Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Kehangatan Keluarga Besar Alvonso


__ADS_3

Kini mereka sudah selesai makan bersama dan mereka seperti biasa kumpul bersama di ruang keluarga.


" Mommy dan daddy, besok aku dan keluargaku pergi ke negara A, mengurus perusahaan di sana ada masalah." ucap Arlan


" Perlu bantuan kami?" tanya mommy Laras


" Tidak perlu dad kan ada Harlan dan istriku Alviana yang akan membantu." ucap Arlan.


" Ok. Kalau kamu Alvonso?" tanya Daddy Alvonso


" Kami nanti siang mau pulang dad soalnya di perusahaan pusat juga lagi ada masalah." ucap Alvonso


" Perlu bantuan kak?" tanya Alvian


" Dengan senang hati, di perusahaanmu tidak ada masalah Al?" tanya Alvonso


" Belum ada kak, kalau ada kan nanti bisa dikendalikan dari jarak jauh dan kakak ku yang tampan pasti akan membantu adikmu ini yang lebih tampan." ucap Alvian narcis.


" Kak Alvian kenapa kok sifatmu mirip daddy.. narcis." ucap Dennis


" Dennis jangan menyebut nama daddy nanti di jewer." ucap Alvonso dan Alvian serempak.


" Alvonso, Alvian dan Dennis." panggil daddy Alvonso


" Iya dad." jawab mereka serempak.


" Kenapa sih setiap kalian sedang mengobrol sering menyebut nama daddy?" tanya daddy Alvonso sambil matanya mendelik ke tiga anaknya.


" Maaf Daddy karena kan mommy dan Daddy yang paling usil dan narcis kan daddy." ucap Alvonso dan Alvian serempak sambil tersenyum Pepsodent.


Semua yang ada di sana hanya tersenyum menahan tawa.


" Makanya dad, jadi orang jangan usil dan narcis jadi anak - anak suka ngomongin daddy." ucap mommy Laras


" Aishhh... mommy dan anak - anak sama saja." ucap daddy Alvonso sambil cemberut.


cup


Mommy Laras mengecup bibir suaminya sambil tersenyum.


" Jangan cemberut nanti wajah tampan suamiku berkurang." ucap mommy Laras

__ADS_1


" Mommy, mata kami ternoda." ucap ke 6 anaknya kompak sambil menutup ke dua matanya dengan menggunakan ke dua tangannya.


Mereka langsung tertawa bersama - sama tanpa ada rasa marah, iri hati atau sejenisnya. Alex dan Leo sangat terharu melihat keluarga besar Alvonso yang saling sayang menyayangi.


" Oh iya Debby perusahaanmu sepertinya ada masalah ya?" tanya Alvonso


" Iya kak, asistenku kemarin menghubungi aku. Honey nanti sore bisa tidak kita pergi ke negara H?" tanya Debby


" Bisa sayang." ucap Leo


" Oh iya Leo, Debby sudah mengubah kepemilikan atas namamu jadi mulai sekarang kamu jadi CEO dan Debby jadi wakil CEO." ucap Daddy Alvonso


" Max ambil dokumennya dan berikan ke Leo." perintah mommy Laras.


" Baik mom." jawab Max


Max mengambil empat dokumen dan memberikan dua dokumen tersebut ke Leo.


" Leo, ini ada dua dokumen sudah dipindahkan atas namamu. Yang pertama perusahaan milik Debby dan yang kedua gabungan perusahaan milikku, Baron dan Charli, dua perusahaan tersebut berada di negara H." ucap Max sambil tersenyum dan memberikan dua dokumen perusahaan tersebut


Leo menatap mata Debby dan Debby menganggukkan kepalanya dan akhirnya Leo menerima dua dokumen tersebut.


" Hadiah pernikahan dariku, Alvian dan Arlan serta Dennis ada di Debby." ucap Alvonso


" Untuk hadiah pernikahan Alex, silahkan mengambil di Debby karena waktu itu Leo meninggalkan dokumen tersebut." ucap Daddy Alvonso


" Mommy dan daddy harap kalian berdua mengelola perusahaan itu agar menjadi lebih besar. Jika ada masalah katakan saja pada kami dan tidak perlu malu karena kami akan siap sedia saling membantu. Seperti kalian lihat sendiri Alvonso ada masalah maka adiknya ikut membantu karena kita adalah satu keluarga yang besar." ucap mommy Laras.


" Benar yang di katakan mommy dan satu lagi setiap satu bulan sekali kami akan berkumpul agar hubungan persaudaraan tidak putus dan juga anak - anak kalian nantinya bisa dekat dengan para sepupunya." ucap Daddy Alvonso


" Oh iya karena perusahaan milik Daddy sudah dibagikan maka Daddy akan pensiun dan menikmati masa tua bersama mommy kalian di kota Bali." ucap Daddy Alvonso


" Iya benar, kami sudah membeli mansion yang sangat besar di sana jadi jika kalian ingin bermain bisa menginap dan juga bisa berkumpul." sambung mommy Laras.


" Dua bulan lagi akhir tahun, Daddy harap kalian semua berkumpul di Bali merayakan tahun baru bersama." ucap Daddy Alvonso.


" Apakah kalian semuanya bersedia dua bulan merayakan tahun baru di Bali?" tanya mommy Laras


" Bersedia mom." Jawab mereka serempak kecuali Max.


