Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Denisa dan Max


__ADS_3

Singkat cerita Denisa sudah sampai di apartemen mewah miliknya. Denisa menekan pin apartemen dan masuk ke dalam apartemen pribadinya.


Denisa menaiki anak tangga menuju ke kamarnya. Sampai di kamar Denisa membersihkan dirinya karena tubuhnya sangat lengket karena pulang dari kantor dan terlebih lagi habis bertarung dengan 4 orang preman.


Selesai mandi dan berpakaian Denisa menuruni anak tangga untuk memasak karena dirinya sangat lapar. Selesai memasak dan makan Denisa kembali menaiki anak tangga menuju kamarny untuk beristirat.


Denisa berbaring di ranjangnya yang sangat empuk. Denisa seperti biasa mengambil foto yang berada di meja, memandangi foto keluarga besarnya.


" Mommy, daddy, Kak Alvonso, Kak Alvian, Kak Alviana, Sayangku Max, Kak Debby dan Kak Denis.. Denisa kangen kalian semua, Denisa harap kalian selalu baik - baik." ucap Denisa sambil mengecup foto keluarga


Denisa mengembalikan foto tersebut di mejanya kemudian mengambil lagi foto yang berada di sebelahnya.


" Sayangku Max, maaf aku memanggilmu bukan mas lagi tapi sayang karena sejak aku masih kecil aku mulai jatuh cinta padamu hingga sekarang walau aku tidak tahu wajahmu yang sekarang karena sudah bertahun - tahun kita tidak pernah bertemu. Walau banyak orang menyukaiku tapi cintaku hanya untukmu. Aku pikir dulu karena aku masih kecil hanya cinta monyet tapi perasaanku semakin lama semakin bertumbuh. Ini gila memang tapi itulah yang terjadi, semoga hatimu hanya untuk diriku tidak ada gadis lain selain aku yang ada di hatimu." ucap Denisa


Denisa mengecup seluruh wajah Max kemudian Denisa berbaring di ranjang sambil memeluk foto Max dan tidak berapa lama Denisa tertidur pulas mengarungi mimpi indah.


xxxx


Pagi hari Denisa seperti biasa Denisa bangun pagi membersihkan tempat tidur kemudian menyikat gigi setelah itu membasuh muka. Setelah selesai Denisa menuruni anak tangga untuk memasak sarapan pagi.


Selesai memasak Denisa menaiki anak tangga menuju kamarnya untuk mandi selesai mandi dan berpakaian serta dandan Denisa menuruni anak tangga untuk sarapan pagi.


Selesai makan Denisa membersihkan peralatan masakan yang tadi digunakan dan makanan yang berupa piring, sendok, garpu dan gelas. Setelah selesai Denisa keluar apartemen untuk berangkat ke kantor milik daddy Alvonso yang sudah diwariskan oleh daddynya.


Singkat cerita Denisa sudah sampai di kantor dan melanjutkan pekerjaan kantor yang tidak ada habis - habisnya.


tok


tok


tok


" Masuk." ucap Denisa lembut


ceklek


Seorang pria tampan membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan Denisa.


" Pagi nona Denisa." sapa pria tampan itu


" Pagi Alan." jawab Denisa lembut


" Hari ini apa jadwalku." sambung Denisa dengan nada lembut


Alan adalah sekretaris pribadi sekaligus sahabat baik Denisa. Denisa dan Alan sudah menganggap saudara walau Denisa pemilik perusahaan tidaklah sombong atau semena - semena terhadap orang lain tapi sikap Denisa yang baik hati dan ramah terhadap orang terlebih terhadap anak buahnya.


" Hari ini ada jadwal pertemuan klien di restoran xxxx setelah jam makan siang. Hanya itu saja jadwalnya." ucap Alan


" Ok. Terima kasih." jawab Denisa sambil melanjutkan pekerjaannya


" Oh ya besok jam 4 sore kita ada janji temu dengan klien di cafe xxxx." ucap Alan


" Ok, ada yang lainnya?" tanya Denisa yang masih mengecek dokumen setelah dokumen oke barulah Denisa menandatangani dokumen tersebut.


" Bagaimana kalau habis meating kita ke club kebetulan di sebelah cafe ada club, sekalian malam minggu." usul Alan


" Hm... bilang aja kamu ingin bertemu dengan kekasihmu yang bekerja sebagai bartender." goda Denisa sambil menghentikan pekerjaannya dan menatap Alan.

__ADS_1


" Hahaha.. tahu aja, tapi ayolah masa dipikiranmu kerja terus sekali - kali refreshinglah siapa tahu ketemu cogan." ucap Alan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatel.


