Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
3 Pria Psychopath 2


__ADS_3

Adegan Kekerasan jika tidak suka skip saja. Terima kasih.


.


.


.


.


.


.


" Sepertinya asyik nich." ucap Charli santai sambil tangan kanannya dimasukkan di saku celana panjangnya.


Max dan Baron menghentikan menyiksa dua orang yang tidak bisa berteriak karena mulutnya di lakban semuanya.


" Kok cepat." jawab mereka serempak sambil melanjutkan pekerjaannya kembali.


" Nafsuku ingin itu mendadak hilang, tumben semua mulut mereka di lakban?" tanya Charli


" Berisik teriak melulu karena itu semua di lakban nanti kalau hampir sekarat menuju kematian baru aku lepas lakbannya." ucap Max santai sambil terus melukis pola abstrak hampir penuh.


Bau amis yang menyengat dari ke dua tubuh pria itu hingga tercium ke para pria penjahat tersebut. Membuatnya bergidik ngeri dan menyesal menerima pekerjaan ini. Terlebih Adam dia sangat menyesal karena cinta butanya membuat dirinya dalam bahaya.


Charli mengambil pisau lipat yang sangat tajam yang tersimpan di kotak berwarna hitam di balik saku jasnya. Charli membuka kotak itu dan mengambil kemudian menaruh kembali kotak hitam itu di balik jasnya.


Charli melepas jas dan kemejanya hanya menyisakan celana pendek. Charli menatap satu persatu untuk mencari mana yang akan di bunuh. Matanya bertemu dengan tatapan Adam.


" Oh iya ini saja dulu korban pertama." ucap Charli sambil tersenyum bahagia seperti anak yang mendapatkan permen.


Srettt...


mmpppphhttt


Adam tidak bisa berteriak karena mulutnya tertutup lakban


plak


" Apa aku tidak dengar suaramu." ucap Charli sambil menampir pipi Adam kemudian menundukkan wajahnya dan telinganya di dekatkan ke mulut Adam.


Tubuh Charli kemudian berdiri tegak kembali.


" Oh iya saya lupa mulutmu di lakban ya? hehehe... sengaja biar tidak ribut." ucap Charli sambil tertawa tanpa dosa.


Hal itu membuat Adam matanya melotot menahan amarah ke Charli.


" Cih, matamu berani melotot padaku." ucap Charli dengan nada kesal


srettt


srettt


mmpppphhhttt


mmpppphhhttt


Pisau lipat milik Charli langsung ditancapkan ke bola mata Adam hingga bola matanya keluar begitu pula dengan mata sebelahnya membuat Adam menjadi buta. Charli melepas lakban dengan kasar yang menempel di mulut Adam membuat Adam semakin berteriak kesakitan.


Charli menempelkan di pipi dan menusukkan dengab pisau lipat menuju ke arah mulut begitu pula dengan pipi satunya.


" Ah aku cape, belum yang lainnya jadi selamat tinggal." ucap Charli sambil mengeluarkan pintolnya di balik sakunya.


dor


Adam langsung mati seketika membuat bau anyir darah semakin menyengat di hidung membuat para penjahat menggeleng meminta ampunan.


Charli menatap satu persatu untuk mencari korban ke dua. Bersamaan dua suara tembakan dan Charli tahu pasti ke dua sahabatnya. Setelah menemukan Charli menyiksa lagi dan lagi dan kini masing - masing tinggal satu orang lagi yang sedang di siksa. Semuanya mati dengan cara mengenaskan.


Ke tiga pria tampan mendekati ke tiga pria musuhnya dan bersiap menyiksa bertepatan ponsel mereka berdering membuat Baron menaruh senjata lipatnya di meja untuk mengangkat ponselnya sedangkan Charli pindah ke kamar sambil menarik orang itu korban selanjutnya begitu pula dengan Max.


Max

__ADS_1


" Hallo sayang hosh...hosh...." panggil Max sambil nafasnya ngos - ngosan karena habis menyiksa orang lumayan banyak.


