Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Penyesalan Zain


__ADS_3

" Maaf tuan, tuan pasti hapal bentuk lekuk tubuh istri tuan siapa tahu mukanya memang sengaja di buat supaya mirip istri tuan tapi kalau bentuk tubuh seseorang tidaklah bisa dibohongi karena bentuk tubuh orang lain tidaklah sama." ucap Hans


" Kamu pergilah ke rumah sakit." printah Zain


" Baik tuan." ucap Hans


Hans pergi meninggalkan Zain seorang diri. Zain merenung perkataan Hans karena penasaran Zain mengambil ponselnya di balik saku jasnya dan membuka video vulgar tersebut.


Zain memperhatikan seksama bentuk lekuk tubuh wanita itu dan menghentikan video mesum tersebut.


" Benar kata Hans, wanita itu bukan Angela walau sama - sama hamil tapi bentuk tubuhnya sangat beda, dua gunung kembar istriku lebih besar sedangkan wanita itu ukuran sedang. Maafkan aku sayang yang telah meragukanmu." ucap Zain sambil berdiri menahan amarah.


prank


arghhhh


Zain melempar ponselnya ke dinding hingga tak berbentuk kemudian berteriak mengeluarkan rasa sesak di hatinya. Setelah agak tenang Zain menuruni anak tangga dengan cepat dan masuk ke dalam garasi. Zain melihat Hans sedang duduk di kursi pengemudi.


" Mari tuan kita pergi ke rumah sakit." pinta Hans


Hans mengendarai mobil dengan kencang Zain berulang kali mengusap wajahnya dan menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Zain mengambil ponselnya dan menghubungi anak buahnya.


" Tangkap dokter Diana dan bawa di tempat biasa." printah Zain


tut tut tut tut


Zain menutup ponselnya sepihak dan menaruh kembali ponselnya.


" Benar Hans, video itu bukan istriku tapi orang lain. Aku sangat menyesal, aku takut kehilangan dirinya." ucap Zain tanpa sadar air matanya keluar. Tubuh Zain bergetar hebat terlebih ketika Zain mendengar percakapan istrinya dengan dokternya.


" Berdoa saja tuan semoga nyonya baik - baik saja karena nyonya sangat baik dan perduli sama orang lain, saya yakin banyak orang yang mendoakan nyonya." ucap Hans


" Benar katamu Hans, aku ingat pertama kali aku bertemu dengannya dia menolongku dan membayar semua pengobatanku dan mengantarku pulang. Istriku sangat baik aku sangat menyesal Hans karena tidak mempercayai istriku." ucap Zain sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


Tidak berapa lama merekapun sampai di ruangan icu, Zain masuk ke dalam dan melihat wajah istrinya yang pucat dan masih menggunakan alat bantu pernafasan.

__ADS_1


Zain duduk di samping ranjang istrinya dan tangannya yang tidak ada infusnya digenggam oleh Zain. Zain mengecup punggung tangan istrinya.


" Sayang sadarlah, jangan tinggalkan aku. Aku meminta maaf karena menyakitimu kembali dan tidak mempercayaimu. Aku mohon beri kesempatan untukku agar aku bisa memperbaiki semua kesalahanku." ucap Zain lirih.


" Sayang, apakah kamu tidak ingin melihat anak kita? seperti keinginanmu sayang anak kita sangat mirip denganku. Bangunlah sayang aku sangat mencintaimu." sambung Zain


Karena lelah bolak balik dari mansion ke rumah sakit dan dari rumah sakit ke mansion sampai 3 kali membuat Zain tertidur sambil menggenggam tangan Angela.


Angela perlahan membuka matanya dan ingin menggerakkan tangannya tapi sangat sulit. Angela melihat suaminya sedang menggenggan tangannya dan tertidur pulas.


Angela memandang wajah lelah suaminya membuat Angela sedih. Angela perlahan mengangkat tangannya yang ada infusnya membuat suntikan yang menancap di punggung tangan Angela berdarah.


Menahan rasa perih Angela membelai rambut Zain. Zain yang baru saja tertidur menjadi terusik. Perlahan Zain membuka matanya dan melihat Angela sedang tersenyum.


