Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Gagal Total


__ADS_3

Baru beberapa langkah daddy Alvonso dan mommy Laras keluar dari kamar hotel datang anaknya yang bernama Debby.


" Mommy mau kemana?" tanya Debby


" Perusahaan Baron ada masalah. Kamu sudah rapih mau kemana?" tanya mommy Laras


" Mau ngobrol sama mommy dan Daddy." jawab Debby


" Kamu bisa bantu kakakmu Alvian dan Arlan. Ke dua kakakmu mau ke mansion Charli karena mansion nya di serang." ucap mommy Laras


" Boleh mom kebetulan Debby tidak ada kerja..." ucap Debby terpotong oleh Alvian kakaknya.


" Hallo dek daripada ngga ada kerjaan ikut kakak." ucap Alvian


" Oke kak. Mommy dan daddy kami berangkat dulu ya." pamit Debby sambil menyium punggung tangan mommy Laras dan daddy Alvonso.


Di lanjutkan oleh Alvian dan Arlan. Mereka bertiga pergi naik motor sport agar cepat sampai. Debby membonceng kakaknya Alvian sedangkan Arlan sendirian naik motor menuju ke mansion Charli.


Tidak berapa lama datang Alvonso, Harlan dan Dennis. Mereka bertiga juga berpamitan dengan mommy Laras dan daddy Alvonso. Mereka bertiga pergi naik motor sport agar cepat sampai. Dennis membonceng kakaknya Alvonso sedangkan Harlan sendirian naik motor menuju ke mansion Baron. Sedangkan mommy Laras dan daddy Alvonso menuju ke perusahaan milik Baron.


xxxxx


Perusahaan Baron


Di dalam perjalanan daddy Alvonso mengendarai mobil sedangkan di samping pengemudi lstri tercintanya mommy Laras.


" Daddy, untung anak kita banyak ya?" ucap mommy Laras


" Untung kenapa mom?" tanya daddy Alvonso


" Perusahaan daddy banyak dan bisa di bagi - bagi ke semua anak kita. Kalau satu ada masalah semuanya ikut membantu tanpa ada yang protes ataupun mengeluh." ucap mommy Laras


" Kalau daddy lebih beruntung mendapatkan istri kayak mommy." ucap daddy Alvonso


" Beruntung kenapa dad?" tanya mommy Laras


" Beruntung bisa mengajarkan semua anak - anak kita untuk tidak gila harta karena banyak teman daddy anak - anaknya pada rebutan harta bahkan orang tuanya di usir gara - gara ingin menguasai hartanya sendirian. Bahkan menantunya juga ikut - ikutan menginginkan harta mertuanya." ucap daddy Alvonso


" Selain itu mommy juga mengajarkan untuk saling berbagi pada anak - anak kita juga daddy. Mommy selalu mengajarkan banyak memberi dari pada meminta." sambung daddy Alvonso.


" Karena bagi mommy harta yang berlimpah ruah tidak bisa di bawa mati. Itu prinsip mommy yang daddy selalu ingat. Terima kasih mommy atas ajaran yang mommy berikan pada daddy dan anak - anak kita." sambung daddy kembali.


" Mommy juga beruntung mempunyai suami seperti daddy. Setia, sangat tampan, baik dan selalu ngertiin mommy. Kehadiran daddy membuat mommy sangat berarti. I Love You Daddy." jawab mommy Laras sambil tersenyum


" I Love You Too." ucap daddy Alvonso sambil tersenyum menatap mommy Laras sekilas kemudian mengarahkan wajahnya ke depan.


Tidak terasa mereka sudah sampai di perusahaan Baron. Mommy Laras dan Daddy Alvonso berjalan memasuki lobby kantor banyak orang yang menyapanya karena semenjak Baron dan Charli cuti mommy Laras terkadang datang bersama anaknya Dennis.


Daddy Alvonso masuk ke ruangan Baron kemudian menghubungi sekretarisnya untuk datang.


tok tok tok


" Masuk." jawab daddy Alvonso


Ceklek


Seorang sekretaris membuka pintu dan berdiri menghadap daddy Alvonso.


