Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Kematian Paman Zul


__ADS_3

Paman Zul memanggil kepala pelayan untuk membantu membagi - bagikan ke semua penghuni mansion. Setelah selesai membagi - bagikan, paman Zul menatap mereka satu persatu.


" Kami akan pergi nanti siang, apakah kalian ingin tinggal di sini atau pindah kerja atau pulang ke kampung halaman?" tanya paman Zul


" Saya pulang kampung tuan." ucap salah satu pelayan.


" Bagi yang tinggal di sini di sebelah kiri dan yang pindah silahkan di sebelah kanan." ucap paman Zul


Merekapun mengikuti instruksi paman Zul dan banyak yang pindah.


" Yang pindah silahkan menyiapkan barangnya untuk pergi dan untuk yang tetap di sini uruslah mansion ini dengan baik, saya akan usahakan 6 bulan sekali akan datang ke mansion ini." ucap paman Zul.


Mereka yang pindah langsung meninggalkan mereka yang masih tetap bertahan di mansion. Setelah mereka pergi paman Zul memandang satu persatu wajah mereka.


" Mengenai gaji kalian ada perubahan tentunya lebih besar dan di bayar dalam setahun full." ucap paman Zul sambil membuka koper dan memberikan uang ke mereka.


" Ini gaji kalian dalam setahun full, saya tidak bisa janji untuk datang ke mansion ini. Dari pada nanti beban buatku saya berikan gaji dalam setahun." ucap paman Zul sambil memberikan uang ke mereka satu persatu.


Merekapun menerima dengan senang hati.


" Terima kasih tuan." ucap mereka serempak


" Ya, tolong bersihkan dan rawat mansion ini." pinta paman Zul


" Baik tuan." ucap mereka serempak


xxxxx


Max dan tante Helena masuk kedalam mansion sebelah. Tangan tante Helena merinding memasuki ruangan itu.


" Max, tante tunggu di luar saja ya." pinta tante Helena sambil membalikkan badannya dan keluar dari ruangan tersebut.


" Baik tante." jawab Max


Max melanjutkan langkahnya kembali, Max berjalan menuju sebuah meja di mana di atas meja ada sebuah kotak ukuran besar.


kriettt


Anggap saja suara kotak ukuran besar terbuka.


Max membuka kotak ukuran besar tersebut dan melihat isi kotak tersebut.


" Daddy, Max mengambil beberapa senjata kesayangan daddy." ucap Max sambil mengambil beberapa senjata tajam kesayangan.


" Daddy tahu, tanpa sepengetahuan daddy dan mommy kalau Max sering menonton film - film psycophat dan Max tidak tahu kenapa rasanya sangat senang menontonnya dan ingin mempratekkannya." sambung Max sambil mengingat masa lalu.


FLASH BACK ON


Seperti biasa daddy Zain bekerja, mommy Angela serta Max sedang bermain di kamar Max. Entah kenapa mommy Angela merasa mengantuk dan tidur di kamar Max. Max yang merasa bosan keluar dari kamarnya.

__ADS_1


" Aku bosan, mommy tidur mendingan mutar - mutar mengelilingi mansion ini." ucap Max


Max berkeliling mansion sampai Max melihat sebuah mansion terpisah yang berada di samping mansion milik daddy Zain. Karena penasaran Max berjalan memasuki mansoon tersebut


" Syukurlah tidak terkunci, aku penasaran isinya apa?" ucap Max.


Max membuka pintu mansion dan berjalan melihat - lihat isi di dalamnya. Max melihat sebuah kotak ukuran besar di atas meja dan Max pun membuka kotak tersebut.


kriettttttttt


( Anggap saja suara membuka kotak ukuran besar )


" Waoww isinya sama seperti yang aku tonton, pisau lipat ini bermacam - macam ukuran dan bentuknya. Kalau aku ambil lebih dari satu pasti ketahuan sama daddy, aku ambil satu pisau lipat ini dan aku simpan di kamar, mudah - mudahan daddy tidak ingat kalau pisau lipatnya aku ambil." ucap Max pada dirinya sendiri.


Max pun mengambilnya dan di simpan di saku belakangnya. Kemudian Max menutup kotak itu dan keluar dari ruangan tersebut menuju ke kamarnya.


