
" Oh iya Alex dan Leo, mommy kalian kenapa tidak datang?" tanya mommy Laras mencoba mengalihkan suasana yang mulai terasa panas antara Baron, Max, Charli, Leo dan Alex.
" Mommy lagi tidak enak badan mom." jawab mereka serempak.
" Sakit apa?" tanya mommy Laras
" Sakit orang tua mom." jawab mereka kompak lagi.
" Mudah - mudahhan cepat sembuh." ucap mommy Laras dengan nada tulus.
" Terima kasih mom." Jawab mereka lagi - lagi kompak.
" Kalian dari tadi bicaranya kompak terus." celetuk Alvonso mencoba mencairkan suasananya mengikuti permintaan ke dua orang tuanya.
" Kak Alvonso benar dari tadi bicaranya kompak terus." ucap Alvian dan Alvianna bersamaan.
" Namanya saudara ada kalanya bicaranya kompak sama seperti kalian barusan Alvian dan Alviana. Kadang Alvonso dengan adik - adiknya juga bicaranya kompak." ucap Daddy Alvonso.
" Benar dad kadang aku dengan istriku bicaranya kompak." ucap Arlan
" Itu namanya sehati." ucap mommy Laras.
" Kalau Leo sama Debby bagaimana? kadang bicaranya kompak tidak?" tanya Daddy Alvonso
" Tidak pernah dad." jawab Leo dan Debby bersamaan.
" Masak? itu bicaranya kompak." jawab Harlan.
" Kebetulan saja kompak." jawab Leo dan Debby bersamaan lagi kemudian Leo dan Debby saling menatap.
" Hahahaha." semua tertawa melihat Debby dan Leo.
Suasana yang tadi dingin kini mulai mencair dengan tawa mereka. Tidak berapa lama merekapun berhenti tertawa.
" Kalau Alex dengan Inge bagaimana?" tanya mommy Laras
" Tidak pernah kompak." jawab Inge dan Alex bersamaan
" Benar?" tanya Dennis
" Benar, serius malah." jawab Inge dan Alex bersamaan lagi kemudian mereka saling bertatapan mata.
" Hahahaha." semua tertawa melihat Inge dan Alex yang bicaranya kompak.
" Karena hari sudah malam kita makan bersama sekarang." ucap mommy Laras setelah semuanya berhenti tertawa.
" Baik mom." Jawab mereka serempak.
Merekapun berjalan ke arah meja dan para wanita seperti biasa melayani pasangan masing-masing kecuali Dennis karena Dennis belum mempunyai pasangan masing-masing.
__ADS_1
" Lain kali jangan memakai pakaian seperti ini." bisik Leo
" Kenapa?" bisik Debby sambil memalingkan wajahnya ke arah Leo hingga bibir mereka nyaris bersentuhan.
Leo sebenarnya ingin mengecup bibir Debby tapi karena ada keluarga besar daddy Alvonso membuatnya menahan hasratnya.
" Aku tidak rela kalau tubuh seksimu dilihat orang lain." bisik Leo sambil melepaskan jasnya kemudian menutupi paha Debby yang putih mulus tanda ada noda sedikitpun.
" Tapi aku suka dengan pakaian ini." ucap Debby
" Pakai itu jika kita berdua." bisik Leo
" Ok." jawab Debby singkat
Merekapun makan bersama tanpa ada bicara sedikitpun hanya suara sendok dan piring yang saling beradu. Selesai makan para pria berkumpul di ruang keluarga sedangkan para wanita membereskan meja makan dan ada yang mencuci piring.
Daddy Alvonso menatap Alex dan Leo sedang menatap Baron, Charli dan Max dengan tatapan seperti ingin membunuhnya begitu pula sebaliknya.
" Alex, Daddy lihat kamu sangat dekat dengan Inge. Apakah kalian pasangan kekasih?" tanya daddy Alvonso berusaha mencairkan suasana yang mulai panas lagi sedangkan anak - anak laki-lakinya daddy Alvonso dan menantunya Arlan dan anak angkatnya Harlan bingung mau bicara apa.
