
" Aku mempunyai daya ingat yang tinggi sekali melihat langsung sudah hapal." ucap Leo
Debby hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
cup
" Aku pulang dulu dan selamat istirahat." ucap Leo sambil mengecup bibir Debby.
" Baik honey, honey hati - hati di jalan." ucap Debby.
" Ok. Selamat malam." jawab Leo sambil tersenyum.
" Selamat malam, bye." jawab Debby sambil membalas senyuman Leo.
" Tutup pintu baru aku jalan." pinta Leo
" Tidak, aku ingin honey jalan sampai masuk lift baru aku tutup pintunya." tolak Debby dengan nada lembut.
" Baiklah." jawab Leo sambil membalikkan badannya dan berjalan ke arah lift kemudian menekan tombol lift.
Leo masuk ke dalam lift dan membalikkan badannya sambil melambaikan tangannya ke arah Debby. Debbypun membalas lambaian tangan Leo bersamaan menutupnya pintu lift.
Debby menutup pintu kamarnya kemudahan berjalan ke arah ranjang. Tanpa sengaja Debby melihat beberapa dokumen tergeletak di meja milik Debby. Debby mengambilnya dan membuka isi dokumennya.
" Lho inikan dokumen yang tadi diberikan oleh mommy dan daddy. Punya honey ketinggalan besok saja kalau ketemu aku kasih." ucap Debby sambil menyimpannya di laci.
Karena lelah Debby mencuci muka dan gosok gigi kemudian berbaring di ranjang sambil memegang foto Leo.
" Honey aku kangen padamu dan jujur hatiku sepenuhnya milikmu dan aku harap honey melupakan dendam." ucap Debby lirih sambil membelai pipi Leo di foto itu.
cup
Selamat tidur honey. Aku sangat mencintaimu honey sekarang dan selamanya." ucap Debby sambil memeluk foto Leo.
__ADS_1
xxxxxx
Setelah melakukan pertempuran panas Inge akhirnya tumbang karena kelelahan melayani calon suaminya. Alex melakukan tidak hanya dua kali tapi berkali - kali agar Inge tidak pulang ke hotel milik daddy Alvonso.
Alex menatap wajah cantik calon istrinya sambil membelai wajahnya.
" Maaf sayang jujur tubuhmu membuatmu candu karena itulah aku tidak bisa bermain dua ronde terlebih aku ingin kamu menemaniku tidur dan nanti kita main lagi." ucap Alex sambil memeluk calon istrinya.
Alex yang juga lelah tidak berapa lama akhirnya tertidur pulas. Belum ada lima menit ponsel milik Alex bergetar membuat Alex kesal karena dia baru saja tertidur pulas tapi karena pendengaran Alex sangat tajam membuat dirinya langsung bangun.
" Si*l siapa yang mengganggu tidurku." gumam Alex dengan nada kesal.
Alex turun dari ranjang untuk mengambil celana boxernya yang tergeletak di lantai dan memakainya kemudian mengambil ponselnya di balas dan melihat siapa yang menghubungi dirinya.
" Ckckck... ada apa paman nelp malam - malam begini." ucap Alex sambil berdiri dan berjalan ke arah balkon kamar nya.
" Hallo paman." panggil Alex
Alex menjauhkan ponselnya dari telinganya karena mendengar suara bentakan pamannya yang menggelegar yang membuat telinganya terasa sakit. Setelah tidak ada suaranya barulah Alex menempelkan kembali ponselnya ke arah telinganya.
" Paman kan tahu aku tidak bisa hidup jika tidak melakukan itu. Mumpung masih muda paman dan banyak wanita yang suka padaku dan rela melakukan apapun agar bisa tidur denganku." ucap Alex dengan penuh percaya diri.
" Apakah kamu pakai pengaman?" tanya paman
" Si*al dengan Inge aku lupa paman biasanya aku selalu pakai." ucap Alex sambil menepuk keningnya.
" Dasar bodoh kalau dia hamil gimana?" tanya pamannya.
" Aku akan meminta Inge untuk menggugurkan kandungannya karena aku benci anak kecil. Tapi sebelumnya aku akan menjadikan Inge budak se*sku kalau sudah puas aku akan menyiksanya kemudian membunuhnya." ucap Alex sambil tersenyum devil.
