Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Kekejaman Max


__ADS_3

bruk


Max mendorong dokter tersebut hingga membuatnya jatuh terduduk. Dokter itupun mengusap bokongnya yang terasa nyeri akibat di dorong oleh Max.


" Sayang aku bisa menjelaskannya." ucap Max sambil mendekati istrinya.


Sungguh Max hatinya terasa sakit melihat istrinya mengeluarkan air matanya.


" Honey, apakah kamu mencintainya?" tanya Denisa sambil menahan rasa sakit


" Aku sangat mencintaimu sayang, tidak ada wanita lain selain dirimu. Dia seorang dokter tapi kelakuannya seperti wanita murahan." ucap Max sambil menatap tajam ke arah dokter tersebut.


Max menghapus air mata istrinya dengan menggunakan kedua jarinya kemudian memeluk istri tercintanya dan mengecup bibirnya. Hal itu membuat dokter cantik itu sangat kesal.


" Dia bohong nyonya, suamimu merayuku dan kami sering melakukannya karena suami nyonya tidak pernah puas bercin*a dengan nyonya apalagi nyonya tidak bisa mempunyai anak." ucap dokter itu dengan tersenyum licik tersebut tanpa mengetahui bahaya kematian yang akan mengintai dirinya.


Denisa mendorong suaminya dan air matanya keluar kembali.


" Apakah benar itu honey?" tanya Denisa sambil menatap sendu suaminya


" Itu tidak benar sayang percayalah padaku." ucap Max.


Max melepaskan pelukannya kemudian mendorong pelan istrinya. Max mendekati dokter tersebut kemudian kedua tangannya diarahkan ke leher dokter tersebut.


" Matilah kamu wanita murahan, aku sangat membencimu!!!" bentak Max sambil menatap tajam ke arah dokter tersebut.


Dokter cantik itu mukanya langsung memerah karena kekurangan oksigen akibat tangan kekar Max mencengkram erat lehernya. Tangan kanan Max melepaskan cengkraman ke leher dojter tersebut dan mengeluarkan sesuatu di balik saku belakangnya.


jleb


akhh


Max menikam ke perut dokter tersebut membuat perut dokter tersebut mengeluarkan banyak darah.


Denisa sangat terkejut melihat kekejaman Max membuat dirinya sangat takut.


" Honey." panggil Denisa lirih


Max terkejut dan langsung melepaskan tangan kirinya yang tadi mencengkram leher dokter cantik itu dan tangan kanannya menarik pisau lipat tersebut sehingga darah semakin banyak keluar.


Max berdiri dan membalikkan badannya menatap Denisa. Tampak Denisa sangat terkejut dan ke dua kakinya gemetar. Denisa membalikkan badannya dan membuka pintu tersebut meninggalkan mereka berdua.


" Si*l... aku lupa..!!" teriak Max

__ADS_1


Max menelephone seseorang kemudian meninggalkan dokter cantik itu yang sudah mulai sekarat antara mati dan hidup. Max mengejar Denisa sebelum Denisa keluar dari kantor perusahaan.


Max membuka pintu ruangan dan melihat Denisa sudah masuk ke dalam lift. Max berlari dan langsung menekan pintu lift satunya kemudian Max masuk ke dalam pintu lift dan menekan tombol lantai satu.


Sampai di lantai satu Max melihat Denisa sedang berlari menuju ke arah keluar lobby membuat Max mengejar Denisa. Max tidak memperdulikan semua anak buahnya menatapnya dengan tatapan terkejut karena baru kali ini Max mengejar seorang wanita.


Denisa berjalan cepat menuju ke arah jalan raya tanpa melihat jika ada sebuah mobil berjalan dengan cepat.


" Denisa!!!" teriak Max yang melihat ada sebuah mobil yang berjalan dengan cepatnya.


brugh


ahhh


" Max!!!" teriak Denisa


Max memegang tangan Denisa kemudian mendorongnya membuat Denisa jatuh terduduk kemudian Max berusaha menghindar tapi Max terkena hingga tubuh Max terpental.


