
Max menunggu Denisa sambil memainkan ponselnya. Seorang gadis datang menemui Max dan duduk di samping Max. Max yang merasa ada orang yang duduk di sampingnya menghentikan memainkan ponselnya dan mengalihkan pandangannya ke arah samping. Max terkejut melihat gadia tersebut dan tidak menyangka bisa bertemu dengannya.
" Hallo Ali apa kabar?" tanya gadis tersebut dengan nada menggoda.
" Valen, sedang apa di sini? kenapa duduk di sini?" tanya Max dengan nada kesal.
" Aku tadi makan bersama temanku dan tidak sengaja melihatmu makan di sini karena itulah aku duduk di sini." ucap gadis itu bernama Valen.
" Temuilah temanmu kasihan dia menunggumu." usir Max secara halus
" Temanku sudah pulang karena itulah aku ke sini. Bolehlah aku menemanimu makan dan kebetulan aku belum makan." ucap Valen tanpa punya rasa malu.
" Bukannya tadi kamu makan dengan temanmu?" tanya Max sambil menahan kesal
" Tadi aku hanya minum tapi ketika melihatmu membuatku jadi lapar." ucap Valen menghilangkan rasa malunya karena yang terpenting dirinya bisa berdekatan dengan orang yang dicintainya sejak pertama kalinya bertemu di kampus.
Max mengusap wajahnya dengan kasar rasanya ingin sekali mengusir Valen bahlan rasanya ingin sekali menyiksa tapi karena di tempat umum Max hanya bisa menahan dirinya untuk tidak melakukannya.
Tiba - tiba Denisa datang dan melihat mereka berdua.
" Oh maaf sepertinya aku mengganggu. Ali terima kasih semuanya dan kebetulan ada yang menemanimu makan maka aku pulang dulu." ucap Denisa sambil berpamitan pada Max.
Max yang melihat Denisa berjalan meninggalkan dirinya menahan tangan Denisa.
" Temani aku makan dan temanku ini akan pergi, benar begitu." ucap Max sambil menatap tajam ke arah Valen
Valen yang melihat tatapan tajam Max membuat nyalinya menciut. Valen pun pergi dengan menahan rasa kesal. Denisa yang melihat Valen pergi membalikkan badannya kemudian Denisa menundukkan wajahnya untuk melihat tangan Max menggenggam tangan Denisa. Max yang menyadari tatapan Denisa spontan melepaskan genggaman tangannya.
" Maafkan aku... entah kenapa tanganku sangat suka menggenggam tanganmu." ucap Max polos
" Pfffttt..." Denisa tertawa melihat Max yang menggemaskan
" Kenapa tertawa." tanya Max
" Tidak.. hanya lucu saja." ucap Denisa
" Nakal ya, menertawakan diriku" ucap Max sambil mengacak rambut Denisa
" Aishh rambutku berantakan tahu." ucap Denisa cemberut sambil merapikan rambutnya.
( " Aduh bibirnya ingin rasanya melu**t bibir seksinya... aduh kenapa pikiranku jadi mesum begini sich." omel Max dalam hati ).
Tidak berapa lama datanglah pesanan mereka ikan gurame bakar dan dua minuman lemon tea. Max pun mengambil sendok dan garpu untuk memakan ikan gurame bakar.
Denisa yang melihat Max memakan ikan gurame bakar menggunakan sendok dan garpu di cegah oleh Denisa.
" Lebih enak menggunakan tangan." ucap Denisa memberikan saran
" Oh ya, tapi aku tidak pernah, maukah kamu menyuapiku." pinta Max dengan wajah memohon.
Denisa yang menatap Max lagi - lagi merasa tidak tega, Denisa menghembuskan nafasnya perlahan kemudian menatap wajah Max.
__ADS_1
" Baiklah, tapi aku cuci tangan dulu." ucap Denisa
" Ok." jawab Max singkat sambil tersenyum bahagia.