" Kamu ambilkan dokumen milik Baron, saya ingin tahu siapa saja nama - nama para pemegang saham perusahaan." ucap daddy Alvonso


" Baik tuan." ucap sekretaris itu.

__ADS_1


Sekretaris itu pun pergi mengambilkan dokumen yang di minta oleh daddy Alvonso. Sedangkan mommy Laras masuk ke ruangan cctv untuk mencari siapa yang menyabotase data perusahaan Baron sehingga sahamnya turun dratis.


Mommy Laras membuka laptopnya dan mulai mengutak atik laptopnya hingga 15 menit belum juga bisa menutup data perusahaan milik Baron yang sedang di retas oleh seseorang.


" Si*l orangnya ternyata lebih ahli dalam bidang IT aku coba minta bantuan Max." ucap mommy Laras


Mommy Laras melakukan video call ke Max, panggilan pertama langsung di angkat oleh Max.


" Hallo Max tolong bantu mommy." pinta mommy Laras tanpa basa basi


" Bantu apa mom?" tanya Max dengan nada bingung.


" Ternyata orangnya yang menyabotase sangat pintar, kita bisa bekerja sama untuk menutup akses data milik Baron. Mommy akan memberi akses ke kamu untuk bisa kamu retas di laptopmu." ucap mommy Laras.


" Baik mom." Jawab Max


Max pun mengambil laptop satunya lagi karena laptopnya sedang di pakai untuk meretas mansion milik Baron. Max mengutak atik laptopnya hingga 15 menit kemudian mommy Laras dan Max berhasil.


" Ok Max, sekarang data Baron sudah aman sekarang mommy mau ngasih buat mereka." ucap mommy Laras.


" Hadiah apa mom?" tanya Max bingung


" Hadiah bom virus agar data Baron yang diretas dan data mereka ikut hilang. Sehingga data Baron aman di simpan di perusahaan Baron." ucap mommy Laras


" Mommy memang terbaik." puji Max.


" Terima kasih pujiannya sekarang mommy mau ke tempat daddy mengurus saham yang turun drastis." ucap mommy Laras


" Ok. Mom." jawab Max


tut tut tut tut


ceklek


Mommy Laras masuk ke dalam dan melihat suaminya sedang sibuk membaca dokumen.


" Gimana dad?" tanya mommy Laras


" Daddy akan mengadakan rapat pemegang saham agar sahamnya tidak semakin turun dan banyak investor yang ingin menarik sahamnya." ucap daddy Alvonso.


" Ada yang bisa mommy bantu dad?" tanya mommy Laras


m


" Mommy buat dokumen seperti ini nanti kita berdua yang akan ikut rapat. Daddy akan telp sekretaris dulu." ucap daddy Alvonso sambil memberikan dokumen yang harus di ketik.


" Ok." jawab mommy singkat sambil menerima dokumen tersebut.


Mommy Laras mulai mengutak atik laptopnya kembali hingga 10 menit dokumen sudah siap. Merekapun pergi ke ruangan meating dan banyak pemegang saham yang sudah hadir.


" Hallo tuan Alvonso apa kabar?" sapa salah satu pemegang saham sekaligus rekan kerjanya.


" Hallo Laras apa kabar, tambah mesra saja sama suaminya." sapa teman kuliahnya yang juga pemegang saham.


" Tuan Alvonso apa kabar sudah lama kita tidak bertemu, ku dengar anakmu 6 ya? Selamat ya kalau bisa kita jodohin salah satu anak kita." ucap rekan bisnisnya sekaligus


Dan hampir semua banyak yang mengenal Alvonso dan beberapa teman mommy Laras hanya 4 orang yang tidak mengenalnya. Mommy Laras dan daddy Alvonso saling berjabat tangan.


