
" Ayo honey kita keluar jalan - jalan." ucap Max.
" Baik honey." jawab Dennisa
Mereka berjalan menuju pintu utama dan membuka pintu utama. Udara segar masuk ke dalam ruangan membuat Dennisa dan Max menghirup udara segar di pagi hari.
Max dan Dennisa berjalan mengelilingi mansion yang sangat luas sambil menikmati udara yang menyegarkan tubuh mereka berdua.
Tanpa sepengetahuan Max dan Dennisa 2 orang pria dan 2 wanita yang mengintai dari kemarin melihat Max dan Dennisa berjalan mengelilingi mansion. Salah satu dari mereka menghubungi bosnya.
" Tuan muda, tuan Max masih menemani istri nya di mansion jadi sampai sekarang kami masih menunggu." ucap anak buahnya memberi laporan.
" Tenang saja hari senin tuan Max ada meating penting dan tidak mungkin tidak datang ke perusahaan. Sekretarisnya kerjasama denganku dan senin tidak akan datang. Jadi kemungkinan besar Max pasti akan datang ke perusahaannya. Jika tuan Max pergi kalian langsung sandera istrinya dan bawa ke markas karena kelemahan tuan Max ada pada istrinya." ucap pria itu dari sebrang.
" Baik tuan." jawab anak buahnya.
tut tut tut tut
Pria itu langsung mematikan sambungannya ke anak buahnya setelah mendapatkan laporan.
xxxxx
Kediaman Baron dan Amora
Pagi yang cerah Baron dan Amora masih tertidur pulas sambil berpelukan. Tidak berapa lama Baron membuka matanya dan melihat istrinya memeluk dirinya dan kepalanya bersandar di dadanya.
Baron perlahan mengangkat kepala Amora dan diletakkan di bantal. Baron bangun dari tempat tidur dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Selesai mandi Baron memakai handuk dan keluar dari kamar mandi menuju ke lemari
Baron melepaskan handuknya dan memakai pakaian santai. Tidak berapa lama Amora menggeliatkan badannya dengan menarik ke dua tangannya ke atas dan ke dua kakinya di luruskan. Baron tersenyum melihat tingkah istrinya yang sangat menggemaskan.
" Honey." panggil Amora sambil meraba tempat tidurnya.
" Aku di sini sayang." ucap Baron sambil duduk di ranjang dan memegang tangan Amora.
Amora mencium bau harum suaminya yang habis mandi.
" Honey sudah mandi?" tanya Amora
" Iya sayang, aku sudah mandi." ucap Baron.
" Pantas saja wangi banget. Aku juga mau mandi biar badanku segar." ucap Amora sambil bangun dan menurunkan ke dua kakinya tapi sebelum menyentuh lantai Baron menggendong istrinya menuju ke kamar mandi.
" Aku sudah siapkan air hangat untukmu sayang, aku mandiin ya?" ucap Baron
__ADS_1
Amora hanya tersenyum mendengar ucapan Baron yang perhatian padanya. Amora berharap perhatiannya tidak berubah dan setia padanya.
Baron memandikan Amora, selesai mandi Baron mendudukkan Amora di closed. Baron kemudian mengambil handuk dan men lap tubuh Amora hingga kering.
Baron menggendong Amora ala bridal style ke ranjang kamar tidur mereka.
" Sayang, mau pakai baju apa?" tanya Baron
" Terserah honey saja." ucap Amora
Baron mengambil dres warna biru laut beserta **********.
" Sayang, aku pakai kan ya? sebenarnya aku ingin menerkammu tapi sepertinya kamu lelah dan lapar. Kita makan dulu ya? biar ada tenaga ekstra." bisik Baron sambil memakaikan ********** Amora.
" Honey bukannya semalam sudah?" tanya Amora
" Masih kurang sayang." ucap Baron sambil memakaikan dresnya kemudian menyisir rambut Amora.
Setelah selesai Baron menggendong kembali Amora menuju ke luar kamar karena Amora ingin makan di meja makan.
