Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Hukuman Dokter Cantik 2


__ADS_3

" Tapi aku maunya dengan istriku bukan dengan dirimu. Baron lakukanlah." perintah Max


Tanpa menunggu jawaban Max, Baron berjalan mendekati dokter cantik itu yang mulai berontak tapi tidak bisa karena kedua kaki dan tangannya diikat dengan kuat.


Baron menindih dokter cantik itu kemudian wajahnya mendekati wajah dokter cantik itu kemudian mengecup bibirnya. Dokter cantik itu memalingkan wajahnya membuat Baron kesal. Baron mencengkram wajahnya hingga menghadap ke dirinya kemudian Baron mengecupnya dan memasukkan lidahnya ke mulut dokter cantik itu tapi mulutnya di tutup rapat membuat Baron menggigit bibir bawahnya hingga membuatnya terbuka.


Setelah puas bibir Baron pindah ke leher memberikan tanda merah sambil tangannya meraba dua gunung milik kembar dokter cantik itu sambil memainkan pucuk gunung kembar itu membuat dokter cantik itu mendesah.


" Akhhh.... sakit.." teriak dokter cantik itu.


Baron memaksakan masuk adik kecilnya ke tubuh dokter cantik itu karena sudah tidak tahan dengan hasratnya yang memuncak. Baron memejamkan matanya menikmati jepitan adik kecilnya kemudian tidak berapa lama membuka matanya.


" Punyamu enak sayang membuat adik kecilku merasa keenakan." ucap Baron


" Hiks...hiks.. sakit..." rintih dokter cantik tersebut


Baron tidak memperdulikan yang penting bisa menuntaskan hasratnya yang sangat memuncak hingga lahar keluar. Baron sengaja memasukkan laharnya ke dalam rahim dokter cantik tersebut.


Baron menarik adik kecilnya sambil melihat punya miliknya berdarah.


cup


" Terima kasih ternyata kamu masih pera**n." ucap Baron sambil mengecup bibir dokter cantik itu.


Dokter cantik itu hanya terdiam dan merasakan perih di bagian privasinya.


" Sudahlah aku mau pulang." ucap Max sambil berdiri


" Lalu bagaiamana dengan gadis eh salah sekarang dia bukan gadis lagi tapi wanita." ralat Baron


" Lakukan sampai kamu bosan." ucap Max santai


" Jika sudah bosan?" tanya Baron


" Berikan pada anak buahmu lakukan secara bergiliran tanpa berhenti. Lakukan sampai mereka puas tidak perduli wanita ini pingsan." ucap Max sambil menatap tajam.


" Kenapa kamu membencinya Max?" tanya Baron bingung.

__ADS_1


" Karena istriku hampir salah paham." ucap Max


" Apa maksudmu Max ceritakanlah." pinta Baron


Max pun menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi.


" Pantas saja kamu membencinya Max. Jika anak buahku sudah puas apa yang akan kamu lakukan?" tanya Baron penasaran


" Hubungi aku ketika anak buahmu melakukan itu." ucap Max


" Lalu apa yang akan kamu lakukan?" tanya Baron penasaran


" Aku akan menyiksanya hingga wanita itu mati." ucap Max sambil meninggalkan mereka berdua.


Max mendengar suara teriakan kesakitan membuat Max membalikkan badannya dan melihat Baron kembali melakukan penyatuan ke dokter cantik itu.


Max langsung membalikkan badannya dan melanjutkan langkahnya kembali. Max berjalan menuju ke mobilnya. Max kini masuk ke dalam mobil dan mengendarai mobil dengan santai.


" Saat ini aku tidak ingin membunuh wanita itu karena istriku pasti akan curiga jika pakaianku bau darah. Jika aku mengganti pakaianku istriku juga curiga. Aishh.. kenapa aku jadi sebuncin ini." ucap Max pada dirinya sendiri.


Max bingung jika di depan istrinya Max sangat lembut tapi di depan orang lain Max bisa melukai dan menyiksa tanpa rasa kasihan.


" Aku bingung dekat dengan Denisa adik kecilku selalu tegang padahal Denisa masih berpakaian lengkap tapi kenapa lihat wanita tanpa busana adik kecilku diam saja. Apa Denisa mempunyai magis hingga adik kecilku tunduk dengan Denisa. Aish... sudahlah pusing memikirkan itu. sambung Max kembali.


