Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Hukuman Sekretaris dan Dokter Cantik


__ADS_3

Masih adegan Mengandung Kekerasan Jika Tidak suka di skip saja.


sretttt


akhhh


Max memotong lidah Julia kemudian di taruh di telapak tangan Julia membuat Julia membuangnya. Air matanya tidak pernah berhenti keluar menahan rasa sakit di seluruh wajahnya ingin berteriak tapi tidak bisa karena lidahnya sudah putus.


" Walau tubuhmu mulus dan seksi serta tanpa menggunakan sehelai benangpun tidak akan berpengaruh dengan adik kecilku karena adik kecilku hanya bisa menegang ketika berdekatan dengan istriku. Istriku berpakaian lengkap saja adikku sudah menegang apalagi tanpa menggunakan sehelai benangpun." ucap Max dengan nada dinginnya.


deg


Julia sangat terkejut betapa bosnya sangat mencintai dan sangat setia dengan istrinya. Hatinya sungguh menyesal yang telah berani bermain dengan bosnya bahkan dirinya harus kehilangan harta berharganya bahkan juga siksaan yang teramat sangat


Julia ingin rasanya meminta untuk di bunuh tapi dirinya tidak bisa berkata karena lidahnya sudah terpotong.


" Kamu pasti menginginkan kematian bukan?" ucap Max sarkas


" Aku akan turuti karena aku sudah puas menyiksamu." sambung Max dengan nada santai.


Max pun mengarahkan pisau lipatnya ke arah leher Julia dan mulai memotongnya. Julia yang merasakan sakit hanya bisa berteriak dalam hatinya dan berharap dirinya cepat mati.


" Akhhhh..." teriak dokter cantik itu.


Akhirnya kepala Julia menggelinding ke lantai membuat dokter cantik itu berteriak histeris. Max membersihkan pisau lipat itu dengan menggunakan tubuh Julia hingga bersih kemudian menyimpannya kembali di saku belakang celananya.


" Kenapa takut." ledek Max tanpa memandang dokter cantik tersebut.


Max berdiri dan membalikkan badannya dan melihat ke dua sahabatnya masih bermain dengan dokter cantik itu tanpa memperdulikan dokter cantik itu berteriak histeris. Setelah mengeluarkan laharnya ke dua pria itu melepaskan adik kerisnya masing - masing.


bruk


Mereka bermain sambil berdiri dari depan dan belakang, setelah mereka puas dan melepaskan adik kecilnya membuat tubuh dokter itu terjatuh di lantai karena tubuhnya sangat lemas melayani ke dua pria tersebut.


Baron dan Charli berjalan dengan santai menuju ke kamar mandi masing - masing yang berada di ruangan itu. Kini tinggallah Max yang duduk berhadapan dengan dokter cantik itu.


" Bagaimana rasanya enak bersama dua pria? atau mau menambah pria lain?" tanya Max sambil tersenyum sinis


" Kau seorang psychophath." ucap dokter cantik itu dengan nada lirih

__ADS_1


" Ya benar aku adalah seorang psychophath karena itulah aku menghukum sekretarisku dan kini giliranmu." ucap Max sambil menatap dengan tatapan membunuh


deg


Jantung dokter itu berdetak sangat kencang dirinya sangat menyesal melakukannya. Sudah kehilangan harta berharganya di tambah orang yang dicintainya ternyata seorang psychophath dan dia tahu psychophath sangat senang menyiksa orang.


" Kenapa kamu lakukan ini padaku? apa salahku?" tanya dokter cantik itu.


Max mencengkram kuat ke dua pipi dokter cantik itu dengan menggunakan tangan kanannya.


" Salahmu adalah kamu tanpa menggunakan sehelai benangpun dan berani memelukku dan membuat istriku menangis. Kamu tahu air mata istriku sangat berharga siapa saja yang membuatnya menangis maka hukumannya adalah kematian. Kamu juga telah mengatakan sesuatu yang menyakitkan istriku padahal apa yang kamu katakan itu tidak terbukti." ucap Max dengan nada sarkas.


