
ctak
" Aduh sakit." ucap Debby sambil mengusap keningnya yang di sentil oleh Leo.
Leo mengelus dan meniup perlahan ke arah kening Debby.
" Aku adalah tipe setia jadi tidak mungkin meninggalkan mu, malah mungkin kamu yang akan meninggalkan aku." ucap Leo
" Sama aku juga tipe setia." ucap Debby
" Aku mau masak dulu tanggung sebentar lagi matang." sambung Debby sambil membalikkan badannya.
" Baunya enak dan bentuknya bikin orang lapar tapi rasanya enak tidak ya?" ledek Leo sambil memeluk Debby dari arah belakang.
" Rasanya nano - nano ada asin, manis dan asem." ucap Debby
" Pffftttt... hahaha...hahaha..." tawa Leo pecah mendengar ucapan Debby
" Kak Leo duduklah nanti masakan tambah tidak enak." usir Debby
" Ok deh." ucap Leo
cup
Leo mengecup pucuk kepala Debby dan duduk di kursi makan. Debby serius memasak hingga tidak terasa masakannya selesai. Debby membalikkan badannya membawa masakan yang sudah matang.
" Duduklah di sebelahku." ucap Leo ketika Debby yang duduk di samping Leo.
Debby berjalan ke arah Leo dan duduk di sampingnya. Debby mengambil piring dan nasi kemudian mengambil ikan gurame dan udang goreng tepung dan diberikan oleh Leo. Debby pun juga mengambil buat dirinya sendiri.
" Sayang, aku baru melihat masakan ini, ini masakan apa sayang?" tanya Leo sambil menunjuk masakan yang belum tersentuh.
" Daging teriyaki." ucap Debby
" Oh.. kok sayang tidak pakai sendok?" tanya Leo bingung.
" Ikan gurame goreng ini enaknya makan tanpa menggunakan sendok." ucap Debby sambil mencuci tangannya.
Selesai mencuci tangan Debby berdoa terlebih dulu, setelah selesai berdoa Debby mulai memakan, semua itu tidak luput perhatian dari Leo.
" Kak Leo tidak berdoa dulu?" tanya Debby
" Aku sudah lama tidak berdoa." ucap Leo tidak enak hati.
" Berdoa kak Leo, semua yang kita makan inikan pemberian dari Tuhan. Kita wajib mensyukuri apa yang kita makan hari ini." ucap Debby.
" Besok-besok aku akan berdoa." ucap Leo
" Ok. Ayo kak kita makan." ucap Debby yang tidak ingin memaksanya langsung berdoa.
Debby akan mengajari cara berdoa jika bertemu kembali dengan Leo. Leo memperhatikan Debby mengambil nasi dan di campur dengan ikan dan sambal kecap.
" Kak Leo mau aku suapi?" tanya Debby karena dirinya diperhatikan terus.
" Boleh, kalau tidak keberatan." ucap Leo
" Ok." Jawab Debby.
Debby mulai menyuapkan makanan ke Leo kemudian Leo mulai memakan makanan suapan pertama dari seorang wanita.
__ADS_1
" Bagaimana rasanya?" tanya Debby
" Hmmm... enak sayang." ucap Leo
Debby hanya tersenyum dan tanpa rasa jijik Debby menyuapi buat dirinya bekas tangannya yang tadi menyuapi Leo.
" Sayang kamu tidak jijik tanganmu bekas tadi menyuapi aku?" tanya Leo
" Tidak, kenapa?" tanya Debby
" Tidak apa-apa, suapi aku lagi ya?" pinta Leo
" Oke." jawab Debby tanpa protes.
Akhirnya Debby menyuapi Leo kemudian dirinya begitu terus hingga nasi dalam piringnya habis.
" Sayang, sudah habis pakai piringku yang belum ke makan." pinta Leo
" Ok." jawab Debby singkat
Debby pun mengambil piring Leo kemudian menyuapi Leo setelah itu dirinya hingga nasi di piring Leo habis tanpa sisa.
" Sayang aku ingin nambah lagi tapi pakai daging teriyaki." ucap Leo
"Ok. Tapi aku cuci tangan dulu ya." ucap Debby
" Silahkan." jawab Leo
Debby pun mencuci tangannya setelah selesai Debby duduk kembali dan mengambil piring yang baru dan mengisi nasi dan daging teriyaki kemudian memberikan ke Leo.
Leo makan sendiri hingga beberapa lama Leo pun selesai makan. Debby membereskan piring - piring kemudian di taruh di wastafel kemudian mencucinya.
