
" Alionso, perasaannya aku pernah dengar nama itu." ucap Baron berfikir.
hening
hening
" Oh ya apakah nama daddymu Zain Alionso?" tebak Baron
" Ya benar dan kamu Baron anak dari Alex Jonathan sahabat daddyku dan mommymu bernama Emilia Jonathan terpisah karena pindah ke negara xxxx karena mengelola perusahaan keluarga. Sedangkan Charli anak dari Johan Federick dan nama lengkapmu Charli Federick anak sahabat mommyku yang bernama Theodora Federick bersahabat sejak SMA terpisah karena kuliahnya beda jurusan dan negara mommyku kuliah di luar negri dan mommymu kuliah di Indonesia. Benar bukan?" ucap Max.
" What??? benarkah??? selama ini daddy mencari sahabatnya tuan Zain Alionso dan beberapa kali menghubungi ponselnya tidak pernah aktif." ucap Baron
" Daddy tidak bisa dihubungi karena setelah mengantar daddymu di bandara, daddy menerima telephone dan mengangkatnya tapi seseorang tidak sengaja menyenggol hingga ponselnya jatuh di pinggir jalan hingga retak kemudian ada sebuah mobil lewat ponsel milik daddy hancur berkeping - keping berikut kartunya menjadi ke tekuk. Daddy marah dan menatap tajam ke arah pria itu tapi pria itu sangat sombong dan tidak mau meminta maaf dan akhirnya mati di bunuh daddy." ucap Max menjelaskan.
Baron hanya menganggukkan kepala tanda mengerti.
" Benarkah, memang siapa nama mommymu?" tanya Charli penasaran kini gilirannya bertanya.
" Sebelum menikah nama mommyku Angela Saraswati setelah menikah berubah namanya menjadi Angela Alionso." Jawab Max
" What???.. Benarkah???.. Aku akan menghubungi mommyku karena mommyku selalu menangis mengingat sahabatnya yang sulit dihubungi dan memintaku untuk mencarinya." ucap Charli terkejut.
" Kenapa mommymu sulit dihubungi?" sambung Charli
" Sebelum mommy menikah, mommy pulang kuliah jalan - jalan sama temannya pas sudah sampai di apartemen mommy ingin menghubungi sahabatnya yaitu mommymu tapi ponselnya tidak ada sampai seluruh ruangan mommy cari sampai besok paginya tanya teman - teman kuliahnya tidak ada yang tahu kemana hilangnya ponsel mommy." ucap Max menjelaskan
" Pantas saja beberapa kali mommyku menghubungi mommymu tidak pernah aktif." ucap Charli.
" Berapa nomer ponsel mommymu biar mommyku menghubungi karena kangen banget sama sahabatnya?" tanya Charli
" Berapa nomer ponsel daddymu biar daddyku menghubungi karena kangen banget sama sahabatnya?" tanya Baron bersamaan.
Max menghembuskan nafasnya dengan kasar dan matanya mulai berkaca.
" Daddy dan mommyku di bunuh saat kami liburan. Orang tuaku di bunuh saat aku masih berumur 6 tahun tepat di depan mataku. Aku masih ingat ketika mommy menatapku dengan tatapan sayu setelah itu memejamkan mata untuk selamanya dan juga daddy memelukku untuk yang terakhir kalinya." ucap Max dengan nada lirih tapi masih terdengar oleh ke dua temannya dan tidak terasa air mata Max keluar mengingat kejadian yang sangat mengerikan.
" What???... Turut Berduka Cita semoga orangtuamu tenang di sana. Daddy pasti sedih banget mendengar berita ini apakah pembunuhnya sudah ketemu?" tanya Baron sambil kedua tangannya mengepal menahan amarah dan ingin rasanya mencincang sampai halus pembunuh itu.
" Aku juga turut berduka cita, pasti mommyku sangat terpukul karena sangat merindukan sahabatnya. Apakah orangnya sudah mati atau belum? kalau belum kita akan membunuhnya." ucap Charli dengan tatapan membunuh.
" Sudah di tembak oleh kakak ipar." ucap Max
" Kok bisa?" tanya mereka serempak dengan nada terkejut.
