Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Max Kuliah


__ADS_3

Setelah puas melihat sekeliling mansion Max kembali ke kamarnya untuk beristirahat karena besok dirinya berangkat ke kantor dan malamnya kuliah.


Tidak terasa malam berganti pagi, Max perlahan membuka matanya dan memandang langit - langit kamarnya.


" Mansion ini terasa sunyi seperti hatiku yang sunyi." ucap Max pada dirinya sendiri


" Hahhh.. pikir apa aku lebih baik aku mandi berangkat kerja dan kuliah." ucap Max sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


Max bangun dan masuk ke kamar mandi, selesai mandi dan berpakaian Max berangkat ke kantor barunya.


tap


tap


tap


Max berjalan memasuki perusahaan barunya tanpa menjawab sapaan para pegawainya. Max berjalan menuju menuju lift khusus CEO.


ting


Pintu lift terbuka, Max keluar menuju ke ruangan pribadinya. Max duduk di kursi kebesarannya, berkas - berkas yang menumpuk yang dikirimkan dari kantor pusat dikerjakan satu persatu hingga tidak terasa hari sudah siang.


Max menghubungi sekretarisnya untuk memesan makanan. 15 menit kemudian pesanan makanan datang.


tok


tok


tok


" Masuk." jawab Max


ceklek


Seorang gadis cantik yang bekerja sebagai sekretaris Max membuka pintu ruangan pribadi Max membawakan paper bag berisi makanan pesanan Max.


" Tuan, ini pesanan makanan tuan." ucap sekretaris itu


" Taruh di meja itu." ucap Max menunjuk meja dekat sofa khusus untuk penerima tamu ataupun tempat dirinya makan.


" Baik tuan." jawab sekretaris itu.


Sekretaris itupun meletakkan paper bag ke meja yang di tunjuk Max.


" Tuan apakah ada yang bisa ku bantu?" tanya sekretaris dengan suara yang menggoda.


" Tidak, pergilah." usir Max


" Apakah tuan tidak ingin saya menemani tuan makan siang?" tawar sekretaris itu.


" Tidak, pergilah." usir Max sambil menatap tajam ke sekretaris tersebut.


" Baik tuan." ucap sekretaris itu dengan tersenyum kecut.


Sekretaris itupun keluar ruangan pribadi Max dengan perasaan sangat kecewa padahal dirinya merasa yakin tidak ada orang yang menolak pesona dirinya.


Max berjalan menuju sofa dan mulai memakan makanan yang dibawakan oleh sekretarisnya. Selesai makan Max melanjutkan pekerjaan kembali.


Tanpa teras hari sudah sore, Max membereskan pekerjaannya karena waktunya untuk berangkat kuliah.


Singkat cerita Max sudah sampai di kampus, karena jadwal kuliah belum mulai Max pergi ke kantin untuk mengisi bahan bakar. Ketika asyik menikmati makan sore dua orang gadis cantik dan seksi mendekati Max.


" Boleh kami duduk di sini?" pinta dua gadis tersebut dengan serempak.


" Silahkan." ucap Max sambil meneruskan makanan.


" Terima kasih." jawab dua gadis tersebut dengan serempak lagi.


Max hanya diam menikmati makanan sedangkan dua gadis tersebut menatap Max tanpa berkedip.

__ADS_1


" Boleh kenalan?" tanya salah satu gadis


" Boleh." jawab Max singkat


" Kenalkan nama saya Alena." ucap Alena memperkenalkan diri sambil tangannya diarahkan ke Max.


" Ali." ucap Max tanpa membalas uluran tangan gadis itu.


Alena yang tangannya tidak di sambut langsung menurunkan tangannya sambil tersenyum kecut.


" Valentina panggil saja Valen." ucap Valen memperkenalkan diri.


" Ali." ucap Max singkat


Mereka berdua mencoba mencari perhatian Max tapi Max hanya menjawab tanpa balik bertanya.


Tanpa sepengetahuan Max seseorang menatap Max dengan penuh kebencian.


