Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Max dan Denisa


__ADS_3

" Apa itu?" tanya Max bingung


" Sebelum aku, apakah kamu juga melakukan ini dengan wanita lain?" tanya Denisa dengan nada pelan karena takut Max tersinggung


" Hanya sama kamu adik kecilku selalu tegang, aku juga tidak tahu." ucap Max jujur


Denisa menatap mata Max dan mencari kebenaran dan tidak ada kebohongan di mata Max.


" Berarti adik kecilmu sekarang sudah tegang?" tanya Denisa polos


" Ya, main lagi yuk?" ajak Max dengan suara mulai berat


Max berjalan mendekati Denisa kemudian memeluk dan mengecup bibir Denisa. Terjadilah kegiatan panas di pagi hari, Max melakukan sampai dua kali barulah berhenti.


" Sayang, kita menikah sekarang ya? nanti resepsinya menyusul." pinta Max sambil memeluk Denisa


" Baiklah." ucap Denisa singkat


" Terima kasih sayang, aku akan menyiapkan semuanya." ucap Max


Denisa hanya menganggukkan kepalanya dan tidak berapa lama Denisa tertidur pulas.


" Maaf sayang dengan begini kamu tidak bekerja." ucap Max


Max yang juga lelah ikut tertidur, mereka berdua tidur sambil berpelukan.


Tidak terasa waktu berjalan dengan cepat, Denisa perlahan membuka matanya dan mendapati dirinya tertidur sendirian.


" Max.... Max... Max.." panggil Denisa


hening


Denisa terbangun dan membawa selimut untuk menutupi tubuh polosnya ke kamar mandi. Denisa membersihkan dirinya, selesai mandi Denisa memakai jubah handuk dan keluar dari kamar mandi.


Denisa berjalan menuju ke lemari mengambil pakaian dan di taruh di ranjang. Denisa membuka jubah handuk hingga tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun. Denisa mengambil pakaian dalam kemudian memakainya.


" Sayang, kamu menggodaku ya?" tanya Max


Denisa terkejut dan langsung membalikkan badannya dan buru - buru memakai pakaian.


" Tidak, aku pikir kamu pergi makanya aku memakai pakaian di kamar." ucap Denisa jujur


" Maaf sayang, aku tadi ke bawah menunggu pesanan makanan datang." ucap Max sambil membawa dua piring dan taruh di meja dekat sofa.


Max berjalan mendekati Denisa yang sedang duduk di kursi dekat meja rias. Max memeluk Denisa dari arah belakang kemudian mengecup pucuk kepala Denisa.


" Sayang setelah kita makan, kita langsung pergi." ucap Max


" Pergi ke mana?" tanya Denisa


" Menikah secara sederhana dulu nanti resepsi baru kita rayakan secara besar - besaran." ucap Max


Denisa hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju membuat Max bahagia. Tidak berapa lama ponsel milik Denisa berbunyi, Max berjalan dan mengambil ponsel milik Denisa , Max melihat di layar ponsel Denisa panggilan video call Mommy Calling. Max menggeser tombol warna hijau.

__ADS_1


" Hallo mommy." panggil Max


" Lho Max kamu menginap di rumah Denisa?" tanya mommy Laras dengan wajah terkejut


" Iya mom, Max menginap di rumah Denisa. Mommy, Max ingin memberitahukan kalau Max dan Denisa akan menikah." ucap Max tanpa basa basi


" What!! teriak mommy Laras dengan wajah terkejut


" Benar mom." jawab Max tegas


" Apakah kalian melakukan hubungan suami istri?" tanya mommy Laras


" Benar mom karena itulah Max akan bertanggung jawab. Maafkan Max yang merusak Denisa." ucap Max dengan wajah penuh penyesalan


" Tunggu kami datang barulah kalian menikah." ucap mommy Laras


tut tut tut tut


Mommy Laras mematikan panggilan video call secara sepihak tanpa menunggu jawaban Max.


