Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Ciuman Pertama Denisa dan Max


__ADS_3

Denisa menaikkan hingga full tapi tubuhnya masih terasa panas. Denisa mengangkat dresnya untuk di buka. Max melirik Denisa dan matanya membulat sempurna menahan tangan Denisa agar tidak melakukannya.


" Nisa, apa yang kamu lakukan?" tanya Max bingung


" Aku tidak tahu tubuhku panas sekali dan aku ingin melepas seluruh pakaianku." ucap Denisa sambil berusaha melepaskan tangan Max.


( " Jangan - jangan Denisa meminum obat perang***g, sial siapa yang berani melakukan ini!!!" omel Max dalam hati ).


" Kita ke rumahku saja." ucap Max sambil mengemudi mobilnya dengan kencang.


Tangan kiri Max memegang ke dua tangan Denisa sedangkan tangan kanan Max memegang kemudi. Di tengah jalan sebuah mobil menghalangi mobil Max.


cittttt


Max menghentikan mobilnya kemudian tangan kanannya mengambil ponselnya untuk menghubungi salah satu sahabatnya. Max diam menunggu kedatangan sahabatnya dengan tetap memegang tangan Denisa yang ingin berusaha melepaskan tangan Max.


6 orang turun dari mobil dan berjalan menuju ke mobil Max. Mereka menggendor mobil Max tapi Max tetap bertahan karena dirinya tidak ingin jika Denisa membuka pakaiannya. Untungnya mobil Max anti peluru dan anti benturan sehingga pukulan maupun senjata tajam ke 6 orang itu tidak berpengaruh terhadap mobil Max.


Tidak berapa lama sahabatnya Charli datang bersama anggota mafia, Charli memberi kode ke Max untuk melanjutkan perjalanannya. Max yang mengerti kode tersebut langsung melanjutkan perjalanan kembali menuju mansion pribadinya dengan sangat kencang.


Tidak membutuhkan waktu yang lama Max sudah sampai di mansion. Max memarkirkan mobil secara asal. Max membuka mobilnya dan berlari mengitari mobilnya kemudian membuka mobilnya.


Mata Max membulat sempurna karena Denisa hanya menggunakan dalaman saja sedangkan dressnya berada di mobil. Max yang melihat Denisa ingin membuka bungkusan dua gunung kembarnya langsung di tahan oleh Max.


Max menggendong Denisa sambil menahan hasratnya yang mulai memuncak.


" Aduh Nisa, sungguh aku ingin sekali memakanmu tapi aku tidak mau karena aku tidak ingin kamu membenciku." ucap Max dengan suara berat.


tap


tap


tap


tap


Max mendorong pintu mansion dengan menggunakan kaki kanannya yang memang tidak pernah di kunci. Max menutup pintu utama mansion dengan menggunakan kaki kanannya kemudian berlari menaiki anak tangga menuju kamar pribadinya. Sampai di kamar pribadinya Max mendorong pintunya dengan mengunakan kaki kirinya.


Max membawa Denisa ke arah shower dan menyalakan air dingin agar menghilangkan efek obat perang***g Denisa.


" Sayang aku sudah tidak tahan, tolong puaskan aku." ucap Denisa sambil merapatkan tubuhnya ke Max


deg


Jantung Max berdetak sangat kencang karena baru kali ini Denisa memanggil dirinya dengan sebutan sayang karena sebelumnya memanggil dirinya dengan sebutan Ali.

__ADS_1


" Jujur aku sangat ingin melakukan itu tapi aku tidak mau merusakmu Nisa karena aku sangat mencintaimu pada pandangan pertama." ucap Max sambil menatap bibir Denisa.


Wajah Max mendekatkan ke wajah Denisa kemudian mengecup bibir Denisa. Max yang sudah tidak bisa menahan dirinya untuk menyentuh bibir Denisa. Ciuman pertama Denisa dan Max yang singkat menuntut untuk lebih. Mereka berdua saling berciuman dan melu**t bibir. Max dan Denisa sangat menikmatinya dan tanpa sadar Max membuka seluruh pakaiannya hingga tanpa sehelai benangpun kemudian Max membuka bungkusan dua gunung kembar milik Denisa dan melepaskan segi bermuda Denisa.


