
.
Di Kediaman Keluarga Alvonso
Mommy Laras, daddy Alvonso dan anak - anak beserta menantu dan cucu - cucunya kecuali Max dan Denisa karena mereka berdua sedang berada di rumah sakit, berkumpul di ruang keluarga. Mereka menginap di hotel bintang 5 milik Daddy Alvonso sambil menunggu Denisa pulih dan akan pulang kembali ke Indonesia.
" Mommy, daddy dan adik - adikku maaf kami tidak bisa lama - lama di sini karena perusahaan pusat dan 2 cabang perusahan lagi ada masalah." ucap Alvonso kakak pertama
" Tidak apa Al, kalian sekeluarga pulang saja." ucap mommy Laras
" Perlu bantuan aku kak?" tanya Alvian dan Alviana serempak
" Kalau Alvian mau bantu kakak boleh juga ikut, kita tapi kalau Alviana nanti saja kalau kakak butuh banget bantuan apalagi kamukan punya anak yang sudah mulai besar." ucap Alvonso
" Ah kakak, akukan ingin membantu kakakku yang baik hati." ucap Alviana sambil cemberut.
" Nanti saja kalau kamu sudah pulang ke Indonesia. Temani mommy dan daddy serta adik - adik kita di sini." pinta Alvonso
" Benar kata kakak kamu temani daddy, mommy dan adik - adik kita. Kalau ada apa - apa kabarin kita secepatnya." ucap Alvian
" Baiklah kak." ucap Alviana
" Kalau begitu bersiaplah Alvonso dan Alvian serta menantuku untuk pulang ke Indonesia." ucap mommy Laras
" Baik mom." jawab mereka serempak
Mereka berkumpul bersama sambil tertawa dan terkadang serius. Hingga tidak terasa sudah jam 9 malam satu persatu masuk ke kamar masing - masing. Hanya tersisa mommy Laras dan daddy Alvonso di ruang keluarga.
" Daddy, mommy penasaran dengan Mira kenapa obatnya tidak bereaksi? Kalau anak kita cepat minum obatnya dan lama - lama obatnya bereaksi karena itu lukanya tidak terlalu parah, Amora obatnya hilang makanya Amora terluka dan buta tapi tidak permanen entah kapan Amora pasti bisa melihat lagi. Terus Mira kenapa bisa buta, lumpuh dan lupa ingatan apa yang sebenarnya terjadi?" tanya mommy Laras
" Apa Charli tetap menyiksanya walau Mira sudah pingsan?" sambung mommy Laras
" Kenapa kita tidak lihat rekaman cctv saja di mansion Charli." usul daddy Alvonso.
" Daddy memang pintar." puji mommy Laras
" Dari dulu kali daddy pintar." ucap daddy Alvonso sambil cemberut
cup
" Suamiku memang sangat pintar, sangat tampan, sangat baik, sangat bertanggung jawab terhadapku dan juga keluarga dan sangat - sangat semua yang terbaik." puji mommy Laras sambil mengecup bibir suaminya.
" Terima kasih sayang atas pujiannya, kamu juga sangat cantik, sangat pintar, sangat bertanggung jawab mengurusku dan juga mengurus anak - anak kita dan sangat - sangat is the best." puji daddy Alvonso sambil merubah panggilan kesayangan.
" Tahukah honey setiap hari aku berdoa kalau salah satu diantara kita tiada aku ingin aku mati duluan?" ucap mommy Laras
" Ssstttt jangan seperti itu, aku tidak sanggup kehilanganmu karena kamu adalah separuh nafasku." ucap daddy Alvonso sambil jari telunjuk kanannya diarahkan ke mulut mommy Laras
Mommy Laras mengecup jari telunjuk suaminya kemudia memegang jari telunjuk suaminya sambil menatap mata suaminya.
" Semua orang pasti akan mati honey tapi entah kapan kita tidak akan pernah tahu karena rahasia yang di atas. Mommy hanya berharap orang yang pertama di panggil adalah mommy karena mommy tidak sanggup kehilanganmu honey." ucap mommy Laras
" Apalagi daddy sayang, kalau benar - benar itu terjadi kita mati bersama karena kita sama - sama tidak sanggup kehilangan." ucap daddy Alvonso sambil memeluk istri tercintanya.
