Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Satu Syarat


__ADS_3

Charli tersenyum melihat wajah malu kekasihnya. Terbesit niat usil Charli untuk berbohong ke Mira.


" Setiap kita bertemu kita sering berciuman." ucap Charli sambil memegang tangan Mira yang tadi memegangi wajahnya.


"Benarkah?" tanya Mira tidak percaya.


" Iya benar bahkan lebih dari ciuman." bisik Charli


" Apa itu?" tanya Mira penasaran


" Bercin*a, karena itulah aku ingin kita secepatnya menikah." ucap Charli dengan nada berat.


" Apa!!" tanya Mira tidak percaya


" Iya sayang, bolehkah kita melakukannya lagi setelah itu besok kita menikah." bisik Charli


" Kalau ada orang masuk bagaimana?" tanya Mira


" Aku akan kunci, bolehkah?" tanya Charli dengan nada semakin berat karena keris pusakanya terasa sangat sesak.


" Apakah honey menikah denganku karena ingin melakulan ini dan setelah bosan honey akan meninggalkanku?" tanya Mira


cup


Charli mengecup bibir Mira yang sudah menjadi candunya.


" Aku sangat mencintaimu, tidak ada wanita lain selain dirimu. Setengah hati, setengah jantung dan setengah nafasku kuberikan padamu." ucap Charli.


" Setengahnya lagi buat siapa?" tanya Mira


klik


Charli mengambil remote kemudian menekannya ke arah pintu tanda pintu ruang perawatan terkunci.


" Buat siapa ya?" tanya Charli sambil berdiri dan melepaskan seluruh pakaiannya ke lantai secara asal hingga polos tanpa sehelai benangpun dan berbaring di sebelah ranjang Mira


cup


Charli mengecup kembali Mira kemudian menind****a.


" Setengah hati, setengah jantung dan setengah nafasku buatku sendiri donk kalau aku kasih ke orang lain, aku mati donk." ucap Charli sambil menarik tali pakaian pasien berwarna hijau hingga terpampang tubuh mulus kekasihnya.


Charli yang pernah merasakan sekali tubuh Mira membuatnya ketagihan dan ingin mengulanginya kembali. Charli memberikan pemanasan terlebih dahulu setelah di rasa cukup Charli melakukan penyatuan.


Suara desahan keluar dari mulut Mira membuat Charli semakin semangat menggerakkan pinggulnya dan juga terlebih jika tiba - tiba ada suara ketukan pintu dari luar maka dari itu Charli mempercepat gerakkan. Rasanya tidak enak pas mau sampai puncak ada gangguan.


" Ahhh." ucap mereka secara bersamaan


Charli menumpahkan semuanya laharnya ke dalam rahim Mira. Setelah agak lama Charli menarik keris pusakanya kemudian memeluk Mira.


cup


" Terima kasih sayang, aku sebenarnya ingin lagi tapi nanti ada yang datang, besok kita menikah jadi aku bisa puas melakukan seperti ini." ucap Charli sambil mengecup bibir istrinya.


" Aku juga tidak sabar bisa menikah denganmu honey, kamu sangat baik padaku." ucap Mira sambil membalas pelukan Charli.


" Sayang aku mandi dulu ya, setelah itu gantian kamu aku lap." ucap Charli sambil melepaskan pelukannya kemudian menyelimuti tubuh Mira yang polos.


" Ok. Jawab Mira singkat


Charli turun dari ranjang sambil memunguti pakaiannya yang berserakkan di lantai dan masuk ke dalam kamar mandi. Charli mandi dengan cepat mengingat kalau tubuh Mira masih polos tanpa sehelai benangpun hanya ditutupi oleh selimut.


ceklek

__ADS_1


Charli membuka pintu kamar mandi dan melihat calon istrinya sedang menatap langit seperti memikirkan sesuatu.


" Honey." panggil Mira


" Iya sayang." jawab Charli sambil mendekati Mira dengan membawa baskom yang berisi air hangat dan handuk kecil yang sudah disediakan di ruang perawatan vvip hanya tinggal mengisi air hangat yang berada di kamar mandi.


" Apa honey tidak malu menikah denganku?" tanya Mira


" Kenapa malu?" tanya Charli sambil melap tubuh Mira


" Aku buta, lumpuh dan hilang ingatan, apakah honey tidak malu?" tanya ulang Mira


" Tidak, aku tidak perduli apa perkataan mereka yang penting aku sangat mencintaimu." ucap Charli sambil menahan hasratnya kembali karena melihat tubuh polos calon istrinya.


Mira hanya tersenyum mendengar ucapan calon suaminya.


" Terima kasih honey mau menerimaku apa adanya." ucap Mira tulus


deg


Jantung Charli berdetak kencang karena Mira tidak tahu kalau Mira buta, lumpuh dan hilang ingatan karena gara - gara dirinya. Charli semakin merasa bersalah dengan Mira membuat Charli berjanji untuk membahagiakan Mira.


" Aku juga terima kasih karena menerimaku apa adanya." ucap Charli sambil memakaikan pakaian khusus pasien dan mengikat talinya.


