
Selesai makan Inge membereskan sisa makanan dan membungkusnya dengan plastik. Inge keluar tapi baru saja membuka memegang gagang pintu Alex memanggilnya.
" Mau kemana?" tanya Alex
Inge membalikkan badannya dan menatap Alex sambil tersenyum.
" Mau buang sampah agar langsung di buang kalau di simpan di sini ruangan kak Alex menjadi bau." ucap Inge.
Alex hanya menganggukkan kepalanya dan Inge membalikkan badannya sambil menarik pintu bertepatan dengan kedatangan Debby.
" Inge, aku dan kak Leo mau ke apartemen karena kak Leo maunya makan makanan buatanmu." ucap Debby
" Ok, aku juga mau pulang." ucap Inge.
" Honey, kita antar Inge dulu ya?" ucap Debby sambil menengok ke arah atas karena Leo lebih tinggi dari Debby dan berdiri pas di belakangnya.
" Tidak apa - apa sayang." ucap Leo
" Tidak biar aku antar saja Inge." ucap Alex sambil berdiri dan mendekati mereka.
" Bagaimana Inge mau ikut kami atau mau di antar kak Alex?" tanya Debby.
" Di antar kak Alex saja." ucap Inge
" Ok deh, kak Alex tolong jagain adikku ya?" pinta Debby
" Ok." jawab Alex singkat.
Debby dan Leo saling berpamitan dan pergi meninggalkan mereka berdua. Inge membuang bungkusan plastik yang berisi sampah makanan ke dalam tong sampah kemudian masuk kembali ke dalam ruangan Alex sedangkan Alex berjalan ke arah kursi kebesarannya sambil mengerjakan pekerjaan yang tertunda.
Inge duduk berhadapan dengan Alex sambil menatap wajah Alex yang sedang sibuk mengerjakan dokumen yang menumpuk.
" Kak Alex boleh saya bantu?" tanya Inge
" Bantu melihat apa bantu doa?" tanya Alex sambil matanya fokus dengan dokumennya tanpa melihat Inge.
" Bantu ngerjain lah kan aku tadi hanya bercanda." ucap Inge
" Boleh, ambillah satu dan kerjakan kalau bisa." ledek Alex.
Inge hanya tersenyum dan mengambil satu dokumen dan membacanya sebentar kemudian menatap Alex.
__ADS_1
" Boleh pinjam laptop dan printer?" tanya Inge
" Boleh disitu ada laptop dan printer pakailah." Ucap Alex sambil menunjukkan laptopnya yang berada di meja agak ke ujung. Alex memang mempunyai 2 laptop dan printer di atas mejanya.
Inge berdiri dan mengambil laptopnya kemudian mulai mengerjakannya. Hanya 5 menit Inge sudah selesai dan kini sedang nge print bertepatan dengan Inge merasakan panas pada tubuh Inge.
" Kok panas ya?" tanya Inge sambil melepaskan jaketnya hingga tampak Inge menggunakan tank top dan menampilkan tubuh seksi dan dua gunung kembarnya yang menonjol.
Alex melirik sekilas sambil tersenyum tanpa sepengetahuan Inge.
" Masa aku tidak merasa panas kok." ucap Alex sambil berusaha menahan hasratnya.
" Iya panas banget." ucap Inge sambil melepaskan tank top hingga menampakkan dua gunung kembar yang masih ditutupi.
" Apa yang kamu lakukan Inge?" tanya Alex berpura - pura sambil memencet remote pintu agar terkunci.
" Panas aku tidak tahan." ucap Inge sambil melepaskan seluruh pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun.
Alex yang dari tadi menahan hasratnya langsung menggendong tubuh Inge dan membawanya ke kamar pribadinya. Mereka pun melakukan kegiatan panas pada siang hari, awalnya Inge merasakan perih tapi berangsur-angsur hilang hingga keluarlah ******* dari mulut mereka berdua. Berulang kali Alex melakukannya hingga Inge tumbang. Alex tersenyum dan memeluk Inge.
