
.
.
Di Tempat Yang Berbeda
Baron bertemu dengan klien di sebuah hotel sekalian makan siang bersama setelah selesai membicarakan kerja sama perusahaan. Kliennya sudah pergi meninggalkan Baron sendiri entah mengapa Baron malas beranjak keluar dan tanpa sengaja mata elangnya melihat kekasihnya Amora bergandengan mesra dengan seorang pria yang melewati dirinya. Amora duduk membelakangi Baron dan Baron melihat jelas wajah pria tersebut.
" Bagaimana darling, apakah darling sudah berhasil menjebak Baron?" tanya pria itu
" Berhasil dong honey , besok kami akan menikah." ucap Amora
" Bagus, oh ya darling, aku dengar kamu diberikan 2 kartu oleh kekasihmu, ingat ya jatahku?" ucap pria tersebut
" Tenang saja honey uangnya nanti aku transfer ke rekeningmu." ucap Amora
" Berapa darling?" tanya pria itu.
" 1 Milyar honey dua hari lagi aku transfer lagi. Seperti rencana kita sebelumnya kita kuras harta Baron." ucap Amora
"Hahahaha.." tawa pria itu pecah
" Tidak sia - sia aku operasi jadi Baron tidak tahu kalau sebenarnya honeylah pria pertama yang melakukannya." ucap Amora
" Aduh adik kecilku tegang darling, kita sewa hotel yuk? kebetulan kita berada di hotel." ucap pria itu.
" Akan aku buat honey mengerang keenakan." ucap Amora
" Nakal kamu ya, besok darling menikah otomatis kita akan sulit melakukan ini setiap hari. Nanti malam kita akan melakukannya lagi diapartemenmu ya darling?" pinta pria itu.
" Ok siap honey kebetulan Baron seharian ini sibuk kerja dan mengurus pernikahan kita." ucap Amora
Pria itu hanya tersenyum sambil memegang tangan Amora. Mereka berdua berdiri dan berjalan ke arah resepsionist melewati Baron untuk memesan kamar. Mereka berjalan sambil saling memeluk dari arah samping.
Baron berusaha menahan amarah dirinya ingin menyiksa mereka berdua habis - habissan tapi suasana di hotel sangat ramai jadi tidak mungkin melakukannya.
( " Lihat saja nanti malam aku akan datang dan menyiksa kalian berdua, bersiaplah menerima kematian kalian." ucap Baron dalam hati ).
Tidak berapa lama ponsel milik Baron berderint sekali tanda pesan masuk. Baron mengambil ponselnya di balik jasnya dan membuka pesan tersebut. Matanya membulat sempurna melihat isi pesan tersebut yang berisi notifikasi penarikan uang sebesar Rp. 1 milyar.
( " Awas kalian berdua tunggulah kematian kalian yang sangat menyiksa. Terutama kamu Amora aku siksa kamu sampai kamu memohon padaku untuk di bunuh." ucap Baron dalam hati dengan mata memerah menahan amarah ).
Baron meninggalkan hotel tersebut sambil mencari wanita yang menggoda dirinya kemudian di bawa ke markas untuk di siksa. Saat ini Baron melampiaskan ke wanita - wanita penggoda dan nanti malam barulah giliran Amora dan pria tersebut.
xxxxx
Di Tempat Yang Berbeda
Charli sangat sibuk dengan pekerjaannya yang menumpuk mengingat besok dirinya akan menikah maka Charli dengan di bantu oleh asisten pribadi Charli untuk menyelesaikan pekerjaan yang hari ini harus sudah selesai.
Charli sengaja meminta asisten kepercayaannya untuk bekerja sama menyelesaikan pekerjaan yang menggunung di ruangan pribadinya karena ruangan Charli sangat luas.
Tidak terasa hari sudah siang asisten pribadinya memesan makanan dan tidak berapa lama pesananpun datang. Mereka berdua makan bersama dalam diam tidak ada bersuara.
