
" Kenapa mommy menangis?" tanya mereka bertiga
" Mommy menangis karena mommy gagal mendidikmu Max karena kamu sulit mengubah sifatmu. Apakah Denisa harus mati bersama janinnya agar kamu bisa sadar Max?" tanya mommy Laras
brugh
Max berlutut di hadapan mommy Laras.
" Jangan ngomong seperti itu mom, Max waktu melakukan itu karena sangat kesal melihat Denisa melakukan itu terlebih memberikan pria itu uang Rp. 1 milyar." ucap Max lirih sambil air matanya keluar.
Mommy Laras berdiri dan memegang ke dua bahu Max menggunakan ke dua tanganya.
" Berdirilah Max dan duduklah." perintah mommy Laras.
" Max foto itu palsu coba lihat di layar proyektor." perintah mommy Laras.
Max menatap layar proyektor dan matanya membulat sempurna. Terlihat rekaman seorang pria dan wanita yang tadi di mall wajahnya ditutupi blazer milik Denisa sedang melakukan hubungan suami istri.
" Kamu pasti ingat bentuk tubuh tanpa sehelai benang istrimu. Sekarang lihat rekaman itu apakah wanita itu ketika mereka sedang berc***a apakah sama seperti di foto ponsel milikmu?" tanya mommy Laras
Max terdiam hanya memperhatikan wanita itu kemudian mengingat ketika melihat tubuh mulus istrinya tanpa sehelai benangpun.
" Iya mom sama seperti gambar di ponselku tapi dia bukan istriku." ucap Max lirih dan tanpa sadar airmatanya keluar menyesali dirinya percaya dengan kiriman gambar tersebut.
" Kamu tahu Max, kamu itu di fitnah melalui istrimu." ucap mommy Laras mengingat putri tercintanya terluka akibat perbuatan Max.
" Kamu lihat dan perhatikan di proyektor itu." perintah momny Laras.
__ADS_1
Max menatap layar proyektor dan melihat ada seseorang yang sedang fokus sambil memegang ponsel seperti menfoto begitu pula kejadian tadi ketika pria dan wanita itu melakukan adegan panas.
" Pria pertama mengambil foto istrimu dan pria ke dua mengambil adegan yang tidak senonoh. Kejadian yang di mall memang Denisa tapi kejadian adegan panas bukan Denisa karena Denisa masih berada di mall bersama ke dua sahabatnya." ucap mommy Laras
" Tapi kenapa istriku mengambil uang sebanyak 1 milyar?" tanya ulang Max yang masih penasaran.
" Kok sama denganku?" ucap Baron dan Charli bersamaan.
Mommy Laras terdiam dan mengambil 3 buah lembar dan diberikan ke mereka bertiga.
" Denisa sebelum lulus SMA berjanji di depan ke dua sahabatnya yaitu Amora dan Mira jika nanti bekerja Denisa akan menabung sebanyak 1 milyar untuk disumbangkan ke yayasan panti asuhan, anak - anak terlantar, orang yang tidak mampu membayar operasi di rumah sakit, membangun rumah - rumah sederhana untuk orang yang tidak mampu dan lain - lain dan ke dua sahabatnya pun ikut berjanji juga akan melakukan hal yang sama." ucap mommy Laras
" Ketika uang Denisa sudah hampir 1 milyar Denisa bertemu denganmu Max dan kamu membanting ponsel milik Denisa dan mematahkan kartunya karena kamu cemburu ketika Denisa mengobrol dengan seorang pria yang bernama Alan. Benar bukan?" sambung mommy Laras
" Benar mom." jawab Max sambil menundukkan wajahnya sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
" Banyak orang menganggap Alan dan Denisa pacaran karena mereka terkadang berpelukan dan tertawa bersama tapi sebenarnya Denisa dan Alan hanya menganggap sebagai kakak dan adik, kurasa kamu sudah tahu ketika mengenalnya dan terlihat sorot matanya tidak ada rasa cemburu ketika kalian berdua bermesraan." ucap mommy Laras
" Karena itulah Max belajarlah untuk menahan emosi." ucap mommy Laras.