Alex yang dipanggil namanya langsung menatap Daddy Alvonso sedangkan yang lainnya menatap Leo menunggu jawabannya.
" Benar dad kami adalah pasangan kekasih." Ucap Alex
" Apa ada rencana kalian untuk menikah?" tanya Daddy Alvonso
" Ada dad, secepatnya kami akan menikah." ucap Alex
" Apakah tidak keberatan dad?" tanya Daddy Alvonso
" Kenapa keberatan? kan kamu sudah kami anggap anak kandung kami. Sama seperti Harlan, Baron dan Charli." ucap daddy Alvonso.
" Kalau aku dad?" tanya Leo dan Max bersamaan
" Hahahaha... kalian bicaranya kompak lagi sudah sehati rupanya." jawab daddy Alvonso sambil tertawa.
Max dan Leo saling menatap dengan sinis dan merekapun tahu tapi mereka berusaha menahan dirinya.
" Kalau Max kan menikah dengan putriku Debby otomatis menjadi menantu kami dan menjadi bagian dari keluarga besar Alvonso. Sedangkan untuk Leo sebentar lagi akan menikah dengan putriku Debby otomatis menjadi menantu dan menjadi bagian dari keluarga besar Alvonso." ucap Daddy Alvonso sambil menatap satu persatu anak - anaknya dan juga para menantunya.
" Jika suatu saat Daddy dan mommy tiada kami sangat mengharapkan anak - anak dan para menantu mommy dan Daddy saling membantu jika salah satu dari kalian membutuhkan pertolongan. Jangan merebutkan harta karena harta tidak bisa di bawa mati. Mommy dan Daddy sudah membagi - bagikan perusahaan dan aset untuk kalian semua. Mommy dan Daddy sangat berharap kalian menerima pemberian dari kami dan tidak ada saling iri hati." ucap mommy Laras tiba - tiba datang dan duduk di samping suaminya sambil memeluk dari arah samping begitu pula dengan suaminya.
Para wanita duduk di samping pasang masing-masing sambil menggenggam tangannya.
" Kebahagian Daddy dan mommy melihat kalian akur seperti ini. Tidak ada permusuhan dan dendam. Daddy dan mommy sangat berharap kalian selalu kompak." sambung mommy Laras.
" Iya mommy dan daddy." jawab mereka serempak.
" Khusus Alvonso kamu anak pertama kami, jika suatu saat nanti mommy dan Daddy di panggil oleh Tuhan. Kamu yang akan menggantikan tugas kami untuk menjaga dan menasehati adik - adik kalian jika adik - adik kalian bertengkar ataupun merebutkan harta karena kalian tahu semua mommy dan daddy sangat membenci jika kalian bertengkar apalagi sampai melukai saudara karena dendam ataupun harta." ucap Daddy Alvonso.
__ADS_1
" Untuk Kelly, walau usia kamu lebih muda dari Amelia istrinya Alvian dan juga Alviana tapi karena kamu menikah dengan Alvonso otomatis kamu menjadi kakak yang paling tua. Kamu harus bersikap dewasa untuk memberikan nasehat jika adik - adik kalian bertengkar dengan pasangannya dan jangan sampai berujung dengan kata perceraian karena mommy dan Daddy sangat membenci arti kata perceraian.'' sambung mommy Laras.
" Mommy dan Daddy kok dari tadi ngomongnya seperti itu." ucap Alviana dengan mata berkaca-kaca.
" Iya nich mommy dan daddy Kitakan jadi pengen nangis." ucap Debby sambil mengeluarkan air matanya.
" Kami selalu berdoa semoga mommy dan daddy panjang umur dan melihat cucu - cucunya besar dan menikah." sambung Dennisa.
" Iya mommy dan daddy." sambung mereka serempak.
Alex dan Leo yang mendengarkan ucapan mommy Laras dan Daddy Alvonso membuat hati mereka bimbang. Ke dua jantung mereka berdetak sangat kencang antara ingin meneruskan dendam atau tidak.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia.
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
__ADS_1
Yayuk Triatmaja
xxxxxx