Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Kehangatan Keluarga Alvonso


__ADS_3

" Kalian bertiga sekarang menyesal bukan karena tidak bisa mengendalikan emosi?" tanya mommy Laras menatap ke tiga pria secara bergantian yang sedang tertunduk lesu.


" Iya mommy aku sangat menyesal dan aku berjanji untuk bisa menahan emosi." ucap Max


" Kamu kan pintar it seharusnya kamu bisa menyelidiki dulu." ucap momny Laras


" Iya mom." jawab Max


" Bagaimana yang lainnya menyesal juga?" tanya ulang mommy Laras


" Iya mom kami sangat menyesal." ucap Charli dan Baron bersamaan.


Ke tiga pria tampan yang sangat menyukai menyiksa dan membunuh jika ada ada yang mencampuri urusan pribadinya kini seperti anak kecil yang pasrah dan menurut ketika dimarahi oleh mamanya.


" Kalian berdoalah dan mohon ampun pada Tuhan atas kesalahan yang kalian lakukan selama ini. Berbuat baiklah dan bisa mengendalikan emosi kalian." ucap mommy Laras berusaha untuk menyandarkan ke tiga pria tampan tersebut.


" Baik mom." jawab mereka serempak


Ke tiga pria tampan itu pergi untuk berdoa meminta ampun atas dosa - dosa mereka membuat mommy Laras, daddy Alvonso dan semua keluarga besarnya tersenyum bahagia.


" Mommy dan daddy kami pulang dulu ya?" ucap Alvonso dan Kelly serempak


" Ok. Hati - hati di jalan." jawab daddy Alvonso dan mommy Laras


" By, adik - adikku." ucap Alvonso dan Kelly serempak.


" Hati - hati kak." jawab adik - adiknya dan juga adik - adik iparnya.


Mereka berdua pergi meninggalkan keluarga besarnya. Tidak berapa lama ponsel milik Denisa berdering, mommy Laras menggeser tombol berwarna hijau. Setelah selesai bercakap - cakap mommy Laras mematikan ponselnya.


" Alvian dan Arlan tadi mommy dapat telp dari ponsel milik Denisa katanya lagi ada masalah kalian bisa tidak ke kantor Denisa?" tanya mommy Laras


" Bisa mom." jawab mereka serempak


Alvian berpamitan dengan ke dua orang tuanya begitu pula dengan Arlan berpamitan dengan ke dua mertuanya dan dilanjutkan ke adik - adiknya. Merekapun pergi ke perusahaan milik Daddy Alvonso yang sudah diwariskan ke anaknya Denisa.


" Mommy dan daddy kami juga pamit pulang." ucap istri Alvian dokter Amelia dan Denisa serempak


" Kalian pulang bareng atau berangkat sendiri - sendiri?" tanya mommy Laras.


" Pulang bareng mom." jawab mereka serempak.


" Hati - hati di jalan." jawab mommy dan daddy Alvonso serempak.


" Baik mom." jawab mereka serempak pula.


Alviana berpamitan dengan ke dua orang tuanya begitu pula dengan dokter Amelia istri dari Alvian berpamitan dengan ke dua mertuanya dan dilanjutkan ke adik - adiknya. Merekapun pergi ke hotel milik daddy Alvonso.


Tanpa sepengetahuan mereka seseorang memotret istri Alvian yang berada di sebelah kanan sedangkan Alviana berada di samping kiri kemudian dikirimkan oleh seseorang.



" Mommy dan daddy, Debby dan kak Denis juga mau pergi." pamit Debby

__ADS_1


" Kok tumben kalian berdua akur biasanya kalian sering bertengkar." goda mommy Laras


" Iya nih mom, katanya kak Denis ingin minta dikenalin sama temanku." ucap Debby jujur


" Bukannya tadi waktu daddy telp kamu bersama kekasihmu?" ledek daddy Alvonso yang masih kesal dengan anaknya Denis.