" Max akan mencobanya mom." jawab Max
" Jangan bilang mencobanya Max. Apakah harus Denisa dan anak kalian berdua pergi meninggalkanmu Max, barulah kamu tersadar Max? Apakah kamu sanggup kehilangan mereka terlebih anak yang kamu inginkan?" tanya mommy Laras
Max berdiri dan memeluk mommy Laras sambil terisak seperti anak kecil.
" Hiks... hiks... jangan mommy Max tidak sanggup kehilangan dua orang yang di cintai Max akan menyusul mereka." ucap Max sambil terisak.
__ADS_1
" Karena itu sebelum terjadi ubahlah jiwa psychopathmu Max sebelum terlambat dan kamu menyesalinya. Berdoalah agar istri dan anak kalian berdua selamat." ucap mommy Laras.
" Baik mom, Max berjanji mulai sekarang dan seterusnya menghilangkan jiwa psychopath Max." ucap Max
" Bagus, mommy percaya padamu dan memberikan kesempatan untuk yang terakhir kalinya kalau tidak Denisa dan anak kalian akan mommy ambil." ancam mommy Laras
" Iya mom, Max janji." ucap Max tegas sambil menatap wajah mommy Laras
Mommy Laras menatap mata Max dan terlihat tidak ada kebohongan di mata Max. Mommy Laras hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kemudian melanjutkan perkataannya.
" Ketika mereka bertemu di restoran mereka bertiga mengeluarkan masing - masing 1 milyar jadi total 3 milyar tapi karena tidak membawanya terpaksa memakai kartu kalian bertiga. Denisa membuka tabungan khusus untuk sumbangan menggunakan nama adik sepupunya Alan yang bernama Axello Rahardian karena Denisa percaya dengannya. Apalagi kartu dan buku tabungan Denisa yang pegang kalau butuh sesuatu Axello akan datang membantunya terlebih dia juga bekerja satu kantor dengan Alan. Denisa mentransfer uang 1.5 milyar ke orang kepercayaan daddynya yang mengurus rumah sakit tanpa biaya sama sekali baik luka kecil sampai operasi yang membutuhkan uang ratusan juta rumah sakit itu milik daddy yang berada di desa terpencil sedangkan sisanya ditransfer ke orang - orang keperayaan daddynya, orang - orang kepercayaan Denisa sendiri yaitu Alan dan orang - orang kepercayaan kakak - kakaknya karena kakak - kakaknya juga ikut menyumbang. Nama Axello Rahardian samakan di notifikasi kalian bertiga?" tanya mommy Laras sambil menatap ke tiga pria tampan itu yang masih setia menundukkan wajahnya seperti anak salah dimarahi emaknya.
" Sama mom." jawab mereka serempak.
" Denisa menggunakan laptopnya untuk memasukkan ke saldo tabungan itu. Paling sebentar lagi ada pesan notifikasi dari ponsel Charli dan Baron." ucap mommy Laras
Dan benar saja tidak berapa lama terdengar ponsel berbunyi sekali milik Charli, Baron serta Max. Ke tiga pria tampan itu mengambil ponselnya di jas masing - masing dan melihat isi pesan tersebut.
" Uang kalian sebanyak Rp. 1 milyar sudah kembali bukan?" tanya mommy Laras
Ketiga pria tampan itu hanya menganggukkan kepalanya dengan lemah. Max semakin bertambah bersalah terhadap istrinya.
" Itu karena setelah pulang dari restoran, Denisa mengantar ke dua sahabatnya ke apartemen Amora selanjutnya mansion milik Baron yang di tempati Mira untuk mengambil kartu debit mereka. Denisa mengendarai mobil ke bank masing - masing untuk menstranfer ke rekening kalian. Seharusnya transfer itu membutuhkan waktu 3 sampai 5 hari tapi karena mereka bertiga kenal orang dalam maka hari ini juga uang sudah masuk ke rekening kalian." ucap mommy Laras.
" Kalian pasti bertanya kenapa tidak langsung saja kok ribet? karena mereka bertiga berprinsip lebih cepat lebih baik terlebih pasti mereka sangat membutuhkan uang itu." sambung mommy Laras.
" Max dan Alviana sekarang boleh keluar dan tunggu Denisa sadar." sambung mommy Laras lagi.
__ADS_1
" Baik mom." jawab mereka berdua serempak.
Alviana dan Max berdiri dan keluar dari ruangan meating tersebut dan kini tinggallah mereka bertiga yaitu mommy Laras, Baron dan Charli.