" Sayang tolong bukakan pintunya." pinta Baron
Amora mengarahkan tangan kanannya untuk memegang gagang pintu untuk membuka pintu kamarnya. Setelah pintu terbuka Baron melanjutkan langkahnya keluar menuruni anak tangga menuju ke ruang makan.
Sampai di meja makan Baron menurunkan Amora secara perlahan dan mendudukkan di kursi makan.
" Tidak honey, aku bisa makan sendiri." tolak Amora secara halus.
Wajah Amora terlihat sendu karena dirinya merasa tidak berguna sebagai seorang istri dan Baron tahu dengan melihat wajah sendu istrinya.
" Baiklah." jawab Baron pasrah
Baron mengambil piring dan di isi nasi, sayur dan lauknya kemudian diberikan ke Amora setelah selesai Baron mengambil untuk dirinya sendiri.
Mereka makan dalam diam, Amora perlahan mengambil nasi dengan tangan kanannya dan tangan kirinya meraba mencari sayur dan lauk setelah mendapatkannya dimasukkan ke dalam sendok dan memakannya hingga tidak terasa nasinya habis. Amora meraba - raba mencari gelas setelah menemukan Amora meminumnya.
" Honey apa makananku berantakan?" tanya Amora dengan nada sedih.
" Hanya sedikit sayang." ucap Baron sambil menggendong Amora.
Sebenarnya makanannya berantakan mejanya yang tadi bersih kini berantakan karena makanan Amora beberapa kali jatuh ke meja makan belum lagi minumannya tumpah.
" Honey turunkan aku, akukan bisa jalan." ucap Amora.
__ADS_1
Baron menurunkan Amora secara perlahan kemudian memeluknya dari arah samping. Amora membalas pelukan suaminya dan kepalanya bersandar di dada suaminya.
" Kita mau ke kamar sayang atau jalan - jalan?" tanya Baron
" Hmmmm... kita keliling mansion saja honey sambil menikmati udara pagi." ucap Amora
" Baiklah sayang." ucap Baron
Tanpa sepengetahuan Baron seseorang mengamati mereka berdua kemudian mengambil ponselnya untuk mengirim pesan ke seseorang setelah selesai ponselnya dimasukkan kembali ke dalam saku celananya. Baron mengajak keliling mansion sambil berbicara terkadang serius dan terkadang bercanda. Karena lelah Baron dan Amora istirahat di bangku taman. Mereka pun mengobrol kembali hingga ponsel milik Baron berdering.
Baron mengambil ponselnya di saku celananya dan melihat siapa yang menghubunginya.
" Siapa yang telephone honey?" tanya Amora
" Orang kantor telp honey." ucap Baron
" Angkat ponselnya honey, siapa tahu penting." ucap Amora
" Ok. Aku angkat dulu." ucap Baron
Baron menggeser tombol berwarna hijau, matanya membulat sempurna ketika mendengar laporan anak buahnya.
" Sayang, aku tinggal sebentar ya nanti aku ke sini lagi." ucap Baron sambil masih memegang ponselnya.
" Baik honey." jawab Amora
" Ingat jangan kemana - mana, aku hanya menerima telp 10 menit aku akan kembali ke sini." ucap Baron.
" Ok honey." Jawab Amora
Baron berjalan agak jauh untuk melanjutkan percakapannya yang sempat terputus. Baron tidak ingin istrinya mendengar kalau perusahaannya sedang ada masalah besar.
" Hallo, bagaimana bisa sahamku tiba - tiba anjlok dan ada yang meretas perusahaanku." ucap Baron
" Maaf tuan kami tidak tahu, tiba - tiba data perusahaan hilang dan hal ini membuat saham tuan menjadi turun dratis." ucap salah seorang kepercayaan Baron.
" Baik saya akan ke sana sekarang." ucap Baron
tut tut tut tut
Baron mematikan secara sepihak perkemudian menghubungi sahabatnya sekaligus tangan kanannya siapa lagi kalau bukan Charli.
" Hallo Charli kita ke perusahaan sekarang !!! ada yang menyabotase perusahaan dan saham perusahaan menjadi turun dratis." ucap Baron panik
__ADS_1
" Baik, saya akan ke sana." ucap Charli
tut tut tut