Daddy Alvonso pun mengenalkan dirinya dan memberitahukan kalau perusahaan Baron adalah milik ponakan nya. Sehingga para pemegang saham tidak jadi menarik sahamnya karena mereka percaya dengan mommy Laras dan daddy Alvonso.


" Kami ucapkan terima kasih untuk tidak menarik sahamnya semoga kerja sama nya yang terjalin selama ini berjalan dengan baik." ucap daddy Alvonso

__ADS_1


" Kami percaya dengan perusahaan anda tuan Alvonso karena itulah kami tidak jadi menarik saham kami." ucap salah satu pemegang saham terbesar yang bernama A.


" Kami juga percaya karena perusahaan tuan Alvonso terkenal hampir di semua negara terlebih anak - anak dan menantunya memegang anak perusahaan semuanya sukses." ucap pemegang saham bernama B.


" Iya apalagi saya sangat salut dengan anak - anak dan menantu tuan Alvonso yang saling membantu dan tidak ada satupun yang berbuat curang. Karena itulah saya percaya dan tidak jadi menarik saham saya." ucap pemegang saham bernama C


Dan masih banyak pujian sampai ada yang ingin anaknya dijodohkan dengan anak daddy Alvonso.


" Kalau masalah perjodohan lebih baik anak - anak kita dikenalkan lebih dulu kalau mereka memang jodohnya kami sebagai orang tua nya tinggal merestui." ucap daddy Alvonso.


" Aku setuju, bagaimana kalau keluarga kami akan datang ke tempatmu?" usul rekan bisnisnya yang ingin menjodohkan anaknya ke anak daddy Alvonso.


" Baik, nanti kami akan hubungi tuan Fernandez." ucap daddy Alvonso.


" Oke. Jawab tuan Fernandez


Merekapun bercakap-cakap dan tidak berapa lama merekapun meninggalkan ruangan meating tersebut.


" Daddy ayo kita pulang." ajak mommy Laras.


" Ayo mom, kita bereskan kemudian langsung pulang.


" Ok." jawab Mommy Laras singkat.


Mereka membereskan dokumennya kemudian berjalan keluar menuju ke ruangan Charli untuk menyimpan dokumen. Kemudian pulang menuju hotel milik daddy Alvonso.


xxxxxxx


Di Tempat Lain


" Hallo tuan muda, maaf data yang kita retas tiba - tiba terkena virus jadi gantian data perusahaan milik tuan muda juga hilang." ucap anak buahnya.


" Dasar bodoh, kamu itu di bayar mahal kenapa bisa!!!" bentak tuan muda


" Saya sudah mencobanya tuan muda tapi mereka lebih ahli dari saya." ucap anak buahnya.


" Dasar bodoh, pokoknya bagaimana caranya data perusahaan ku harus kembali lagi!!" bentak tuan muda.


" Satu lagi tuan." ucap anak buahnya dengan nada takut


" Apalagi?" tanya tuan muda sambil memijat kepalanya yang pusing.


" Mengenai perusahaan milik tuan Baron, semua pemegang saham tidak jadi menarik sahamnya. Malah mereka ingin menambahkan modalnya." ucap anak buahnya.


" Bagaimana bisa?" tanya tuan muda


" Karena sepasang suami istri mengenal hampir semua pemegang saham." ucap anak buahnya


" Siapa mereka?" tanya tuan muda.


" Tuan Alvonso dan nyonya Laras." jawab anak buahnya.


" Kenapa mereka bisa membantu Baron?" tanya tuan muda.


" Katanya tuan Baron adalah ponakan nya karena itulah mereka tidak jadi menarik sahamnya." ucap anak buahnya


" Kenapa aku tidak tahu... sial... sial gagal rencanaku menghancurkan Baron. Kuharap penyerangan mansion milik Baron dan Charli berhasil." ucap tuan muda dengan nada kesal.


tut tit tut tut tut tut


Tuan muda itupun menutup ponselnya secara sepihak sambil membuang semua berkas di mejanya karena dirinya sangat marah rencana yang di susunnya secara matang gagal total.

__ADS_1


__ADS_2