Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Anggota Baru di Keluarga Alvonso


__ADS_3

Max sangat terkejut mendengar mommy Laras mau memaafkan orang - orang yang menghinanya bahkan sampai rela berlutut. Max mendengar salah satu dari mereka berbicara dengan mommy Laras mengenai dirinya. Max hanya diam dan setia menundukkan kepalanya.


" Oh ya namanya Max, Max kenalkan mereka." ucap mommy Laras lembut sambil mengangkat dagu Max yang sedari tadi menunduk.


deg


deg


Max melihat satu persatu wajah - wajah yang telah membunuh daddynya Zain Alionso. Max yang sangat pintar memanipulasi wajahnya bersikap seolah - olah tidak mengenal mereka bertiga. Mereka pun saling mengenalkan dirinya satu persatu.


Mommy Laras memesan makanan untuk suaminya dan juga ke dua anaknya. Mereka makan saling diam tanpa bersuara. Max hanya menunduk karena tidak ingin ketahuan.


Selesai makan ke tiga pria itu pergi meninggalkan mereka sedangkan mommy Laras, dirinya, Debby, Denis dan Denisa pulang menuju kediamannya.


Mereka sudah sampai di mansion mommy Laras membawa Max ke kamar barunya.


" Max ini kamarmu sekarang, semua pakaian sudah mommy susun di lemari. Adakah yang kurang?" tanya mommy Laras lembut.


" Tidak ada mom saat ini sudah cukup." ucap Max


" Oh ya mommy lupa berapa umurmu sekarang?" tanya mommy Laras lembut


" 15 tahun mom." ucap Max


" Terakhir sekolah kapan?" tanya mommy Laras


" Max hanya lulus sd setelah kematian daddy, Max tidak melanjutkan sekolah lagi." ucap Max sedih


Mommy Laras memeluk Max sambil mengusap punggung Max membuat Max merasakan kasih sayang mommynya waktu Max masih kecil.


Mommy Laras melepaskan pelukannya dan menatap Max dengan tatapan teduh.


" Max anggap saja mommy dan daddy sebagai orangtuamu. Sekarang kamu merupakan anggota baru kami" ucap mommy Laras lembut.


Max tidak menjawab ucapan mommy Laras hanya tersenyum memandang mommy Laras kemudian memalingkan wajahnya karena tidak sanggup melihat tatapan teduh mommy Laras.


" Sekarang istirahatlah, mommy ingin menemui anak - anak mommy lainnya." ucap mommy Laras sambil tersenyum kemudian meninggalkan Max seorang diri.


Max melihat mommy Laras sudah keluar dari kamarnya langsung mengambil pakaian celana panjang kotor di dalam plastik. Mengambil sebuah foto lama di saku celananya dimana foto orangtuanya dan dirinya waktu masih kecil.


" Mommy aku merindukanmu, daddy selama ini aku mencari dimana mereka yang telah membunuhmu tanpa Max duga Max menemukan mereka sesuai janjiku aku akan membunuh mereka satu persatu karena telah tega memisahkan aku dengan daddy." ucap Max menatap sendu foto daddynya.


" Mommy Laras, Daddy Alvonso, Alvonso, Alvian dan Alviana aku akan membunuh kalian semua satu persatu tanpa sisa tunggulah waktu yang tepat." ucap Max sambil tersenyum menyeringai.


Karena Max sangat lelah Max menyimpan foto orang tuanya di bawah kasur. Setelah menyimpannya Max pun istirahat karena tubuhnya sangat lelah.

__ADS_1


xxxxxx


Pagi harinya Max sudah mandi dan berpakaian rapih. Max mengambil foto lamanya di bawah kasur sambil memandangi foto orangtuanya.


" Daddy, Max sangat pintar berbohong bukan? waktu mommy Laras menanyakan terakhir sekolah kapan? Max hanya lulus sd setelah kematian daddy, Max tidak melanjutkan sekolah lagi. Padahal waktu daddy meninggal memang Max lulusan SD tapi setelah daddy meninggal Max sebenarnya masih melanjutkan sekolahnya kini Max sudah kelas 1 SMA, mommy Laras percaya dengan ucapan Max." ucap Max sambil tersenyum menatap foto daddynya.


" Daddy tenanglah Max akan membalas mereka semuanya." ucap Max.


Max mengecup foto orangtuanya dan menyimpannya di bawah kasur. Max keluar untuk melihat suasana mansion sambil mencari kelemahan mereka. Baru saja keluar Denisa datang dan mengajaknya sarapan bersama. Max pun berjalan berdampingan bersama Denisa menuju ruang makan.


Max dan Denisa duduk berdampingan bersama anggota keluarga lainnya. Semua mengambil makanan sedangkan Max yang merasa orang asing hanya diam saja sampai Max mencium bau masakan yang membuat Max ingin memakannya.


( " Bau masakan nasi goreng ini mengingatkanku sama mommy. Apakah kak Alviana mau memberikan nasi goreng seafood? walau hanya sedikit saja untuk mengingatkan mommyku, tapi dia saja tidak mengenalku bagaimana mau memberikan, aku saja orang asing di keluarga ini" batin Max dalam hati ).