" Daddy masih kesal ya gara - gara tadi aku tidak bantuin cari mommy." ucap Denis menggoda daddy Alvonso.


" Ya iyalah daddy minta bantuan sama anak - anak daddy tapi kalian sama sekali tidak membantu hanya anak kesayangan daddy, Debby yang mau membantu daddy." ucap daddy Alvonso sambil membelai putrinya.


" Aish daddy, mommy daddy tuh nakal." ucap Denis sambil memeluk mommy Laras sambil menjulurkan lidahnya ke daddy Alvonso.


" Hei, mommy itu milik daddy." ucap daddy Alvonso dengan nada kesal sambil menarik tangan anaknya Denis.


" Aduh kalian berdua kenapa sih selalu ribut kalau ketemu. Ini rumah sakit malu di lihat orang." omel mommy Laras


" Baik mom, maaf." jawab daddy Alvonso dan Denis sambil memegang ke dua telinganya seperti anak yang terkena hukuman.


Debby hanya bisa menahan ketawa melihat daddy Alvonso dan kakaknya Denis yang sangat menggemaskan. Hatinya sangat bersyukur sampai saat ini orang tuanya jarang bertengkar hebat, bertengkar pernah tapi tidak sampai lama - lama. Tidak seperti temannya orang tuanya ada yang berpisah karena sering bertengkar. Debby merasakan Kehangatan Keluarga Alvonso.


Debby sangat bersyukur mempunyai mommy Laras dan daddy Alvonso dalam mendidik anak - anaknya. Bahkan Max, Baron dan Charli 3 pria yang menakutkan karena sangat menyukai menyiksa dan membunuh tanpa ampun di hadapan ke dua orang tuanya langsung tunduk seperti anak kecil dan mengakui kesalahannya dan mau bertobat.


" Kakak jadi pergi tidak?"tanya Debby


" Jadi, daddy dan mommy Denis berangkat ya?" pamit Denis


" Mommy dan daddy, Debby berangkat dulu ya?" sambung Debby.


" Hati - hati." ucap mommy Laras dan daddy Alvonso


" Baik mom. Jawab Denis dan Debby serempak.


Merekapun meninggalkan mommy Laras dan daddy Alvonso berdua. Debby dan Denis berjalan menuju parkiran rumah sakit. Baru beberapa langkah seorang pria tampan berjalan saling berhadapan sambil membawa gelas yang berisi minuman kopi panas menggunakan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya memegang ponselnya sambil mencari nama seseorang untuk dihubungi.


bruk


akhhh


Gelas yang berisi kopi panas tumpah mengenai kaos Debby membuat Debby menjerit karena dadanya terasa panas akibat tersiram kopi.


" Hei kalau jalan - jalan itu lihat jalan dong!!" bentak Denis


" Maaf." jawab pria tampan itu merasa bersalah karena melihat gadis dihadapannya mengibaskan tangannya ke arah dadanya.


" Iya tidak apa - apa, ayo kak kita pulang dulu ke hotel." ucap Debby


" Lain kali lihat - lihat." ucap Denis sambil menatap tajam ke pria tampan itu.


" Sudahlah kak, ayo kita pulang." pinta Debby sambil menarik tangan kakaknya.


Merekapun pergi meninggalkan pria tampan itu sendiri.


" Cantik, apakah pria itu kekasihnya? tapi ku rasa bukan karena wajahnya sangat mirip seperti kakak dan adik." guman pria tampan itu sambil menatap mereka berdua yang masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


" Semoga kita bertemu lagi cantik dan kamu harus menjadi milikku bagaimanapun caranya." ucap pria tampan itu sambil tersenyum devil.


Tidak berapa lama ponsel milik pria tampan itu berdering. Pria tampan itu menggeser tombol berwarna hijau kemudian mengangkat ponselnya ke arah telinganya.


.


.


.


.


.


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja


xxxxxx

__ADS_1


__ADS_2