Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Cerita Amora


__ADS_3

" Mereka ada di sini semua?" ucap Max


" Keadaan ke dua sahabatku bagaimana?" tanya Denisa sambil menatap mata Max.


" Keadaan ke dua sahabatmu..." ucapan Max terpotong karena kedatangan seorang dokter dan perawat.


" Nona sudah sadar?" tanya dokter itu


" Sudah dok, barusan saja." ucap Denisa


Dokter itupun memerika keadaan Denisa dengan di bantu perawat sedangkan Max yang bagian bawahnya masih menggunakan handuk mengambil paper bag yang berisi celana panjang yang belum di pakai karena Denisa mengajaknya mengobrol. Max berjalan ke arah kamar mandi dan memakainya.


Max keluar bersamaan dokter itu sudah selesai memeriksa keadaan Denisa.


" Kondisi nona sudah baik dan nanti bisa dipindahkan ke bagian ruang perawatan." ucap sang dokter.


" Terima kasih dok, kapan saya boleh pulang dok?" tanya Denisa


" Besok siang bisa pulang." ucap sang dokter.


" Terima kasih dok. Bolehkah saya melihat ke dua sahabatku yang di rawat di rumah sakit ini?" tanya Denisa


" Boleh saja, apa ada yang lainnya?" tanya sang dokter


" Tidak dok, terima kasih banyak." ucap Denisa


" Baik, saya permisi dulu ingin mengecek pasien lain." ucap sang dokter.


" Iya dok. Sekali terima kasih." ucap Denisa


Dokter itupun hanya mengangguk dan tersenyum kemudian keluar dari ruangan itu bersama seorang perawat. Denisa melihat suaminya Max sedang menatap dirinya sambil tersenyum dan duduk di samping ranjang suaminya.


" Honey, bagaimana keadaan ke dua sahabatku ?" tanya Denisa ulang karena tadi percakapan mereka terputus sambil menatap mata Max.


" Mira mengalami kebutaan, lumpuh dan ketika membuka matanya Mira dan Charli sempat mengobrol dan berencana untuk menikah tapi ketika Charli pergi untuk mengganti pakaian Mira tiba - tiba pingsan setelah tersadar Mira mengalami sebagian amnesia. Mira hanya mengingatmu dan Amora waktu lulus kuliah." ucap Max.


Denisa menangis ketika mengetahui sahabatnya Mira mengalami kebutaan, lumpuh dan kehilangan sebagian memorinya. Max menghapus air mata Denisa dengan menggunakan ke dua ibu jarinya kemudian memeluk Denisa.


" Sedangkan Amora mengalami kebutaan tapi tidak permanen. Sewaktu - waktu bisa melihat tapi tidak tahu kapan." ucap Max menjelaskan.


Denisa hanya terdiam hanya saja air matanya tidak berhenti keluar. Max pun menghapus air mata Denisa


" Honey maafkan aku dan ke dua sahabatku kami sangat menyesal telah menyiksa kalian berdua." ucap Max dengan mata berkaca - kaca.


" Asalkan honey dan ke dua sahabat honey berjanji padaku dan juga ke dua sahabatku untuk lebih parcaya pada kami kalau kami adalah tipe orang yang setia dan tidak mengkhianati pernikahan. Kalau Amora?" tanya Denisa


" Charli sudah meminta maaf tapi Amora tidak karena dirinya buta dan banyak luka di sekujur tubuhnya." ucap Max


" Aku ingin menengoknya." pinta Denisa


" Sayang tidak makan?" tanya Max


" Nanti saja aku ingin bertemu dengan ke dua sahabatku." ucap Denisa menolak secara halus.


" Baiklah, sebentar aku akan ambil kursi roda." ucap Max


" Ok." jawab Max singkat


Max pun keluar dari ruangan icu dan tidak berapa Max keluar dengan membawa kursi roda untuk membawa Denisa ke ruang perawatan Amora.