Mommy Laras pun membalas pelukan suaminya. Mommy Laras selalu berdoa meminta umur panjang untuknya, suaminya dan juga anak - anak, menantu serta cucu - cucunya. Mommy Laras tahu bahwa manusia tidak mungkin bisa berumur panjang dan tidak bisa melawan takdir.
__ADS_1
Jika hari itu tiba mommy Laras dan daddy Alvonso berharap bisa mati bersama karena mereka tidak ingin berpisah melainkan bisa bersama lagi walau di dunia yang berbeda.
" Oh iya honey, kita ke kamar yuk?" ajak mommy Laras
" Mau enak - enak lagi ya?" goda daddy Alvonso sambil menaik turunkan alis matanya.
" Ih daddy kok pikirannya mesum mulu sih!" omel mommy Laras
" Enak honey, tubuhmu sudah menjadi canduku." ucap daddy Alvonso
" Honey, aku ngajakin ke kamar mencari informasi tentang Mira di rekaman cctv. Kan laptopnya ada di kamar." ucap mommy Laras menjelaskan.
Daddy Alvonso yang tadi ceria wajahnya berubah menjadi cemberut.
cup
" Nanti setelah kita tahu rekaman cctv, kita bermain dan aku yang akan memimpin." ucap mommy Laras.
" Benarkah?" tanya daddy Alvonso dengan mata berbinar
" Iya benar, ayo kita ke kamar biar cepat melihat rekaman kemudian kita bisa langsung bermain." ucap mommy Laras.
" Tidak sabar ya?" goda daddy Alvonso
" Bukannya tidak sabar honey, aku ngantuk makanya lebih cepat lebik baik." ucap mommy Laras cemberut dengan bibir bawahnya maju ke depan
cup
" Jangan cemberut sayang, ayo kita ke kamar." ucap daddy Alvonso.
Mommy Laras mulai mengutak atik laptopnya untuk meretas cctv mansion milik Charli.
Rekaman CCCTV Tempat Kediaman Mansion Charli dan Mira
Setelah selesai mengubungi ke dua sahabatnya Mira langsung mengirim rekaman ke mereka berdua setelah terkirim Mira berjalan ke arah balkon sambil menatap bintang - bintang pikirannya menerawang jauh.
Tidak berapa lama Mira ingin pergi ke kamar mandi baru beberapa langkah ponselnya berdering. Mira pun berjalan ke meja dan mengambil ponselnya kemudian pergi kamar mandi bersamaan dengan membawa obat yang diberikan oleh paman Kennath.
Tangan kiri Mira memegang obat yang siap di minum sedangkan tangan kanannya memegang ponselnya dan menggeser tombol warna hijau setelah tahu siapa yang menghubungi dirinya.
" Hallo Mommy." sapa Mira
" Hallo Mira, ini Axel kakak sepupumu mau memberitahukan kalau paman dan bibi mengalamai kecelakaan dan meninggal di tempat." ucap Axel
Mira sangat kaget mendapatkan berita tersebut dan tanpa sadar tangan kiri Mira yang memegang obat pemberian paman Kennath terlepas dari genggaman dan jatuh ke dalam closed.
" Mommy dan daddyku meninggal?" tanya ulang Mira.
" Benar Mira, lusa pagi akan dikuburkan, besok pagi kamu pulang ke Indonesia." ucap Axel
" Baik kak, terima kasih." ucap Mira dan tidak berapa lama air matanya keluar.
tut tut tut
Mira langsung memutuskan sambungan telephonenya dengan sepupunya.
__ADS_1
" Hiks....hiks... Mommy dan daddy hiks.... hiks.. kenapa secepat itu meninggalkanku." ucap Mira sambil terisak.
Setelah agak tenang Mira buang air kecil kemudian menekan tombol hingga air seni dan obat masuk bersama air yang mengalir.
Mira membasuh mukanya di wastafel kemudian berjalan keluar kamar menuju ke kolam renang. Mira berjalan menuruni anak tangga dengan pikiran kosong.
Hatinya sangat sedih kehilangan orang tuanya, sampai di kolam renang Mira duduk dipinggiran kolam renang sambil melamun mengingat saat - saat indah bersama orang tuanya.
Seorang kepala pelayan kepercayaan tuan Charli mendekati calon istri tuannya karena hampir setengah jam masih duduk di pinggiran kolam renang dengan kaki dimasukkan ke dalam kolam renang.
.
.
.
.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia.
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
__ADS_1
xxxxxx**