
" Saya ingin kamu jujur padaku, siapa laki - laki yang berada di cafe, club, di lobby hotel Kasandra dan di kamar hotel Kasandra?" tanya Max penasaran sambil menatap wajah Denisa.
Denisa terdiam sambil berusaha berfikir.
" Oh itu, yang di cafe dan lobby hotel adalah rekan bisnis kantorku, kalau di club asisten kantorku dan yang di hotel Kasandra adalah pria yang telah menipuku." ucap Denisa jujur
Max menatap mata Denisa dan tidak ada kebohongan di matanya.
" Apa maksudmu menipumu?" tanya Max
" Dia dulu sahabat baikku dan mengadakan kerja sama dengan perusahaanku tapi ternyata dia menipuku membawa kabur uang perusahaanku hingga aku rugi ratusan dollar." ucap Denisa jujur.
" Aku mau tidur jangan menggangguku." sambung Denisa dengan nada ketus karena dirinya masih kesal dengan Max.
" Baik istirahatlah." ucap Max pasrah
Max mengerti kalau Denisa masih kesal dengan dirinya.
" Bolehkah aku tidur memelukmu?" tanya Max berharap
" Tidak, badanku masih sakit akibat ulahmu." tolak Denisa tegas
bruk
" Maafkan aku, aku tahu dosaku terlalu banyak yang menyakiti hatimu." ucap Max sambil berlutut
Denisa yang mempunyai hati baik seperti mommy Laras tidak tega melihatnya.
" Bangunlah." ucap Denisa singkat
" Aku akan bangun jika kamu sudah memaafkan aku." ucap Max
" Terserah." ucap Denisa sambil memejamkan matanya walau Denisa tahu kalau permohonan maaf Max sangat tulus.
Sebenarnya Denisa tidak tega tapi karena Denisa sangat kecewa dan marah dengan Max karena telah menyiksanya dan mengambil harta yang selama ini dijaganya membuat Denisa berbuat seperti itu. Karena sangat lelah akhirnya Denisa tertidur pulas. Max masih setia berlutut menunggu Denisa untuk memaafkan dirinya.
Setengah jam Denisa tertidur dan ponsel milik Denisa berbunyi membuat Denisa terpaksa membuka matanya. Denisa menatap Max dengan tatapan tidak tega.
" Bangunlah aku sudah memaafkanmu asalkan jangan lakukan lagi." pinta Denisa
" Terima kasih sayang." ucap Max sambil berdiri dan tersenyum bahagia.
" Stop jangan panggil aku sayang, ambilkan ponselku." ucap Denisa dengan nada ketus
" Baiklah." ucap Max pasrah sambil berdiri dan berjalan ke arah sofa untuk mengambil ponsel milik Denisa yang berada di dalam tas milik Denisa.
Max membuka tas milik Denisa dan mengambil ponsel milik Denisa dan melihat sekilas tulisan panggilan video call " Mommyku Sayang " mata Max membulat sempurna dan dengan tangan gemetar Max memberikan ponselnya ke Denisa.
Denisa menerima ponselnya dari tangan Max, Denisa sama seperti Max matanya membulat sempurna ketika mengetahui kalau mommynya menghubunginya. Denisa menghembuskan nafasnya dengan kasar dan menggeser tombol berwarna hijau.
" Hallo mommy." panggil Denisa berusaha tersenyum
" Hallo sayang, kok tiduran?" tanya mommy Laras menatap Denisa dengan bingung.
" Lagi tidak enak badan mom." ucap Denisa berbohong.
" Oh ya, kamu sudah bertemu dengan Max?" tanya Mommy Laras
" Max..." ucapan Denisa terpotong karena Max berada di sebelah Denisa dan berbicara dengan mommy Laras.
" Hallo mommy." panggil Max sambil berjalan dan berdiri di samping Denisa.
__ADS_1
" Lho Max kamu sudah bertemu dengan Denisa?" tanya mommy Laras dengan wajah terkejut.