" Kamu pikir kamu cantik, seksi dan tanpa sehelai benang membuat adik kecilku tegang dan kita bisa bercin*a kamu salah, aku bukan pria seperti ke dua sahabatku ataupun pria di luaran sana. Sama seperti tadi kukatakan ke sekretarisku adik kecilku akan menegang jika aku berdekatan dengan istriku padahal istriku masih berpakaian lengkap apalagi kalau tanpa sehelai benangpun. Kamu tahu aku sangat puas melakukan hubungan suami istri jadi aku sangat dan sangat tidak tertarik melakukan hubungan bersama wanita manapun." ucap Max sarkas.


Max mengambil sebuah pisau lipat di saku celana belakangnya.


" Pertama - tama apa ya?" tanya Max sambil berfikir dan memainkan pisau lipat ke wajah dokter cantik itu.


Dokter cantik itu sangat ketakutan dirinya ingin berlari tapi bagian area sensitifnya dan bagian an*s juga sangat nyeri akibat Baron dan Charli menggempurnya dari arah depan dan belakang sampai berkali - kali tanpa berhenti belum lagi menerima siksaan dari Charli dan Baron ketika bercin*a dengannya.


" Oh iya mulutmu, mulutmu sangat berbisa mengatakan sesuatu yang membuat istriku menangis dan berlari keluar kantor. Seperti kukatakan tadi air mata istriku sangat berharga. Kamu tahu akibat perkataanmu istriku nyaris tertabrak dan hampir kehilangan nyawanya kalau aku terlambat menyelamatkannya. Tapi aku yang tertabrak karena menyelamatkan istriku, aku bahagia istriku menangis ketika aku tertabrak. Karena nyawa istriku lebih berharga dari nyawaku." ucap Max sambil menatap tajam ke arah dokter cantik itu.


" Iya benar tapi perkataanmu membuat istriku menangis karena itulah aku menyiksamu dan membuat istriku lari ketakutan. Kamu telah membuat jiwa psychophathku keluar." ucap Max


sretttttt


akhhh


sretttttt


akhhh


Tangan kiri Max menarik rambut dokter cantik itu supaya menatap Max yang menakutkan sedangkan tangan kanan Max menusuk dari pipi sampai ke mulut kanan dan kiri hal itu membuat dokter cantik itu berteriak kesakitan. Pipi putih dan mulus kini menjadi cacat dan darah mengucur deras dan mengenai wajah Max.


" Bagaimana sakit? itu akibatnya kalau berani bermain denganku." ucap Max


" Sekarang dua gunung kembarmu, kamu pasti bangga bukan melihat dua gunung kembarmu yang super besar." ejek Max


sretttttt

__ADS_1


akhhh


sretttttt


akhhh


Tangan kiri Max memegang salah satu gunung kembar milik dokter tersebut sedangkan tangan kanannya memotongnya hingga terlepas begitu juga dengan sebelahnya. Darah segar keluar kembali mengenai kemeja Max. Tiba - tiba ponsel Max berdering, Max pun menghentikan dan melihat siapa yang menghubunginya bertepatan kedatangan Baron dan Charli.


Max melihat istrinya menghubungi dirinya dan Maxpun mengatur nafasnya karena habis menyiksa dua orang wanita. Max berdiri dan menggeser tombol berwarna hijau.


" Hallo... hosh.. hosh... sayang." ucap Max sambil mengatur nafasnya.


" Honey, lagi apa? kenapa nafasmu seperti orang habis berolahraga?" tanya Denisa


" Lagi berolah raga dengan ke dua sahabatku sayang." ucap Max bohong sambil mengedipkan matanya ke Baron dan Charli membuat mereka berdua menahan tawa.


" Tolong aku!!!" teriak dokter cantik itu


duak


akhhh


duak


Max menendang mulut dokter cantik itu membuat dokter cantik itu terbentur mengenai ke ranjang hingga membuat dirinya pingsan.


" Honey kok ada suara wanita berteriak minta tolong?" tanya Denisa bingung


" Charli kejar jambret itu." ucap Max sambil jarinya memberinya kode.


Charli yang mengerti hanya menganggukan kepalanya.


" Oke." jawab singkat Charli sambil menahan tawa.


Max mengangkat jari telunjuk kanannya ke arah mulutnya supaya jangan tertawa.


" Itu ada wanita lagi di jambret dan Charli aku suruh mengejarnya." ucap Max berbohong lagi.


" Oh, honey kamu baik - baik sajakan?" tanya Denisa

__ADS_1


" Iya sayang aku baik - baik saja. Ada apa telephone aku?" tanya Max


__ADS_2