Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Dua Bulan Kemudian


__ADS_3

Kini Max dan Denisa menjalani kehidupan rumah tangga yang bahagia. Max sangat memperhatikan istrinya membuat Denisa semakin mencintai suaminya.


" Honey, aku bosan besok aku ke kantormu ya?" pinta Denisa manja


" Silahkan sayang kebetulan aku juga butuh bantuanmu karena rencana seminggu lagi kita akan pindah ke Indonesia." ucap Max


" Benarkah honey?" tanya Denisa dengan mata berbinar


" Benar sayang apalagi mommy menanyakan terus kapan kita tinggal di Indonesia." ucap Max sambil memeluk Denisa di ranjang


cup


Denisa mengecup bibir Max sambil tersenyum


" Terima kasih honey, aku kangen dengan mommy, daddy dan semuanya." ucap Denisa dengan mata berbinar sambil memeluk suaminya.


" Sayang, ada yang bangun." ucap Max dengan suara nada berat


Denisa yang mengerti hanya menganggukkan kepalanya. Max yang mendapatkan lampu hijau langsung membuka seluruh pakaiannya hingga polos begitu pula dengan Denisa. Merekapun melakukan kegiatan panas di malam hari hingga berkali - kali karena Max tidak akan pernah puas untuk tidak melakukannya berulang - ulang.


" Honey, aku capek... ahh.." desah Denisa


" Sebentar lagi sayang." ucap Max sambil menggoyangkan pinggulnya berulang - ulang.


ahhhh


Max dan Denisa bersamaan mengeluarkan desahan bersamaan Max mengeluarkan laharnya ke dalam rahim Denisa sambil berharap agar tumbuh seorang bayi. Max selama ini selalu berharap agar istrinya hamil karena bagaimanapun Max sangat mengharapkan seorang bayi hasil buah cinta mereka tapi Max selalu pintar untuk menyembunyikan agar Denisa tidak akan sedih karena keinginan Max yang menginginkan seorang anak.


" Honey, apakah honey ku menginginkan seorang anak?" tanya Denisa sambil menatap wajah suaminya dengan tatapan sendu.


" Kenapa bicara seperti itu sayang?" tanya Max terkejut karena apa yang dipikirkan dapat diketahui oleh istrinya.


Max memeluk Denisa kemudian mengecup keningnya.


cup


" Semua orang pasti menginginkan seorang keturunan. Honey aku ingin bertanya serius adakah seseorang yang membuat hatimu bergetar?" tanya Denisa sambil menahan rasa sesak


" Jujur ada, memang kenapa?" tanya Max sambil membelai punggung mulus istrinya.


deg


Jantung Denisa berdebar sangat kencang mendengar ucapan jujur suaminya.


" Apakah honey mencintainya?" tanya Denisa berusaha untuk tegar


" Sangat dan sangat mencintainya." ucap Max sambil mengecup bibir istrinya yang sudah menjadi candunya.


" Apakah honey akan menikah dengannya?" tanya Denisa lagi sambil matanya sudah mulai berkaca - kaca


" Menikah? aku sudah menikah denganmu sayang masa aku menikah lagi." ucap Max yang mengerti arah pembicaraan istrinya


" Lalu wanita itu?" tanya Denisa sambil menatap wajah tampan suaminya.

__ADS_1


" Wanita yang mana?" tanya Max sambil menahan tawa.


" Katamu ada seseorang yang bikin hatimu bergetar dan sangat mencintainya." ucap Denisa lirih


" Seseorang itu kamu sayang, tidak ada wanita lain yang bisa menggetarkan hatiku selain kamu. Aku sangat sangat dan sangat mencintaimu." ucap Max tulus sambil mengecup bibir istrinya.


" Tapikan aku tidak bisa mempunyai anak honey." ucap Denisa lirih


" Aku tidak perduli yang penting kamu selalu ada di sampingku dan menemaniku di hari - hariku yang sangat sibuk." ucap Max dengan nada lembut.


" Terima kasih honey, aku sangat mencintaimu." ucap Denisa bahagia.


" Sayang sekali lagi ya, adik kecilku masih ingin lagi." pinta Max dengan nada berat.


