Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Apartemen Leo


__ADS_3

" Ini apartemen apa kandang semua penuh sampah." omel Debby sambil memasukkan sampah dan membereskan ruangan lantai satu.



" Tidak ada pel dan tidak ada pengharum lantai, oh iya di sebrang apartemen ada toko kelontong lebih baik aku beli." ucap Debby


Debby keluar dari apartemen kemudian menyebrang membeli pel, ember, sapu dan pengharum lantai. Setelah membeli Debby menyebrang kembali ke arah apartemen.


" Nomer pin apartemen nya berapa ya?" tanya Debby


Debby menghubungi Leo karena dirinya tidak tahu. Deringan pertama langsung di angkat.


" Hallo kak Leo nomer pin apartemen kak Leo berapa?" tanya Debby


" 190596 kenapa?" tanya Leo


" Tadi aku keluar sebentar dan masuk lagi tidak tahu nomer pin apartemen." ucap Debby menjelaskan sambil menekan nomer pin


" Mau minta bantuan orang lain ya?" ledek Leo


" Iya aku minta bantuan." ucap Debby dengan nada kesel sambil mendorong pintu.


" Minta bantuan siapa?" tanya Leo


" Meminta bala bantuan para kurcaci." jawab Debby asal sambil menutup pintu apartemen Leo.


" Pffftttt...hahaha.." tawa Leo pecah.


" Sudah ya aku mau membersihkan kandang dulu." ucap Debby


Tut Tut Tut Tut Tut


Debby langsung mematikan ponselnya secara sepihak. Debby mulai mengepel di lantai satu sedangkan yang di sebrang sana setelah Debby memutuskan komunikasi secara sepihak Leo hanya bisa tersenyum dan tidak marah karena memang apartemen nya mirip kandang. Leo memilih bahan makanan sesuai pesanan Debby dan dimasukkan ke dalam troli.


Lantai satu sudah bersih dan barang sudah tersusun rapi dan kini Debby naik ke lantai atas sambil membawa pel, ember, sapu dan pengharum lantai.


Ketika Debby membuka pintu kamar Leo, Debby hanya bisa menepuk keningnya.



" Heran ini cowok tampan tapi kamar dan ruang tamu berantakan kalau tampangnya jelek masih mending serasi." omel Debby sambil menggeleng kan kepalanya.


Debby mulai merapihkan kamar Leo, mengambil pakaian yang kotor dan di masukkan ke dalam keranjang setelah selesai Debby mulai menyapu kemudian mengepel hingga bersih.

__ADS_1


" Akhhh capainya. Eh tunggu kenapa aku mesti bersihin rumah kak Leo memangnya dia kekasihku? keenakan pacarnya ngga bersihin. Orang tampan seperti kak Leo ngga mungkin kalau tidak punya kekasih." ucap Debby sambil menuruni anak tangga untuk membuang air kotor bekas pel.


Setelah selesai Debby naik ke lantai dua untuk mengambil keranjang yang berisi pakaian kotor Leo yang berada di luar kamar Leo.


Debby menuruni anak tangga kembali sambil membawa keranjang berisi baju kotor Leo dan dimasukkan ke dalam mesin cuci bertepatan dengan kedatangan Leo.


" Wawww... bersih sekali dan harum." puji Leo


" Ya iyalah dan sekarang gantian bajuku yang bau." ucap Debby sambil mengambil ponselnya untuk mengetik pesan.


" Mau kirim pesan ke siapa?" tanya Leo curiga


" Butik langganan ku, aku nanti numpang mandi ya?" pinta Debby


" Oh... Silahkan, pakai kartuku saja." ucap Leo


" Tidak karena bajunya aku yang pakai dan tentunya aku yang bayar." tolak Debby secara halus.


" Oh iya nama apartemen kak Leo dan nomer apartemen kak Leo berapa?" tanya Debby sambil mengetik pesan.


" Apartemen xxxx nomer 28." jawab Leo


" Tapikan bajumu kotor gara - gara aku." sambung Leo tidak enak hati.


Ting tong.


