
" Dari mana nyonya tahu masa laluku?" tanya Inge dengan nada terkejut.
" Maaf keluarga kami waktu itu sedang menyelidiki siapa yang melakukan penyerangan Baron dan Charli dengan melukai istrinya yaitu kalian berdua Amora dan Mira dan juga dalang orang yang meretas perusahaan Baron." ucap Debby menjelaskan
" Aku dan suamiku Max bersama keluarga besarku berusaha meretas dan setelah berhasil menyelidiki mereka itu ternyata tidak hanya menyerang keluarga Baron dan Charli tapi juga menyerang aku dengan menunggu suamiku pergi kerja tapi keluarga besarku sudah mengetahui duluan. Kedua kakakku kak Alviana dan kak Debby pergi ke kantor suamiku tapi penjahat itu sangat pintar mereka membayar mahal para pemegang saham untuk menghina ke dua kakakku pada rapat para pemegang saham dan kami sudah mengantisipasi dengan kedatangan ke dua orang tua kami." sambung Dennisa.
" Tanpa sengaja ternyata namamu disebutkan sebagai korban dari ketamakan mereka. Bukan hanya itu saja mereka juga menghasut kak Alex dan juga kak Leo untuk menyerang Max, Baron dan Charli. Kamu pasti sudah bertemu dengan kak Alex yang membawa bayi mungil dan juga adiknya yang bernama kak Leo, kak Leo adalah kekasihku." ucap Debby
" Kak Alex... oh iya kemarin kami tidak sengaja bertemu waktu kak Alex di serang oleh para penjahat dan aku di bawa ke mansion dan dikenalkan oleh keluarganya mommynya dan juga adiknya yang bernama Leo." ucap Inge.
" Iya benar, kami sudah tahu." ucap Debby dan Dennisa kompak.
" Kenapa tidak tangkap mereka?" tanya Amora.
" Iya benar." jawab Mira dan Inge kompak.
" Sangat sulit karena beberapa pelayan yang tinggal di mansion ditugaskan sebagai mata - mata untuk melihat gerak gerik Kak Alex dan kak Leo kalau kita salah gerak taruhannya mommynya kak Alex dan kak Leo." ucap Debby
" Kenapa kita tidak kasih tahu ke kak Alex dan Leo?" tanya Inge
" Di pakaian kak Alex dan kak Leo ada alat perekam jadi ketika kita memberitahukan ke mereka berdua maka mommynya langsung ditembak." ucap Debby
" Lalu apa yang mesti kita lakukan?" tanya Amora dan Mira bersamaan.
" Keluarga kami ada rencana, yaitu mendekati Alex dan Leo. Kalau Leo sudah sama aku tapi Alex belum jadi Inge bisakah kamu mendekati kak Alex?" tanya Debby.
" Aku..." ucap Inge menggantungkan kalimatnya.
" Aku tahu kamu sudah mulai ada perasaan suka sama seperti diriku waktu itu. Perasaanku padanya semakin bertambah besar setiap bertemu dengannya hingga kami memutuskan untuk menikah tapi..." ucap Debby dengan menggantungkan kalimatnya.
" Tapi apa?" tanya Inge, Amora dan Mira penasaran
" Tapi setelah kami menyelidiki mereka berdua adalah psycopath." ucap Debby lirih tapi masih di dengar oleh mereka.
" Apa???" teriak Amora, Mira dan Inge terkejut.
" Sstttt..." ucap Debby dan Dennisa sambil jari telunjuknya ditempelkan ke mulutnya.
" Tidak aku tidak mau yang ada nanti aku di bunuh." tolak Inge
" Aku tahu dan aku tidak akan memaksamu untuk melakukannya." ucap Debby.
" Lalu kenapa kak Debby berani mengambil resiko itu?" tanya Amora dan Mira bersamaan
" Karena aku ingin menyelamatkan mommynya kak Leo. Aku juga berusaha untuk menghilangkan sisi dari jiwa psycophath kak Leo.
" Memang mengerikan sisi jiwa psycophath itu, kamu tahu Inge kalau aku, Mira dan Dennisa mempunyai suami psycophath." ucap Amora
" Maksud nyonya Tuan Baron, tuan Charli dan tuan Max adalah seorang psycophath?" tanya Inge tidak percaya
__ADS_1
" Iya benar, aku mengalami buta ketika suamiku menyiksaku." ucap Amora
" Aku mengalami buta, lumpuh dan hilang ingatan." sambung Mira.
