
" Di rumah walau ada pelayan kami para perempuan terbiasa melakukan ini termasuk mencuci piring. Apa lagi pelayan di restoran ini kasihan banyak kerjaan terlebih gajinya kecil. Apa yang kulakukan ini setidak - tidaknya mengurangi pekerjaan mereka." ucap Debby
" Darimana kamu belajar ini semua?" tanya Leo penasaran
" Ketika aku dan kakak perempuanku diajak Mommy bertemu ke dua sahabat mommy makan di restoran selalu melakukan seperti ini. Mommy menceritakan ke anak - anaknya untuk menghargai orang lain dan jangan suka merendahkan orang lain karena jika kita direndahkan pasti hatinya sakit." ucap Debby
deg
Jantung Leo berdetak kencang baru kali ini dirinya bertemu dengan seorang gadis yang perduli terhadap orang lain. Tidak berapa lama ponsel Debby berdering. Debby mengambil ponselnya siapa yang menghubungi dirinya.
" Maaf aku angkat telp sebentar ya mommyku telp." ucap Debby.
" Silahkan." jawab Leo
Debby menekan pin ponselnya dan tanpa sepengetahuan Debby kalau Leo melihatnya dan otak cerdasnya langsung mengingat kode pin ponsel Debby. Debby menggeser tombol berwarna hijau dan menaruh ponselnya ke telinga Debby.
" Hallo mommy cantik." panggil Debby sambil tersenyum
" Kok belum pulang sayang? ini sudah sore lho." ucap mommy Laras
" Iya mom, sebentar lagi Debby pulang." ucap Debby
" Ok. Hati - hati sayang." ucap mommy Laras dengan nada lembut.
" Baik mom, bye." ucap Debby berpamitan.
Sambungan komunikasi pun langsung terputus. Tanpa sepengetahuan Debby, Leo memperhatikannya sambil mendengarkan percakapan mereka karena kebetulan mereka duduk bersebelahan.
" Kamu mau pulang ya?" ucap Leo
" Iya maaf ya, tapi aku mau ke toilet dulu baru pulang." ucap Debby sambil menaruh ponselnya di meja.
" Tidak apa - apa santai saja. Aku tunggu kamu di sini." ucap Leo.
" Ok." jawab Debby sambil berdiri dan berjalan ke arah toilet.
Tanpa sadar Debby meninggalkan ponselnya dan itu dimanfaatkan Leo untuk mengutak atik ponsel milik Debby.
" Dia kan tidak tahu nomer ponsel ku aku masukin saja nomerku." ucap Leo
__ADS_1
Leo mulai mengetik nomer ponsel miliknya ke ponsel Debby kemudian mengetik namanya. Leo iseng membuka galeri foto tampak foto - foto Debby dengan berbagai gaya. Leo pun mengirim beberapa foto melalui aplikasi wa ke nomernya. Setelah selesai Leo menghapus historinya agar tidak ketahuan Debby.
" Kenapa tidak ada foto keluarganya ya?" tanya Leo
Tanpa sepengetahuan Leo sebenarnya mommy Laras dan daddy Alvonso mengatakan ke semua anak - anaknya bahkan menantunya untuk tidak menyimpan foto keluarga di ponsel yang sering dipakai karena rentan di curi orang lain dan juga bisa dimanfaatkan oleh orang lain. Mereka masing - masing mempunyai 2 ponsel. 1 ponsel di tas dan satunya lagi di simpan di dalam mobil untuk berjaga - jaga jika ponsel satunya di curi orang lain.
Untuk foto dan video keluarga jika ada di ponsel langsung dipindahkan ke komputer. Kecuali foto pribadi tidak dipindahkan malah daddy Alvonso dan mommy Laras menyarankan memorinya di penuhi dengan foto, video dan lagu agar jika ditemukan orang lain tidak curiga kenapa tidak ada foto keluarga dan tidak disalahgunakan. Mereka semua menurut tidak ada satupun yang membantahnya karena demi keselamatannya.
" Mungkin memorinya penuh makanya ngga ada foto keluarga." ucap Leo karena melihat hanya foto Debby, video dan lagu penyanyi kesukaan Debby yang jumlahnya hampir ribuan.
Leo menaruh ponsel Debby dan tidak berapa lama Debby datang.