__ADS_1
Selesai makan mereka melanjutkan pekerjaannya kembali. Tiba - tiba ponsel milik Charli berdering sekali tanda pesan masuk tapi Charli tidak perduli dan tidak berapa lama ponsel milik asisten pribadinya berdering sekali tanda pesan masuk.
" Maaf tuan saya ingin mengecek takut penting." ucap asisten pribadinya
" Silahkan." jawab Charli dengan singkat
Asisten pribadi tersebut mengambil ponselnya di saku jasnya dan membukanya. Matanya membulat sempurna kemudian menatap bosnya. Charli yang merasa diperhatikan menghentikan pekerjaannya kemudian menatap asistennya.
" Ada apa?" tanya Charli sambil salah satu alis matanya di angkat.
" Maaf tuan, ada penarikan uang tunai Rp. 1 milyar." ucap asisten pribadi
" Apa 1 Milyar?" tanya ulang Charli dengan nada terkejut.
" Iya tuan. Maaf tuan, apa tuan memberikan kartu tanpa limit ke seseorang?" tanya asisten pribadi perlahan karena dirinya tahu tuannya mudah emosi.
" Iya benar." jawab Charli sambil termenung memikirkan hal tersebut.
" Tapi biasanya bank konfirmasi dulu ke kita karena uang itu sangat banyak tapi kenapa pihak bank tidak menghubungi?" tanya asisten bingung
" Setelah aku memberikan 2 kartu ke kekasihku, aku langsung menghubungi bank jika ke 2 kartu itu sekarang milik kekasihku jadi berapapun kekasihku ambil atau minta ke bank langsung dipenuhi karena aku yakin kekasihku tidak mungkin mengambil uang sebanyak itu." ucap Charli menjelaskan.
" Tapi segitu banyaknya uang buat apa?" sambung Charli
" Maaf tuan saya tidak tahu." ucap asisten pribadinya.
Karena penasaran Charli menghubungi kekasihnya tapi ponselnya tidak aktif, berkali - kali menghubungi tetap tidak aktif juga. Akhirnya Charli menghubungi anak buahnya untuk mencari informasi tentang kekasihnya.
Mata Charli membulat sempurna melihat 8 foto syur membuat Charli menggenggam erat ponselnya. Charli langsung berdiri dan mengambil jas di kursi kebesarannya.
" Arnold kamu lanjutkan sampai selesai aku ada urusan." ucap Charli dengan nada dingin
" Baik tuan." ucap Arnold asisten kepercayaan Charli.
Charli keluar dari ruangan pribadinya dan berjalan menuju lift.
ting
Charli keluar dari pintu lift khusus petinggi dan sekretaris pribadi. Charli keluar sambil menahan amarah yang memuncak dan tatapan membunuh. Charli mengendarai mobil dengan kencang menuju ke mansion kekasihnya yang besok akan dinikahinya.
xxxxxx
Di Tempat Yang Berbeda
Sepeninggal istrinya Max melanjutkan pekerjaan menumpuk yang harus diselesakan sekarang juga karena besok dirinya libur untuk membantu ke dua sahabatnya yang akan menikah.
Ponsel milik Max berdering sekali tapi Max mengabaikannya. Max tetap melanjutkan pekerjaan karena dirinya ingin cepat pulang dari kantor.
Jam berjalan terus hingga tidak terasa waktu sudah sore. Max meregangkan ke dua tangannya, baru saja selesai meregangkan tangannya ponsel milik Max berdering 4 kali karena penasaran Max membuka ponselnya dan matanya membulat sempurna.
Max langsung berdiri dari kursinya dan keluar dari ruangan pribadinya dengan langkah cepat kemudian masuk ke dalam lift.
ting
__ADS_1
Pintu lift terbuka Max berjalan dengan cepat tanpa memperdulikan sapaan para pegawainya. Max berjalan ke parkiran menuju ke mansion pribadinya.
xxxx
Kini bangunnya Jiwa 3 Pria Psychopath dengan tatapan membunuh pulang di lokasi yang berbeda.
.
.
.
.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia.
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
xxxxxx
__ADS_1