Ting tong


" Itu seperti butik langganan ku sudah datang." ucap Debby.


" Biar aku yang turun." ucap Leo


Leo langsung membalikkan badannya dan berjalan ke arah pintu apartemen. Seorang wanita cantik sambil senyum menggoda ke arah Leo tapi Leo hanya bersikap dingin.


" Mana pesanan nya?" tanya Leo dengan nada dingin


" I..ini tuan pesannan nya, untuk kekasih tuan ya? aku juga mau dijadikan kekasih yang ke dua." ucap gadis itu tanpa punya masa lalu.


brak


Leo menutup pintu dengan kasar kemudian membalikkan badannya dan berjalan ke arah Debby yang sedang memindahkan baju yang sudah di cuci ke dalam ember.


" Kak Leo kenapa menutup pintu kencang nanti pintunya rusak bagaimana?" tanya Debby

__ADS_1


" Itu pelayan tokonya kecentilan banget makanya aku tutup kencang." ucap Leo sambil memberikan paper bag ke Debby.


" Bukannya cowok suka kalau cewek itu centil?" tanya Debby sambil menerima paper bag dari Leo


ctak


" Aduh sakit." ucap Debby sambil mengelus keningnya yang disentil oleh Leo


" Maaf, tidak semua cowok suka termasuk aku." ucap Leo sambil meniup kening Debby.


" Aku mau mandi dulu." ucap Debby sambil masuk ke dalam ke kamar mandi yang berada di lantai bawah.


Leo membalikkan badannya dan melihat apartemennya yang sudah rapih dan tidak berantakan lagi.


" Kamar ku bersih ngga ya?" tanya Leo pada dirinya sendiri.


Karena penasaran Leo naik ke atas dan masuk ke dalam kamarnya. Matanya membulat sempurna melihat kamarnya sangat rapih.


" Biasanya aku tidur di mansion karena lebih bersih, tidur di sini kalau banyak kerjaan. Kenapa aku bisa sesenang seperti ini ya?" ucap Leo sambil duduk di sofa panjang.


" Aku sampai membelikan hadiah buat Debby dan aku bungkus kado semoga Debby suka." sambung Leo sambil menaruh kado itu di atas meja.


" Eh tunggu, foto - foto itu? aku akan tanya siapa pria - pria itu? tapi kalau benar apa yang dikatakan pelayan itu haruskah aku menyiksa dan membunuhnya sama seperti yang lainnya? Tapi aku tidak tega melakukannya, kenapa aku jadi lemah seperti ini? kenapa aku merasa nyaman bila berdekatan dengannya.. kenapa?... kenapa?.." teriak Leo frustasi.


" Kak Leo kenapa teriak?" tanya Debby tiba - tiba.


" Duduk di sebelahku ada yang ingin kutanyakan padamu." ucap Leo


Debby masuk ke dalam kamar Leo dan duduk di sebelah Leo. Ke dua jantung mereka berdetak kembali terlebih bau sabun dari aroma tubuh Debby membuatnya nyaman dan adik kecilnya perlahan mulai menegang. Leo berjuang menahan hasratnya karena Leo tidak mau melakukan itu kecuali dirinya menikah sesuai pesan mommy nya.


" Bisa kamu jelaskan foto - foto ini?" tanya Leo sambil memberikan ponselnya ke Debby.


Debby menerima ponsel Leo dan melihat foto - foto dirinya dengan pria yang berbeda - beda.


" Dari mana mendapatkan foto ini?" tanya Debby menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.


" Dari seseorang, apakah foto ini asli dan benar?" tanya Leo dengan jantung berdebar.


" Foto ini asli dan memang benar itu fotoku dengan para pria yang berbeda." ucap Debby jujur.


Jederrr


duar

__ADS_1


Bagaikan petir yang menyambar jantung Leo berdetak kencang, ke dua tangannya di genggam dengan erat, hawa membunuh terasa di ruangan kamar Leo terlebih Debby hanya tersenyum melihat foto-foto itu dan tidak menyadari perubahan Leo yang mendadak menahan amarah yang siap meledak.


__ADS_2