Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Hadiah Pernikahan


__ADS_3

Semuanya menggenggam pasangan masing-masing dan berjanji untuk saling mempercayai.


" Semua cucu mommy dan Daddy sudah mengantuk, silahkan semuanya istirahat." ucap mommy Laras


" Baik mom dan dad kami juga lelah besok ke kantor." ucap Max sambil menggandeng tangan istrinya dengan lembut.


Satu persatu pergi meninggalkan ruang keluarga hingga menyisakan mommy Laras, Daddy Alvonso, Debby, Inge, Alex dan Leo.


" Alex dan Leo bagaimana kalau pernikahan kalian waktunya disamakan?" tanya mommy Laras


" Bolehkah mom?" tanya Alex


" Boleh saja, tenang semua acara pernikahan sudah beres dan besok kalian berdua ke sini jemput Debby dan Inge untuk mencoba gaun pengantin." ucap mommy Laras.


" Kami akan mengganti biaya pernikahannya." ucap Alex merasa tidak enak.


" Tidak Alex karena ini hadiah pernikahan dari kakak kalian Alvonso dan Alvian karena ke dua kakaknya sangat senang adiknya menikah dengan Leo." ucap mommy Laras.


" Sedangkan untuk Alviana kakak kalian, anak angkat kami Harlan sekaligus saudara angkatmu memberikan tiket bulan madu selama 1 bulan dan ini tiket buat kalian berdua." sambung Daddy Alvonso memberikan 4 tiket masing - masing dua tiket untuk Alex dan Leo.


Alex dan Leo menerimanya seakan tidak percaya mendapatkan hadiah tiket bulan madu.


" Tapi mom, dad pekerjaan kantorku bagaimana?" tanya Alex dan Leo serempak.


" Tenang saja kakak - kakak kalian kan banyak mereka akan membantu perusahaanmu jadi jangan merasa kuatir. Kakak - kakak kalian juga akan memberikan laporan buat kalian." ucap daddy Alvonso.


" Dan ini hadiah dari Max, Baron dan Charli saudara kalian mereka memberikan mansion dan perusahaan cabang buat Alex dan Leo." ucap mommy Laras sambil memberikan dokumen kepemilikan atas nama Alex dan Leo.


Alex dan Leo saling menatap kemudian menerima dokumen tersebut.


" Ini satu lagi hadiah dari kakak kalian Alvonso dan Alvian berupa aset hotel dan restoran semua sudah atas nama kalian berdua." ucap mommy Laras sambil memberikan dokumen tersebut ke Alex dan Leo.


" Mommy dan Daddy kenapa semua memberikan hadiah semahal ini? Apakah karena kami tidak mampu memberikan untuk istri kami?" tanya Alex dengan nada tersinggung sambil menahan amarahnya tanpa menerima pemberian dokumen dari mommy Laras.


" Iya benar kata kak Alex, apakah kami tidak mampu?" tanya Leo


" Mommy dan Daddy percaya kalian mampu dan bisa menghidupi istri kalian tapi percayalah pada kami sekeluarga, kami sekeluarga tidak bermaksud menghina atau merendahkan kalian berdua." ucap mommy Laras dengan nada lembut.


" Setiap anak kami ada yang menikah maka saudara - saudaranya akan memberikan hadiah yang terbaik buat saudaranya yang akan menikah. Leo bisa bertanya pada calon istrimu Debby." sambung daddy Alvonso dengan nada lembut.


" Benar honey dulu kakakku kak Alvonso dan Kak Alvian menikah aku memberikan sebuah apartemen. Kak Alviana menikah aku memberikan tiket bulan madu dan terakhir adikku Dennisa aku memberikan hadiah mobil." ucap Debby dengan nada lembut.


" Dari mana uangmu?" tanya Leo penasaran.

__ADS_1


" Daddy telah membagi-bagikan hartanya baik perusahaan maupun aset berharganya untuk anak-anaknya pada saat kami sekolah menengah pertama." ucap Debby dengan nada lembut sambil menatap wajah tampan calon suaminya.


