
" Dennis pegang kotak ini, biar kakak yang membuka gantungan baju itu." ucap Max sambil memberikan kotak tersebut.
" Baik kak." Jawab Dennis sambil menerima kotak pemberian Max.
Max pun mendekati gantungan baju dan membukanya dengan menggunakan obeng kemudian Dennis membuka kotaknya barulah Max menyimpannya di kotak tersebut dan Dennis menutup kotak tersebut.
Merekapun mencari kembali cctv yang tersembunyi hingga Arlan melihat benda putih yang menempel di dinding.
" Max, Dennis lihat kotak putih sebelah saklar lampu di atas sofa panjang ruang tamu ada titik hitam apakah itu rekaman cctv?" tanya Arlan
Sontak Max dan Dennis melihat yang di tunjuk oleh Arlan dan mendekati kotak putih tersebut.
" Iya benar, ini cctv yang tersembunyi, hebat kamu kak Arlan aku baru perhatikan." puji Dennis
Max pun membuka baut yang menempel di kotak putih tersebut kemudian menyimpannya di kotak. Mereka pun mencari kembali tapi tidak ada dan akhirnya mereka menghentikan pekerjaannya.
" Bagaimana ini, kita laporkan ke mommy dan daddy?" tanya Dennis
" Jam berapa sekarang?" tanya Arlan
" Jam 10 malam." ucap Max
" Jam segini mommy dan daddy sudah tidur, besok saja setelah pernikahan kak Debby dan kak Inge." usul Dennis.
" Berarti penangkapan paman Leo dan membebaskan Louis dan mommynya sepertinya batal." ucap Max
" Benar Max, sepertinya batal karena mereka pasti sudah mendengarnya dari rekaman cctv-nya." ucap Arlan.
" Pantas saja Debby dan Inge di serang ternyata mereka sudah tahu rencana kita." ucap Max
" Tapi siapa ya yang memasang cctv ini?" tanya Dennis sambil memperlihatkan kotak yang berisi 3 cctv.
" Membutuhkan waktu lama siapa yang memasangnya. Nanti saja setelah pernikahan Debby dan Inge baru kita semua bekerja sama mencari siapa pelakunya.." ucap Max
" Iya benar, apalagi besok kita menghadiri pernikahan Debby dan Inge, kita perlu istirahat." ucap Arlan.
" Iya benar, kita istirahat saja." ucap Dennisa
" Ok." jawab mereka serempak.
Merekapun keluar dari ruang keluarga menuju ke kamar masing - masing untuk istirahat.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Di Rumah Sakit
Alvonso, Kelly, Alvian dan Amelia sudah sampai di rumah sakit. Mereka bertemu dengan dokter Kennath.
" Hallo anak - anak papa yang tampan - tampan dan cantik - cantik." puji dokter Kennath.
" Hallo papaku yang paling tampan." puji mereka serempak.
" Papa, kami ingin melihat keadaan Angelina." ucap Alvonso
" Ada di ruangan VVIP, oh iya ada yang papa ingin sampaikan. Siapa yang mau ikut dengan papa di ruang pribadi papa." tanya dokter Kennath.
__ADS_1
" Saya saja papa sama istriku dan kamu Alvian dan Amelia lihat Angelina." ucap Alvonso
" Baik kak." jawab Alvian dan dokter Amelia serempak.
Akhirnya merekapun berpisah Alvonso dan istrinya mengikuti pamannya dari arah belakang sedangkan Alvian dan istrinya masuk ke ruang perawatan VVIP di mana Angelina sedang berbaring.
Kini dokter Kennath duduk di kursi kebesarannya berhadapan Alvonso dan Kelly dengan hanya di batasi meja kerjanya.
" Bagaimana papa apa yang terjadi dengan Angelina?" tanya Alvonso tanpa basa basi.
" Aish... kamu itu sama seperti daddymu bertanya tanpa basa basi langsung ke intinya." ucap dokter Kennath
" Papa jangan ngomongin daddy." pinta Alvonso
" Memangnya kenapa?" tanya dokter Kennath dengan nada terkejut.
