
Max melakukan kembali menekan dada Denisa kemudian dilanjutkan dengan nafas buatan karena Denisa masih belum juga sadar.
" Ayolah Nisa, bangunlah! aku janji tidak akan menyiksamu lagi." ucap Max lirih.
Max merasa bersalah karena dirinya tidak bisa menahan untuk tidak menyiksa Denisa.
uhuk
uhuk
uhuk
Denisa kembali terbatuk - batuk dan mulai membuka matanya.
" Ali." panggil Denisa lirih
" Maafkan aku." ucap Max memeluk Denisa sambil menangis menyesali perbuatannya.
Denisa hanya terdiam dan tidak membalas pelukan Max karena dirinya sangat kecewa dan membenci Max.
Max menggendong Denisa kemudian mengambil kimono untuk dipakaikan ke Denisa setelah selesai memakaikan Max berjalan keluar dari kamar mandi dan membaringkan Denisa di ranjang miliknya kemudian menyelimutinya.
" Istirahatlah." ucap Max
Max berjalan dan mengambil kotak p3k untuk mengobati Denisa. Max membuka perlahan selimut yang menutupi tubuh Denisa kemudian perlahan membuka tali jubah handuk hingga terlihat tubuh Denisa yang penuh luka.
Max dengan telaten memberikan obat ke tubuh Denisa membuat Denisa mendesis menahan perih. Max meniup tubuh Denisa agar tidak perih. Setelah selesai Max memakaikan kembali jubah Denisa dan mengikat tali jubah handuknya kemudian menyelimutinya.
" Tidurlah sekarang." perintah Max
Denisa hanya diam hanya memejamkan mata untuk menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya.
Max keluar dari kamarnya dan ketika akan menutup pintu Denisa mulai berbicara membuat Max terluka.
" Aku sangat membencimu." ucap Denisa lirih
" Aku tidak perduli." ucap Max dingin
brak
Max menutup pintu dengan kasar. Denisa menangis, dirinya sangat kecewa terhadap Max karena merasa lelah Denisa tertidur pulas.
Max menuruni anak tangga menuju dapur untuk meminum air dingin.
" Kini dan seterusnya kamu akan menjadi milikku apapun akan aku lakukan termasuk membunuh kekasihmu." ucap Max dengan nada dingin.
Selesai meminum Max menaiki anak tangga menuju kamarnya. Max membuka pintu dan melihat Denisa sudah memejamkan matanya.
Max berjalan mendekati Denisa berbaring dan membelai pipi Denisa yang sudah memerah akibat tamparan dan ke dua sudut bibirnya bengkak.
Eugghhhh
Denisa yang sudah tertidur pulas menjadi terusik karena Max mengusap pipi Denisa.
" Maaf mengganggu tidurmu, kamu mau apa?" tanya Max lembut sambil mengusap rambut Denisa
" Aku ingin pulang." lirih Denisa
" Kalau kamu sudah sembuh baru kamu aku antar pulang." ucap Max
Tapi aku ingin pulang sekarang." pinta Denisa sambil menatap sendu Max
__ADS_1
Max yang melihat tatapan Denisa membuat Max tidak tega.
" Baiklah akan aku antar tapi dengan syarat aku akan tinggal denganmu sampai kamu sembuh." ucap Max
" Terserah." ucap Denisa pasrah
Max menggendong Denisa dan keluar dari kamar pribadinya. Max menuruni anak tangga dan berjalan menuju ke garasi mobil. Denisa di dudukkan di kursi samping pengemudi. Setelah di pasang sabuk pengaman Max menutup pintu mobil kemudian memutar menuju pintu pengemudi.
Max mengenderai mobil dengan kecepatan sedang. 20 menit kemudian Max sudah sampai di apartemen mewah milik Denisa.