" Maaf lama." ucap Debby
" Oh iya hampir lupa kita sudah ketemu dua kali. Apakah kita memang ditakdirkan berjodoh?" tanya Leo.
" Pertemuan ke dua, yang pertama kapan?" tanya Debby dengan nada bingung.
" Waktu aku tidak sengaja menumpahkan minuman ku ke pakaianmu dan kekasihmu marah - marah." ucap Leo dengan nada cemburu tanpa disadari dirinya begitu pula dengan Debby.
" Kapan ya kok aku tidak ingat." ucap Debby sambil berfikir.
" Oh iya aku ingat, pfftthhh... dia adik kembar ku bukan kekasihku. Kan aku sudah bilang kalau aku tidak mempunyai kekasih." ucap Debby sambil menahan tawa.
Debby mengambil ponselnya dan menaruhnya di tasnya.
" Maaf aku tidak bisa lama - lama karena mommy dan daddy akan menunggu ku." ucap Debby tanpa sadar memegang tangan Leo karena dirinya merasa tidak enak meninggalkan pria tampan tersebut.
" Tidak apa - apa santai saja." ucap Leo
Debby melepaskan tangannya dan membuka tasnya untuk mengambil dompet tapi tangannya di pegang oleh Leo.
" Mau apa?" tanya Leo
" Mau bayar makanan yang tadi aku makan." ucap Debby
" Tidak usah biar aku yang membayarnya." tolak Leo
" Aduh aku tidak enak tadi baju yang ku pakai kak Leo bayarin sekarang masa makanan juga dibayarin." ucap Debby tidak enak hati.
__ADS_1
" Tidak apa - apa santai saja." ucap Leo
" Lain kali kalau kita bertemu lagi aku gantian yang bayarin ya? dan tidak boleh menolaknya." ucap Debby
" Ok, aku tunggu traktirannya." ucap Leo sambil tersenyum.
" Ok. bye." pamit Debby sambil memegang bahu Leo sebentar sambil tersenyum manis.
Kini Leo sendiri duduk di restoran sambil membuka ponselnya ingin melihat foto - foto Debby.
( " Eh tunggu bukannya wanita yang tadi menyimpan nomer Debby tapi kenapa namanya tidak ada ya?" tanya Leo dalam hati ).
Karena penasaran Leo mencari nama Debby di kontak ponselnya dan memang ada tapi nomer ponselnya beda.
( " Kok nomernya beda apa Debby mempunyai dua ponsel tapi untuk apa?" tanya Leo dalam hati).
( " Sudahlah yang tadi biarlah namanya DEBBY CANTIK karena dia memang Cantik, cantik orangnya dan cantik hatinya dan nomer ke dua ini aku tulis BELAHAN JIWAKU ." sambung Leo dalam hati ).
Setelah selesai Leo menyimpannya di saku kemejanya tapi baru saja dimasukkan ponselnya dan hendak berdiri ponselnya berdering. Leo melihat ponselnya untuk mengetahui siapa yang menghubungi dirinya setelah tahu pria itupun menggeser warna hijau kemudian berbicara sebentar.
Selesai berbicara Leo berdiri dan membalikkan badannya dan bertemu pelayan yang tadi menabrak dirinya dan juga Debby hingga pakaian mereka berdua basah.
" Kamu!!" ucap Leo dengan nada kesal.
" Hallo tuan tampan." panggil gadis pelayan itu dengan senyum menggoda.
Leo langsung mengubah wajah kesalnya menjadi tersenyum.
" Ada apa?" tanya Leo
" Aku masih single dan belum tersentuh pria manapun, mahkota berhargaku masih ada tidak seperti wanita yang tadi bersama tuan. Kurasa dia sudah tidak murni dan banyak pria yang menyentuhnya." ucap gadis pelayan itu dengan penuh percaya diri.
" Dari mana kamu tahu?" tanya Leo penasaran
" Dia sering ke sini dan sering berganti - ganti pasangannya." ucap gadis pelayan itu.
" Aku tidak percaya, mana buktinya?" ucap Leo sambil menggenggam tangannya dengan erat menahan kesal.
xxx x xxxx
__ADS_1
Bab ke dua berisi campuran ada Debby, Leo dan ke 3 pria psycophat beserta ke 3 istrinya