Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Alex dan Inge 2


__ADS_3

fiuhhhh


Alex meniup wajah Inge yang matanya masih terpejam membuat Inge membuka matanya dan menatap Alex dengan tatapan berbeda.


" Kenapa memejamkan matamu?" tanya Alex


" Bau parfum kak Alex membuatku merasa nyaman dan tenang." ucap Inge dengan nada jujur.


" Kamu suka." tanya Alex sambil tersenyum


" Iya aku sangat suka bau parfum kak Alex." ucap Inge


" Suka bau parfum kakak atau suka sama kak Alex?" tanya Alex sambil tersenyum


" Suka parfum kak Alex." ucap Inge karena tidak mungkin mengatakan suka ke duanya.


" Masa kok betah duduk di pangkuanku goda Alex.


" Ehhh.. maaf." ucap Inge sambil berusaha berdiri dari pangkuan Alex.


Alex hanya tersenyum melihat Inge dengan wajah memerah menahan malu.


" Wajahmu memerah kenapa?" tanya Alex sambil tersenyum.


" Tidak, memangnya kenapa?" tanya Inge sambil berjalan dan duduk berhadapan dengan Alex hanya di batasi oleh meja.


" Tidak, oh iya katanya mau membantuku?" tanya Alex


" Membantu apa?" tanya Inge pura - pura tidak tahu.


" Ternyata masih muda sudah lupa ya? membantu pekerjaanku." ucap Alex sambil menatap wajah Inge yang cantik.


" Hmmm... maksudku bantu doa dan bantu melihat kak Alex kerja." ucap Inge sambil tersenyum usil.


" Pffftttt hahahaha.." tawa Alex pecah mendengar ucapan Inge.


Inge terkesima melihat tawa Alex membuat Alex semakin bertambah tampan.


" Kamu lucu juga ya Inge. Oh iya kamu habis darimana Inge?" tanya Alex


" Dari kampus tadi di ajak sama sahabatku Debby untuk menemui kekasihnya." ucap Inge.


" Kalian berdua bersahabat?" tanya Alex dengan nada terkejut.


" Iya kami bersahabat." ucap Inge


" Bukannya waktu itu.." ucap Alex menggantungkan kalimatnya.


" Iya benar aku bekerja sebagai seorang pelayan dan aku juga kuliah agar aku tidak selamanya bekerja sebagai seorang pelayan tapi bekerja di kantoran. Aku sekarang bekerja sebagai pelayan di keluarga tuan Alvonso." ucap Inge sambil menatap mata Leo.


" Tapi biasanya pelayan sama majikan.." ucap Alex menggantungkan kalimatnya lagi.

__ADS_1


" Aku tahu tapi keluarga besar Alvonso tidak membedakan. Aku dianggap sebagai keluarganya dan katanya semua manusia itu sama dan kita harus saling sayang menyayangi tidak boleh membedakan satu dengan lainnya." ucap Inge yang mengerti perkataan Alex.


" Ya aku tahu, aku dan adikku pernah bertemu dengan orang tua Debby dan Kak Alviana mereka sangat baik, rukun dan aku lihat hubungan mereka harmonis. Bahkan orang tua Debby meminta kami untuk memanggil mommy dan daddy." ucap Alex


" Bukannya harmonis tapi sangat harmonis mereka semua rukun dan tidak pernah bertengkar sedikitpun baik anak - anaknya bahkan para menantu laki - laki dan perempuan semuanya rukun dan saling membantu. Aku tidak pernah mendengar mereka memperebutkan harta yang sudah dibagi - bagikan oleh orang tuanya malah mereka saling membantu ketika perusahaan saudaranya ada masalah tanpa ada niat merebutnya." ucap Inge


" Kenapa bisa begitu? setahuku setiap orang pasti merebutkan harta dan ingin memperkaya dirinya sendiri." ucap Alex tidak percaya.


" Karena orang tuanya mengajarkan jangan suka merebutkan harta, harta yang berlimpah ruah tidak bisa di bawa mati. Jika kita mati di kubur di tanah kita tidak bisa menikmati hartanya karena hartanya akan dinikmati keluarganya dan saudara - saudaranya." ucap Inge.


" Orang tuanya juga mengajarkan untuk saling berbagi dengan orang yang tidak mampu karena harta yang kita punya hanya titipan sementara dan sewaktu-waktu bisa di ambil oleh Tuhan." sambung Inge.


deg


deg


Jantung Alex berdetak sangat kencang mendengar ucapan Inge karena baru kali inilah hatinya tersentuh dengan ucapan Inge tentang ajaran orang tua Debby.


" Orang tuanya juga mengajarkan untuk melupakan dendam karena dendam bisa merusak diri kita. Maafkan dan lupakan orang yang berbuat jahat sama kita, kita doakan semoga dia sadar dan bertobat karena dengan demikian hati kita akan menjadi damai." sambung Inge lagi.


" Bagaimana kalau orang menyiksa dan membunuh? apakah pantas dimaafkan?" tanya Alex sambil berdiri dan ke dua tangannya dikepalkan karena menahan kesal.


" Maksudnya?" tanya Inge pura - pura terkejut karena dirinya sudah tahu.


" Aku mempunyai 3 musuh dan musuhku itu telah membunuh daddyku. Apakah pantas untuk dimaafkan dan dilupakan." ucap Alex dengan mata memerah menahan amarah dalam dirinya dengan gigi gemeletuk.


" Apakah sudah diselidiki jika mereka membunuhnya?" tanya Inge


" Apakah kak Alex ..." ucap Inge terpotong karena suara ketukan pintu.


tok


tok


tok


" Masuk." ucap Alex


ceklek


Seorang office girl membuka pintu sambil membawa 2 paper bag. Inge berdiri untuk menerimanya, office girl itupun pergi lagi meninggalkan mereka berdua.


Inge berjalan ke arah sofa untuk menaruh 2 paper bag di atas meja kemudian membalikkan badannya menatap Alex.


" Kak Alex aku mau mencuci tangan dulu." ucap Inge


" Lurus aja terus belok kanan di situ ada wastafel dan tempat tidur kalau kamu ingin istirahat." ucap Alex sambil tersenyum mesum.


" Ok." jawab Inge singkat


Inge berjalan lurus kemudian belok ke kanan menuju wastafel untuk mencuci tangan.

__ADS_1


" Dasar bodoh kamu Inge hampir saja keceplosan." gumam Inge sambil menatap cermin.


Inge baru tersadar kalau Alex dan Leo ada alat penyadap dari paman dan bibinya. Tidak boleh membuat paman dan bibinya curiga kalau Debby dan Inge mempunyai rencana untuk menangkap paman dan bibinya serta menyelamatkan mommynya Alex dan Leo.


Selesai mencuci tangan dan membasuh wajahnya Inge keluar dari kamar pribadinya Alex dan berjalan menuju ke ruang kerja Alex yang sudah menunggunya di sofa panjang. Alex menatap Inge dengan tatapan berbeda tanpa disadari oleh Inge. Inge membuka bungkusan paper bag berisi dua makanan kemudian membukanya dan disajikan di atas meja berikut paper bag satunya yang berisi minuman.


" Kak Alex tahu saja makanan kesukaanku." ucap Inge.


" Tahu donk tanpa kamu katakan aku juga tahu." ucap Alex


Inge tanpa curiga makan yang sudah dipesankan oleh Alex begitu pula Alex dengan santai makan sambil menatap wajah Inge yang menikmati makanan kesukaannya tanpa ada rasa curiga.


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath


Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja

__ADS_1


xxxxxx


__ADS_2