
Seperti Max, mommy Laras memegang ke dua pipi Baron agar menatap matanya.
" Baron apakah kamu mencintai Amora dan menyesal karena menyiksanya?" tanya mommy Laras dengan nada serius.
" Tentu saja aku sangat mencintai Amora, aku sangat menyesal karena lebih percaya dengan kiriman mereka." ucap Baron lirih
" Kalau kamu mencintai Amora berjanjilah pada dirimu sendiri untuk mengubah sifatmu agar bisa menahan emosi yang meluap - luap dan keinginan untuk menyiksa dan membunuh." ucap mommy Laras dengan nada lembut.
" Baik mommy, Baron berjanji untuk bisa mengendalikan diri agar bisa bersabar dan menahan diri untuk tidak menyiksa ataupun membunuh." ucap Baron
Mommy Laras melepaskan ke dua tanannya yang tadi memegang pipi Baron dan memeluk Baron sambil mengusap punggung Baron. Baron pun membalas pelukan mommy Laras.
" Mommy percaya padamu, setelah kejadian ini kalian bertiga sadar untuk tidak menyiksa ataupun membunuh orang lain lagi." ucap mommy Laras.
Mommy Laras melepaskan pelukan Baron sambil tersenyum begitu pula dengan Baron melepaskan pelukannya. Mommy Laras berjalan menuju ke arah Charli yang sedang berdiri sambil menunduk dengan air mata mengalir karena perasaan bersalah.
Seperti Max dan Baron, momny Laras mengangkat ke dua pipi Charli yang sudah basah mengenai ke dua tangan mommy Laras.
" Charli, pertanyaan mommy sama seperti Max dan Baron apakah kamu mencintai Mira dan sangat menyesal menyiksa Mira?" tanya mommy Laras
" Tentu saja mom, Charli sangat sangat dan sangat mencintai Mira dan Charli sungguh - sungguh sangat menyesal sekali. Jika ada kesempatan ke dua Charli akan membahagiakan Mira." ucap Charli dengan nada lirih.
Mommy Laras melepaskan ke dua tangannya yang memegang ke dua pipi Charli yang sudah basah karena Charli menangis kemudian memeluknya membuat hati Charli sangat tersentuh seperti merasakan kasih sayang seorang ibu terhadap anak yang tidak pernah didapatkan karena ke dua orang tuanya lebih sayang terhadap adiknya sedangkan dirinya sering dimarahi dan terkadang sering dirinya dipukul. Charli membalas pelukan mommy Laras.
Mommy Laras membelai punggung Charli karena mommy Laras tanpa sepengetahuan Charli kalau mommy Laras tahu masa lalu Charli yang menyedihkan.
" Apakah kamu mau berjanji sama mommy dan Mira untuk menghilangkan jiwa Psychopathmu?" tanya mommy Laras.
" Iya Charli berjanji mom." jawab Charli bersungguh - sungguh.
Mommy Laras melepaskan pelukannya begitu pula dengan Charli.
" Ingatlah pesan mommy sekali lagi untuk menahan diri dan tidak mudah emosi. Jika kalian memang ditakdirkan dengan pasangan masing - masing kalian tidak melakukan itu lagi." ucap mommy Laras
" Iya mom." jawab mereka serempak
" Mommy minta sekali lagi jangan emosi dulu tapi selidiki berita yang kalian terima benar atau tidaknya. Anggap saja hari ini pelajaran buat kalian. Berdoalah agar Amora, Denisa dan Mira tersadar dan bisa bertemu dengan kalian." ucap mommy Laras.
" Baik mom." jawab ketiga pria tampan itu.
" Sekarang duduklah." pinta mommy Laras.
" Iya mom." jawab mereka serempak kembali
Mommy Laras berjalan menuju kursi dan duduk di kursi yang tadi di tempati oleh Alan. Mommy Laras mengambil 6 lembar dokumen yang ditinggalkan oleh Alan dan diberikan ke tiga pria tampan.
