Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Max Berduka


__ADS_3

Zain mengambil sebuah pisau dan membalikkan badannya. Zain berjalan mendekati ke 6 pria berseragam hitam baru beberapa langkah Zain di tembak oleh salah satu dari mereka. Zain tetap berjalan dan menatap tajam ke arah mereka.


dor


bruk


Zain terjatuh kemudian merekapun memukuli Zain dengan bertubi - tubi.


" Berhenti!!!" teriak seorang pria


" Tuan Zain." panggil pria tersebut


" Hans." panggil Zain lirih


" Siksa mereka semua!!" perintah Hans dengan tatapan amarah dan aura pembunuh ke arah mereka.


Hans mendekati nyonya Angela dan mengecek nadinya, dadanya terasa sesak melihat nyonya Angela sudah tiada.


" Tuan kita ke rumah sakit." ajak Hans sambil tangannya diulurkan ke arah Zain tapi Zain menepisnya.


" Buat apa aku hidup Hans, istriku sudah meninggal hiks...hiks..." ucap Zain menangis sambil mendekati istrinya dan memeluknya.


Baru kali inilah Zain menangis dulu kematian orang tuanya Zain hanya diam tanpa menangis.


" Tuan jangan seperti ini nanti nyonya tanpa sedih jika melihat tuan sedih." ucap Hans berusaha membujuk tuannya.


" Separuh nafasku sudah hilang Hans, aku tidak sanggup menjalani hidupku." ucap Zain lirih


" Tuan harus kuat, masih ada Max." ucap Hans


" Max." ulang Zain


" Daddy, mommy!!!" teriak Max tiba - tiba sambil berlarian dan memeluk mommynya sambil menangis


" Max." panggil Zain lirih, tangan kirinya memeluk istrinya dan tangan kanannya memeluk Max.


" Daddy, kenapa mommy tidak bangun dad!!!... kenapa!!" teriak Max pilu sambil memeluk daddynya


" Mommy..." Zain tidak melanjutkan kata - katanya karena Zain pingsan.


Hans dengan dibantu salah satu bodyguardnya membawa Zain ke rumah sakit dengan diikuti Max di belakangnya.


Kini mereka sudah sampai di rumah sakit Zain langsung di bawa ke ruang ugd. Hans dan Max duduk di ruang tunggu ugd.


xxxx


Di Dunia Lain


" Kamu sedang apa sayang?" tanya Zain sambil memeluk tubuh istrinya.


" Melihat bunga itu sayang sangat indah sekali." ucap Angela sambil memegang tangan suaminya.


" Di sini sangat damai sayang, aku sangat betah tinggal di sini." ucap Zain sambil tersenyum dan memandang wajah istrinya.


" Benar sayang, aku juga betah tinggal di sini." ucap Angela tersenyum membalas senyuman suaminya.


Mereka berdua berlarian dan menikmati pemandangan bunga yang berwarna warni dan sangat indah di pandang. Hingga tiba mereka berada di sinar yang terang.


" Sayang kita masuk ke sana yuk?" ajak Zain sambil menautkan jarinya ke jari Angela.


" Baik sayang, kita ke sana." jawab Angela sambil tersenyum.


Mereka berdua berjalan dan memasuki jalan yang sangat terang sambil tersenyum bahagia.


xxxxx


Dokter mengeluarkan 2 peluru yang menempel di tubuh Zain dan menjahitnya. Baru satu jam tubuh Zain kejang - kejang membuat dokter meminta perawat mengambil alat pengejut jantung. Tubuh Zain pun perlahan tidak kejang dan tidak lama terdiam. Jantung Zain pun berhenti bersamaan suara bunyi mesin jantung.


tuttttttttt

__ADS_1


Dokter itu menekan dada Zain berulang - ulang tapi bunyi mesin jantung tetap berbunyi kencang. Dokter menggunakan alat pengejut jantung tapi tetap tidak berpengaruh.


Dokter itu menghembuskan nafasnya dengan kasar dan menatap sedih melihat pasien yang ditangani meninggal dunia. Dokter itupun keluar untuk memberitahukan kepada keluarganya.


ceklek


Dokter itu keluar melihat Hans menghampiri dirinya.


