Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Pindah


__ADS_3

Tidak berapa lama para pria pun keluar dari ruangan kerja Baron dan di sambut Dennisa, Amora dan Mira. Mereka duduk berdampingan sedangkan Alvonso, Alvian, Debby, Inge dan Dennis duduk di kursi tunggal.


" Kita semua pindah dan tinggal di hotel milik Daddy dan mommy karena musuhnya masih mengincar kita. Jadi jika aku, Baron dan Charli kerja ada yang menjaga kalian." ucap Max


" Ok. Jawab mereka serempak.


" Aku pergi bersama Debby, Dennis, Max dan Dennisa." ucap Alvonso sambil berdiri meninggalkan mereka menuju ke mobil di ikuti oleh Debby, Dennis, Max dan Dennisa.


" Kalau aku pergi bersama Baron, Amora, Charli, Mira dan Inge." ucap Alvian


" Untuk Inge dan Mira tolong siapkan pakaianku dan juga pakaian istriku Amora." pinta Baron


" Ok." Jawab mereka serempak.


Inge dan Amora masuk ke kamar Baron dan membawa pakaian milik Baron dan Amora dan dimasukkan ke dalam koper besar. Setelah selesai memasukkan pakaiannya ke dalam koper merekapun meninggalkan mansion milik Baron menuju ke hotel milik Daddy Alvonso.


Singkat cerita merekapun sudah sampai di hotel milik Daddy Alvonso. Mereka masuk ke kamar masing-masing yang sudah disiapkan oleh mereka.


xxxxxxx


Di tempat yang berbeda


" Apa Max, Baron dan Charli pindah ke hotel milik tuan Alvonso?" teriak pria dari sebrang.


" Benar tuan muda mereka hari ini pindah dan sudah sampai di hotel milik tuan Alvonso." ucap anak buahnya.


" Kenapa kalian tidak menyerang mereka?" tanya tuan muda itu.


" Tidak bisa tuan muda karena anak - anak tuan Alvonso melindungi mereka." ucap anak buahnya.


" Si*l... si*l keluarga tuan Alvonso memang sangat kuat terlebih menantunya seorang ketua mafia belum lagi ke dua sahabatnya adalah mantan wakil mafia dan satunya ketua mafia. Sangat berbahaya menyerang keluarga besar mereka." ucap tuan muda.


" Kenapa kita tidak adu domba saja mereka tuan?" usul anak buahnya.


" Dasar bo**h persaudaraan mereka sangat kuat tidak mudah di adu domba." ucap tuan muda.


" Kalian tetap awasi mereka jangan sampai ketahuan." sambung tuan muda.


" Baik tuan muda." jawab anak buahnya.


Tut Tut Tut Tut Tut


Tuan muda itupun membanting ponselnya ke arah dinding hingga hancur berkeping-keping kesal dan amarah.


" Tuan Alvonso kamu telah berani ikut campur urusanku bersiaplah putri kesayanganmu akan aku buat menderita" ucap tuan muda sambil memegang pulpen dan mematahkannya.


xxxxxxx


" Mommy dan daddy, aku berangkat kuliah dulu ya?" pamit Debby dan Dennis.


" Ok hati - hati di jalan." ucap mommy Laras dan Daddy Alvonso serempak.


" Aku boleh ikut?" tanya Inge tiba - tiba

__ADS_1


" Kamu mau kuliah Inge?" tanya Debby karena melihat Inge membawa tas dan beberapa buku mata kuliah.


" Iya, aku kuliah di universitas xxxx." ucap Inge


" Wah kita satu kampus donk." ucap Debby sambil berjalan keluar diikuti oleh Inge.


" Iya satu kampus, aku sebenarnya sering melihat kak Debby tapi tidak berani menyapanya." ucap Inge berjalan sejajar dengan Debby.


" Lho kenapa?" tanya Debby


" Kak Debby anak orang kaya tapi aku.." ucap Inge menggantungkan kalimatnya.


" Semua orang derajatnya sama, sama - sama ciptaan Tuhan, makan nasi dan kalau mati sama - sama di kubur di tanah." ucap Debby


" Memang benar apa yang dikatakan kak Debby tapi tidak semua orang berfikir seperti itu." ucap Inge.


" Kan tidak semua orang seperti itu, orang tuaku selalu mengajarkan untuk berbuat baik sama orang lain dan jangan suka merendahkan karena harta yang kita miliki tidak akan abadi jika Tuhan menginginkan harta itu bisa hilang dalam sekejap." ucap Debby


" Keluarga kami tahu kok kalau kamu satu kampus dan kamu juga bisa bela diri." sambung Debby.


" Tahu dari mana?" tanya Inge bingung


" Seperti kemarin aku katakan kalau keluarga kami menyelidikimu dan maaf kalau kami menyelidikimu karena kami tidak sengaja menyelidiki ternyata kamu salah satu korban ketamakan mereka.


" Musuhnya sangat sulit ya?" tanya Inge penasaran


" Ya sangat sulit karena salah satu dulu pernah tinggal dengan kami dan dia tahu semua tentang kami dan dia bekerja sama dengan musuh - musuh Max, Baron dan Charli." ucap Debby


" Lho memangnya kenapa?" tanya Inge dengan nada bingung.


" Karena salah satu pelayan memberikan racun pada makanan kami dan untunglah salah satu anggota keluarga kami melihatnya dan menangkapnya tapi pelayan itu bunuh diri. Bukan hanya sekali sudah lima kali sejak itu kami tidak memperkerjakan para pelayan." ucap Debby


" Ehemm mau mengobrol terus apa mau mau kuliah?" tanya Dennis


" Iya... iya maaf." jawab Debby dan Inge kompak.


Debby dan Inge duduk di kursi belakang sedangkan Dennis duduk di kursi pengemudi. Dennis mengendarai mobil dengan kecepatan sedang. Hanya 10 menit merekapun sudah sampai di kampus.


Debby dan Dennis satu kelas sedangkan Inge beda kelas karena Inge adik kelas Debby dan Dennis.


Jam pertama kuliah sudah selesai Debby dan Dennis duduk di kantin untuk memesan makanan. Debby melihat Inge sedang duduk bersama teman - temannya, Debby hanya tersenyum dan Inge pun membalas senyuman Debby. Ponsel milik Debby berdering dan Debby mengambil tasnya dan membukanya untuk mengambil ponselnya.


" Siapa yang menelepon?" tanya Dennis


" Kak Leo." Jawab Debby setelah mengetahui siapa yang menghubunginya.


" Angkatlah." ucap Dennis singkat


Debby pun menggeser tombol berwarna hijau.


" Hallo honey." panggil Debby sambil tersenyum


" Hallo sayang ada di mana?" tanya Leo

__ADS_1


" Ada di kampus ini lagi istirahat. Honey lagi apa?" tanya Debby


" Biasa lagi kerja, nanti pulang kuliah jam berapa?" tanya Leo


" Jam 11 siang tapi nanti jam 4 sore ada mata kuliah lagi." ucap Debby


" Pulang kuliah mampir ke kantorku ya? aku kangen dari kemarin belum ketemu kamu?" pinta Leo


Debby menatap Dennis meminta persetujuan karena Dennis duduk di sebelah Debby karena itulah Dennis dapat mendengar percakapan mereka berdua. Dennis hanya menganggukkan kepalanya sambil memberikan kode lewat mulutnya tanpa bersuara.


" Aku juga kangen tapi sahabatku ingin belajar di rumah karena ada tugas dari kampus." ucap Debby mencari alasan.


xxxxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath


Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja


xxxxxx

__ADS_1


__ADS_2