Mereka bertiga menerima dan membuka dokumen tersebut. Matanya membulat sempurna dan menangis kembali ketika mereka melihat isi dokumen.
" Setelah mereka bertiga selesai menelephone, putriku Denisa memberikan nomer ponsel notaris untuk ke dua sahabatnya kemudian Denisa menghubungi Alan untuk datang ke mansionnya untuk mengambil dokumen buat suaminya Max kemudian memintanya untuk datang ke mansion Mira dan di lanjutkan ke apartemen Amora untuk mengambil dokumen mereka." ucap Mommy Laras.
" Denisa, Amora dan Mira bukanlah wanita yang gila akan harta dan juga bukan wanita yang suka menghambur - hamburkan uang. Kalian bertiga bisa mengecek rekening tabungan kalian masing - masing. Apakah berkurang sangat banyak atau tidak sama sekali pemakaian." ucap mommy Laras
ceklek
Pintu terbuka seorang pria paruh baya membuka pintu dan berjalan ke arah mommy Laras. Semua orang menatap ke arah pria paruh baya. Mommy Laras tersenyum kemudian berdiri untuk menyambut pria tersebut diikuti oleh mereka.
" Mommy enak ya meluk brondong?" tanya daddy Alvonso sambil menaikkan salah satu alis matanya dengan nada cemburu.
__ADS_1
Ya pria itu daddy Alvonso suami mommy Laras, daddy Alvonso melihat istrinya sedang berpelukan dengan ke tiga pria yang masih muda.
" Hehehe... enak banget daddy." ucap mommy Laras sambil tersenyum menggoda suaminya.
ctak
" Auch." ucap mommy Laras ketika suaminya menyetil keningnya.
Daddy Alvonso mengusap kening istrinya sambil meniupnya. Ketiga pria tampan itu menatap pasangan yang romantis padahal umur mereka sudah tidak muda lagi.
" Istriku makanya jangan nakal jadi ku sentil." ucap daddy Alvonso sambil mengecup kening istrinya.
" Nakal dikit bolehlah dad." ucap mommy Laras manja sambil memeluk dari arah samping dan kepalanya bersandar di dada suaminya.
Daddy Laras membalas pelukan istrinya sambil mengusap kepala istrinya.
" Mommy apakah sudah selesai?" tanya Max yang sudah mulai merasa iri melihat kemesraan mommy Laras dan daddy Laras.
" Kenapa? iri ya?" ledek mommy Laras
" Iya." jawab Max singkat dan jujur.
" Hehehe... kasihan deh." ledek daddy Alvonso.
" Daddy." panggil Max dengan nada kesal
" Mommy tadikan sudah memberikan nasehat ke tiga pria ini sekarang gantian daddy yang memberikan nasehat." ucap daddy Alvonso.
" Oke." jawab mommy Laras singkat
Daddy Alvonso melepaskan pelukannya begitu pula dengan mommy Laras.
" Auch... sakit dad, tadi mommy sekarang daddy, Max bukan anak kecil dad." jawab Max dengan nada manja.
Baron dan Charli saling memandang melihat kebaikan dan kehangatan mertua Max terlebih melihat Kebesaran Hati Keluarga Alvonso yang mau menerima Max apa adanya, biasanya orangtuanya akan marah dan memisahkan hubungan anaknya dengan pria jahat seperti mereka. Charli dan Baron berharap keluarga kekasihnya mau menerima mereka seperti Max. Terlebih Charli ada rasa iri melihat kehangatan mertua Max terhadap sahabatnya.
" Sudah daddy dan mommy bilang jangan lakukan itu masih saja lakukan. Apa perlu telingamu perlu dibersihkan pakai mesin penyedot debu biar kamu mengerti?" tanya daddy Alvonso." ancam daddy Alvonso
" Jangan daddy, iya Max janji tidak akan lakukan lagi tapi tolong lepaskan telinga Max nanti putus." ucap Max memohon
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia.
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
__ADS_1
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
xxxxxx
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia.
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
__ADS_1
Yayuk Triatmaja
xxxxxx