Enam orang security yang melihat Max tertabrak 4 orang langsung menggendong Max dan dua orang lagi membuka pintu mobil yang satu masuk ke dalam dan duduk di kursi pengemudi sedangkan yang satunya membuka pintu mobil di belakang pengemudi untuk Denisa masuk ke dalam mobil kemudian menutupnya. Security tersebut memutar tubuhnya dan membuka pintu satunya agar Max bisa berbaring. Kepala Max bersandar di kedua paha Denisa, Denisa membelai rambut Max.


" Sayang jangan tinggalkan aku." rintih Max


" Tidak honey, aku... aku... tidak mungkin meninggalkanmu." ucap Denisa bimbang.


Denisa sebenarnya ingin pergi dari kehidupan Max karena Denisa baru mengetahui sisi lain dari Max kalau Max ternyata mengerikan tapi di sisi Denisa tidak tega melihat suaminya terluka.


" Iya honey, aku percaya padamu dan aku juga sangat mencintaimu honet. Aku mohon bertahanlah." pinta Denisa sambil mengecup bibir Max.


Max pun membalas ciuman Denisa, Max sangat bahagia mendengar Denisa tidak pergi meninggalkannya. Setelah selesai berciuman karena pasokan oksigennya berkurang.


" Pak, aku mohon cepatlah." pinta Denisa yang mulai panik melihat tatapan Max yang mulai meredup.


" Baik nona." ucap security sambil menambah kecepatan mobilnya.


" Honey bertahanlah, jangan tinggalkan aku." pinta Denisa yang mulai menangis sambil memeluk suaminya.


" Sayang aku tidak akan mungkin meninggalkanmu... uhuk... uhuk...." Max terbatuk - batuk dan mengeluarkan darah segar.


" Honey, aku mohon bertahanlah." pinta Denisa sambil menangis dan membersihkan mulut Max yang mengeluarkan darah segar dengan menggunakan dres yang dipakainya.


Tidak terasa merekapun sampai dua security langsung membawa Max menuju ke ugd. Dua orang perawat membawa brangkar dan membaringkan Max di brangkar tersebut. Denisa menunggu di ruang ugd sambil menghubungi ke dua orang tuanya.


Dua jam lamanya Denisa menunggu suaminya di ruang ugd dan tidak berapa lama pintu ugd terbuka tampak seorang dokter berjalan dan Denisa mendekati dokter tersebut.

__ADS_1


" Dokter, bagaimana dengan suamiku?" tanya Denisa dengan menatap dokter itu dengan sendu


" Suami nona baik - baik saja dan sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan." ucap sang dokter.


" Terima kasih dokter." ucap Denisa sambil tersenyum bahagia


" Sama - sama nona." jawab sang dokter


skip


Kini Denisa berada di ruang perawatan vvip sambil duduk di samping ranjang Max.


" Honey, cepatlah sadar jangan tinggalkan aku." pinta Denisa lirih


Max perlahan membuka matanya dan menatap sendu istrinya.


" Sayang." panggil Max lirih


" Honey, sudah sadar? mana yang sakit honey?"tanya Denisa lembut


" Hatiku sakit jika kamu pergi meninggalkan aku." ucap Max tulus


cup


Denisa mengecup bibir Max membuat Max sangat bahagia.


" Tidak honey, aku tidak mungkin meninggalkanmu kecuali honey memintaku untuk pergi meninggalkanmu." ucap Denisa lembut


" Terima kasih sayang aku sangat bahagia mendengarnya. Aku tidak mungkin memintamu pergi karena kamu ada belahan jiwaku." ucap Max tulus


" Terima kasih honey." ucap Denisa tulus


" Aku haus sayang." ucap Max


Denisa mengambil minuman kemudian memberikan sedotan ke mulut Max. Max meminum hingga air di dalam gelas habis tanpa sisa. Denisa menaruh kembali gelas tersebut di meja dekat ranjang Max.


" Terima kasih sayang." ucap Max lembut sambil tersenyum menatap wajah cantik istrinya.


ceklek


Pintu terbuka seorang perawat datang sambil membawa nampan yang berisi gelas dan mangkok membuat Denisa berdiri dan menerima nampan tersebut.


" Iya honey, mau makan honey?" tanya Denisa dengan nada lembut.

__ADS_1


" Iya sayang aku lapar." ucap Max manja


Denisa tersenyum kemudian mengambil bubur yang sudah ada di meja kemudian menyuapi suaminya.


__ADS_2