Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Kecewaan Max


__ADS_3

" Apakah ada pria lain?" tanya Max


Denisa terdiam dan menundukkan wajahnya, diamnya Denisa membuat Max mengerti.


" Jujurlah aku tidak akan marah. Kitakan masih bisa berteman." ucap Max sambil menahan rasa kecewa dan terluka.


" Aku menyukai seseorang waktu aku masih kecil dan aku berjanji untuk menjaga hatiku untuknya dan aku berusaha menemuinya tapi kami tidak pernah bertemu." ucap Denisa jujur


Tangan Max mengepal dengan kuat, hatinya sangat sakit tapi Max berusaha tersenyum menyembunyikan perasaan kecewa dan sakit hatinya.


" Apakah kamu sudah menemukannya?" tanya Max merubah panggilan sayang menjadi kamu.


" Belum, sudah bertahun - tahun aku tidak menemukannya." ucap Denisa jujur


" Kalau seandainya dia sudah menikah bagaimana?" tanya Max


" Berarti bukan jodohku, aku akan mendoakannya semoga orang yang kusukai bahagia bersama kekasihnya." ucap Denisa


" Lalu bagaimana denganmu" ucap Max


" Aku tidak tahu, sudahlah kita makan dulu aku sangat lapar." ucap Denisa mengalihkan pembicaraan.


Max dan Denisa makan bersama dalam diam dan tidak ada pembicaraan masing - masing. Selesai makan Denisa membereskan piring dan gelas kemudian mencuci termasuk peralatan dapur yang tadi di pakainya.


Max hanya menghembuskan nafasnya dengan kasar dan matanya tanpa berkedip menatap punggung Denisa.


( " Walau kamu sudah punya kekasih tapi aku akan merebutmu karena dirimu adalah milikku. Aku akan melakukan segala cara termasuk menyingkirkan kekasihmu." ucap Max dalam hati sambil tersenyum devil ).


Selesai mencuci piring Denisa duduk di samping Max.


" Aku ingin pulang karena hari sudah sore." ucap Denisa


" Baiklah saya akan antar pulang." ucap Max


" Ok. Tapi aku mau mengambil tasku dulu." ucap Denisa


" Ok. Aku tunggu di bawah." ucap Max


Denisa hanya tersenyum kemudian berjalan menaiki anak tangga. Denisa masuk ke kamar Max mengambil tas miliknya. Denisa menuruni anak tangga dan berjalan mendekati Max yang sedang menunggu dirinya.


Max duduk di kursi pengemudi sedangkan Denisa duduk di sampingnya. Max mengantar Denisa sampai ke apartemen yang di tunjuk oleh Denisa.


" Ini apartemenmu?" tanya Max terkejut karena apartemen Denisa terbilang sangat mewah.


" Bukan, ini apartemen milik perusahaan di mana aku bekerja." ucap Denisa berbohong sambil membuka pintu mobil sambil tersenyum menatap Max kemudian keluar dari mobil Max.


Max menatap mata Denisa dan melihat ada kebohongan karena Max sangat pintar dalam membaca mimik wajah seseorang membuat Max sangat kecewa dengan Denisa tapi berusaha untuk ditutupinya.


" Ok, aku pulang dulu." ucap Max setelah melihat Denisa sudah turun.


" Ok hati - hati di jalan." ucap Denisa lembut


Max hanya menganggukkan kepalanya dan melanjutkan kembali perjalanannya menuju ke mansion.


Setelah Max sudah menjauh Denisa menekan pin apartemen pribadinya kemudian masuk ke dalam apartemen mewahnya.


Denisa berjalan menuju kamar pribadinya kemudian membersihkan tubuhnya agar badannya menjadi segar. Denisa mengambil dres di bawah lutut dan memoleskan wajahnya sambil menutupi bekas tanda kepemilikan yang dilakukan oleh Max menggunakan fondation karena hari ini ada janji bertemu dengan klien.


Setelah di rasa cukup Denisa keluar dari apartemen dan menaiki taksi yang tadi di pesannya menuju ke cafe xxxx, Denisa sudah menghubungi Alan kalau dirinya telat datang.