" Aku sempat di siksa dan nyaris keguguran." sambung Dennisa.
" Kenapa nyonya Amora, Nyonya Mira dan nyonya Dennisa tidak pergi?" tanya Inge
" Aku awalnya seperti itu tapi mommy memberitahukan kalau aku pergi maka suamiku akan menyiksa dan membunuh semua penghuni mansion dan selain itu juga suamiku akan menyiksa dan membunuh orang lain. Mommy juga mengajarkan agar aku bisa merubah suamiku agar jiwa psycophath nya bisa hilang. Setelah aku pikir akhirnya aku bertahan walau taruhannya adalah nyawaku tapi aku tidak masalah yang penting semua penghuni mansion tidak terluka. Aku akan berusaha untuk lebih sabar dalam menghadapi sikap suamiku." ucap Dennisa.
" Yang penting kita tulus mencintai suami kita dan tidak menolak apa yang diinginkan suami kita tapi dalam kutip tidak merugikan orang lain." sambung Amora.
" Kamu bisa lihat sekarang kan dengan kesabaran kita para suami kita mulai bucin dengan kita." sambung Mira.
Mereka serempak tertawa bersama tanpa menyadari tiga pasang mata menatap tajam ke arah Dennisa, Amora dan Mira siapa lagi kalau bukan suami mereka Max, Baron dan Charli yang mendengarkan pembicaraan mereka lewat cctv.
" Yang terpenting dengan kehadiran kita bertiga para suami sudah tidak seperti dulu menyiksa ataupun membunuh orang lain kecuali kami di lukai oleh orang lain." sambung Mira
" Karena itulah aku akan berusaha menghilangkan jiwa psycophath Leo walau taruhannya nyawaku terlebih ada kakaknya dan para musuh yang tinggal di mansion." sambung Debby.
Inge menghembuskan nafasnya perlahan sambil memejamkan matanya selama beberapa menit kemudian membuka matanya sambil menatap ke arah Debby, Dennisa, Amora dan Mira.
" Baiklah aku akan mendekati kak Alex mudah-mudahan dengan kehadiranku bisa membuat kak Alex jiwa psycophath nya menjadi hilang." ucap Inge
" Apakah kamu sudah yakin? karena taruhannya adalah nyawamu ketika jiwa psycophath nya tiba - tiba muncul." ucap Debby
" Tapi kamu harus hati-hati jangan sampai orang curiga terlebih kak Alex dan kak Leo mereka berdua orang yang sangat cemburu dan curiga." ucap Debby memperingati Inge
" Baik nyonya saya akan ingat hal itu." ucap Inge
" Oh iya Inge panggil aku Debby lebih enak dengarnya." ucap Debby
" Aku juga panggil saja Dennisa." ucap Dennisa
" Sama aku juga panggil Amora." ucap Amora
" Panggil saja namaku Mira." sambung Mira
" Tapi tidak sopan." ucap Inge tidak enak hati.
" Tidak ada penolakan." jawab Debby, Dennisa, Amora dan Mira serempak
" Baiklah aku akan panggil kak Debby, Amora, Mira dan Dennisa." jawab Inge pasrah.
" Bagus." jawab mereka serempak
" Kita bersahabat sekaligus bersaudara jadi sesama saudara harus saling membantu." ucap Debby sambil berdiri.
Debby berjalan ke arah Mira dan tangan kirinya memeluk Mira sedangkan tangan kanannya memeluk Amora disusul Denisa dan Inge, mereka berlima saling berpelukan.
__ADS_1
" Apapun yang terjadi berjanjilah jangan mengkhianati persaudaraan kita." pinta Amora
" Ya, kami janji." ucap mereka serempak
Setelah itu mereka pun melepaskan pelukannya dan duduk kembali.
Max, Baron dan Charli terharu mendengar ucapan para istri mereka. Mereka berjanji untuk menghilangkan jiwa psycophath mereka agar tidak menyakiti para istri masing-masing.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia.
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
xxxxxx
__ADS_1