Max mematikan air shower dan memakaikan kimono Denisa dan juga dirinya kemudian Max menggendong Denisa menuju ranjang. Max perlahan menurunkan Denisa ke ranjang sambil berciuman.


Sambil menindih tubuh Denisa, Max melepaskan kimononya begitu pula kimono milik Denisa dan di buang secara asal. Max mencium bibir Denisa sedangkan ke dua tangan Denisa mengalungkan ke leher Max. Setelah puas berciuman Max kemudian turun ke leher memberikan tanda merah kemudian turun ke salah satu gunung kembar milik Denisa.


Bagaikan bayi Max men***u salah satu gunung kembar milik Denisa dan tangan satunya memi**n gunung kembar Denisa yang menganggur. Suara desahan Denisa membuat Max lepas kendali.


Tangan kanan yang tadi memi**n gunung kembar milik Denisa turun ke bagian intim milik Denisa.


deg


Jantung Max berdetak kencang dan langsung menghentikan kegiatannya. Max berdiri tapi ke dua tangan Denisa yang mengalungkan ke leher Max tidak dilepaskan oleh Denisa malah Denisa menarik tubuh Max agar bersentuhan dengan Denisa.


" Sayang, kumohon puaskan aku." pinta Denisa dengan mata penuh gabut gairah.


Max yang tidak tega menggunakan instingnya tanpa perlu memasukkan kerisnya ke tubuh Denisa. Max ******* bibir Denisa sambil tangannya bermain di area sensitif Denisa. Denisa berulang kali orga**e dan tidak berapa lama Denisa tumbang dan tertidur.


Max yang melihat Denisa sudah tidur merasa lega kemudian Max menyelimuti tubuh Denisa dengan selimut. Max pun berdiri dan berjalan masuk ke kamar mandi untuk menuntaskan hasratnya yang dari tadi sudah di tahannya dengan menggunakan sabun mandi.


" Nisa aku sangat mencintaimu." erang Max sambil membayangkan tubuh mulus Denisa hingga lahar miliknya keluar.


Max pun mandi dengan kondisi tubuhnya segar. Max keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang menutupi bagian bawahnya dan berjalan menuju ke lemari mengambil pakaian dan memakai pakaian santai.


cup


" Aku pergi sebentar, mulai sekarang kamu adalah milikku dan aku tidak akan pernah melepaskanmu." ucap Max sambil meninggalkan Denisa yang masih pulas tertidur.


Max menuruni anak tangga dan berjalan keluar dari pintu mansion. Max yang tidak pernah mengunci pintu akhirnya mengunci pintu mansion. Max berjalan menuju garasi dan mengendarai motor sport agar perjalanannya cepat.


Hanya membutuhkan 5 menit Max sudah sampai di tempat tujuan yaitu butik. Max membeli 6 dres berikut **********. Banyak para gadis dan para wanita menatap kagum melihat wajah tampan Max. Sungguh beruntung wanita itu karena melihat Max membeli pakaian wanita.


Max tidak memperdulikan tatapan lapar para gadis dan para wanita karena di hati Max kini dipenuhi oleh Denisa. Selesai memilih dan membayar Max pergi meninggalkan butik dan pulang menuju ke mansion.


Singkat cerita Max sudah sampai di kamar pribadinya dan melihat Denisa masih tertidur pulas. Max menaruh paper bag ke sofa kemudian berjalan menuju ke ranjang. Tubuh Maz yang juga lelah memeluk Denisa, Denisa membalas pelukan Max dan kepalanya disandarkan di dada Max.


Max tersenyum melihat tingkah Denisa yang menggemaskan.


cup


Max mengecup kening Denisa kembali dan tidak berapa lama Max pun tertidur pulas. Mereka berdua tidur saling berpelukan. Max yang biasanya jarang tidur kini dirinya bisa tidur sangat pulas.


.

__ADS_1


.


.


.


.


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja

__ADS_1


xxxxxx


__ADS_2