Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Charli dan Mira


__ADS_3

" Tuan sangat tampan jika tertawa lepas seperti itu." ucap Mira tanpa sadar


Charli menghentikan tawanya dan menatap wajah Mira sekilas kemudian menghadap ke depan karena posisi Charli sedang mengendarai mobil.


" Maaf tuan kalau perkataan saya menyinggung perasaan tuan." ucap Mira tidak enak hati.


" Tidak, saya senang mendengarnya. Bagaimana kalau kita berdua panggil namaku saja dan saya di ganti dengan sebutan aku." pinta Charli


" Tidak sopan tuan karena tuan kan atasan saya." ucap Mira


" Mira apakah kamu tidak ingat perkataanku aku tidak suka penolakan." ucap Charli yang sudah merubah ucapan dari saya menjadi aku.


" Bagaimana kalau kak Charli? karena sepertinya... maaf... usia kita berbeda jauh dan tidak sopan kalau memanggil nama saja." ucap Mira dengan menjeda perkataannya karena dirinya merasa tidak enak.


" Memang berapa umurmu?" tanya Charli penasaran


" 20 tahun." ucap Mira


" Selisih 13 tahun." ucap Charli


" Benarkah saya pikir umur tuan..." ucap Mira terpotong karena Charli memalingkan wajahnya kemudian menatapnya dengan tatapan horror kemudian memalingkan wajahnya ke depan melihat jalan raya.


" Maaf, aku pikir kak Charli masih berumur 27 tahun ternyata sudah tua." ucap Mira dan menyebut kata tua dengan pelan karena Mira takut Charli marah tetapi Charli mendengarnya.


Charli hanya tersenyum dan tidak berapa lama mereka sudah sampai di reatoran xxxx. Charli dan Mira berjalan berdampingan sambil mencari tempat duduk setelah menemukan mereka duduk. Semua mata memandang ke arah Charli dan Mira, bagi wanita merasa iri dengan Mira karena mereka ingin dirinya yang berhak dan pantas dekat dengan Charli tapi bagi para pria mereka sangat berharap bisa dekat dengan Mira. Tapi Charli dan Mira tidak memperdulikan tatapan mereka.


" Kak Charli mau pesan apa?" tanya Mira dengan nada lembut sambil membuka menu.


" Samakan saja." ucap Charli sambil mengotrol jantungnya yang berdetak mendengar suara lembut Mira.


Mira melambaikan tangan ke arah pelayan sambil tersenyum Mira memesan makanan dan minuman. Semua tidak lepas dari tatapan Charli.


" Kenapa dengan pelayan kamu tersenyum?" protes Charli dengan nada cemburu.


" Semua manusia itu sama di mata Tuhan apapun pekerjaannya. Mengenai kenapa aku tersenyum karena dengan senyuman orang lain akan merasa nyaman dan di hargai. Coba kak Charli sering tersenyum dan menyapa kembali ke orang - orang pasti mereka merasa nyaman dan merasa di hargai oleh kak Charli." ucap Mira dengan lembut sambil memegang tangan Charli.


( " Kamu wanita sangat berbeda dan aku harap kamu bukan wanita seperti di luaran sana." ucap Charli dalam hati ).


" Maaf aku memegang tangan kak Charli." ucap Mira baru tersadar ketika tangannya memegang tangan Charli dan buru - buru melepasnya.


'' Tidak apa - apa santai saja." ucap Charli walau dirinya juga ikut terkejut.


" Oh ya kak Charli, besok aku bawa bekal makan siang apa kak Charli mau mencoba masakanku?" tanya Mira.


" Benarkah? aku mau mencoba masakanmu enak atau asin." ucap Charli

__ADS_1


" Kalau asin nanti pesan makanan di restoran saja." ucap Mira sambil tersenyum


Charli pun membalas senyuman Mira. Tidak berapa lama pesananpun datang mereka makan dalam diam, selesai makan Mira merapikan piringnya dan juga piring Charli yang sudah dimakannya untuk dijadikan satu agar rapih. Bekas sisa makanan yang berceceran di meja dibersihkan Mira dengan menggunakan tissue hingga meja bersih tidak kotor. Hal itu tidak luput perhatian Charli membuat Charli terkesima dan mulai menyukainya.


" Sudah selesai makannya, kita kembali kerja lagi kak Charli." ajak Mira


" Ok." jawab Charli singkat


" Maaf aku ke toilet sebentar ya." pinta Mira yang mendadak perutnya mulas.


" Kalau begitu aku tunggu di sini saja sekalian bayar." ucap Charli sambil melambaikan tangannya ke arah pelayan.


Mira membuka tas untuk membayar makanannya, Charli yang melihatnya tahu kalau Mira akan membayar makanan yang tadi dimakannya.


" Tidak usah biar aku saja yang membayarnya." ucap Charli.


" Ok terima kasih, lain kali gantian aku yang akan traktir kak Charli walau aku tahu kak Charli duitnya banyak tapi maaf aku tidak terbiasa dibayari oleh orang." ucap Mira kemudian berdiri meninggalkan Charli sendiri.


Mira berjalan menuju ke arah toilet sedangkan Charli membayar makanan yang tadi di makannya juga makanan Mira dengan menggunakan kartu kredit tanpa batas.


( " Tidak terbiasa dibayari orang benar - benar gadis berbeda. Aku harap dia bukan istrinya Max karena aku ingin mendapatkannya bagaimanapun caranya. Jika Mira gadis baik aku akan menikah dengannya tapi jika bukan maka kematian yang teramat mengerikan yang akan didapat karena telah berani bermain dengan perasaanku." ucap Charli dalam hati.


Tiba - tiba seorang gadis cantik dan seksi duduk berhadapan Charli tanpa meminta ijin membuat Charli muak melihatnya.


" Tidak." jawab Charli singkat tanpa membalas memandang gadis tersebut.


Seorang pelayan datang dan mengembalikan kartu kredit tanpa batas. Charli menerima kembali kartu kredit tanpa batas dan dimasukkan kembali ke dalam dompetnya.


Hal itu tidak luput perhatian dari gadis cantik itu membuatnya membayangkan jika dirinya menjadi kekasihnya dan bisa shoping sepuasnya. Charli dapat melihat perubahan wajah gadis itu karena Charli bisa tahu gadis cantik tersebut adalah matre karena berbeda tatapan Mira yang bersikap biasa saja.


" Boleh aku meminta nomermu?" tanya gadis cantik itu tanpa putus asa melihat betapa cueknya Charli.


" Tidak, nona bisakah pergi dari sini." usir Charli yang merasa mulai jengkel dengan kelakuan gadis cantik itu.


" Kenapa kamu tidak tertarik padaku?" tanya gadis cantik itu dengan tatapan sendu sambil memegang tangan Charli bertepatan datangnya Mira.


" Maaf kalau aku mengganggu, maaf tuan Charli aku naik taksi saja karena sepertinya tuan Charli lama." ucap Mira merasa tidak enak hati mengganggu mereka berdua.


Charli terkejut kedatangan Mira dan langsung menepis tangannya dengan kasar kemudian berdiri menggandeng Mira. Gadis cantik itu sangat kesal dengan Mira karena telah mengganggunya membuat gadis cantik itu berjalan dan mengambil dua gelas berisi penuh karena baru dipesannya jus jambu dan alpulkat di samping meja.


byur byur


akh


.

__ADS_1


.


.


.


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja


xxxxxx

__ADS_1


__ADS_2