" Daddy mempunyai telepati kalau kita ngomongin daddy, daddy langsung tahu dan menjewer telinga kita." ucap Alvonso sambil memegangi telinganya yang tadi dijewer oleh Daddy Alvonso.
" Kok papa baru tahu ya." ucap dokter Kennath
" Itu yang terjadi papa, aku dan Alvian di jewer gara - gara ngomongin Daddy, saksinya istriku dan Amelia istri Alvian." ucap Alvonso
Dokter Kennath hanya tersenyum mendengar ucapan Alvonso.
" Papa akan langsung saja cerita. Angelina terluka karena perutnya tertusuk pisau." ucap dokter Kennath.
" Siapa yang melakukannya pa?" tanya Alvonso dengan nada terkejut.
Dokter Kennath pun menceritakan semua yang terjadi pada Angelina seperti yang diceritakan oleh Angelina ketika Angelina sudah tersadar dari pingsannya
" Kurang aj*r, aku akan membunuh Louis." ucap Alvonso sambil menggenggam ke dua tangannya dengan erat menahan amarah.
" Mama kalian juga bilang agar Angelina ikut bersama kami dan Angelina menyetujui untuk tinggal bersama kami." sambung dokter Kennath.
" Baik papa nanti Alvonso akan mengatakan ke mommy dan Daddy." ucap Alvonso.
" Papa sudah menghubungi daddymu katanya tidak masalah dititipkan ke papa terlebih Angelina terlihat stress dan butuh motivasi kalau di rawat oleh mommy kalian akan ketahuan oleh Alex dan Leo karena itulah lebih baik biar mama kalian yang merawat Angelina." ucap dokter Kennath.
" Maafkan kami merepotkan papa dan mama." ucap Alvonso.
" Kita kan satu keluarga jadi papa tidak merasakan di repotkan." ucap dokter Kennath.
" Oh iya pa, di sinilah ada Alex apa tidak berbahaya?" tanya Kelly tiba - tiba
" Benar juga ya baru kepikiran, hmmm.. papa punya rencana kalian besok jangan ke sini dulu karena akan membuat Alex curiga nanti kalau Angelina sudah baikkan papa akan membawanya ke luar dari rumah sakit ini dan besok setelah selesai acara pernikahan papa dan mama akan pergi ke negara S." ucap dokter Kennath.
" Baik pa, kami pamit dulu mau menengok Angelina." pamit Kelly.
" Baik sayang, papa juga mau pulang nanti Angelina ada yang menjaga dokter dan perawat di ruang perawatan, mereka akan menginap untuk berjaga - jaga." ucap dokter Kennath.
" Baik pa, kami pergi dulu." ucap Alvonso.
Alvonso dan Kelly keluar dari ruang kerja dokter Kennath begitu pula dengan dokter Kennath. Kini mereka berada di ruang perawatan di mana Angelina berada.
" Bagaimana keadaanmu Angel?" tanya Alvonso
" Sudah lebih baik, terima kasih sudah menolongku dan tolong bilang sama Debby aku tidak bisa datang ke acara pernikahannya karena.." ucap Angelina sambil menggantungkan kalimatnya.
__ADS_1
" Sstttt kami sudah tahu, tidak apa-apa nanti kami akan sampaikan." ucap Alvonso.
" Sekali lagi terima kasih kak." ucap Angelina dengan nada tulus.
" Maaf sudah malam kami akan pulang karena besok pagi kami ada acara." pamit Kelly.
" Iya, tidak apa-apa. Semoga acara pernikahan Debby dan Leo berjalan dengan lancar." ucap Angelina dengan nada tulus.
" Amin, terima kasih." jawab mereka serempak.
Merekapun meninggalkan Angelina bertepatan ke datangan dokter dan perawat yang akan menjaga Angelina.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Baca juga novelku yang lainnya. Terima kasih
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia.
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
__ADS_1
xxxxxx