" Berapa nomer pin apartemen?" tanya Max
" 101295." ucap Denisa
" Apa mudah mengingatnya?" tanya Max
" Mudah karena 10 itu adalah tanggal lahir 12 adalah bulan lahir dan 95 adalah tahun lahir orang yang kucintai." ucap Denisa jujur
" Kenapa tgl, bulan dan tahun lahir sama seperti denganku?" tanya Max bingung
" Mungkin kebetulan saja." ucap Denisa santai.
Hati Max berdenyut nyeri mendengar Denisa mengatakan dengan jujur kalau Denisa mencintai seseorang. Karena sudah berjanji untuk tidak menyakiti Denisa, Max menahan amarahnya.
( " Akan aku bunuh kekasihmu karena aku sudah berjanji untuk tidak menyakitimu. Kamu selamanya milikku." ucap Max dalam hati ).
Max turun dari mobil dan menekan pin yang tadi disebutkan Denisa. Setelah pintu terbuka Max kembali ke mobil dan menggendong Denisa.
Max memasuki apartemen milik Denisa untuk pertama kalinya.
" Di mana kamarmu?" tanya Max
" Di atas dekat tangga." ucap Denisa sambil mengalungkan ke dua tangannya ke leher Max karena dirinya takut terjatuh.
" Ada lagi yang ingin kamu lakukan?" tanya Max
" Tidak ada aku ingin istirahat." ucap Denisa dengan nada dingin
Max berusaha untuk tidak menyakiti Denisa karena ucapan dingin Denisa. Max hanya tersenyum dan menyelimuti tubuh Denisa dengan menggunakan selimut berwarna pink.
Max duduk di samping ranjang sambil menatap sekeliling sampai di sebuah meja mata Max membulat sempurna. Max mengambil foto keluarga dan menatap ke Denisa.
" Ini foto keluargamu?" tanya Max dengan wajah memucat.
" Iya benar, kenapa wajahmu memucat?" tanya Denisa bingung.
" Sebutkan namanya?" pinta Max
" Dari sebelah kiri daddy Alvonso, kak Alvonso, kak Alvian, kak Alviana, kekasihku Max, kak Debby, kak Denis, aku Denisa dan mommy Laras." ucap Denisa
" Kekasihmu Max? maksudnya?" tanya Max tidak percaya
" Ya benar, aku sangat menyukainya sejak masih kecil. Setiap aku pulang tidak pernah bertemu dengan kekasihku Max karena itulah aku tidak tahu wajahnya yang sekarang." ucap Denisa jujur
" Tapi kenapa namamu Nisa bukan Denisa?" tanya Max
" Namaku memang Denisa tapi orang - orang memanggilku Nisa." jawab Denisa
" Berarti yang kamu katakan menyukai seseorang waktu kamu masih kecil dan kamu berjanji untuk menjaga hatimu untuknya itu namanya Max?" tanya Max tidak percaya
" Iya itu fotonya ada di meja setiap aku ingin tidur aku selalu memeluknya." ucap Denisa jujur
__ADS_1
deg
Max mengambil foto yang berada di meja, matanya membulat sempurna karena foto itu adalah foto dirinya. Jantung Max berdetak kencang rasa penyesalan Max semakin bertambah karena telah melukai hati mommy Laras dan daddy Alvonso terlebih Denisa.
" Jika kekasihmu telah berbuat salah apakah kamu memaafkannya?" tanya Max sendu
" Tentu saja." jawab Denisa
" Seandainya Max itu aku, apakah kamu mau memaafkan aku?" tanya Max
" Pfftt... orang yang kucintai tidak mungkin melukai hatiku." ucap Denisa sambil menahan tawa.
" Jika itu benar - benar terjadi, apakah kamu masih mencintainya?" tanya Max sambil berharap
" Aku tidak tahu." ucap Denisa
" Saya ingin kamu jujur padaku, siapa laki - laki yang berada di cafe, club, di lobby hotel Kasandra dan di kamar hotel Kasandra?" tanya Max penasaran
.
.
.
.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia.
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
__ADS_1
Yayuk Triatmaja
xxxxxx