" Bukannya kamu akan menikahinya?" tanya pamannya.
" Benar paman tapi paman kan tahu aku tidak percaya dengan namanya cinta apalagi dengan namanya pernikahan." ucap Alex
__ADS_1
" Lalu kenapa kamu menikahinya bodoh." bentak pamannya lagi.
" Sebenarnya aku tidak ingin paman tapi setelah mengetahui dia adalah salah satu anggota keluarga Alvonso kita bisa menguras hartanya." ucap Alex dengan nada dingin.
" Oh iya kamu diberikan hadiah mansion, perusahaan cabang, aset hotel dan restoran. Berikan dokumen tersebut ke paman." ucap pamannya.
" Tidak paman itukan hasil keras aku dan Leo jadi otomatis itu milik kami bukan milik paman." ucap Alex
" Semua barang pemberian mereka akan kami gunakan untuk pengobatan adikku agar adikku tidak terpuruk di kamarnya selama bertahun-tahun. Aku rasa Leo tidak akan masalah untuk pengobatan kakaknya." sambung Alex.
" Kamu tidak ingat kalau paman dan almarhum bibimu yang mengurusmu dan juga mengurus ke dua adikmu sejak kecil. Apa ini balasanmu hah?" bentak pamannya.
" Kami tahu paman kalau paman dan almarhum bibi yang mengurus kami bertiga tapi paman hanya bisa memerintahkan kami ini dan itu tanpa turun tangan." protes Alex tidak terima jika hartanya untuk paman semuanya. Sudah cukup dia menuruti semua keinginan paman dan almarhum bibinya yang mata duitan.
" Dasar ponakan tidak tahu diuntung menyesal paman mengurus kalian sejak kecil kalau tahu begini paman dan almarhum bibimu tidak akan mengurus kalian bertiga." ucap pamannya dengan nada kesal.
" Hehehehe nasi sudah menjadi bubur paman. Paman sudah tua dan sebentar lagi mati seharusnya mengalah sama yang muda." ucap Alex sambil tertawa terkekeh-kekeh.
" Ingat Alex kalau kamu tidak memberikan semua aset berharga untuk paman maka paman tidak segan - segan membunuh mommymu dan juga adikmu yang lumpuh dan cacat itu." ancam pamannya.
" Kalau paman sampai menyentuh ataupun membunuh mommyku dan juga adikku maka aku dan Leo tidak segan - segan untuk menyiksa paman. Paman sudah tahu bukan kalau kami bertiga adalah keturunan psycophath." ancam Leo balik.
" Aku menyesal kenapa dulu menyetujui adikku menikahi pria psycophath yang menjadi daddymu." ucap pamannya dengan nada kesal.
" Aku juga menyesal kenapa mommyku mempunyai seorang adik kandung yang jahat hingga memanfaatkan keponakannya hingga mengancam akan membunuh kakak kandungnya sendiri juga ponakannya." ucap Alex dengan nada kesal tidak mau kalah dengan ucapan pamannya.
Tut Tut Tut Tut Tut Tut
Tanpa menunggu jawaban dari pamannya ponsel dimatikan secara sepihak. Alex memijat pelipisnya untuk menghilangkan kepalanya yang pusing.
" Breng**k setelah menikah aku dan Leo akan menguras hartanya kemudian membawa mommy dan adikku pergi dari negara ini. Aku tidak boleh lama - lama sebelum keluarga Alvonso mengetahui kebenarannya. Maaf Inge aku terpaksa melakukannya karena demi adikku agar bisa dioperasi terlebih aku tidak percaya dengan wanita karena gara - gara wanita itulah adikku menjadi cacat." ucap Alex dengan nada dingin.
" Aku masih mengantuk tidur saja, besok aku dan Inge akan pergi mencoba gaun pengantin yang paling aku benci karena aku sangat membenci pernikahan membuatku tidak bebas melakukan yang menyenangkan terhadap semua wanita karena wanita pantas untuk disakiti." ucap Alex dengan nada dingin.
__ADS_1