Max langsung berdiri dan langsung keluar ruangan keluarga meninggalkan mereka semua. Keluarga besar Alvonso tahu kenapa Max seperti itu sedangkan Baron, Charli, Alex dan Leo terkejut melihat Max seperti itu. Dennisa langsung berdiri mengikuti suaminya.

__ADS_1


" Max kenapa mom?" tanya Charli dan Baron bersamaan


" Mommy menduga kalau Max teringat dengan masa lalunya yang sangat pahit." ucap mommy Laras dengan wajah penuh kesedihan.


" Memang apa yang terjadi dengan masa lalu Max, mom?" tanya Leo penasaran


" Dulu waktu Max berumur 6 tahun merayakan tahun baru bersama orang tuanya di pegunungan. Mereka saling sayang menyayangi hingga suatu malam ada beberapa orang masuk ke dalam mansion. Mommynya Max di tembak dan meninggal di tempat sedangkan daddynya meninggal dalam perjalanan menuju ke rumah sakit." ucap mommy Laras dan tidak berapa lama air matanya keluar.


" Karena itulah kemungkinan Max mengingat masa lalunya yang sangat pahit itu." sambung Daddy Alvonso.


Baron dan Charli langsung teringat akan cerita Max waktu itu yang menceritakan ke dua orang tuanya.


" Kami menganggap Max bagian dari keluarga kami, walau Max dulu seorang psycophath kami berusaha agar Max bisa menghilangkan jiwa psycopathnya dan lama - lama Max pun mulai berubah dan bisa mengendalikan jiwa psycopath nya." sambung Alvian


" Begitu pula dengan diriku, terima kasih mommy dan Daddy dan juga saudara - saudaraku semuanya yang sudah menganggap diriku sebagai salah satu bagian dari anggota keluarga. Mau menerima aku sebagai pria pendosa karena tidak semua orang mau berteman dengan orang psycopath seperti diriku juga buat istriku yang mau menerimaku yang banyak kekurangan ini." ucap Charli tanpa sadar air matanya keluar sambil memeluk istrinya Amora.


" Aku juga sama seperti Charli, terima kasih mau menerima diriku pria pendosa ini dan juga terima kasih buat istriku Mira yang mau menerima segala kekurangan suamimu ini." ucap Charli sambil memeluk istrinya.


" Dulu daddy ketua mafia sangat jahat suka membunuh orang tanpa ampun tapi ketika bertemu dengan mommy kalian hidup daddy mengalami banyak perubahan dan bisa mengubah hidup Daddy menjadi pria yang lebih baik." ucap daddy Alvonso sambil memeluk mommy Laras.


" Benar kata daddy, mommy sangat baik memperlakukanku sebagai seorang anak yang membutuhkan kasih sayang seorang ibu. Terima kasih mommy dan terima kasih juga buat daddy yang telah menganggap aku sebagai anak dan bagian dari keluarga besar Alvonso." Jawab Charli sambil memeluk mommy Laras dan daddy Alvonso.


" Terima kasih mommy dan Daddy yang telah menganggap Baron sebagai anak dan juga bagian dari keluarga besar Alvonso." ucap Baron sambil memeluk mommy Laras dan daddy Alvonso.


" Arlan juga dulu mempunyai orang tua yang sangat sibuk dan hanya memberikan materi saja hingga Arlan melihat kak Alvonso dan kak Alvian yang dilimpahkan kasih sayang membuat Arlan iri dengan kak Alvonso dan kak Alvian. Terima kasih mommy dan Daddy karena mencintaiku sebagai seorang anak dengan orang tua." ucap Arlan sambil memeluk mommy Laras dan daddy Alvonso.


" Harlan juga kurang kasih sayang seorang ibu yang pergi meninggalkan diriku ketika Harlan masih bayi merah dan juga ayah yang sibuk dengan pekerjaan nya sedangkan mommy dan Daddy selalu memberikan waktu buat Harlan terlebih Daddy di saat Daddy pulang kerja masih menyempatkan waktu buat kami untuk bermain dan mengobrol dan di saat liburan mengajak kami untuk berolahraga bersama. Terima kasih mommy dan Daddy yang telah menganggap Harlan sebagai bagian dari keluarga besar Alvonso." ucap Harlan sambil memeluk mommy Laras dan daddy Alvonso.


" Kami sangat menyayangi kalian semuanya tanpa membeda-bedakan." ucap mommy Laras dan Daddy Alvonso serempak sambil membalas pelukan mereka setelah agak lama mereka melepaskan pelukan masing-masing.


" Terima kasih juga buat saudara - saudaraku yang saling membantu dan tidak iri jika kami di sayangi oleh orang tua kalian." ucap Arlan sambil memeluk Alvonso, Alvian, Alviana, Debby dan Dennis.


" Iya benar." Jawab Charli, Baron dan Harlan juga memeluk mereka.


" Kami semua tidak mungkin iri karena mommy dan daddy mengajarkan untuk menghilangkan rasa iri dan dendam." ucap Alvonso sambil membalas pelukan mereka begitu pula dengan saudara - saudaranya.


Setelah agak lama mereka melepaskan pelukan masing-masing.


" Sekarang kali lanjutkan mengobrol mommy dan daddy mau menghibur Max." ucap mommy Laras.


" Baik mom." jawab mereka kompak

__ADS_1


Mommy Laras dan Daddy Alvonso tersenyum dan meninggalkan mereka untuk menghibur Max.


Alex dan Leo mulai merasakan kehangatan keluarga besar Alvonso membuat hati mereka terasa hangat dan berusaha melupakan dendamnya.


__ADS_2