" Max, kenapa kamu jujur terhadap mommy?" tanya Denisa dengan wajah ketakutan


" Lebih baik tahu sekarang dari pada di tunda dan hatiku akan tenang tidak dihantui rasa bersalah." ucap Max


" Terima kasih Max." ucap Denisa sambil tersenyum


" Bolehkah aku minta satu hal darimu?" tanya Max


" Apa itu?" tanya Denisa bingung


" Terasa aneh jika aku memanggilmu honey atau sayang." ucap Denisa


" Tapi cobalah dulu, aku mohon." pinta Max


Denisa menghembuskan nafasnya secara perlahan kemudian menatap mata Max.


" Baiklah, honey." ucap Denisa


" Terima kasih sayang. Aku sangat senang mendengar kamu memanggilku dengan sebutan honey." ucap Max jujur


" Kita makan yuk, aku sudah lapar." ajak Denisa


" Baiklah sayang." ucap Max


Mereka berdua makan bersama dalam diam, tidak ada satupun suara yang keluar dari mulut mereka. Mereka berdua menikmati makanan yang tadi di pesan oleh Max. Selesai makan dan minum, Max membawa piring dan gelas dan di bawa keluar untuk di cuci.


Awalnya Denisa menolak karena dirinya ingin yang mencuci piring dan gelas tapi di larang keras oleh Max. Denisa akhirnya pasrah dan membiarkan Max yang mencuci piring.


Denisa berjalan menuju ke balkon dan duduk di kursi sambil memandangi orang yang berlalu lalang.


ceklek


Max membuka pintu dan terkejut karena tidak melihat Denisa.

__ADS_1


" Denisa... Denisa.." panggil Max


" Aku di balkon." ucap Denisa


Max berjalan menuju ke balkon hatinya merasa lega karena Denisa baik - baik saja. Max duduk di samping Denisa sambil tangan kanannya memeluk Denisa dari arah samping.


Denisa menyandarkan kepalanya di dada Max dan membalas pelukan Max.


" Honey, apakah kamu akan jujur mengatakan yang sebenarnya terjadi?" tanya Denisa


" Maksudmu menanyakan ke keluarga besar?" tanya Max memastikan


" Ya." jawab Denisa singkat


" Menurutmu?" tanya Max menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.


"Menurutku kejadian itu jangan diceritakan biarlah itu rahasia kita berdua." ucap Denisa


" Baiklah kalau itu maumu. Karena jujur aku bersedia menerima resiko jika keluargamu memberikan hukuman buatku." ucap Max


Denisa tersenyum mendengar ucapan Max. Max pun membalas Denisa dengan senyuman manis.


" Hoam... kok aku ngantuk lagi. Aku tidur dulu ya." pinta Denisa sambil menguap menahan rasa kantuk yang tiba - tiba menyergapnya.


Max melepaskan pelukannya kemudian menggendong Denisa. Denisa mengalungkan ke dua tangannya ke leher Max sambil menutup wajahnya ke dada Max.


" Kamu kenapa?" tanya Max yang melihat sekilas wajah merona Denisa


" Malu." jawab Denisa singkat


" Kenapa malu?" goda Max


Denisa terdiam tidak berani menjawab pertanyaan Max. Max yang mengerti hanya tersenyum kemudian perlahan membaringkan Denisa di ranjang.


" Kita tidur bersama ya?" pinta Max


" Tapi.." ucapan Denisa terpotong oleh Max


" Hanya memeluk tidak lebih." ucap Max


" Baiklah." ucap Denisa pasrah


Max berbaring di samping ranjang milik Denisa. Mereka berdua tidur sambil berpelukan, Denisa seperti biasa berbaring di dada Max sebagai bantalannya.


Tidak butuh waktu lama Denisa sudah tertidur pulas kemudian tidak berapa lama Max pun ikut tertidur pulas.


xxxxx


Sore harinya Denisa sudah bangun dan sudah mandi sedangkan Max masih tertidur pulas. Denisa menuruni anak tangga menuju ke dapur untuk memasak. Denisa membuka pintu kulkas dan mencari apa yang akan dimasaknya. Setelah menemukan Denisa sibuk meracik masakkan.


Setengah jam lamanya Denisa memasak dan akhirnya selesai juga. Denisa menaruh masakan di meja makan kemudian menaiki anak tangga menuju ke kamarnya.


ceklek

__ADS_1


Denisa membuka pintu kamarnya dan melihat Max masih tertidur. Denisa berjalan dan duduk di samping ranjang untuk membangunkan Max.


__ADS_2