Ketika mereka baru keluar dari icu melihat momny Laras dan daddy Alvonso menuju ke arah Max dan Denisa.


" Denisa kamu sudah sadar? kamu mau kemana sayang?" tanya mommy Laras.


" Iya mom, Denisa dan Max mau menengok ke dua sahabatku mom." jawab Denisa


" Biar mommy antar Denisa Max kebetulan mommy ingin bicara dengan mereka." ucap mommy Laras.


" Baik mom." jawab Max


Max memberikan kursi roda Denisa ke mommy Laras. Kini Denisa di dorong oleh mommy Laras menuju ke ruangan Amora.


Sampai di ruangan Amora, Denisa dan mommy Laras melihat membuka matanya.


" Siapa kalian?" tanya Amora


" Amora ini Denisa dan mommyku." ucap Denisa.

__ADS_1


Mommy Laras mendorong kursi roda yang di duduki oleh Denisa ke arah Amora. Denisa menggenggam ke dua tangannya.


" Amora maafkan aku." ucap Denisa sendu


" Kenapa meminta maaf, kamu tidak salah?" ucap Amora sambil membalas genggaman Denisa.


" Gara - gara aku kamu jadi seperti ini." ucap Denisa dengan nada sedih


" Ini bukan salahmu tapi salah kekasihku." ucap Amora sambil tersenyum.


" Amora sebenarnya apa yang terjadi?" tanya mommy Laras penasaran.


xxxx Flashback On xxxx


Setelah selesai mengobrol dengan Denisa dan Mira lewat ponsel, Amora yang ingin membeli martabak pergi dengan menggunakan motor karena Amora lebih menyukai naik motor dari pada mobil.


Baru saja ingin membuka pintunya Amora melihat ada dua orang pria datang.


" Maaf mencari siapa ya?" tanya Amora


" Kami teman nona Denisa katanya nona ingin memindahkan aset kekayaan?" ucap salah satu pria


" Oh iya benar tapi perasaan saya belum menghubungi tuan." ucap Amora dengan nada bingung.


" Iya benar karena kata nona Denisa maaf kadang suka lupa." ucap pria itu.


" Oh iya maaf memang seperti itu kadang saya suka lupa. Oh iya maaf sekali lagi silahkan masuk." ucap Denisa.


Mereka pun masuk ke dalam dan duduk saling berhadapan. Salah satu dari mereka berdua memberikan 2 dokumen. Amora menerimanya dan membacanya setelah selesai Amora menandatangani dokumen tersebut.


Merekapun langsung berpamitan untuk pergi meninggalkan Amora sendirian. Amora menutup pintu apartemen karena dirinya ingin makan martabak.


Baru beberapa langkah keluar Amora bertemu dengan Alan.


" Amora mau kemana?" tanya Alan


" Mau beli martabak, ada apa Alan? sahabatku Denisa tidak ada di sini." tanya Amora dengan nada bingung.


" Aish pasti kamu lupa aku di suruh nona Denisa untuk mengambil dokumen apakah sudah ada dokumennya?" tanya Alan


Alan hanya menepuk keningnya dengan tangan kirinya.


" Dokumen yang isinya bahwa semua aset milik tuan Baron yang sudah dipindahkan ke tanganmu ingin dikembalikan ke tuan Baron." ucap Alan menjelaskan.


Amora menepuk keningnya sendiri kemudian menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Maaf aku lupa. Dokumennya sudah ada kita ke apartemenku dulu." ucap Amora


Amora dan Alan berjalan menuju ke apartemen Amora. Amora mengambil dokumen dan diberikan ke Alan. Setelah itu Alan pergi meninggalkan Amora sedangkan Amora langsung pergi untuk membeli martabak.


