Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Inge


__ADS_3

ceklek.


Seorang dokter dan seorang perawat masuk ke dalam ruangan Mira di mana Mira di rawat.


" Pagi nona dan tuan." sapa dokter dengan ramah


" Pagi dokter." jawab Mira sambil tersenyum.


Dokter itupun tersenyum dan mulai memeriksa keadaan Mira setelah beberapa menit dokter itupun selesai memeriksa Mira.


" Apa ada keluhan?" tanya dokter


" Tidak ada dok." ucap Mira


" Dokter istriku bersedia operasi mata, minggu ini bisakan operasi mata?" tanya Charli


" Bisa tuan dan nona, nanti akan kami atur jadwal operasinya." ucap dokter itu dengan ramah


" Kapan saya bisa pulang dok?" tanya Mira


" Saya lihat kondisinya sudah mulai membaik hari ini nona bisa pulang." ucap dokter tersebut.


ceklek


Amora membuka pintu perawatan sedangkan Baron mendorong kursi roda Amora menuju ke tempat Charli, Mira dan dokter tersebut.


" Hallo Mira dan Charli." sapa Amora sambil tersenyum


" Hallo, sepertinya kamu sudah bisa melihat?" tebak Charli karena mata Amora bisa tahu letak posisi Charli dan Mira.


" Iya benar aku sudah bisa melihat lagi. Bagaimana keadaanmu Mira?" tanya Amora


" Syukurlah aku ikut senang kamu bisa melihat lagi. Kabarku baik - baik saja sama seperti yang kamu lihat. Oh iya aku sudah ingat semuanya dan minggu ini aku akan operasi mata." ucap Mira sambil tersenyum


" Syukurlah aku ikut senang." ucap Amora sambil tersenyum.


" Oh iya dok, bagaimana pelayan yang bernama Inge dan Ina?" tanya Amora


" Inge hari ini boleh pulang dan ada di ruang perawatan tapi untuk Ina maaf nona Ina sudah meninggal waktu di bawa ke rumah sakit dan kemarin sudah di bawa oleh keluarganya untuk dimakamkan." ucap dokter tersebut menjelaskan ke Amora.


" Maaf kami permisi dulu mau meriksa pasien lainnya.


" Terima kasih dokter." jawab mereka serempak.


Dokter dan perawat itupun meninggalkan mereka berempat.


" Hiks... hiks... seandainya aku bisa melihat hal ini tidak akan terjadi hiks.... hiks.. kasihan Ina meninggal karena berusaha menyelamatkan aku." ucap Amora sambil menangis.


" Sayang sudahlah jangan menyalahkan diri sendiri ini sudah takdir." ucap Baron sambil membelai punggung istrinya agar tidak bersedih.


" Honey kita ke tempat Inge di rawat ya?" pinta Amora sambil mengusap air matanya.


" Baik sayang, aku akan antar. Charli dan Mira maaf saya tinggal sebentar nanti aku ke sini lagi ada yang ingin aku bicarakan." ucap Baron


" Ok." Jawab Charli singkat


" Mira aku tinggal ya? nanti aku juga ke sini lagi." ucap Amora.


" Baik aku tunggu." ucap Mira sambil tersenyum.


Baron mendorong kursi roda Amora menuju ke ruangan tempat di mana ruang perawatan Inge berada.


ceklek


Amora membuka pintu perawatan sedangkan Baron mendorong kursi roda Amora menuju ke tempat Inge yang sedang duduk di ranjang. Inge yang melihat ke dua majikannya berjalan ke arahnya langsung berdiri mendekati mereka berdua.

__ADS_1


" Tuan dan nyonya." panggil Inge


" Inge bagaimana keadaanmu?" tanya Amora


" Baik nyonya kalau nyonya bagaimana keadaannya?" tanya Inge ramah


" Aku sudah bisa melihat Inge dan keadaanku sama seperti yang kamu lihat." ucap Amora sambil tersenyum.


" Syukurlah nyonya saya ikut senang." ucap Inge


" Maaf tuan dan nyonya, Inge sudah sehat apa yang bisa Inge lakukan?" tanya Inge


" Kamu bisa pulang biar sopirku yang mengantarmu ke mansion sekalian buat penyambutan istriku." ucap Baron


"Baik tuan dan nyonya kalau begitu saya pulang sekarang." ucap Inge


" Ok. Hati - hati di jalan." jawab Amora.


" Terima kasih nyonya dan tuan."jawab Inge


Baron dan Amora keluar dari ruang perawatan dan diikuti oleh Inge dari arah belakang.


