Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
3 Pria Psychopath 3


__ADS_3

" Main pimpong malam - malam begini?" tanya Mira terkejut.


" Iya sayang." ucap Charli sambil mengatur nafasnya yang tidak beraturan.


" Kenapa malam - malam main pimpong?" tanya Amora yang masih mendengar suara nafas ngos - ngosan kekasihnya.


" Aku sudah terbiasa kalau malam - malam olah raga sayang nanti kalau kita sudah menikah olahraganya di ganti." ucap Charli sambil tersenyum


" Ganti apa honey?" tanya Mira penasaran


" Ganti di ranjang sayang, tiap malam kita bercin*a di ranjang." bisik Charli


" Honey, ternyata mesum banget." ucap Mira sambil menutup wajahnya sambil membayangkannya yang tidak - tidak.


" Hahaha... aku hanya mesum denganmu sayang." gombal Charli sambil tertawa lepas.


mmpppphhhttt


duak


" Honey suara apa itu?" tanya Mira


Hening


Hening


Charli lagi berfikir alasan buat kekasihnya dan tiba - tiba ada lampu terang di sebelah kepalanya tanda Charli sudah menemukan alasan yang tepat untuk menjawab pertanyaan kekasihnya.


" Honey, baik - baik sajakan?" tanya Mira panik


" Tidak apa - apa sayang, ini ada orang ke dua tangan dan kakinya di ikat terus mulutnya di lakban, aku tidak sengaja menendangnya karena tidak melihatnya." ucap Charli berbohong.


Max dan Baron sangat pintar berbohong dan bisa mengubah ekspresi wajah sedangkan Charli jarang berbohong kalau tidak suka langsung di bunuh karena itulah Charli berfikir dulu alasan apa yang tepat walau begitu ekspresi wajahnya bisa berubah - ubah sama seperti ke dua sahabatnya sehingga orang bisa tertipu.


" Orangnya masih hidup honey bawa dia ke kerumah sakit?" pinta Mira dengan nada kuatir


" Baik sayang, aku tutup dulu ya telephonenya?" ucap Charli


" Baik honey, hati - hati, I Love You." ucap Mira sambil menutup wajahnya dengan wajahnya.


" I Love You To." ucap Charli


tut tut tut


Charli menutup ponselnya sepihak dan menatap tajam ke arah pria tersebut yang menahan rasa sakit teramat sangat. Charli duduk sambil tangan kirinya mencengkram kuat rahang pria tersebut sedangkan tangan kanannya melukis di wajah pria tersebut.


srettt


mmpppphhhttt


" Hari ini aku sangat lelah lebih baik aku akhiri saja sesuai harapanmu bukan." ucap Charli sambil matanya menatap tajam ke arah pria tersebut.


dor


mmpppphhhttt

__ADS_1


Pria malang itupun mati di tempat. Semua mayat di kubur masal oleh para anggota mafia dan beberapa anggota mafia membersihkan darah yang menggenangi lantai di tiga tempat ruangan yang berbeda. Selesai membunuh Charli membersihkan diri.


Max kini sudah mandi dan berpakaian menggunakan pakaian Baron bertepatan kedatangan Baron.


" Ali itu pakaian kesayanganku? Pantesan aku cari tidak ada" omel Baron


" Waktu itu pakaian kesayanganku sekarang pakaian Baron." ucap Charli


" Aish, kalian kan kaya tinggal beli saja lagi, aku mau pulang." ucap Max dengan nada santai


Mereka berdua hanya menghembuskan nafasnya dengan kasar.


" Masalahnya pakaian itu limited edition." ucap mereka serempak


" Nanti aku ganti pakaiannya, sama sahabat hitungan banget sih." omel Max


" Hehehe... iya... iya aku hanya bercanda ." ucap Baron


" Iya nih gitu aja marah. Oh iya kok pulang katanya di usir oleh istrimu?" tanya Charli bingung


" Istriku menghubungiku untuk pulang karena itu aku juga pulang ingin melakukan enak - enal dulu." ucap Max menggoda ke dua temannya.


" Sama aku juga mau pergi mau melakukan yang enak - enak kayak Ali. Memang Ali aja yang bisa." ucap Baron tidak mau kalah.


Max dan Charli saling menatap dan kemudian menatap sahabatnya Baron seakan minta penjelasan. Baron yang mengerti arti tatapan ke dua sahabatnya langsung menceritakan ke dua sahabatnya.


" Pintar kamu Baron cari alasan." puji Max


" Aish berarti aku sendiri donk." gerutu Charli


" Yang sabar ya, jaga markas saja." ucap Baron sambil tersenyum meledek kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.


" Benar kata Baron jaga markas." ucap Max sambil menepuk bahu sahabatnya sedangkan Charli hanya tersenyum kecut.


Max pergi meninggalkan mansion menuju ke mansion miliknya sedangkan Charli istirahat di kamar pribadinya karena badannya sangat lelah habis menyiksa banyak orang.


xxxxx


Di Tempat Yang Berbeda


" Apa?" teriak seseorang pria


.....


" Si*l... arghhhhh." teriak seorang pria


brak


Pria itu membanting ponselnya ke dinding hingga ponselnya tidak berbentuk lagi. Pria itu menendang meja dan membuang kertas yang berisi dokumen yang berada di meja kerjanya. Hingga ruangannya menjadi kacau.


" Tuan sabarlah." ucap seseorang


Pria itu hanya menatap tajam ke arah seorang kaki kanannya.


" Tuan saya ada ide." ucap orang itu.

__ADS_1


Orang itupun berbisik dan pria itupun hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum puas.


" Lakukanlah." ucap pria itu.


" Baik tuan." jawab seorang kaki kanannya.


" Tunggulah pembalasanku." ucap pria itu dengan aura membunuh.


.


.


.


.


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja


xxxxxx

__ADS_1


__ADS_2