
ceklek
Dokter dan dua perawat masuk ke dalam ketika mendengar suara detak jantung berhenti.
" Maaf tuan, tuan tunggu di luar." pinta salah satu perawat
Zain pun keluar meninggalkan Angela dengan perasaan sedih dan marah campur jadi satu Zain duduk di samping Hans.
" Hans aku sedih dan marah menjadi satu. Aku sangat marah ketika mendengar rekaman yang diberikan oleh sahabatku Diana." ucap Zain
" Tuan mengenai rekaman aku baru ingat waktu itu nyonya pernah meminta dibelikan alat perekam, apakah tuan tahu dimana alat perekam itu?" tanya Hans
" Kita pulang Hans." printah Zain
" Baik tuan." ucap Hans
Merekapun keluar meninggalkan rumah sakit menuju mansion. Sampai di mansion Zain turun dan masuk ke dalam kamarnya dan diikuti oleh Hans.
" Hans coba kamu bantu mencari alat rekam." printah Zain
" Baik tuan." ucap Hans
Mereka berdua mencari setelah setengah jam Hans melihat ada kotak ukuran sedang terselip di bawah kolong lemari. Hans mengambilnya dan memberikan ke Zain.
" Tuan ini ada sebuah kotak." ucap Hans
Zain menerima dan membuka isi kotak tersebut. Zain dan Hans matanya membulat sempurna isinya uang yang diberikan Zain, kartu kredit tanpa batas, dan kartu debit dan 2 lembar kertas. Zain membuka kertas tersebut dan membacanya.
***Buat Suamiku Yang Paling Tampan
Sayang maafkan aku karena aku tidak begitu suka belanja karena semua sudah aku punya, suami yang sangat tampan dan baik padaku itu sudah lebih dari kata cukup bagiku. Oh iya sayang pemakaiannya aku rincikan di kertas satunya.
Sisa uangnya aku selalu simpan di kotak ini. Ada beberapa penghuni mansion yang meminjam uang aku memberikan ke mereka dengan uang tabunganku hasil dari kerja kerasku selama aku sekolah sampai aku terakhir bekerja dan aku tidak pernah meminta mereka untuk mengembalikannya. Karena aku hanya mengatakan pada mereka uangnya berikan saja ke orang yang tidak mampu.
Sayang, sebenarnya uang ini mau aku gunakan untuk diberikan ke panti asuhan tapi aku belum sempat bilang karena aku melihat suamiku sangat sibuk begitupula denganku.
Maaf sayang aku ingin jujur padamu, aku mempunyai sebuah restoran peninggalan orang tuaku dan restoran sedang ada masalah karena itulah aku selalu sibuk ke restoranku. Aku tidak ingin menambah pikiran suamiku karena itulah aku mengurus sendiri.
Sayang, jika sayangku membaca tulisan ini aku mohon sekali tolong teruskan restoranku dan aku meminta jika aku tiada tolong kuburkan aku di taman bunga dekat pinggiran hutan karena jika aku sedang sedih aku sering ke sana dan aku juga menyukai bunga.
Aku mencintaimu sayang, sangat mencintaimu. Jika aku tiada tolong jaga anak kita ya. Kalian berdua adalah harta berharga buatku yang tidak di tukar dengan apapun.
I love You My Husband
💋💋💋💋💋💋💋
Muah muah muah***
Tidak terasa air mata Zain keluar hatinya menjadi bimbang.
__ADS_1
" Tuan ini ada alat perekam milik nyonya. Di sini ada tulisan rekaman pertama dan ke dua." ucap Hans.
Hans memberikan 2 alat perekam ke Zain dan Zain menerimanya dan memutar rekaman pertama Angela.
Angela : Sayang aku ingin sekali mengatakan pada seluruh dunia bahwa aku memiliki suami yang sangat tampan dan aku wanita yang sangat beruntung mendapatkan suami yang baik sepertimu. Awalnya aku sangat membencimu tapi aku belajar untuk mencintaimu dan berkata dengan lembut. Aku tidak menyangka apa yang kulakukan membuahkan hasil suamiku juga membalas cintaku.
Memang ini terasa aneh aku sering di siksa tapi aku tetap tidak bisa meninggalkanmu malah semakin aku mencintaimu. Tapi sepertinya jika suamiku menemukan rekaman ini mungkin aku akan pergi meninggalkan suamiku dan anak kesayangan kita.