" Sudah mommy." jawab Max sambil tersenyum
" Max, mommy nitip Denisa ya? karena mommy dan daddy jauh dari kalian berdua." ucap mommy Laras.
" Baik mommy, Max berjanji untuk menjaga Denisa." ucap Max
" Mommy percaya sama kamu Max. Oh ya Denisa kapan kamu pulang sayang?" tanya mommy Laras
" Dua minggu lagi mommy, Denisa akan pulang ke mansion bagaimana kabar daddy dan kakak - kakakku semuanya?" tanya Denisa
" Hallo Denisa." sapa daddy Alvonso sambil melambaikan tangannya.
" Hallo daddy." panggil Denisa sambil tersenyum dan membalas lambaian tangan daddy Alvonso.
" Kok mukamu pucat? apa kamu sakit sayang?" tanya daddy Alvonso sambil matanya menatap wajah Denisa.
" Lagi tidak enak badan dad." ucap Denisa berbohong lagi.
Daddy Alvonso menatap wajah Denisa begitu pula dengan mommy Laras.
" Benar begitu sayang?" tanya mommy Laras dan daddy Alvonso
Denisa terdiam hanya memalingkan wajahnya ke arah lain antara ingin jujur atau berbohong.
" Denisa, Max ada apa?" tanya daddy Alvonso
Denisa dan Max saling memandang dan Denisa melihat wajah Max seperti memohon untuk tidak mengatakan apa yang terjadi sebenarnya membuat Denisa menghembuskan nafasnya dengan kasar.
" Mommy dan Daddy waktu itu aku pernah ceritakan kalau teman Denisa telah membawa kabur uang perusahaan milik kita kan?" tanya Denisa mencoba mengingatkan ke dua orang tuanya.
" Iya kami ingat, terus sayang?" tanya daddy Alvonso dan mommy Laras
" Terus?" tanya mereka berdua serempak
" Aku mengejarnya sampai masuk ke kamarnya dan meminta uang yang dia bawa kabur tapi dia tidak mau terus gitu deh aku sama dia berkelahi dan berhasil membuat dia babak belur terus aku ambil dompetnya." ucap Denisa jujur
" Terus kamu terluka?" tanya daddy Alvonso
" Iya dad dan aku tidak sengaja bertemu dengan mas Max dan mas Max menolongku." ucap Denisa
" Terima kasih ya Max, oh ya sayang nanti mommy dan daddy telephone lagi ya ada kakak - kakakmu datang." ucap mommy Laras
" Baik mom, bye." jawab Denisa sambil melambaikan tangan
" Bye Denisa, Max tolong jagaian Denisa ya?" pinta mommy Laras
" Bye mom." jawab Max
" Bye Max." ucap daddy Alvonso dan mommy Laras bersamaan
" Bye mom, bye dad." ucap Max dan Denisa bersamaan
tut tut tut tut
Mommy Laras langsung mematikan ponselnya.
" Denisa sekali lagi maafkan aku." pinta Max sendu sambil duduk di samping Denisa.
" Baiklah, tapi sekali lagi lakukan itu lagi tidak akan aku maafkan." ucap Denisa sambil memejamkan matanya.
__ADS_1
" Apakah masih sakit?" tanya Max
" Yang namanya di cambuk tentu saja badanku sakit dan masih terasa perih." ucap Denisa
" Maafkan aku, aku panggilkan dokter ya?" pinta Max dengan menatap Denisa dengan sendu
" Baiklah." jawab Denisa singkat
" Apakah kamu ada dokter langganan misalnya dokter kecantikan." ucap Max
" Ada, memang kenapa?" tanya Denisa bingung
" Panggillah untuk datang ke sini dan untuk luka - lukamu aku ada teman dokter." ucap Max
" Ada di ponselku pakailah ponselku." ucap Denisa sambil memberikan ponselnya ke Max
Max menerima ponsel milik Denisa kemudian menghubungi dokter kecantikan kemudian dokter pribadi Max.
.
.
.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia.
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
__ADS_1
xxxxxx