" Sayang, maafkan aku sudah mengganggumu tidur." ucap Angela lirih


" Tidak apa - apa sayang, aku sangat senang kamu sudah sadar. Maafkan aku sayang, maafkan a.." ucapan Zain terpotong karena jari telunjuk Angela menekan bibir Angela.


" Lupakan sayang jangan dibicarakan masalah yang sudah terjadi. Bagaimana anak kita sayang?" tanya Angela karena melihat perutnya sudah rata


" Laki - laki atau perempuan sayang?" tanya Angela


" Laki - laki sayang, sesuai waktu kita bicarakan aku beri nama Max Alionso. Anak kita sangat mirip denganku terima kasih sayang sudah memberikan anak yang sangat tampan." ucap Zain


Angela tersenyum dan membelai wajah suaminya. Zain tersenyum sambil menggenggam tangan istrinya.


" Auch.." rintih Angela ketika tangan Zain menyentuhnya


Zain langsung melepas tangannya dan melihat darah keluar dari suntikan dan juga ada yang masuk ke dalam suntikan.


Zain menekan tombol dan tidak berapa lama datanglah dokter dan dua perawat. Seorang perawat memperbaiki infus Angela dan melepas alat - alat yang menempel di tubuh Angela.


" Tuan, syukurlah nyonya sudah melewati masa kritis." ucap sang dokter


" Terima kasih dokter." ucap Zain sambil tersenyum


" Sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan." ucap sang dokter

__ADS_1


" Dokter bolehkan kami menemui anak kami?" tanya Angela


" Tentu boleh, keadaan nyonya sudah mulai membaik." ucap sanh dokter.


Seorang perawat membawa kursi roda dan Zain perlahan menggendong Angela sedangkan salah satu perawat memegang tempat infus kemudian diberikan ke Angela.


Mereka kini sudah sampai di ruang perawatan bayi, Angela menyusui Max anak pertama mereka. Angela mengecup kening bayi berwarna agak merah sedangkan Zain membelai pipi Max.


" Sayang sepertinya anak kita kalau sudah besar pasti putih sepertimu, hidung, mata dan bibir semua miripmu sayang bagai pinang di belah dua." puji Angela sambil memandang wajah suaminya.


Zain tersenyum mendengar ucapan istri tercintanya.


" Sayang, aku sangat senang anak kita mirip denganmu sangat tampan dan pasti banyak wanita yang akan tergila - gila pada anak kita." puji Angela.


" Tapi aku ingin anak kita sifatnya mirip denganmu baik dan penuh kasih sayang. Aku sangat bersyukur bisa memiliki istri sebaikmu sayang. Aku mohon padamu untuk bersabar menghadapi sikap kasarku jangan tinggalkan aku." pinta Zain sambil mengecup pucuk kepala Angela dan tidak terasa di ke dua sudut mata Zain keluar cairan bening.


" Iya sayang aku janji tidak akan meninggalkanmu." ucap Angela sambil tersenyum mendongak ke atas menatap wajah tampan suaminya.


" Terima kasih sayang, aku sangat bersyukur mendapat wanita sebaik dirimu." puji Zain.


" Sayang anak kita sudah tidur tolong taruh di box sayang." bisik Angela


" Ok." bisik Zain singkat


Zain perlahan menggendong Max kemudian Zain mengecup kening Max setelah itu dibaringkan di dalam box. Tidak berapa lama suster mengambilnya kembali dan dipindahkan ke dalam inkubator. Zain mendorong Angela menuju ke ruang perawatan.


Kini mereka sudah sampai di ruang perawatan Zain menggendong Angela dan dibaringkan di ranjang secara perlahan. Kemudian Zain duduk di kursi samping ranjang istrinya.


" Sayang istirahatlah di sebelahku." pinta Angela sambil menggeser tubuhnya


" Tidak sayang kamu lagi sakit." tolak Zain


" Tidak sayang aku sudah mendingan tidurlah dan peluklah aku." ucap Angela dengan nada manja.


" Baiklah sayang." ucap Zain sambil tersenyum.


Zain melepaskan jas dan dasinya kemudian di taruhnya di sofa. Zain menggulung kemejanya kemudian dilanjutkan melepas tiga kancing kemejanya. Zain naik ke atas ranjang sambil menatap wajah istrinya.

__ADS_1


__ADS_2