Denisa berdiri dan berjalan menuju ke wastafel untuk mencuci tangan. Selesai mencuci tangan Denisa kembali duduk. Denisa mulai menyuapi Max ikan bakar dengan nasi putih, Max sangat bahagia mendapatkan perlakuan Denisa. Di suapan ke dua tangan Denisa yang berada di mulut Max menahan tangan Denisa kemudian diarahkan ke mulut Denisa.
" Kamu juga makan." pinta Max
" Tapi.." ucapan Denisa terpotong oleh Max
" Kalau kamu tidak makan maka aku tidak mau makan lagi." ucap Max dengan nada kecewa
" Apakah kamu tidak merasa jijik?" tanya Denisa
" Tidak! kenapa mesti jijik atau jangan - jangan kamu jijik karena tanganmu tadi habis menyuapiku." ucap Max dengan wajah kecewa
" Tentu saja tidak." ucap Denisa
Denisa lagi - lagi tidak tega melihat wajah Max dan akhirnya Denisa menyuapi Max kemudian dirinya dan secara tidak langsung mereka sudah berciuman.
Tidak terasa ikan bakar dan nasi putih pun ludes di makan berdua. Denisa menggunakan tangan kirinya untuk meminum lemon tea menggunakan sedotan, baru saja mulutnya di tempel ke sedotan untuk menyedot minuman lemon tea Max menukar gelasnya.
" Tukar ya." pinta Max
" Bukannya sama - sama lemon tea?" tanya Denisa terkejut melihat tindakan Max.
" Memang tapi aku tidak tahu kenapa seperti ini ." ucap Max
" Memang kenapa?" tanya Max
" Ah tidak lupakanlah." ucap Denisa yang tidak ingin memperpanjang masalah yang tidak penting baginya.
Denisa dan Max meminum lemon tea hingga setengah gelas.
" Aku ingin mencuci tangan dulu ya." ucap Denisa
" Ok." jawab Max singkat
Denisa pergi meninggalkan Max ke wastafel untuk mencuci tangan. Setelah selesai Denisa kembali duduk, mereka berdua mengobrol sambil meminum lemon tea hingga habis. Denisa melihat jam di tangannya menunjukkan jam setengah dua.
" Sudah siang, aku pamit pulang dulu ya." pamit Denisa
" Pulang naik apa?" tanya Max
" Naik taksi, aku memesan taksi dulu kalau dirimu ingin duluan silahkan tidak apa - apa." ucap Denisa lembut
" Bagaimana kalau aku antar." tawar Max
" Maaf aku tidak ingin merepotkanmu lagi, aku merasa tidak enak." ucap Denisa sambil tersenyum.
" Akh tidak merepotkan kok, ayo aku antar." ucap Max
__ADS_1
" Baiklah. Terima kasih banyak." ucap Denisa dengan nada lembut.
Max hanya tersenyum kemudian berdiri sambil menggenggam tangan Denisa menggunakan tangan kiri menuju kasir. Max melepaskan tangan yang tadi menggenggam tangan Denisa untuk mengambil dompet untuk membayar tagihannya kemudian menggandeng tangan Denisa kembali dengan tangan kiri sedangkan tangan kanannya mendorong troli belanjaan Denisa mereka berdua berjalan menuju ke parkiran mobil.
Max memasukkan barang belanjaan Denisa di bagasi mobil miliknya dengan di bantu Denisa merapikan barang belanjaannya. Setelah beres Max duduk di kursi pengemudi dan Denisa duduk di samping pengemudi.
Max dan Denisa sepanjang jalan mengobrol, tiba - tiba tubuh Denisa terasa panas.
" Maaf Ali, aku naikkan ac nya ya? karena tiba - tiba aku merasakan panas. Apakah kamu juga panas?" tanya Denisa
" Tidak, nyalakan saja aku juga suka dingin kok." ucap Max tidak mempermasalahkan Denisa menaikan ac nya.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia.
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
xxxxxx
__ADS_1