Leo menatap mata Debby tidak ada kebohongan di matanya. Leo memejamkan matanya sambil menghembuskan nafasnya perlahan kemudian membuka matanya menatap mommy Laras dan Daddy Alvonso secara bergantian.


" Baiklah aku akan menerimanya dan terima kasih banyak telah menganggap kami sebagai keluarga." ucap Leo dengan nada tulus sambil menerima pemberian mommy Laras dan daddy Alvonso.


" Aku juga menerima pemberian hadiah dari saudara kami. Kami sangat berterima kasih karena sudah menganggap kami sebagai satu keluarga." ucap Alex dengan nada tulus.


" Bolehkah kami meminta dua hal dari kalian berdua?" tanya Daddy Alvonso


" Apa itu dad?" tanya Alex dan Leo bersamaan.


" Yang pertama setelah kalian sudah menikah jagalah ke dua putri kami Debby dan Inge. Sayangi dan jangan sakiti baik hatinya maupun fisiknya jika kalian merasa bosan berikanlah pada kami dan kami tidak akan marah asalkan kalian tidak melukai fisiknya." ucap Daddy Alvonso sambil menatap mata Alex dan Leo


" Yang ke dua karena kalian sudah kami anggap sebagai anak mommy dan daddy. Bolehkah kami memeluk kalian berdua?" sambung mommy Laras.


Mommy Laras berdiri merentangkan ke dua tangannya begitu pula dengan daddy Alvonso. Alex dan Leo ikut berdiri dan memeluk daddy Alvonso dan mommy Laras secara bergantian.


Ada rasa kenyamanan di hati mereka berdua terlebih ketika memeluk Daddy Alvonso seperti memeluk daddynya yang sudah lama meninggal. Selesai berpelukan mereka masih berdiri sambil saling menatap.


" Jika ada suatu masalah datanglah pada mommy dan daddy karena mulai sekarang kamilah orang tua kalian." ucap Daddy Alvonso sambil tangan kirinya memegang bahu Alex sedangkan tangan kanannya memegang bahu Leo.


Mommy Laras berada di tengah-tengah mereka sambil tersenyum menatap wajah Alex dan Leo. Kepala mommy Laras bersandar di dada suaminya dan tangan kanannya memeluk pinggang suaminya dari arah samping. Setelah selesai mereka duduk kembali saling berhadapan.


" Iya mommy dan Daddy kami pulang dulu." ucap Leo


" Baiklah kami juga ingin istirahat." ucap daddy Alvonso.


" Hati - hati di jalan kalau ada apa - apa jangan sungkan hubungi kami. Kalian punya ponsel Inge dan Debby kan? kalian tinggal hubungi mereka dan kami sekeluarga akan membantu kalian." sambung mommy Laras.


" Iya mom dan saya punya nomer ponsel Inge." ucap Alex


" Iya mom." Jawab Leo sambil menunduk karena ponsel milik Debby sudah dibanting oleh Leo karena cemburu.


Mommy Laras tersenyum karena dia sudah tahu semuanya hanya saja mommy Laras pura-pura tidak tahu. Merekapun keluar dari ruang keluarga dengan di temani oleh pasangannya Debby dan Inge.


" Sayang, maaf ponselmu aku banting sampai rusak parah." ucap Leo tidak enak hati.


" Tidak apa-apa honey, besok kan kita pergi untuk mencoba gaun pengantin nanti sekalian nanti kita membeli ponselku." ucap Debby sambil memeluk Leo.


" Terima kasih sayang, aku jadi semakin yakin denganmu." ucap Leo sambil tangan kanannya membelai rambut Debby sedangkan tangan kirinya memeluk Debby dari arah samping.


" Sayang adakah yang kamu inginkan?" tanya Alex

__ADS_1


" Ada bolehkah honey memenuhi keinginanku?" tanya Inge


" Apa itu?" tanya Alex sambil menatap mata Inge


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath


Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja

__ADS_1


xxxxxx


__ADS_2