Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Max dan Denisa


__ADS_3

Pagi yang cerah, Denisa perlahan membuka matanya dan kepalanya masih bersandar di dada Max. Denisa mengangkat kepalanya dan melihat suaminya masih setia memejamkan matanya.


Denisa tersenyum usil , perlahan tangan kanan Denisa turun dan membelai adik kecil milik Max. Max yang sedang tertidur menjadi terganggu.


" Sayang, apa semalam masih kurang? tanya Max tanpa membuka matanya.


" Masih kurang, satu ronde lagi tapi aku yang pimpin." bisik Denisa sambil menaiki tubuh Max.


Kini Denisa berada di atas tubuh Max kemudian Denisa mengecup bibir suaminya kemudian pindah ke leher.


" Sayang ahhh.." desah Max ketika tubuhnya disatukan oleh Denisa


Max masih setia memejamkan matanya sambil menikmati jepitan milik Denisa yang membuat adik Max merasa enak.


" Sayang ahhh... terus... " desah Max


Denisa menggoyangkan pinggulnya sampai beberapa kali Denisa org***e dan akhirnya tumbang.


" Honey cape." ucap Denisa manja


Max pun mengambil alih permainan dan membalikkan badannya hingga posisinya jadi terbalik. Max kini berada di atas sedangkan Denisa berada di bawah. Max memompa tubuhnya hingga keluarlah lahar milik Max.


Setelah selesai melakukan aktifitas panas mereka berjalan menuju ke kamar mandi. Denisa ingin mandi di shower dan menghadap tembok. Maxpun mengikuti Denisa dan berada di belakang Denisa.


" Honey masukkin lagi." pinta Denisa


" Kok kamu sekarang semakin bertambah mesum sayang?" tanya Max


" Tidak tahu honey beberapa hari ini aku ingin ahhh... kita melakukan seperti ini." ucap Denisa sambil mendesah karena tubuhnya dimasuki oleh Max.


" Tidak apa - apa sayang aku suka." jawab Max.


Merekapun melakukan kegiatan panas kembali setelah keluar lahar milik Max barulah mereka mandi. Denisa mengambil handuk dan memakainya begitu pula dengan Max. Max dan Denisa berjalan keluar dari kamar mandi menuju ke ruangan pakaian mereka.


Denisa mengambil 1 stel pakaian suaminya dan memberikannya kemudian dilanjutkan untuk dirinya.


Kini mereka sudah berpakaian dan duduk di meja makan untuk memakan roti untuk sarapan pagi. Denisa mengambil satu lembar roti kemudian dioleskan selai kacang kemudian mengambil lagi satu lembar untuk di tumpuk dan diberikan oleh Max.


Max menerimanya sambil tersenyum menatap wajah cantik istrinya yang kelihatan agak lelah karena semalam habis berolahraga di ranjang sebanyak 4 ronde di tambah pagi ini 2 ronde. Denisa mengambil juga roti seperti Max hanya bedanya Denisa memakai selai coklat.


" Honey nanti siang aku main ke kantormu ya sekalian bawa makan siang." ucap Denisa.


" Ok. jawab Max singkat sambil memakan roti perlahan.


Denisa memakan 2 lembar roti sangat cepat karena merasa kurang Denisa mengambil kembali roti dan mengisinya selai kacang.


" Sayang, makannya pelan - pelan aku tidak minta kok." ucap Max


Denisa tersenyum dan memakan roti berisi selai kacang tapi baru satu gigitan Denisa berhenti dan menatap wajah tampan Max dengan sendu kemudian menatap ke arah lain membuat Max terkejut.


" Ada apa sayang?" tanya Max sambil menatap mata Denisa yang memandang ke sesuatu. Max pun mengikuti arah pandang Denisa yang mengarah ke tangan kanan Max.


" Kamu ingin ini sayang?" tanya Max sambil memegang roti yang sudah beberapa di gigit oleh Max.


" Iya honey boleh tidak kalau rotinya di tukar." pinta Denisa sendu sambil menampilkan puppy eyes ke arah Max

__ADS_1


" Bukannya sama seperti yang kamu makan sayang?" tanya Max lembut


" Huaaaa... aku ingin itu." tangis Denisa pecah seperti anak kecil yang meminta permen lolipop.


