
Bodyguard itu menembak tepat di jantung paman Zain membuat paman Zain mati di tempat. Bodyguard itu memapah paman Zain dan didudukkan di lantai. Bodyguard itupun pergi meninggalkan paman Zul.
xxxx
Helena masuk ke toilet wanita sedangkan Max di toilet pria. Setelah selesai melakukan panggilan alam Helena keluar dari toilet dan baru beberapa langlah dirinya di panggil.
" Kak Helena." panggil seorang wanita
" Hai dek apa kabar?" tanya tante Helena bertemu dengan adik kandungnya.
" Kabar baik kak. Kakak mau ke mana?" tanya adiknya.
" Kakak mau pergi ke Australia bersama suami dan ponakan kakak. Kamu habis pulang dik?" tanya tante Helena
" Iya kak, aku habis jalan - jalan menikmati liburan dari negara Paris." ucap adiknya.
" Wih mantap." ucap tante Helena
Mereka berdua bercipika cipiki kemudian mengobrol sambil tertawa. Tidak berapa lama Max keluar dari ruangan pintu toilet. Tangan Max bersandar di dinding sambil menatap tante Helena bersama wanita lain.
" Hallo Max, sini kenalkan adik tante." ucap tante Helena.
Mereka berdua saling berkenalan selesai berkenalan mereka menuju ke tempat suaminya paman Zul yang sedang menunggu mereka. Mereka mencarinya tapi tidak ketemu akhirnya tante Helena menghubunginya tapi ponselnya tidak di angkat.
" Kak, maaf saya buru - buru mau pulang karena suamiku menungguku." ucap adiknya.
" Aku titip Max bisa tidak? nanti kalau sudah ketemu suamiku aku jemput Max. Perasaanku soalnya tidak enak." ucap tante Helena
" Coba ku tanya Max dulu. Max, mau ikut bibi?" ajak wanita itu sambil berlutut di depan Max supaya bisa sejajar.
Max hanya terdiam dan menatap tante Helena.
" Max, maafkan tante untuk sementara kamu ikut adiknya tante soalnya paman Zul hilang nanti kalau paman Zul ketemu tante sama paman janji akan jemput kamu." ucap tante Helena sambil berlutut di depan Max dan memegang bahu Max.
" Baik tante." ucap Max pasrah
" Berarti hari ini kamu tidak jadi pergi ke Australia?" tanya adiknya
" Ku rasa batal karena sebentar lagi pesawatnya berangkat sedangkan suamiku belum ketemu. Kalau ketemu mungkin besok kami berangkat sama Max. Aku titip Max, anaknya baik dan penurut." ucap tante Helena sambil berdiri.
" Ok aku tunggu kedatangan kakak di rumahku." ucap adiknya ikutan berdiri.
Merekapun berpisah di bandara adiknya pulang ke rumahnya sedangkan tante Helena masih di bamdara mencari suaminya. Tante Helena mencari suaminya terkadang bertanya ke petugas bandara dan juga orang - orang yang berada di dalam bandara.
Tante Helena mencari sampai di lorong sudut dan agak sempit. Matanya membulat sempurna melihat suaminya sedang duduk di lantai sambil bersandar di dinding.
" Sayang, kenapa duduk di situ, aku dari tadi mencarimu." ucap tante Helena sambil menghampiri suaminya.
__ADS_1
hening
Tidak ada sahutan dari paman Zul membuat tante Helena penasaran. Helena duduk sambil menyentuh bahu suaminya.
bruk
" Sayang.." panggil tante Helena terhenti karena tubuh paman Zul langsung terjatuh menyentuh lantai.
" Sayang, hiks... hiks...hiks... siapa yang tega! melakukan ini." tangis tante Helena melihat suaminya terbujur kaku.
" To..." teriak tante Helena terpotong karena ada seseorang yang menembak keningnya membuat tante Helena meninggal di tempat.
dor
akhh
Bodyguard yang tadi bersembunyi melihat tante Helena ingin berteriak langsung di tembak di keningnya. Bodyguard itupun pergi meninggalkan jasad paman Zul dan tante Helena di bandara. Setelah agak jauh bodyguard itu pun menghubungi bosnya.
" Hallo bos, saya sudah membunuh tuan Zul dan nyonya Helena." ucap bodyguard tersebut.