Singkat cerita Denisa sudah sampai di cafe xxxx. Denisa mencari sekretaris pribadi sekaligus sahabat baik Denisa siapa lagi kalau bukan Alan.

__ADS_1


" Nisa." panggil Alan sambil melambaikan tangannya.


Denisa yang namanya di panggil menengok ke arah samping dan melihat Alan sedang melambaikan tangannya. Denisa mendekati Alan dan duduk bersebelahan.


" Maafkan saya terlambat." ucap Denisa tidak enak hati terhadap kliennya.


" Tidak apa - apa santai saja." jawab klien.


" Kenalkan nama saya Nisa." ucap Denisa sambil berdiri dan mengangkat tangannya untuk berjabat tangan.


" Kalau saya Inneke panggil saja Inne dan ini sekretaris saya Albert" ucap Inneke membalas uluran tangan.


" Nisa." ucap Nisa mengulurkan tangannya.


" Albert." ucap Albert


Merekapun membicarakan kerjasamanya selama dua jam lamanya dan akhirnya mendapat kesepakatan bersama.


" Maaf aku ke toilet dulu." ucap Alan.


" Kebetulan juga saya ingin ke toilet." ucap Inneke


" Ayo sekalian nona." ucap Alan


Alan dan Inneke berjalan menuju ke toilet sedangkan Denisa dan Albert duduk berhadapan. Sikap baik dan humor Denisa membuat Albert yang dingin menjadi berubah. Mereka berdua mengobrol dan terkadang tertawa bersama.


Tanpa sepengetahuan Denisa dan Albert ada seseorang menatap tajam ke arah Denisa siapa lagi kalau bukan Max.


Valen dan Alena mengajak Max untuk makan di cafe xxxx dan tanpa sengaja melihat Denisa bersama seorang pria dan terlihat sangat akrab.


" Perutku merasa tidak enak, aku tunggu di club saja." ucap Max sambil membalikkan badannya dan meninggalkan mereka berdua tanpa menunggu jawaban mereka.


Terpaksa Valen dan Alena ikut membalikkan badan dan mengikuti Max dari belakang.


"Maaf kami pulang dulu, senang melakukan kerja samanya." ucap Inneke sambil berdiri dan mengulurkan tangan kanannya untuk berjabat tangan.


" Kami juga senang bisa bekerja sama dengan nona Inneke." ucap Denisa dan membalas uluran tangan Inneke


Mereka berdua meninggalkan Denisa dan Alan di cafe.


" Kekasihku katanya hari ini tidak bekerja, apakah kita jadi ke club?" tanya Alan


" Terserah." jawab Denisa singkat


" Ke club saja yuk, aku ingin refreshing menghilangkan penat." usul Alan


" Ok, aku juga belum pernah ke club." ucap Denisa


" Benarkah?" tanya Alan tidak percaya


" Kan aku sudah pernah cerita." ucap Denisa


" Hehehe... maaf aku lupa." ucap Alan sambil cengir kuda.


Akhirnya Alan dan Denisa berdiri dan membalikkan badannya berjalan menuju ke club.


xxxx


Max, Baron dan Charli serta Alena dan Valen duduk bersebelahan di ruangan vvip.


"Maaf aku ingin ke toilet dulu." pinta Valen

__ADS_1


" Ok." jawab mereka serempak.


Max menggunakan kode melalui matanya ke arah Baron dan Baron yang tahu kode Max langsung berdiri.


" Maaf aku akan ke toilet dulu." pamit Baron sang ketua mafia.


" Ok." jawab mereka serempak


Baronpun keluar dan mengikuti Valen karena dirinya ingin mengetahui apa yang dilakukan Valen.


Valen menunggu di luar dapur, Valen memberikan 10 lembar uang berwarna merah dan dua bungkusan ke pelayan yang baru saja keluar dari dapur. Valen membisikkan sesuatu dan pelayan itupun menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Setelah keinginannya diikuti Valen berjalan kembali menuju ke ruangan vvip. Baron berjalan menuju ke pelayan dan mencegat pelayan itu untuk berhenti berjalan.


.


.


.


.


.


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja

__ADS_1


xxxxxx


__ADS_2