Sampai di tempat tujuan Amora membeli martabak dan makan di tempat karena dirinya tidak sabar untuk mencicipi martabak. Baru beberapa suap Amora melihat ada yang memperhatikan dirinya, Amora melihat ada dua orang pengemis yang masih kecil dan satu lagi seorang wanita tua menatapnya seakan meminta makanan yang dimakan oleh Amora. Amora yang tidak tega mendekati mereka berdua.


" Kalian lapar?" tanya Amora


" Iya nona, boleh kami meminta sedikit saja makanan yang nona makan?" tanya seorang wanita tua.


" Sedikit saja buat anak saya." sambung wanita tua itu.


" Saya akan membelikan yang baru." ucap Amora


" Tidak perlu nona, saya meminta yang ada di tangan nona saja." jawab wanita tua itu


" Baiklah." jawab Amora singkat


Amorapun memberikan ke ibu tua itu dan mereka langsung menerimanya dengan sangat senang dan mengucapkan terima kasih. Mereka duduk di pinggir jalan dan menikmati martabak.


Amora melihat ada supermarket, Amora berjalan ke arah supermarket untuk membeli susu, air mineral dan beberapa cemilan. Amora menyelipkan beberapa lembar uang dollar ke dalam kantong plastik dan kemudian keluar dari supermarket.


Amora melihat kedua pengemis itu sudah selesai makan. Amora mendekati mereka dan memberikan bungkusan plastik tersebut.


" Bu, ini ada cemilan dan air minum buat ibu dan adik kecil." ucap Amora dengan nada lembut.


" Terima kasih nona semoga nona bahagia." ucap ibu pengemis itu.


" Amin. Maaf ibu saya pulang dulu." ucap Amora


" Baik hati - hati di jalan nona." jawab ibu pengemis itu.

__ADS_1


" Ok. Terima kasih." ucap Amora sambil melambaikan tangannya.


Amora berjalan ke arah motor dan membuka tasnya untuk mengambil kunci motor tanpa sepengetahuan Amora obat yang diberikan dokter Kennath terjatuh bersamaan Amora mengambil kunci motor.


Amora membuka jok motor untuk mengambil air mineral yang selalu disiapkan jika Amora pergi. Selesai meminum Amora menaruhnya kembali. Amora mengunci jok motornya kembali dan mengendarai motornya dan melaju dengan kencang.


Wanita pengemis yang diberikan makanan dan minuman oleh Amora melihat ada sesuati yang jatuh dari tas Amora ketika Amora membuka tasnya. Wanita pengemis itu mengambil satu obat dan berteriak memanggil tapi sayang motor itu melaju dengan sangat kencang.


" Sayang sekali obatnya jatuh, aku akan tunggu di sini siapa tahu wanita itu akan ke sini." gumam wanita pengemis itu.


Amora kini sudah sampai di apartemen dan masuk ke dalam apartemen sambil berfikir.


" Sepertinya ada satu yang ingin aku lakukan tapi apa ya?" tanya Amora pada dirinya sendiri


Setelah lama berfikir Amora mengingatnya.


" Oh iya obat itu, kenapa aku jadi lupa ya?" tanya Amora sambil memukul kepalanya karena dirinya sering lupa.


Amora membuka tasnya dan mencari obatnya tapi tidak ada.


" Kok tidak ada ya? apa sudah aku keluarkan dan aku taruh di meja atau di simpan di laci." ucap Amora pada dirinya sendiri lagi.


Amora tanpa rasa curiga masuk ke dalam kamarnya untuk mencari obatnya tapi baru saka Amora masuk ke dalam kamarnya dan menyalakan lampu menggunakan saklar matanya membulat sempurna melihat ruangan kamar pribadinya berantakkan.


Amora melihat sekelilingnya dan melihat kekasihnya sekaligus calon suaminya sedang menatap dirinya dan berjalan ke arahnya.


Ceritanya ada di bab sebelumnya.


xxxx Flashback Off xxxx


.


.


.


.


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja


xxxxxx

__ADS_1


__ADS_2