Max yang tadi selera makan menjadi tidak selera. Mommy Laras makan sambil menatap satu persatu keluarganya makan sampai matanya menangkap piring Max masih kosong belum mengambil nasi dan lauknya sambil melamun entah apa yang dilamunkan oleh Max.


Setelah mommy Laras selesai mengunyah dan meminum air putih. Mommy Laras menatap wajah Max.


" Max kenapa kamu tidak makan? apakah kamu tidak suka masakan mommy?" tanya mommy Laras


Semua orang menghentikan makanannya dan menatap wajah Max.


" Max suka mom, tapi..."ucapan Max terpotong ketika Alviana berjalan melewati keluarga besarnya. Max menatap piring Alviana, semua orang mengikuti arah tatapan Max pada piring Alviana.


Alviana yang tadi berjalan santai melewati mereka, merasa diperhatikan oleh keluarganya langsung menghentikan langkahnya.


" Kamu siapa?" sambung Alviana sambil mendekati Max


" Saya Max kak." ucap Max


" Oh saya Alviana, kok kamu piringnya kosong?" tanya Alviana karena tanpa sengaja Alviana melihat piring Max masih bersih.


" Max ingin... " ucap Max terhenti dan merasa takut jika tidak diberikan nasi goreng seafood buatan Alviana.


" Kamu mau ini?" tawar Alviana yang tahu tatapan Max menatap piring Alviana tanpa berkedip.


" Apakah boleh?" tanya Max agak ragu.


" Boleh donk. Ini piringnya silahkan makan." ucap Alviana sambil menukar piring kosong Max.


" Terus kak Arlan?" bagaimana?" tanya Max


" Tenang saja kakak buatnya agak banyak, kalau kurang ambil di dapur ya?" ucap Alviana sambil tersenyum.


" Terima kasih kak." ucap Max tulus

__ADS_1


( " Baru kali ini aku merasakan kehangatan keluarga Alvonso, aku bingung apakah aku teruskan dendamku atau tidak?" batin Max berkecamuk. )


" Sama - sama Max." ucap Alviana lembut sambil tersenyum.


xxxxx


Max berbaring di kamarnya sambil menatap langit - langit kamarnya.


" Daddy, haruskah Max membalas dendam pada keluarga ini? mommy Laras sangat baik pada Max begitu pula dengan anggota keluarganya. Mommy Laras mendaftarkan Max sekolah, kak Alviana memberikan nasi goreng seafood dan rasanya sama seperti masakan mommy." ucap Max sendu


" Kehangatan keluarga daddy Alvonso sama seperti kehangatan keluarga mommy dan daddy." sambung Max tidak terasa cairan bening keluar dari sudut matanya.


Max sangat bimbang antara membalas dendam atau berhenti. Karena lelah berfikir Max akhirnya tertidur.


" Max." panggil mommy Angela dan daddy Zain


" Mommy, daddy." sapa Max sambil memeluk ke dua orang tuanya.


Mommy Angela dan daddy Zain membalas pelukan Max


" Mommy dan daddy, Max kangen sama daddy." ucap Max sendu.


" Kami juga kangen Max." jawab mereka serempak


" Max, daddy minta bantulah keluarga Alvonso kalau mereka mengalami kesulitan karena mereka keluarga yang baik." pinta daddy Zain


" Benar Max, mommy dan daddy kini bisa tenang karena kamu sekarang tinggal dengan orang - orang yang sangat perduli dengan kamu." ucap mommy Angela dengan nada lembut sambil mengusap rambut Max.


" Daddy dan mommy sudah bahagia dan sudah tenang jadi daddy minta sama kamu Max agar selalu berbuat baik terhadap semua orang terlebih keluarga Alvonso karena mereka sangat tulus mencintaimu. Berjanjilah pada mommy dan daddy untuk selalu berbuat kebaikan." sambung daddy Zain sambil membelai rambut Max.


" Baik mommy dan daddy, Max berjanji untuk melindungi keluarga Alvonso." ucap Max


" Anak pintar, mommy dan daddy bahagia mendengarnya. Jaga dirimu Max, kami selalu melihatmu dan mendoakanmu dari jauh." ucap mommy Angela.


Mommy Angela dan daddy Zain melepaskan pelukan Max dan berjalan mundur sambil tersenyum memandang Max.


" Kami sayang padamu Max suatu saat kita akan berkumpul kembali." ucap mommy Angela


" Daddy sangat mencintaimu Max, jaga dirimu baik - baik." ucap daddy Zain


Mommy Angela dan daddy Zain berjalan semakin mundur membuat Max berlari mengejarnya tapi mommy Angela dan daddy Zain langsung menghilang.


" Mommy, daddy!!!" teriak Max


Max terbangun dan menatap sekeliling kamarnya. Max mengambil foto ke dua orang tuanya.

__ADS_1


" Mommy dan daddy, Max janji akan melindungi keluarga Alvonso. Max akan berusaha melupakan dendam dan berbuat baik." ucap Max.


Max menaruh foto orang tuanya di bawah ranjang kemudian melanjutkan tidurnya.


__ADS_2