" Jono, antarkan Inge ke mansion." perintah Baron


" Baik tuan." jawab Jono


" Sekali lagi permisi nyonya dan tuan." ucap Inge


" Ya, hati - hati di jalan." ucap Amora.


" Terima kasih nyonya." jawab Inge ramah dan membalikkan badannya dan berjalan ke arah pintu lift.


" Honey bagaimana kalau Inge sementara tinggal dengan Mira dan Charli." usul Amora


" Lho memangnya kenapa?" tanya Baron bingung pasalnya Inge adalah bodyguard sekaligus merangkap sebagai pelayan untuk istrinya.


" Karena Mira lebih membutuhkan Inge dari pada aku. Sahabatku Mira buta dan lumpuh dan aku rasa Mira lebih membutuhkan seorang untuk menjaganya." ucap Amora menjelaskan ke suaminya.


" Kamu memang istriku yang sangat baik, maafkan suamimu ini yang dulu menyiksamu karena percaya dengan orang lain." ucap Baron merasa sangat bersalah dengan istrinya


"Sttt sudah lupakan yang penting jangan percaya dengan omongan orang lain. Kita harus saling percaya honey karena sebuah kepercayaan itu sangat penting dalam hubungan suami istri." ucap Amora dengan kata - kata bijaknya sambil jari telunjuknya ditempelkan di bibir suaminya.


" Terima kasih sayang, aku sangat senang bisa menikah dengan orang yang sangat tepat." ucap Baron sambil mencolek hidung mancung istrinya.


" Aku juga terima kasih bertemu suami yang sangat mencintaiku." ucap Amora


" Aku juga sangat sangat sangat dan sangat mencintaimu." ucap Baron sambil mengecup kening istrinya.


" Honey kita ke tempat ruangan Mira ya?" pinta Amora


" Baik sayang." jawab Baron


Baron pun berdiri dan membalikkan badannya untuk mendorong kursi roda Amora menuju ke ruangan di mana Mira di rawat.


xxxxxxx


Inge duduk di depan di samping pengemudi, mobil itu melaju dengan kecepatan sedang menuju ke mansion milik Baron. Di tengah perjalanan yang sepi Inge tanpa sengaja melihat seorang pria sedang berkelahi dengan beberapa pria berwajah sangar dan di dalam mobil ada seorang wanita sambil menggendong bayi dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya di tarik oleh seorang pria yang juga berwajah sangar.


Bayi itu menangis begitu pula dengan wanita itu menangis dan ketakutan sambil berusaha agar bayi itu tidak jatuh dari gendongannya.


" Pak berhenti kita bantu mereka, bapak membantu pria itu dan aku akan membantu wanita itu." pinta Inge


" Baik nona." jawab sopir itu yang juga merangkap seorang bodyguard.


Ke dua orang itupun turun menuju ke arah mereka. Sopir sekaligus merangkap bodyguard itu membantu pria itu sedangkan Inge membantu wanita itu.

__ADS_1


" Hei beraninya sama wanita!!" teriak Inge


" Anda jangan ikut campur nona." ucap pria berwajah sangar.


" Aku akan tetap ikut campur." ucap Inge


duag


" Akhh... sakit... sia**n.." umpat pria itu meringis sambil berlutut memegang kerispatih nya.


Pria itupun melepaskan wanita yang membawa bayinya kemudian menyerang Inge. Inge dengan gesit mampu menghindar dan menendang aset berharga pria itu.


" Itu akibatnya kalau berani menyerang wanita." ucap Inge dengan nada santai.


" Nyonya tidak apa-apa? tanya Inge


" Saya tidak apa-apa, tolong gendong bayi ini badan saya lemas karena tadi menahan takut." ucap wanita itu sambil menyerahkan bayi itu.


" Baik nyonya saya akan gendong sebentar." ucap Inge menerima bayi yang diserahkan oleh wanita itu.


Bayi yang semula menangis kini tiba - tiba berhenti di gendongan Inge. Inge yang sangat suka bayi hanya tersenyum dan mengecup kening bayi itu dengan lembut. Pria sangar yang tadi di tendang aset berharganya sudah mulai berkurang rasa sakitnya mulai bangun sambil mengeluarkan pisau lipatnya ke arah Inge.


" Nona awas!!!" teriak wanita itu


jleb


akhhhh


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath


Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author

__ADS_1


Yayuk Triatmaja


xxxxxx


__ADS_2