Kenapa aku mengatakan ini hiks... hikss..hikss.. maafkan aku sayang kalau aku hiks... hiks.. baru jujur padamu sekarang karena aku tidak ingin membuat suamiku sedih karena itulah aku pendam sendiri.
Suara rekaman ada di satunya lagi sayang, maafkan aku sayang karena telah menyembunyikan rahasia ini aku terpaksa melakukannya karena aku tidak ingin suamiku memilih biarlah aku yang memilih mungkin ini yang terbaik untuk kita.
Zain mengambil rekaman yang ke dua dan rekaman pertama di taruhnya.
Suara Pria : " Apa yang bisa saya bantu nyonya?
Angela : " Maaf dok... hmmm... maaf saya bicara agak pribadi... kenapa setiap berhubungan suami istri seluruh badanku sakit semua padahal suamiku melakukannya pelan tapi kenapa tulang - tulangku dan perutku terasa sakit dan nyeri."
Dokter : " Saya cek dulu ya nyonya.
hening
hening
Dokter : " Kandungan nyonya baik - baik saja tapi ketika membaca laporan nyonya beberapa bulan yang lalu waktu nyonya di rawat bahwa nyonya pernah terbentur ujung meja dan pernah di tendang berkali - kali di perut nyonya oleh pegawai suami nyonya jadi nyonya harus berhati - hati jika bermain dengan suami nyonya dan jangan sering main karena bisa membahayakan janin dan nyawa nyonya. "
Angela : " Berarti jika kami melakukan itu nyawaku bisa jadi taruhan
Angela : " Terima kasih dokter."
Dokter : " Sama - sama nyonya."
xxxx
Dokter : " pagi nyonya."
Angela : " Dokter tubuhku masih sakit dan saya tidak berani meminum obat penyeri karena saya lagi hamil."
Dokter : Saya akan periksa dulu."
hening
hening
Suara menghembuskan nafas berat.
Dokter : " Maafkan saya nyonya, kondisi janin nyonya dan kondisi nyonya lemah jadi harus salah satu yang harus diselamatkan. Nyonya ada dua pilihan tetap mempertahankan kandungannya dan memberikan pengobatan pada janin biar janinnya kuat tapi nyawa nyonya bisa saja terancam kemungkinan bisa meninggal dan pilihan ke dua nyonya gugurkan kandungan nyonya dan nyonya mendapatkan pengobatan."
Angela : " Saya memilih janinku dipertahankan dok, karena aku dan terlebih suamiku sangat mengharapkan anak."
__ADS_1
Dokter : " Nyonya kan bisa hamil lagi dengan kondisi dua - duanya sehat."
Angela : " Dokter harapan saya hamil sangat sedikit karena itu aku lebih memilih janin ini. Aku mohon pada dokter jangan katakan pada suamiku karena aku tidak ingin suamiku sedih dan sulit memilih antara aku atau anaknya."
Dokter : " Baiklah kalau itu keputusan nyonya."
hening
hening
Dokter Diana : " Hai nyonya Angela, sedang menunggu obat?"
Angela : " Iya dok. Apa kabar dokter?"
Dokter Diana : " Baik. Ada masalah?"
Suara menghembuskan nafas berat berkali - kali
Angela : " Dokter ingin aku menggugurkan kandungan ini."
Dokter Diana : " Maaf sebentar, saya ada pesan masuk takutnya penting."
Angela : " Baiklah
hening
Dokter Diana : " Maaf maksudnya, nyonya ingin menggugurkan kanduangan ini?"
Angela : " Aku ingin menggugurkan kandungan ini."
Angela : " Maaf dokter salah dengar, maksudku dokter kandungan itu memintaku untuk menggugurkan kandungan karena..."
Dokter Diana : " Kenapa?apakah apakah anakmu bukan anak tuan Zain?"
Angela : " Tentu saja ini anaknya suamiku, kenapa dokter bicara seperti itu
Dokter Diana : Apakah nyonya sangat mencintai tuan Zain
Angela : " Ya."
Dokter Diana : " Maaf aku baru ingat hari ini ada jadwal operasi.
Angela : " Ok."
" Tuan, percakapan ini sama seperti percakapan yang di rekam oleh dokter Diana? apakah ada hubungannya dengan dokter Diana?" tanya Hans
" Maksudmu apa Hans?" tanya Zain
" Percakapan dari nyonya sangat lengkap kemungkinan dokter Diana sengaja memotongnya. Tuan saya ingin tuan menonton video vulgar itu?" pinta Hans
__ADS_1
" Buat apa Hans!!" bentak Zain