" Dokter bagaimana keadaan tuan Zain?" tanya Hans


" Maaf tuan, kami sudah berusaha tapi Tuhan lebih sayang dengan tuan Zain." ucap dokter itu dengan sedih.


Hans yang tidak percaya berlari ke dalam di mana Zain berbaring.


" Tuan." panggil Hans lirih


" Tuan, saya berjanji untuk mencari siapa yang telah membunuh nyonya dan tuan. Karena saya yakin pembunuhan ini sudah direncanakan." ucap Hans dengan ke dua tangan dikepalkan dengan kuat.


xxxx


Max, Hans, Helena dan Zul, anak buah bodyguard Zain dan semua penghuni mansion mengiringi pemakaman Zain dan Angela. Isak tangis para pelayan wanita terdengar kencang ketika ke dua jenasah di kuburkan di dalam tanah.


Mereka tidak menyangka majikan mereka meninggal secara tragis. Max hanya diam menatap pusara ke dua orang tuanya. Max berduka kehilangan kedua orang tuanya yang sangat dicintainya.


Max mengingat jelas ketika mommynya melindungi daddynya agar tidak tertembak dan Max juga melihat daddynya juga ikut tertembak. Max juga ingat sebelum di tembak mommynya sempat tersenyum padanya kemudian pergi untuk selama - lamanya.


xxxx


Selesai pemakaman mereka berkumpul di mansion.


" Max kamu tinggal dengan paman dan tante ya?" pinta paman Zul.


" Iya Max, tinggallah bersama kami." ucap tante Helena


" Baik tante." jawab Max pasrah


" Tentu saja Max kan ponakan kami." ucap Zul


Hans hanya tersenyum dan membelai rambut Max.


" Tuan muda Max, paman mau pergi ada urusan." ucap Hans


" Mau kemana paman?" tanya Max


" Paman akan memberikan pelajaran orang yang telah membunuh orang tuamu." ucap Hans


" Aku ikut paman." ucap Max


" Kamu masih kecil tuan muda Max, biar paman yang akan memberi pelajaran ke mereka." ucap Hans.


" Tidak paman, Max akan membalas perbuatan mereka karena telah membunuh mommy dan daddyku." ucap Max


" Baiklah tuan muda, mari ikut aku." ucap Hans pasrah.


Mereka berdua dengan didampingi 2 orang bodyguard pergi ke mansion sebelah. Max menatap tajam ke arah 6 pria yang sudah duduk terikat ke dua kaki dan ke dua tangannya.


" Paman, biar saya saja yang memberikan hukuman ke mereka." ucap Max dengan nada dingin dan sinis.


deg


Hans sangat terkejut melihat perubahan Max yang periang kini berubah menjadi dingin dan sinis mirip seperti daddynya.


Max berjalan menuju sebuah meja yang di atas meja ada sebuah kotak. Max membuka kotak itu yang sudah banyak debu. Max mengambil salah satu pisau kemudian membalikkan badannya sambil berjalan mendekati ke 6 pria tersebut.


jleb jleb jleb


akhhh


jleb jleb jleb

__ADS_1


akhhh


Max menusuk ke dua pasang mata kemudian menikam ke dua jantung pria tersebut hingga mereka berdua mati di tempat.


( " Benar - benar keturunan tuan Zain seorang psycophath." ucap Hans dalam hati ).


" Siapa yang menyuruh kalian?" tanya Max dengan nada dingin.


hening


jleb jleb jleb


akhhh


Max pun melakukan hal yang sama untuk pria ketiga.


" Siapa yang menyuruh kalian?" bentak Max dengan suara agak keras.


hening


jleb jleb jleb


akhhh


Pria ke empat pun mati dengan cara mengenaskan.


" Kalian berdua ingin seperti teman kalian atau berterus terang?" ancam Max


" Kami lebih baik mati dari pada berkhianat" ucap mereka berdua dengan serempak.


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja


xxxxxx

__ADS_1


__ADS_2