" Dimana Max." tanya Zain
" Saya tidak tahu tuan karena nyonya Helena datang sendiri." ucap bodyguard
" Sudahlah biarkan saja, dia juga tidak akan mungkin pulang ke mansion. Sekarang kamu pulanglah" ucap Zain
tut tut tut tut
Bodyguard itupun pergi dan keluar dari bandara dengan menggunakan topi, kacamata hitam dan masker.
xxxx
Max duduk di samping pengemudi bersama bibinya.
" Max, kamu mau membeli mainan?" tawar bibinya
" Terserah bibi saja." ucap Max
" Ok. Bibi beliin ya? Bibi dan paman dari dulu ingin mempunyai seorang anak tapi sampai sekarang belum di beri, bibi harap kamu betah di rumah bibi." ucap bibinya Max
Max hanya tersenyum memandangi bibinya. Dirinya bersyukur orang - orang di sekitarnya sayang dengan dirinya. Max melihat sepasang kelinci di pinggir jalan.
" Bibi Max ingin kelinci itu." pinta Max sambil menunjuk penjual kelinci.
" Ok. jawab bibinya singkat sambil mencari tempat parkir mobil.
Setelah mendapat tempat parkir bibi dan Max turun dari mobil. Bibinya Max membeli sepasang kelinci dan membayarnya selesai membeli mereka langsung pulang karena Max tidak mau membeli mainan.
Singkat cerita mereka sudah sampai di mansion. Bibinya menunjukkan kamar untuk Max untuk beristirahat sedangkan sepasang kelinci di taruh di kandang di samping taman.
__ADS_1
xxxx
Sore harinya suami sang bibi pulang dari kantor, bibinya memperkenalkan ke suaminya.
" Sayang kenalkan ini Max ponakan kakakku." ucap sang bibi
" Hallo Max, apa kabar? kamu bisa panggil namaku dengan sebutan paman." ucap pamannya.
" Hallo paman." sapa Max
Max pun mengecup punggung tangan sang paman. Tidak berapa lama ponsel sang bibi berbunyi. Sang bibi mengangkat ponselnya, sang bibi terkejut hingga menjatuhkan ponselnya untunglah suaminya menangkap ponsel istrinya sambil menahan tubuh istrinya supaya tidak jatuh.
" Hallo." panggil sang paman.
" Saya mau mengabarkan kalau tuan Zul dan nyonya Helena meninggal dikarenakan ditembak di keningnya. Sekarang jasadnya ada di rumah sakit Candra Kirana." ucap seseorang di sebrang.
" Baik, kami akan ke sana." ucap sang paman.
" Baik pak kami tunggu kedatangannya." ucap seseorang di sebrang.
tut tut tut
Paman itupun mematikan ponsel secara sepihak sambil menatap wajah istrinya dan juga Max.
" Sayang, aku ingin ke rumah sakita Candra Kirana untuk mengambil jenasah kakak Zul dan kakak Helena, apakah kamu ikut? Max kamu juga ikut?" tanya sang paman.
" Aku ikut paman." jawab Max dengan muka sedih karena kehilangan dua orang yang sangat disayangi.
" Aku juga ikut." jawab sang bibi.
Merekapun pergi ke rumah sakit, selesai mengurus biaya administrasi ke dua jenasah tersebut dimakamkan.
" Max, kedua orang tuamu sudah meninggal maukah kami asuh menjadi anak angkat?" tanya sang bibi
" Mau bibi." jawab Max
Paman dan bibi sangat senang dan akhirnya mereka mengurus surat untuk mengadopsi anak kakaknya karena kedua orang tuanya sudah meninggal dan mereka tidak dikaruniai anak dikarenakan suaminya mandul.
xxxxx
" Max, paman dan bibi ada bisnis di luar negri kamu tinggal sama kepala pelayan ya?" ucap sang bibi.
" Baik bi." Jawab Max sambil bermain sepasang kelinci.
Paman dan bibinya yang selalu sibuk dengan bisnisnya karena itu paman dan bibinya meminta seorang kepala pelayan yang telah diberi kepercayaan untuk mengurus Max.
Max sedang bermain dengan sepasang kelinci tersebut Max melepaskan sepasang kelinci dari kandangnya. Ke dua kelinci itupun lepas dan berlari.
" Kalian jangan lari." perintah Max sambil mengejar sepasang kelinci tersebut.
__ADS_1