Denisa hanya menganggukkan kepalanya kemudian merekapun melakukan kegiatan olah raga malam. Setelah Max mengeluarkan laharnya Max dan Denisa tertidur sambil berpelukan.


xxxx


Pagi hari Denisa dan Max masih setia memejamkan matanya. Denisa merasa perutnya terasa ada yang menimpanya membuat Denisa perlahan membuka matanya dan melihat tangan suaminya sedang memeluk perut Denisa.


Denisa perlahan melepaskan pelukan suaminya kemudian turun dari ranjangnya. Denisa masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya selesai mandi Denisa memakai handuk kemudian keluar dari kamar mandi.


ceklek


Denisa menatap suami tampannya yang masih tertidur pulas. Denisa berjalan mendekati lemari untuk mengambil pakaian kemudian menaruhnya di ranjang. Denisa mulai membuka handuknya hingga menampakkan tubuh polos dan seksi.


grep


Max menarik Denisa hingga Denisa jatuh di atas tubuh Max.


Max membuka matanya kemudian mengecup bibir istrinya yang sudah menjadi candunya.


" Sayang, apakah semalam masih kurang?" bisik Max


" Kurang? apa maksudnya honey?" tanya Denisa pura - pura tidak mengerti


ctak


Max menyetil kening Denisa membuat Denisa mengusap keningnya.


" Honey sakit." ucap Denisa manja


cup


Max mengecup kening Denisa kemudian mengusapnya dengan lembut.


" Maafkan aku sayang habis pagi - pagi kamu sudah menggodaku." bisik Max dengan tatapan mesum


" Aku tidak menggodamu honey." protes Denisa


Max membalikkan badannya dan kini Denisa berada di bawah Max. Max menindih tubuh Denisa kemudian memberikan pemanasan setelah di rasa cukup Max pun memasukkan adik kecilnya.


" Ahh... Max... honey... terus..ahh..." desah Denisa

__ADS_1


Max yang mendengar desahan Denisa membuat Max menjadi semangat.


" Sayang, punyamu sangat enak sayang ahhh.." desah Max sambil menggoyangkan pinggulnya.


Max dan Denisa saling mendesah hingga keluarlah lahar milik Max.


" Terima kasih sayang, rasanya enak sekali sayang. Semua yang ada padamu membuatku menjadi candu." bisik Max


" Sama - sama honey, kita mandi yuk?" ajak Denisa


" Ayo sayang." ajak Max dengan penuh semangat.


Merekapun mandi bersama dan selain mandi merekapun melakukan kegiatan panas membuat Denisa menjadi lelah.


Selesai mandi mereka memakai pakaian kantor karena hari ini Max dan Denisa akan pergi ke kantor Max.


" Sayang kita sarapan di kantor saja ya?" tanya Max


" Baik honey." ucap Denisa


Merekapun berangkat ke perusahaan Max. Max sangat sibuk mengerjakan berkas - berkas yang menumpuk dengan di bantu oleh istrinya.


" Honey aku pergi ke toilet sebentar ya?" ucap Denisa


" Ok." jawab Max singkat sambil menatap wajah istrinya kemudian tersenyum.


Denisa keluar menuju ke toilet sedangkan Max melanjutkan pekerjaannya kembali.


ceklek


Seorang gadis cantik membuka pintu ruangan Max yang sedang sibuk mengerjakan dokumen yang menumpuk di meja. Gadis itu berjalan mendekati Max.


" Sudah selesai sayang?" tanya Max tanpa menatap siapa yang datang.


" Hallo sayang?" panggil gadis tersebut


Max yang tadi menundukkan wajahnya karena sibuk mengerjakan dokumen langsung mengangkat wajahnya.


" Ada apa dokter ke sini?" tanya Max dengan nada terkejut.


" Istrimu tidak bisa hamil bagaimana kalau aku bisa memberikan keturunan untukmu." ucap dokter tersebut dengan tersenyum manis.


Dokter itupun membuka seluruh pakaiannya hingga tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun.


" Apa yang kamu lakukan hah!!" bentak Max yang tidak berpengaruh dengan sedikitpun dengan tubuh polos yang siapa saja pasti menginginkannya karena selain cantik dokter tersebut juga seksi tapi tidak berlaku untuk Max.


" Kita membuat anak." bisik dokter tersebut dengan tatapan menggoda.


Dokter tersebut mendekati Max kemudian memeluknya.


ceklek


Denisa membuka pintu dan menatap Max dengan sendu.

__ADS_1


" Honey..." panggil Denisa dengan air mata membasahi pipinya yang mulus


__ADS_2