Max yang akan masuk ke kamarnya melihat mommy Angela sedang menatap dirinya.


" Habis dari mana sayang?" tanya mommy Angela


" Dari keliling mansion mom, habis Max bosan." ucap Max


" Maafkan mommy sayang, oh ya mau makan apa Max?" tanya mommy Angela


" Nasi goreng seafood mom." pinta Max


" Max tidak pernah bosan mom." ucap Max


" Cobalah makanan yang lain Max." pinta mommy Angela


" Terserah mommy deh." ucap Max pasrah


" Tapi kamu makan ya Max." ucap mommy Angela


" Ok." jawab Max singkat.


Mommy Angela keluar dari ruangan kamar Max dan menutup pintu kamar Max. Setelah mommy Angela Max menyimpan pisau lipat itu di bawah kolong lemari dengan dibungkus kertas.


FLASH BACK OFF


Max menurunkan tas ransel kecil dan mengeluarkan kotak berukuran sedang dan mengambil beberapa pisau lipat berbagai ukuran dan menyimpannya. Max duduk di kursi sambil mengingat masa lalu bersama mommy Angela


" Mommy, Max kangen dengan suara mommy, merindukan masakan mommy yaitu Max suka nasi goreng seafood adakah wanita yang bisa memasak nasi goreng seafood kesukaan Max? tidak ada lagi yang mendongengkan ketika Max tidur." ucap Max lirih dan tanpa sadar di kedua sudut Max mengeluarkan cairan bening.


Karena lelah Max pun tertidur dengan melipatkan ke dua tangannya.


" Max sayang." panggil mommy Angela lembut


" Mommy, kenapa meninggalkan Max? Max kangen." ucap Max sambil kedua tangannya memeluk mommy Angela

__ADS_1


" Maafkan mommy sayang, percayalah sama mommy walau dunia kita sudah berbeda tapi mommy selalu ada di hati Max." ucap mommy Angela sambil mengusap lembut kepala Max.


" Kamu harus kuat Max, jaga dirimu baik - baik." sambung mommy Angela.


" Iya mommy, Max harus kuat." ucap Max


" Anak mommy memang pintar." ucap momny Angela sambil tersenyum


Angela melepaskan pelukan Max dan berjalan mundur sambil tersenyum


" Mommy sangat sayang padamu Max, jadilah anak yang selalu baik dan menolong orang lain." ucap mommy Angela sambil tersenyum


Mommy Angela lama - lama mundur dan mulai menghilang.


" Mommy!!!" teriak Max


Max terbangun dan berdiri sambil mencari keberadaan mommy Angela.


" Ternyata hanya mimpi. Mommy aku sangat merindukanmu." ucap Max sambil membawa tas yang berisi barang - barang berharga pisau, foto dan beberapa peninggalan milik mommy dan daddynya.


Max berjalan meninggalkan ruangan itu dan melihat tante Helena sedang melihat sekeliling taman.


" Tante ayo kita siap - siap berangkat." ajak Max


" Oh iya Max." ucap tante Helena.


Mereka berdua berjalan dan masuk kembali ke mansion.


" Paman, kita berangkat?" ajak Max


" Oh iya Max, semua sudah siap kita berangkat sekarang." ucap paman Zul.


Paman Zul, tante Helena, Max dan seorang bodyguard menaiki mobil menuju ke bandara. Singkat cerita mereka sudah sampai di bandara.


" Sayang aku mau ke toilet dulu ya?" ucap tante Helena pada suaminya


" Baiklah aku tunggu disini, Max kamu ikut tante tidak?" tanya paman Zul


" Ikut paman." ucap Max


Tante Helena dan Max berjalan menujuke toilet sedangkan paman Zul dan bodyguardnya menunggu mereka. Paman Zul mengajak bodyguard ke tempat yang sangat sepi untuk membicarakan sesuatu.


" Saya curiga dengan kematian kakak dan kakak iparku, kamu carilah informasi siapa yang telah tega membunuh kakak dan kakak iparku." perintah paman Zul pada bodyguard tersebut.


Bodyguard itu memeluk paman Zul dan menembakkan senjatanya tanpa mengeluarkan suara.


dor


akh

__ADS_1


__ADS_2