" Sayang apa setiap hari kamu memasak?" tanya Leo
" Kalau kumpul ramai banget ya?" tanya Leo
" Ya ramai banget dan selesai makan kita berkumpul di ruang keluarga mengobrol tertawa bersama terlebih melihat ponakan - ponakanku yang sangat menggemaskan." ucap Debby dengan mata berbinar mengingat ketika mereka berkumpul.
" Kalau kak Leo?" tanya Debby sambil duduk di samping Leo karena sudah mencuci piring - piring, sendok dan peralatan memasak dan membereskan meja makan.
" Aku tidak pernah, kalau makan masing-masing apalagi kalau selesai makan bersama keluarga hanya diam tanpa ada obrolan. Mengobrol paling membicarakan tentang bisnis dan jarang ada orang yang tertawa semuanya serius." ucap Leo
Debby memperhatikan Leo jauh di lubuk hatinya merasakan kesepian membuatnya tidak enak hati. Tiba - tiba ponselnya berdering, Debby mengambil tasnya yang kebetulan ada di meja makan. Debby melihat ada panggilan video call grup keluarga besar Alvonso.
Leo melihatnya dan buru buru melepaskan ikatan rambut Debby agar tidak terlihat bekas tanda kemerahan. Debby bingung apa yang dilakukan oleh Leo.
" Kenapa rambutku di urai?" tanya Debby
" Ada tanda merah bekas aku gigit nanti ketahuan keluargamu." bisik Leo
Debby hanya mengangguk kan kepalanya dan menggeser tombol berwarna hijau. Tampak mommy, Daddy, Alvonso, Alvian, Alviana, Debby, Dennis dan Dennisa. Leo melihat mereka dengan tatapan berbeda yang sulit di tebak.
" Hallo mommy, Daddy, kakak - kakakku dan adik - adikku." sapa Debby
" Kamu dimana Deb?" tanya mommy, Daddy, Alvonso, Alvian dan Alviana serempak
" Iya kak habis darimana? kita kuatir tahu kamu tiba - tiba hilang." ucap Dennis dan Dennisa bersamaan
" Maaf, aku bersama temanku." ucap Debby
__ADS_1
" Cewek atau cowok kak?" tanya Debby dan Dennisa bersamaan
Debby menatap Leo dan Leo hanya menganggukkan kepalanya. Debby menggeser ponselnya dan diarahkan ke Leo. Leo hanya melambaikan tangannya ke arah mereka sambil tersenyum.
" Main ke rumah kami." ajak mommy Laras
" Baik Tante kapan - kapan saya main ke rumah." ucap Leo sambil tersenyum.
" Ok. Tante tunggu. Debbynya mana?" tanya mommy Laras
Debby mengarahkan ponselnya ke dirinya.
" Hai dek jangan pacaran terus, cepat pulang." ledek Alvian
" Kak cepat pulang, kita kemarin belum selesai main gamenya." ucap Dennis
" Kak Debby kapan main ke rumahku?" tanya Dennisa
" Debby, kakak besok pulang kamu pulang sekarang ya? katanya kangen sama anak - anakku." sambung Alvonso
" Iya..... iya aku pulang, untuk Dennisa besok deh aku main." ucap Debby
" Ok aku tunggu." ucap Dennisa
" Hati - hati kalau pulang." ucap mereka serempak
" Ok, bye." ucap Debby sambil melambaikan tangannya.
Panggilan video call kemudiaan terputus.
" Kalian semua saling sayang menyayangi ya?" tanya Leo dengan tatapan berbeda.
" Ya benar, maaf ya aku pulang dulu." ucap Debby.
" Aku antar pulang ya?" ajak Leo
" Tidak aku naik taksi saja." tolak Debby halus
" Kamukan kekasihku jadi aku antar pulang." ucap Leo agak memaksa.
" Baiklah, tapi tolong antarkan aku ke rumah sakit." ucap Debby
" Kamu sakit?" tanya Leo sambil memegang kening Debby
" Tidak, sahabat adikku sedang terluka tadi aku mengantarkan ke rumah sakit dan kuncinya belum aku kembalikan." ucap Debby sambil memperlihatkan kunci mobilnya.
" Oke deh aku antar." ucap Leo
" Ok." jawab Debby singkat.
Merekapun berangkat menuju ke rumah sakit dengan kecepatan sedang. Di dalam perjalanan Debby dan Leo saling mengobrol. Ada rasa kenyamanan di hati Leo ketika berdekatan dengan Debby. Hingga tidak terasa merekapun sudah sampai di rumah sakit.
xxxxxxx
Bab selanjutnya tentang terungkapnya musuh - musuh ke tiga pria tampan Max, Baron dan Charli.
Terima kasih
Salam Author
__ADS_1
xxxxxxx
"