
ceklek
Debby keluar dari kamar mandi setelah selesai memasang pembalutnya dan berjalan ke arah Leo.
" Honey sudah sore aku pulang ya?" pinta Debby
" Satu jam lagi ya? aku masih kangen." ucap Leo sambil berjalan ke arah Debby dan memeluknya.
" Besok deh pulang dari kampus mampir ke kantormu dan bantuin honey kerja." ucap Debby.
" Benarkah sayang?" tanya Leo dengan mata berbinar.
" Benar sayang aku janji, aku pulang dulu ya." pamit Debby ulang.
" Baiklah aku antar ya." pinta Leo
" Ok." jawab Debby singkat
cup
Leo mengecup bibir Debby singkat kemudian merekap berjalan keluar dari kamarnya sambil berpelukan dari arah samping menuruni anak tangga menuju keluar apartemen.
skip
Kini mereka sudah sampai di hotel milik Daddy Alvonso.
" Honey tidak mampir?" tawar Debby
" Tidak sayang kapan - kapan aku akan mampir." tolak Leo secara halus.
" Ok deh hati - hati di jalan." ucap Debby sambil tersenyum.
" Ok. Terima kasih bye." ucap Leo sambil melambaikan tangannya ke arah Debby.
Debby pun membalas lambaian tangan kekasihnya sampai mobil Leo tidak terlihat barulah Debby masuk ke dalam lobby hotel menuju ke pintu lift.
Ting
Debby keluar dari pintu lift dan masuk ke dalam kamar untuk membersihkan dirinya karena tubuhnya sangat lengket.
Debby melepaskan seluruh pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun kemudian Debby masuk ke dalam kamar mandi. Matanya membulat sempurna ketika dirinya menatap ke arah cermin.
" Astoge benar - benar astoge bukan astaga lagi." ucap Debby dengan nada kesal.
" Nanti kumpul keluarga tidak mungkin memakai pakaian terbuka atau syal yang ada bisa di gantung sama mommy dan Daddy melihat bekas tanda stempel dari kak Leo. Aishh kak Leo tega banget." omel Debby dengan nada kesal.
Debby mengisi air di bathtub hingga penuh kemudian memberikan aroma bunga lavender kesukaan Debby. Setelah selesai Debbypun merendamkan tubuhnya segala lelah hilang seketika membuat tubuh Debby terasa rileks.
Setelah setengah jam lamanya akhirnya Debby selesai mandi dan menggunakan handuk untuk dililit kan ke tubuhnya.
Debby keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju ke arah meja rias.
" Hmmm... coba pakai alas bedak siapa tahu biasa menutupi tanda merah." ucap Debby
Debby pun mengambil alas bedak dan mengolesi tubuhnya yang penuh tanda kemerahan sambil mengecek tubuhnya di cermin kemudian memberikan bedak agar tidak terlihat.
" Kamu pintar Debby kalau begini tidak akan ketahuan." ucap Debby sambil tersenyum bahagia.
__ADS_1
Debbypun mengambil kaos berwarna putih dan celana pendek berwarna biru kesukaannya serta menggunakan sepatu putih kesayangannya.
" Lebih enak begini makan malam sekalian langsung tidur." ucap Debby sambil memandangi dirinya di cermin sambil bergaya.
" Oh iya tugas kampus belum aku kerjakan lebih baik kerjakan sekarang sambil menunggu makan malam." ucap Debby pada dirinya sendiri.
Debby mengambil laptopnya kemudian mengerjakan tugas kampus yang diberikan dosennya tadi pagi. Hingga satu jam lamanya barulah Debby menyelesaikan pekerjaannya.
" Akhhhh... capeknya sudah jam berapa ya?" tanya Debby sambil kepalanya mendongak ke atas melihat jam dinding yang menempel di tembok depan.
" Aduh waktunya makan malam aku harus ke lantai 18 khusus ruangan keluarga dan ruangan makan." ucap Debby.
Debby pun menyimpan laptopnya dan kemudian menaruhnya di meja. Debby keluar dari kamar hotelnya menuju ke pintu lift.
Ting
Pintu lift terbuka Debby keluar dari pintu lift dan membuka pintu khusus ruangan keluarga dan ruangan makan. Debby masuk ke dalam ruangan tersebut dan bergabung dengan keluarga besarnya.
" Kak Alvonso kok belum mulai makan malamnya?" tanya Debby
" Kita lagi menunggu kedatangan tamu istimewa." ucap Alvonso.
" Kak Debby kamu tidak salah pakai kaos dan celana pendek?" tanya Dennisa
" Tidak memang kenapa dek?" tanya Debby dengan nada bingung
" Bukankah hari ini keluarga calon suami kak Debby akan datang?" tanya Dennis
" Bukannya besok?" tanya Debby bingung
" Kak Leo tidak cerita kalau keluarganya datang. Oh iya Mommy dan daddy kok tidak kelihatan?" tanya Debby
ceklek
Pintu terbuka dan semua keluarga besar Alvonso membalikkan badannya dan menatap ke arah pintu.
" Mommy, daddy." panggil anak - anak dan para menantunya.
" Hallo sayang, senang kalau makan berkumpul seperti ini." ucap mommy Laras.
" Debby kenapa memakai pakaian seperti itu dan juga memakai celana pendek?" protes daddy Alvonso.
" Lho memangnya kenapa..." ucap Debby terpotong karena ada orang yang membuka pintu.
" Kak Leo dan kak Alex?" panggil Debby dengan nada terkejut.
" Hallo." sapa Alex dan Leo bersamaan agak canggung.
" Alex ini kenalkan anak - anak mommy dan daddy." ucap daddy Alvonso dengan nada ramah
" Daddy kenapa aku tidak dikenalkan?" protes Leo
" Leo kamu kan sudah kenal dengan keluarga besar ku sedangkan kakakmu belum." ucap mommy Laras dengan nada lembut.
" Sudahlah mommy mungkin anak kita Leo lupa nama saudara - saudaranya." ucap Daddy Alvonso
__ADS_1
" Saudara - saudaranya?" tanya ulang Leo dan Alex dengan nada terkejut.
" Alex dan Leo kan sudah kami anggap sebagai anak - anak mommy dan Daddy." ucap mommy Laras menjelaskan.
" Jadi anak - anak mommy dan daddy jadi saudara kalian." sambung daddy Alvonso.
" Apakah kalian tidak mau menjadi saudara anak - anak mommy dan daddy?" tanya mommy Laras dengan nada sendu.
" Tentu saja kami mau mommy dan Daddy. Terima kasih sudah menganggap kami sebagai keluarga." ucap Leo tulus.
" Aku sangat senang karena mommy dan Daddy sebagai anak serta anak - anak Daddy menganggap kami sebagai saudara." sambung Alex dengan tulus.
Mereka berdua sangat terharu akan kebaikan keluarga besar Alvonso yang mau menerima mereka tanpa tahu asal usul mereka.
Alex dan Leo pun bersalaman dengan keluarga besar Alvonso hingga sampailah mereka bersalaman dengan Max, Charli dan Baron wajah Alex mulai berubah begitu pula dengan wajah Leo.
Keluarga besar Alvonso tahu akan perubahan wajah Leo dan Alex tapi pura - pura tidak tahu begitu pula dengan Max, Charli dan Baron. Karena pesan dari mommy Laras dan Daddy Alvonso mereka berpura-pura bersikap seperti biasa agar mereka berdua tidak curiga sedikitpun.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia.
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
__ADS_1
xxxxxx