" Aku kok ingin makan rujak ya?" tanya Max pada dirinya sendiri.


Max pun mengendarai mobilnya menuju ke supermarket untuk membeli macam - macam buah dan bahan - bahan untuk membuat rujak.


Banyak gadis dan ibu - ibu menatap Max tanpa kedip tapi Max bersikap acuh. Setelah di rasa cukup Max membayar di kasir. Selesai membayar Max berjalan menuju ke arah parkiran tapi baru beberapa langkah tubuh Max di tabrak seseorang.


bruk


Seorang gadis cantik jatuh terduduk tapi Max hanya diam tanpa membantunya berdiri. Gadis cantik itu mengangkat kepalanya menatap pria tampan tersebut. Matanya membulat sempurna ketika mengetahui siapa yang ditabraknya.


" Tuan Ali." panggil gadis tersebut


Max yang matanya menatap ke arah depan tanpa memperdulikan gadia itu membuatnya mengarahkan matanya ke arah gadis itu.

__ADS_1


" Ada apa Julia?" tanya Max dingin


Julia adalah sekretaris Max yang waktu itu mengusir Denisa istrinya Max. Max langsung teringat dengan istrinya dan menatap Julia dengan tatapan berbeda.


Julia tersenyum sambil berdiri kemudian menatap Max tapi Max hanya menatap Julia tanpa membalas senyuman Julia.


" Tuan Ali kebetulan sekali kita bertemu." ucap Julia sambil tersenyum menggoda


" Ya kebetulan sekali Julia, kebetulan aku ada perlu denganmu. Apakah kamu mau ikut denga.nku?" tanya Max dengan nada lembut sambil tersenyum


deg.


Jantung Julia berdetak kencang mendengar suara lembut Max di tambah senyuman Max. Julia baru kali ini melihat bosnya semakin bertambah dengan senyumannya.


" Saya mau tuan Ali." ucap Julia tanpa berpikir kalau ada bahaya yang mengintai dirinya.


Max dan Julia berjalan ke arah parkiran menuju ke mobil Max. Max membuka pintu mobil di samping pengemudi dan Julia dengan tersenyum dan mengedipkan matanya ke arah Max dan Max pun ikut mengedipkan matanya membuat jantung Julia semakin berdetak kencang. Max menutup pintu mobil dengan pelan kemudian Max menaruh barang belanjaan ke dalam bagasi mobil.


Max membalikkan badannya dan berjalan menuju ke kursi pengemudi. Max mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang dan memutar kembali ke arah markas mafia milik sahabatnya.


Satu jam akhirnya mobil berhenti di markas yang berupa mansion membuat Julia sangat bahagia dan seperti mimpi rasanya melihat mansion yang sangat megah.


( " Tuan Ali memang sangat kaya. Aku bersedia jadi istri ke dua atau jadi simpanan asalkan aku bisa menikmati kekayaan tanpa perlu bekerja keras." ucap Julia dalam hati ).


Senyum bahagia di wajah Julia tidak pernah hilang, Max melirik sekilas Julia membuat Max semakin jijik dan ingin secepatnya memberikan hukuman ke Julia. Max menghentikan mobilnya dan turun dari mobil kemudian Max memutar tubuhnya untuk membuka pintu mobil Julia.


Julia yang tidak berhenti tersenyum turun kemudian Max menutupnya dengan pelan. Julia dengan percaya dirinya menggenggam tangan Max membuat Max berusaha bersabar untuk memberi kejutan berupa hukuman. Banyak anggota mafia memberi hormat pada mereka membuat Julia semakin sombong dan angkuh membuat Max muak melihat wajah cantik Julia.


Max membawa Julia ke sebuah ruangan, Julia yang tersenyum bahagia wajahnya jadi berubah karena melihat seorang pria sedang bercin*a dengan seorang wanita dan tubuh wanita yang putih mulus banyak luka lebam membuat Julia membulatkan matanya.


" Hallo Baron, masih belum puas juga bermain?" ledek Max


" Aduh Ali aku masih ketagihan dengan tubuhnya membuat aku tidak ingin berhenti." ucap Baron santai yang masih menggoyangkan pinggulnya.


" Di mana Charli?" tanya Max


" Ada di ruangan kerja." ucap Baron

__ADS_1


Julia mendengar kalimat vulgar dari ke dua pria itu membuatnya takut dan menarik tangannya ingin pergi dari ruangan yang menjijikkan itu.


__ADS_2