" Apa itu cogan?" tanya Denisa bingung


" Cowo ganteng masa tidak tahu." ucap Alan


" Jujur tidak tahu, maklum aku sangat sibuk dengan pekerjaanku." ucap Denisa


"Karena itulah aku ajak ke club, kekasihku ingin berkenalan denganmu." ucap Alan


" Ingin kenal denganku? kenapa?" tanya Denisa bingung


" Hehehe... dia ingin berhenti kerja jadi bartender dan ingin melamar pekerjaan di perusahaanmu." ucap Alan tanpa basa basi.


" Wuih semakin tambah dekat donk kalau satu perusahaan." ucap Denisa sambil menahan senyumnya.


" Ya begitulah, aku dengar divisi keuangan ada salah satu yang keluar aku ingin kekasihku bisa melamar di bagian keuangan." ucap Alan


" Boleh, tapi seperti biasa melamar pekerjaan pakai serangkain tes tanpa memperdulikan mereka saudara atau kekasih." ucap Denisa tegas


" Iya aku tahu, tenang saja aku juga sudah mengatakan kekasihku dan kekasihku tidak mempermasalahkan itu." ucap Alan


" Ok sip. Ada yang lainnya?" tanya Denisa


" Tidak ada lagi, jangan lupa hari ini dan besok ada jadwal meating." ucap Alan


" Ok. Sip." jawab Denisa sambil tersenyum.


Denisa melanjutkan pekerjaannya kembali sedangkan Alan keluar dari ruangan Denisa untuk melanjutkan pekerjaannya.


Tidak terasa hari sudah siang dan seperti biasa Alan mengetuk pintu ke ruangan Denisa untuk memberikan makanan siang yang dipesannya kemudian meninggalkan Denisa.


" Selamat makan semuanya, selamat makan sayangku Max." ucap Denisa berbicara sendiri.


xxxxx


Di tempat lain tepatnya di perusahaan milik Max. Max sedang menikmati makan siang sendiri di ruangan kerjanya.


uhuk uhuk uhuk


Max yang sedang asyik menikmati makanannya tiba - tiba terbatuk. Max buru - buru meminum agar batuknya berkurang.


" Kenapa sih setiap aku makan selalu terbatuk - batuk apalagi wajah Denisa setiap malam dan setiap makan siang selalu terbayang. Yang anehnya wajah imut waktu Denisa masih kecil. Wajah Denisa sekarang seperti apa ya?.. hah.. sudahlah tidak usah dipikirkan lebih baik aku lanjutkan makanan karena pekerjaanku sangat banyak." ucap Max


Max pun melanjutkan makanannya, selesai makan Max membereskan sisa makanannya dsn di buang ke tempat sampah.


Max melanjutkan pekerjaannya kembali yang sudah menumpuk. Hingga tidak terasa hari sudah sore. Max membereskan pekerjaan setelah selesai Max pergi meninggalkan perusahaannya menuju ke kampus.


Sampai di kampus Max seperti biasa pergi ke kantin karena perutnya sudah lapar dan ingin segera diisi.


Seperti biasa Valen dan Alena duduk di samping kanan dan kiri Max. Max berada di tengah - tengah mereka. Max tidak mempersoalkan karena bangku atau kursi yang di duduki mereka lumayan panjang sehingga muat untuk di duduki 4 atau 5 orang.


Mereka bertiga memesan makanan setelah makanan datang mereka bertiga makan bersama dalam diam karena Max sudah memperingatkan mereka jika makan untuk diam karena Max tidak suka jika makan sambil berbicara.


Selesai makan seperti biasa Max membayar makanannya dan juga makanan Valen dan Alena.


" Ali, besok jadikan jemput aku?" tanya Valen manja

__ADS_1


" Jadi." jawab Max singkat


" Aku juga ikut lho." ucap Alena tidak mau kalah.


" Ya, oh ya aku mengajak dua sahabatku." ucap Max


" Laki - laki atau perempuan?" tanya Valen dan Alena secara bersamaan dengan nada cemburu.


" Dua sahabatku laki - laki." jawab Max


" Syukurlah." jawab Valen dan Alena secara bersamaan dengan perasaan lega


" Memang kenapa?" tanya Max sambil menaikkan salah satu alis matanya.


" Tidak." jawab Valen dan Alena secara bersamaan.


" Ok. Aku ingin ke ruang kelas dulu." ucap Max sambil berdiri menuju ke kelasnya.


Alena dan Valen pun ikut berjalan menuju ke ruangan kelas masing - masing karena mereka bertiga beda jurusan.


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja

__ADS_1


xxxxxx


__ADS_2