" Dia menculik ibu mertuaku dan ayah mertuaku dan juga ke dua sahabat ayah mertuaku serta ke tiga kakak ipar menyelamatkan ibu mertuaku." ucap Max menjelaskan.
" Ok deh nanti sambung lagi istriku cemberut." sambung Max sambil tersenyum geli melihat betapa istrinya sangat menggemaskan
" Ok. bye." jawab mereka serempak.
Video call pun selesai dan Max berjalan menuju ke arah sofa panjang dan duduk di samping istrinya. Denisa mengambil lauk pauk untuk suami tercinta dan diberikan ke suaminya selanjutnya untuk dirinya sendiri.
Mereka makan dalam diam selesai makan Denisa mencuci piring di pantri. Setelah selesai Denisa kembali lagi ke ruangan suaminya.
ceklek
Denisa melihat suaminya sedang sibuk mengerjakan pekerjaan kantor.
" Honey butuh bantuan?" tanya Denisa
" Apakah bisa mengerjakan?" ledek Max
__ADS_1
" Coba lihat dulu." ucap Denisa
Max memberikan beberapa dokumen dan Denisa menerimanya. Denisa dengan serius mengerjakannya hanya memakan 15 menit pekerjaan sudah selesai dan diberikan ke suaminya.
" Ini honey sudah selesai silahkan di cek." ucap Denisa
Max menerimanya dan mengeceknya kemudian Max menatap Denisa.
" Kamu hebat sayang, cepat banget mengerjakan." puji Max
" Iya donk, apalagi mommy lebih cepet banget hanya 10 menit." ucap Denisa
" Benarkah?" tanya Max
" Iya benar, mommy dulu sekretaris daddy dan juga jago IT." ucap Denisa
" Iya benar, mommy memang hebat." puji Max
Tiba - tiba ponsel milik Denisa berdering dan Denisa menggeser tombol hijau tidak berapa lama Denisa mengakhiri percakapan.
" Siapa yang menghubungimu sayang?" tanya Max
" Sahabatku sayang mereka ingin bertemu denganku." ucap Denisa sambil menyadarkan kepalanya di bahu Max dengan manja.
Max membelai rambut Denisa dengan lembut.
" Mereka?" tanya ulang Max
" Sahabatku ada dua." ucap Denisa
" Laki - laki atau perempuan?" tanya Max dengan nada cemburu.
Denisa mengangkat kepalanya dan menatap wajah tampan suaminya kemudian mengecup bibir suaminya.
" Perempuan honey, honey cemburu ya?" goda Denisa
" Betul sekali." ucap Max sambil mencolek hidung Denisa
" Percayalah padaku honey aku tidak mungkin mengkhianatimu." ucap Denisa sambil memegang ke dua pipi suaminya.
Max memegang ke dua tangan Denisa yang memegangi pipinya.
" Terima kasih sayang aku sangat senang mendengarnya." ucap Max sambil tersenyum.
" Kalau begitu aku pergi dulu." ucap Denisa
" Ketemu di mana?" tanya Max
" Di restoran favorit kita, selamat bekerja honey." ucap Denisa
" Katanya habis makan satu ronde." protes Max
" Nanti malam saja honey, aku kasih dobel." jawab Denisa
" Benar ya." ucap Max dengan mata berbinar
" Iya honey, aku janji." jawab Denisa sambil melepaskan tangan Max kemudian mengecup bibir Max.
" Dah... honey." pamit Denisa sambil berdiri dan menatap wajah suaminya sambil tersenyum.
Max hanya tersenyum melihat tingkah istrinya yang menggemaskan. Denisa pergi meninggalkan Max di ruang kerjanya menuju ke restoran favorit untuk bertemu ke dua sahabatnya.
__ADS_1
xxxxx
Di Tempat yang Berbeda
" Bagaimana sudah dijalankan? tanya seorang pria lewat sambungan ponsel
" Sudah tuan, kita tinggal menunggu kehancuran mereka." Jawab seseorang di sebrang.
" Bagus, aku tunggu kabar baiknya." ucap seseorang
tut tut tut
Ponsel pun mati secara sepihak, senyuman licik menghias di bibirnya.
" Tunggulah kehancuran kalian, hahahaha.." ucap pria itu sambil tertawa jahat.
.
.
.
.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia.
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
__ADS_1
xxxxxx