Max mandi bersama daddy Zain. Selesai mandi Zain dan Max bermain bersama sedangkan Angela masak nasi goreng seafood. Selesai memasak mereka makan bersama.
Selesai makan seperti biasa mereka mengobrol dan tertawa bersama. Max sangat bahagia melihat mommy dan daddynya sangat sayang padanya. Karena sudah malam merekapun istirahat.
Seperti biasa Angela membacakan buku cerita dongeng hingga Max tertidur pulas. Angela mengecup kening Max dan menyelimuti tubuh Max. Baru saja membuka pintu kamar Max terdengar suara keributan membuat Angela terkejut. Angela langsung keluar tanpa menutup pintu kamar Max.
Angela berlari menuruni anak tangga untuk melihat apa yang terjadi. Mata Angela membulat sempurna suaminya sedang berkelahi dengan beberapa pria berpakaian seragam hitam.
Angela melihat salah seorang dari mereka ingin menembak suaminya membuat Angela berlari mendekati suaminya. Angela merentangkan tangannya dan menggunakan tubuhnya sebagai tameng suaminya.
dor
akh
bruk
Angela tertembak di dahi membuat Angela langsung meninggal di tempat.
" Sayang!!!" teriak Zain sambil menahan tubuh istrinya agar tidak terjatuh.
Telunjuk Zain diarahkan ke hidung dan leher Angela. Matanya mulai menggelap, jiwa psycophat yang sudah lama terkubur kini bangkit lagi.
Salah seorang mendekati Zain dan menembak Zain. Zain dengan gesit menghindar sambil menurunkan tubuh Angela yang sudah mulai dingin.
bugh
duak
bugh
__ADS_1
duak
Zain memukul dan menendang bertubi - tubi hingga mereka babak belur. Zain berjalan mendekati dapur dengan nafas memburu menahan rasa dendam dan kesedihan bercampur menjadi satu.