" Maksud honey?" tanya Mira bingung


" Wajahku jelek dan aku seorang pegawai rendahan di perusahaan kecil. Dulu kamu bilang tidak apa - apa tapi jika sekarang menyesal dan ingin menikah dengan orang kaya aku tidak apa - apa jika kita tidak jadi menikah." ucap Charli berbohong


Charli sengaja mekakukan itu apakah Mira tetap menerimanya atau menolaknya.


" Kalau wajah tampan dan kaya tapi menyakitiku buat apa? Aku lebih menyukai orang yang benar - benar tulus mencintaiku dan menerimaku apa adanya." ucap Mira


" Jika seandainya kamu bisa jalan, bisa melihat dan mengingat semuanya. Apakah kamu akan meninggalkan aku dan berpaling dengan pria lain?" tanya Charli


" Kenapa? wajahku jelek dan miskin sedangkan kamu sangat cantik banyak pria tampan dan kaya yang perhatian denganmu." ucap Charli


" Apakah honey ingin meninggalkanku?" tanya Mira menjawab pertanyaan Charli dengan sebuah pertanyaan.


" Aku akan pergi meninggalkanmu kalau kamu memintanya begitu pula aku akan tinggal denganmu jika kamu memintanya." ucap Charli dengan sungguh - sungguh


" Sungguh honey?" tanya Mira tidak percaya


" Iya sayang, sungguh. Apa jawabanmu sayang?" tanya Charli penuh harap


" Aku sama honey." ucap Mira sambil tersenyum malu


" Sungguh?" tanya Charli tidak percaya


" Sungguh honey, besok kita jadi menikah?" tanya Mira


cup


" Jadi honey." jawab Charli sambil mengecup bibir Mira singkat.


" Honey makan dulu ya? Aku suapi" sambung Charli sambil menekan tombol pintu ruang perawatan vvip.


" Ok." jawab Mira singkat.


Charli dengan telaten menyuapi Mira hingga tidak terasa bubur yang di mangkok habis tidak tersisa. Charli menaruh kembali mangkok yang kosong kemudian mengambil gelas untuk diminumkan ke Mira.


" Honey, apakah sudah makan?" tanya Mira ketika sudah selesai makan


" Belum?" jawab Charli singkat

__ADS_1


" Makanlah." pinta Mira


" Iya nanti aku makan." ucap Charli


" Tidak sekarang pergilah ke kantin, tinggalkan aku sendiri nanti kalau sudah selesai makan baru honey kembali ke sini." omel Mira


" Calon istriku ternyata bawel juga ya?" goda Charli


"Bukan bawel honey tapi perhatian karena aku tidak ingin honey sakit." ucap Mira dengan nada lembut.


cup


" Baiklah sayang aku akan makan, tapi aku pesan makanan lewat online sekalian menunggumu." ucap Charli.


" Ok." jawab Mira singkat sambil tersenyum.


" Kamu istirahatlah biar aku menunggumu sekalian menunggu makanan." ucap Charli sambil tersenyum membalas senyuman Mira.


Mirapun memejamkan matanya dan tidak berapa lama Mirapun sudah pulas tidurnya. Charli menatap wajah cantik istrinya.


" Maafkan aku sayang karena telah melukaimu separah ini aku berjanji untuk tidak menyakitimu lagi." ucap Charli


Tidak berapa lama pesanan Charli datang dan Charli memakannya dengan lahap, hanya membutuhkan 15 menit Charli selesai makan dan minum. Selesai makan Charli membuka ponselnya untuk mengecek pekerjaan hingga selesai. Charli berbaring di sebelah Mira sambil memeluk dan saling berhadan. Tidak berapa Charli sudah tertidur pulas.


xxxxx


Di Tempat Lain


" Akhhhh si*l rencanaku yang aku susun gagal semuanya!!" teriak pria tampan sambil membanting semua barang dan dokumen yang berada di atas meja.


tok


tok


tok


" Masuk!!!" teriak pria tampan itu


ceklek


Seorang gadis cantik dan seksi masuk ke dalam ruang kerja tampan tersebut.


" Kakak, kenapa marah - marah? Apakah rencana kakak gagal?" tanya gadis cantik itu.


" Iya karena itulah aku marah - marah." ucap pria tampan itu.


" Adikmu ada ide yang pasti tidak akan gagal tapi dengan satu syarat?" ucap gadis cantik itu.


" Apa itu syaratnya?" tanya pria tampan itu


Gadis cantik itu membisikkan sesuatu ke telinga pria tampan itu membuat pria tampan itu menatap tajam.


" Terserah kakak, kalau tidak setuju aku tidak akan memberitahukannya." ucap gadis cantik itu.


Pria tampan itu hanya menghembuskan nafasnya perlahan kemudian menatap adik kesayangannya.


" Baiklah kakak setuju tapi syarat itu berlaku jika rencanamu berhasil." ucap pria tampan itu.


" Oke deal." jawab gadis cantik itu sambil mengajaknya bersalaman


Pria tampan itu membalas tangan gadis cantik itu sebagai setuju atas permintaannya.


xxxx

__ADS_1


__ADS_2