Selesai makan tanpa memperdulikan dua gadis tersebut Max berjalan untuk membayar makanannya kemudian berjalan menuju kelasnya.


Setelah selesai mengikuti mareri kuliah Max pulang ke mansionnya. Max mengendarai mobil dengan santai sampai di jalan yang sepi mobil Max di hadang mobil.


citttt


Max menghentikan mobilnya dan membuka pintu tanpa ada rasa takut. 4 orang berwajah sangar keluar dari mobil.


" Siapa kalian?" tanya Max dengan nada dingin.


Di belakang mobil Max berhenti sebuah mobil kemudian membuka pintu mobilnya. Seorang pria tampan berdiri membelakangi Max.


" Kamu jangan pernah ganggu kekasihku." ucap pria tampan itu.


Max membalikkan badannya dan menatapnya dengan datar.


" Kekasih? aku tidak mengenalmu begitu pula dengan kekasihmu. Sepertinya kamu salah orang." ucap Max santai


" Gadis yang bareng makan denganmu dia adalah kekasihku." ucap pria tampan itu.


" Breng**k jangan bilang kekasihku centil ." ucap pria tampan itu tidak terima.


" Lalu aku bilang apa? kecuali kalau aku yang menggoda. Dasar pria aneh hehehe..." tawa Max


Pria tampan itu tidak terima kemudian meminta ke 4 orang berwajah sangar itu menyerang Max.


bugh


bugh


bugh


bugh


Max berhasil menghindar dari serangan 4 orang berwajah sangar itu kemudian langsung membalas pukulan mereka ke alat vital membuat ke 4 orang berwajah sangar itu jatuh tersungkur menahan rasa sakit di alat vitalnya.


" Wajahmu sudah jelek sepertinya lebih bagus lagi jika aku merubahmu biar wajahmu tampan." ucap Max sambil tersenyum menyeringai.


deg


Pria tampan itu jantungnya berdetak kencang mendengar ucapan Max terlebih melihat senyuman Max yang menakutkan. Max mengambil pisau lipat di saku belakang sambil menatap tajan ke pria tampan itu.


duak


Max menendang aset milik berharga pria tampan itu membuat pria itu meringis kesakitan. Max mendekati pria tampan itu dan duduk agar sejajar dengan pria tersebut kemudian mencengkram rahang pria tersebut.


srettttt


akhhh


Pria tampan itu meringis kesakitan ketika Max menggores wajah pria tampan itu kemudian pisau itu dibersihkan dari noda darah dengan menggunakan pakaian pria tampan itu setelah itu pisau tersebut di simpan di saku celananya.

__ADS_1


" Ini pelajaran pertama yang kuberikan jadi hari ini kamu selamat tapi tidak untuk ke dua kalinya." ucap Max sambil tersenyum miring.


Max berdiri dan menatap tajam ke 4 pria berwajah sangar.


" Singkirkan mobil kalian atau wajah kalian yang jelek itu saya bikin bertambah jelek." ucap Max sambil tersenyum miring.


" Si*l, serang dia!!!" perintah salah satu dari mereka.


Mereka berempat menyerang Max dan Max yang pada dasarnya bisa bela diri mampu menghindar dan memukul balik hingga mereka babak belur.


Max mengeluarkan pisau lipat dari balik saku celana belakangnya.


sretttt


akhhh


sretttt


akhhh


sretttt


akhhh


sretttt


akhhh


Max menggores wajah ke 4 pria sangar itu kemudian menatap mereka berlima.


" Dengar baik - baik jika kalian berulah lagi berarti kalian tidak menyayangi nyawa kalian. Jangan salahkan aku jika aku mencabut nyawa kalian secara paksa." ucap Max sambil tersenyum devil.


Setelah mengatakan demikian Max masuk ke dalam mobil milik ke 4 pria sangar itu untuk tidak menghalangi mobilnya. Setelah di rasa cukup Max keluar dari mobil kemudian berjalan menuju mobil miliknya. Max melanjutkan perjalanan menuju ke mansion miliknya.


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author

__ADS_1


Yayuk Triatmaja


xxxxxx


__ADS_2