" Terima kasih karena kamu menjaga harta berharga mu untukku. Maaf aku melakukan ini agar kamu tidak dimiliki oleh pria lain. Aku akan mencintaimu asalkan kamu jangan mengkhianatiku." ucap Alex sambil membelai wajah Inge kemudian memeluknya.
xxxxxxx
Kini Debby dan Leo berada di apartemen milik Leo. Seperti biasa ruangan Leo selalu berantakan membuat Debby membersihkan dan membereskan barang - barang Leo yang berantakan.
Leo mengganti pakaian kantor dengan sweater berwarna biru. Leo menatap Debby yang serius membersihkan apartemen Leo selama hampir satu jam lebih barulah selesai.
" Honey aku numpang mandi dulu ya badanku sangat lengket nanti setelah itu aku akan masak." ucap Debby
" Ok sayang, maaf ya ngeropotin terus." ucap Leo
" Tidak santai saja honey." ucap Debby sambil membuka tasnya untuk mengambil ponselnya.
" Sayang mau menghubungi siapa?" tanya Leo
" Mau kirim pesan ke butik pesan pakaian. Tidak mungkin aku mandi memakai pakaian kotor lagi." ucap Debby
" Pakaianmu ada di lemari pakaian ku termasuk **********." ucap Leo sambil tersenyum.
__ADS_1
Debby menatap Leo dengan bingung dan Leo yang mengerti arti tatapan Debby hanya tersenyum.
" Aku sengaja membeli nya honey jika kamu ke sini lagi tidak usah membeli pakaian lagi." ucap Leo
" Baiklah, aku mandi dulu ya." ucap Karen sambil menaruh ponselnya di meja kemudian berjalan menaiki anak tangga di mana kamar Leo berada.
Leo yang melihat Debby pergi ke kamarnya langsung mengambil ponsel milik Debby dan mengecek isi ponselnya. Leo mengecek aplikasi wa Debby dan melihat ada nama Richard karena penasaran Leo membacanya.
Andi : **Hai boleh kenalan tidak? namaku Andi
Andi : Aku dapat nomermu dari sahabatmu Celine
Andi : Kok wa ku tidak di balas?
Andi : Sudah punya pacar belum? kalau belum mau donk daftar jadi pacarmu.
Andi: Kalau sudah putuskan saja pacarmu atau aku juga bersedia kok jadi pacar yang ke dua
Andi : Kalau jadi pacarku tidak rugi apapun yang kamu minta akan aku berikan seperti mobil, rumah atau perhiasan atau semuanya juga boleh.
Andi : Ayo donk Debby balas wa ku? ketika pertama kali kita bertemu aku langsung jatuh cinta padamu.
" Siapa Andi ini dan Debby kenapa tidak cerita kalau sudah bertunangan." ucap Leo dengan nada kesal.
Tidak berapa lama pesan dari Andi masuk dan Leo langsung membacanya.
Andi : Kita ketemuan yuk? aku kangen banget ingin melihat wajah cantikmu.
Debby : Aku di rumah tunanganku
Leo sengaja membalas pesan wa dan ingin tahu reaksinya.
Andi : Kata Celine kamu tidak mempunyai kekasih, kamu bohong ya?
Debby : Dulu iya tapi sekarang aku sudah bertunangan dan sebentar lagi kami akan menikah. Cari wanita lain jangan ganggu aku lagi atau pacaran saja sama Celine.
Andi : Celine mata duitan sedangkan kamu tidak. Waktu kita bertemu bertiga Celine meminta ini itu sedangkan kamu tidak. Sudah putusin saja tunanganmu aku rasa dia cowok jahat tinggalkan saja dan menikahlah denganku aku akan membahagiakanmu.
brak
Leo yang sangat kesal dan cemburu langsung membanting ponsel milik Debby hingga hancur berkeping - keping kemudian menginjak - nginjak ponsel milik Debby sambil membuka sweater berwarna biru hingga Leon hanya memakai kaos warna maroon dan Leo yang melihat kartu yang masih menempel di ponsel milik Debby dari pecahan ponsel Debby langsung mematahkan kartunya bertepatan kedatangan Debby. Debby menatap tajam ke arah Leo karena dirinya sangat kesal ponselnya dibanting oleh Leo.
__ADS_1