
Di tempat yang berbeda di mansion milik Baron. Sepeninggal Baron, Amora masih berbaring di ranjang sampai terdengar suara ketikkan pintu dari luar.
tok
tok
tok
" Masuk." jawab Amora
ceklek
Dua orang pelayan masuk ke dalam kamar Amora dan berjalan ke arah Amora.
" Kalian siapa?" tanya Amora
" Saya Ina, nyonya." jawab Ina
" Kalau saya Inge, nyonya." jawab Imah
" Kami di suruh tuan Charli untuk menemani nyonya." jawab Ina
" Antarkan aku ke balkon." pinta Amora.
" Baik nyonya." jawab mereka serempak
Mereka berjalan ke arah Amora, Ina di sebelah kanan dan Inge di sebelah kiri. Mereka masing - masing memegang tangan Amora untuk di tuntun ke arah balkon.
" Nyonya, silahkan duduk." ucap Inge
Amora meraba kursi yang agak panjang kemudian duduk.
" Kalian juga duduk di samping kanan dan kiriku." ucap Amora
" Maaf nyonya kami tidak berani." ucap mereka serempak.
" Kenapa? aku mohon duduklah temani aku duduk." mohon Amora
" Karena kami tidak pantas nyonya, kami orang rendahan tidak pantas duduk dengan nyonya." ucap mereka serempak.
" Tuhan menciptakan manusia itu sama jadi duduklah." pinta Amora
" Baik nyonya." jawab mereka serempak.
Mereka berdua duduk membuat Amora tersenyum. Merekapun mengobrol mengenai asal usul tempat tinggalnya dan keluarga nya sampai terdengar suara teriakan dan pintu Amora di buka paksa.
" Ada apa?" tanya Amora
" Nyonya ada dua pria masuk ke kamar nyonya dengan membawa senjata tajam." ucap Inge
" Hei kalian berdua jika ingin hidup keluar dari kamar ini." perintah salah satu pria berwajah sangar.
" Saya tidak akan pergi." ucap Ina dengan berani
" Saya juga." jawab Inge.
" Kita bunuh pelayan itu dan kita culik wanita itu." ucap salah satu pria berwajah sangar.
" Ok." Jawab temannya.
Ke dua pria sangar itupun menyerang ke dua pelayan itu yang ternyata bisa bela diri. Sepuluh menit perkelahian masing seimbang tapi tiba - tiba temannya datang dan masuk ke dalam kamar Amora.
Pria sangar itu mendekati Amora untuk menangkap Amora.
" Nyonya awas?" teriak Ina
jleb
akhhh
__ADS_1
Ina yang tidak konsentrasi karena memikirkan Amora membuat perutnya tertusuk pisau. Pria sangar itu tanpa punya perasaan menyerang bertubi - tubi ke perut Ina hingga Ina menghembuskan nafas terakhirnya.
Inge berusaha bertahan dan lebih konsentrasi melawan pria sangar tersebut. Ke dua pria sangar itu mendekati Amora untuk menangkapnya. Tangan Amora yang di pegang langsung di tepis dan menendang tulang kering pria itu.
" Si*l buta - buta ternyata bisa bela diri juga." omel pria sangar yang di tendang kakinya.
Pria satunya langsung menampar Amora dengan sekuat tenaga hal itu membuat kepalanya terkena benturan dinding membuat kepala Amora keluar darah segar.
Amora berusaha sekuat tenaga untuk bangun dan ingin menyerang secara asal karena tidak bisa melihat. Di saat ke duanya kritis datang Harlan.
" Berhenti, beraninya sama perempuan dasar banci." bentak Harlan
Harlan mendekati ke dua pria sangar yang menangkap tangan Amora agar tidak melawan sedangkan yang satunya bersama Inge.
" Lepaskan Amora!!" bentak Harlan
" Tidak akan!!! bro kamu serang pria itu aku akan bawa wanita ini ke tuan muda." perintah pria berwajah sangar itu sambil menarik tangan Amora yang berusaha melawan tapi tenaganya kalah jauh terlebih kepalanya mulai terasa pusing.