" Honey, kenapa malam - malam nafasmu ngos - ngosan apa lagi berolah raga dengan wanita?" tanya Denisa curiga


" Tidak sayang, kamukan tahu adik kecilku hanya tegang kalau hosh... hosh... dekat denganmu." ucap Max sambil mengatur nafasnya.


" Lalu kenapa nafasmu seperti orang berlari?" tanya Denisa


mmpppphhhttt


duak


Max menendang dengan sangat kencang ke mulut pria itu hingga pria itu keluar darah segar.


" Honey suara apa itu? honey baik - baik saja? ada di mana sekarang?" sambung Denisa bertanya secara beruntun.


" Charli, aku lagi telephone istriku bantu pria itu!" teriak Max


hening


hening


" Honey baik - baik saja?" tanya Denisa kuatir


" Aku baik - baik saja sayang, Itu suara seorang pria sedang di bekap oleh seseorang dan pria itu sedang di pukul, aku meminta Charli menolongnya. Sudah dulu ya sayang nanti aku telephone lagi, aku ingin membantu sahabatku dulu." ucap Max


" Honey jaga dirimu dan cepat pulang." ucap Denisa dengan nada kuatir.


" Baik sayang, aku secepatnya pulang." jawab Max


" I Love You." ucap Denisa


" I Love You Too." ucap Max


" Honey, cepat bantu sahabatmu." pinta Denisa


" Baik sayang." jawab Max


tut tut tut


" Selamat anda tidak jadi ku siksa karena aku tidak ada waktu bermain denganmu." ucap Max dengan nada dingin.


dor


mmpppphhhttt


Max menembak pria itu tepat di dahinya membuatnya mati seketika. Max berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri dari noda darah.


Baron


" Hallo sayang hosh... hosh." panggil Baron


" Honey, lagi berlari?" tanya Amora


" Iya sayang, aku dan ke dua sahabatku lagi berlari." ucap Baron sambil mengatur pernafasan dan Amora dapat mendengar deru nafas Baron yang tidak beraturan


mmpppphhhttt


duak


" Honey suara apa itu?" tanya Amora


" Aku tidak mendengarnya sayang." ucap Charli


" Tapi aku mendengar suara orang mulutnya seperti di tutup dan mendengar suara orang menendang sesuatu." ucap Amora


" Sayang benaran aku tidak dengar, apa di sini ada hantu ya?" tanya Baron sambil menahan tawa.


" Maksudmu honey?" tanya Amora yang mulai takut.


" Aku dan ke dua sahabatku lagi berlari di hutan. Oh si*l ke dua sahabatku hilang. Nanti aku telp lagi jangan - jangan sahabatku di bawa hantu lagi." ucap Baron


" Honey jangan nakutin, cepat ke apartemenku aku takut." pinta Amora

__ADS_1


" Ok, tapi aku cari ke dua sahabatku dulu ya ?" pinta Baron sambil tersenyum mesum


" Iya honey cepatlah, aku takut." ucap Amora


" Ok." jawab Baron dengan mata berbinar karena dapat jakpot.


tut tut tut


Amora mematikan ponselnya segera membuat Baron tertawa.


" Hahaha... malam ini aku bisa sepuasnya bermain dengan kekasihku." ucap Baron tertawa pecah.


" Anda selamat tidak menerima siksaanku karena kamu harus mati sekarang." ucap Baron dengan tatapan membunuh.


dor


mmpppphhhttt


Pria itu mati mengenaskan karena tertembak dahinya. Baron berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang terkena noda darah di wajahnya.


Charli


" Hallo hosh.. hosh... ada apa sayang?" tanya Charli


" Honey kenapa kamu ngos - ngosan?" tanya Mira bingung


" Lagi main pimpong dengan sahabatku, ada apa sayang?" tanya Charli berbohong


.


.


.


.


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja

__ADS_1


xxxxxx


__ADS_2