" Jangan nangis sayang ini aku tukar punyamu." ucap Max sambil memberikan roti bekas gigitannya.


Denisa langsung menghentikan tangisnya seketika dan langsung tersenyum sambil menukar rotinya kemudian memakannya dengan sangat lahap. Max sangat terkejut melihat beberapa hari Denisa bersikap tidak seperti biasanya.


Max pun memakan hingga roti itupun habis. Selesai sarapan Denisa mengantar suaminya sampai di garasi mobil.


cup


Denisa mengecup sekilas bibir suami kemudian tersenyum. Max pun membalas senyuman istrinya.


" Hati - hoti honey, nanti siang ingat ya aku ke kantor." ucap Denisa mengingatkan suaminya.


" Oke aku tunggu." jawab Max sambil mengecup kening Denisa.


Max masuk ke dalam mobil menuju ke kantor dan Denisa menatap kepergian suaminya hingga menghilang barulah Denisa menutup pintunya.


xxxxx


Baron dan Amora masih tertidur dengan tubuh masih polos tanpa sehelai benangpun Baron yang sudah kecanduan dengan tubuh Amora menggempurnya berulang - ulang hingga 5 ronde barulah Baron tumbang sedangkan Amora di ronde ke 3 sudah tumbang dan hanya bisa pasrah tubuhnya di masuki oleh Baron.


Tidak berapa lama Baron terbangun dan perlahan melepaskan pelukannya dan menaruh perlahan kepala Amora yang berada di dadanya sebagai bantalannya di ganti dengan bantal. Perlahan Baron melepaskan pelukan Amora hingga kini dirinya bebas.


Baron berjalan ke arah kamar mandi dengan tubuh polosnya. Baron menyalakan shower karena dirinya mengejar waktu karena hari ini ada rapat para pemegang saham dan ada tender yang akan bersaing dengan perusahaan lain jadi mau tidak mau Baron harus datang ke kantor.


Selesai mandi Baron keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang hanya menutupi bagian bawahnya. Baron perlahan membuka pintu lemari agar kekasihnya tidak teranggu tidurnya dan mengambil pakaian kerjanya.


Baron menulis di kertas kecil dan mengecup kening kekasihnya dan pergi meninggalkan Amora yang masih terlelap tidur.


xxxxx


Tidak terasa hari sudah siang dan Denisa sudah memasak makanan untuk suaminya. Denisa memakai pakaian dres warna putih dan memakai tas slempang kecil.


skip


Kini Denisa sudah sampai di lobby kantor milik Max sambil membawa rantang untuk suaminya.


" Selamat siang nyonya." sapa resepsionist ramah.


" Siang, aku ingin menemui suamiku." ucap Denisa sambil tersenyum ramah


" Silahkan nyonya di lantai biasanya." ucap resepsionist sambil tersenyum.


Denisa hanya tersenyum dan berjalan menuju ke ruang lift khusus ceo. Denisa masuk dan menekan tombol tujuan.


ting


Pintu lift terbuka Denisa berjalan santai dan menemui sekretarisnya.


" Selamat siang, suami ada?" tanya Denisa ramah


" Ada nyonya tapi..." ucapan sekretaris terpotong karena Denisa sudah jalan menuju ke ruangan Max.

__ADS_1


ceklek


Denisa membuka pintu perlahan tanpa mengetuk pintu dan melihat Max sedang serius menatap laptop.


Denisa menutup pintu perlahan kemudian menaruh rantang di meja yang dekat sofa. Denisa berjalan perlahan dan langsung duduk di pangkuan Max.


Max sangat terkejut akan kedatangan istrinya yang tiba - tiba. Denisa mengalungkan ke dua tangannya ke leher Max kemudian mengecupnya. Kecupan singkat membuat Max menjadi ketagihan merekapun berciuman sampai pasokan oksigen habis barulah mereka berhenti.


.


.


.


.


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja


xxxxxx

__ADS_1


__ADS_2