" Ok." jawab temannya.
Teman yang diperintahkan menyerang Harlan, Harlan memasang kuda - kuda dan merekapun terlibat perkelahian dan sekali - kali ikut membantu Inge menyerang pria sangar itu.
Tangan Amora di tarik secara kasar sambil berjalan menuju ke arah anak tangga. Baru beberapa langkah dirinya di hadang seorang pria dengan wajah yang penuh dengan tatapan membunuh.
" Lepaskan istriku!!!" bentak pria itu.
xxxxxxx
Dia adalah Baron, ketika Baron sudah sampai di mansion melihat anak buahnya sedang bertarung langsung membantunya bersama bodyguard yang tadi di bawanya.
" Baron, kamu ke atas bantu istrimu, temanku Harlan ada di atas sedang membantu istrimu." perintah seorang pria sambil memukul pria yang menyerang dirinya.
" Kamu siapa?" tanya Baron bingung sambil tangan dan kakinya ikut memukul pria yang menyerangnya.
" Aku Alvonso anak mommy Laras dan Daddy Alvonso, pasti kamu kenal." ucap Alvonso sambil menendang keris penjahat itu dengan sekuat tenaga membuat tubuh Baron terasa ngilu.
Baron berjalan menaiki anak tangga sambil memukul hingga mereka jatuh terguling ke bawah.
" Kenapa aku jadi ikutan kayak Alvonso tidak memakai pistol ya." ucap Baron sambil menepuk.
Baron mengeluarkan pistolnya dan menembaki para musuh hingga 20 orang mati seketika. Baron melempar pistolnya karena isinya kosong. Baron menaiki anak tangga hingga ke lantai dua.
Matanya membulat sempurna melihat istrinya sedang di tarik tangannya membuat darahnya mendidih dan aura psycophath yang sudah seminggu mati kini mulai hidup kembali.
xxxxx
Baron mendekati pria sangar itu dan pria sangar itu langsung mendorong Amora dengan kasar hingga terjatuh dan kepalanya terbentur untuk ke dua kalinya ke lantai dan langsung tidak sadarkan diri.
" Amora!!!!" teriak Baron sambil matanya menggelap tanda jiwa psycophath langsung terbangun.
Baron mengambil pisau lipat di saku belakangnya kemudian menyerang secara membabi buta hingga pria itu jatuh karena kekurangan darah. Baron memegang tangan kanan pria sangar itu.
" Tangan ini yang telah mendorong istriku." ucap Baron
sretttt
akhh
Pergelangan tangan kanan terputus membuat pria itu berteriak kesakitan.
" Tangan kiri ini ikut membantu mendorong." ucap Baron sambil memegang tangan pria sangar itu.
" Tidak... tidak... ampun...sakit.." mohon pria sangar itu.
sretttt
akhh
" Istriku buta tapi kamu menyerang istriku karena itu ke dua matamu juga aku congkel agar kamu bisa merasakan bagaimana rasanya gelap." ucap Baron
__ADS_1
jleb
akhhhh
jleb
akhhhh
Ke dua bola mata itu pun menggelinding di lantai membuat pria itu berteriak kesakitan.
" Mulut dan lidahmu juga mendapat hukuman." ucap Baron
" Tidak... bunuh aku saja.." mohon pria sangar itu
Sretttt
sretttt
srettt
" Tidak ada ampunan buatmu." ucap Baron.
Baron mendengar di kamarnya ada orang yang sedang berkelahi membuat Baron mendekati kamarnya. Baron melihat seorang pelayan mati mengenaskan dan satunya dalam bahaya akan di tusuk oleh seorang pria sangar.
Baron yang masih haus untuk membunuh mendekati pria itu dan menusuknya dari belakang.
" Kamu jagain istriku." pinta Baron ke arah pelayan itu.
" Baik tuan." jawab pelayan itu yang bernama Inge.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia.
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
xxxxxx
__ADS_1