Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Membawa Denisa ke Mansion Max


__ADS_3

Max keluar dari mobil dengan menggunakan kaca mata hitam. Hari ini Max ada janji temu dengan klien di hotel yang sama. Max memasuki lobby hotel untuk menemui kliennya.


Max mencari kliennya dan setelah menemukannya Max mendekati dan berdiri menatap seorang pria paruh baya yang sedang duduk santai.


" Tuan Axel." panggil Max


" Tuan Ali." panggil Axel sambil berdiri.


Mereka berdua bersalaman kemudian mereka berdua duduk untuk membicarakan bisnis. Mata elang Max tanpa sengaja melihat Denisa bersama pria lain yang berbeda lagi, berarti sudah ada 3 pria. Pria yang berada di cafe, ke dua di club dan yang ke tiga di hotel Kasandra.


Max berusaha menahan amarah di hatinya karena Max ingin mendapatkan proyek kerja samanya dengan rekan bisnisnya.


( "Bersiaplah Nisa hukumanmu sebentar lagi menanti." ucap Max sambil tersenyum devil tanpa di ketahui oleh Axel ).


xxxx


Denisa dan teman bisnisnya akhirnya mendapat kata sepakat merekapun berjabat tangan sambil tersenyum.


" Terima kasih atas kerja samanya dan saya mohon maaf tadi asisten saya pergi dengan asisten tuan sepertinya mereka saling mengenal." ucap Denisa merasa tidak enak hati.


" Tidak apa - apa santai saja." ucap rekan bisnisnya sambil melepaskan jabatan tangan begitu pula dengan Denisa.


" Ok, terima kasih atas pengertiannya." ucap Denisa sambil tersenyum


Pria itupun pergi meninggalkan Denisa sendiri, Denisa mencoba menghubungi asisten sekaligus sahabatnya. Panggilan ke dua barulah di angkat.


" Alan, ada di mana?" tanya Denisa


" Maaf Nisa, saya tidak bisa berbicara sekarang nanti kalau ada waktu yang tepat aku kabarin." ucap Alan


" Ok, kamu hutang penjelasan denganku." ucap Denisa


tut tut tut


Denisa mematikan ponselnya sepihak sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar. Tanpa sengaja Denisa melihat teman lamanya yang pernah menipu dirinya yang membuat Denisa mengalami kerugian besar dan temannya kabur entah kemana dan tanpa sengaja Denisa bertemu.


( " Itukan Tio yang telah menipuku, aku akan ikuti dia." ucap Denisa dalam hati ).


Denisa mengambil kacamata hitamnya dan berdiri mengikuti Tio yang masuk ke dalam lift dan tanpa sepengetahuan Denisa, Max menatap tajam ke arah Denisa.


Denisa yang mengejar Tio terlambat karena Tio sudah masuk kedalam lift. Denisa melihat ke lantai berapa Tio naik kemudian Denisa masuk ke dalam lift sebelahnya.


ting


Pintu lift terbuka bertepatan Tio masuk ke dalam kamar hotel dan hendak menutup pintu kamarnya tapi di tahan oleh Denisa.


" Tio!!" bentak Denisa sambil mendorong pintu dengan sekuat tenaga.


Tio yang tadi santai berjalan langsung terkejut karena mendengar suara yang sangat familiar di telinganya dan membalikkan badannya.


brak


Denisa menutup pintu dengan kencang dan menatap tajam ke arah Tio.


" Selama ini kemana saja kamu? aku cari kamu hilang tanpa ada kabar!" omel Denisa


" Maaf Denisa, bukannya aku kabur tapi aku ada kerjaan bisnis yang tidak bisa di tunda." ucap Tio berbohong


" Kerjaan bisnis atau takut di kejar - kejar rentenir?" ucap Denisa sinis


" Dari mana kamu tahu?" tanya Tio terkejut


" Tidak perlu tahu dari mana yang penting balikin uangku." ucap Denisa dengan kesal


" Uangnya tidak ada." ucap Tio santai


" Kamu!! bentak Denisa kesal


plak


Denisa menampar Tio dengan sangat kencang membuat Tio marah. Tio dan Denisa berkelahi di kamar pribadi Tio hingga satu jam Tio pun tumbang.


Denisa meraba celana panjang Tio untuk mencari dompetnya dan akhirnya ketemu.


" Ini dompetmu aku sita." ucap Denisa

__ADS_1


" Jangan ambil itu ada kartu penting termasuk ktp." ucap Tio sambil berusaha merebut dompet miliknya.


duak


Denisa tidak menjawab pertanyaan Tio hanya menendang aset berharga milik Tio membuat Tio meringis kesakitan.


" Rasakan itu." ucap Denisa sinis


Denisa membuka pintu kamar Tio dan menutupnya dengan kasar.


brak


Tio yang melihat Denisa keluar berusaha bangun sambil memegang aset berharganya yang terasa sakit. Tio membuka pintu kamarnya dan melihat Denisa hendak masuk ke dalam lift.


" Balikin dompetku!!!" bentak Tio sambil menarik tangan Denisa.


Tio menarik tangan Denisa membuat Denisa membalikkan badannya menghadap Tio.


duak


Denisa menendang kembali aset berharga milik Tio membuat Tio pingsan seketika dan membuat Tio melepaskan tangannya yang tadi memegang tangan Denisa.


" Itulah akibatnya kalau mencoba bermain - main denganku." ucap Denisa sinis sambil membalikkan badannya menuju ke pintu lift


Denisa menekan tombol lift kemudian masuk ke dalam ruangan lift. Semua yang dilakukan oleh Denisa di lihat oleh seseorang siapa lagi kalau bukan Max.


" Nisa, kamu memang bukan wanita baik - baik pertama kamu bersama pria di cafe, ke dua waktu di club, ke tiga tadi di lobby hotel sekarang yang ke 4 di kamar hotel dengan kondisi rambut acak - acakkan. Terimalah hukumanmu Nisa." guman Max sambil masuk ke dalam lift.


" Kamu tahu Nisa, aku paling benci dengan wanita yang tidak setia dan menjajakan tubuhnya ke pria lain. Cuih sungguh menjijikkan. Kalau aku tahu kamu bukan wanita baik aku ambil saja mahkota berhargamu waktu itu. Ku rasa sekarang kamu sudah tidak virgin lagi." ucap Max sarkas


ting


Max keluar dari pintu lift dan mata elangnya mencari keberadaan Denisa. Karena tidak bertemu Max berjalan ke luar dari hotel Kasandra.


Max melihat Denisa sudah masuk ke dalam mobil sepertinya mobil Denisa ada masalah karena belum jalan.


tok


tok


tok


" Hei Ali ketemu lagi." ucap Denisa terkejut karena melihat Max


" Ada masalah dengan mobilmu?" tanya Max tanpa menjawab pertanyaan Denisa


" Iya nich padahal sudah ku isi bensin tapi tidak bisa jalan." ucap Denisa


" Apakah sebulan sekali di bawa ke bengkel?" tanya Max


" Tidak, aku tidak sempat pergi ke bengkel." ucap Denisa sambil tersenyum malu.


" Aku hubungi tukang bengkel kebetulan aku langganan." ucap Max sambil mengeluarkan ponselnya.


Denisa keluar dari mobil dan berdiri di samping Max. Max menghubungi seseorang untuk datang ke hotel Kasandra setelah selesai Max menyimpan kembali ponselnya di saku jasnya.


" Kita tunggu dulu, apakah kamu ada keperluan mendesak?" tanya Max


" Tidak santai saja, aku akan menunggu. Apa tuan Ali ada keperluan?" tanya Denisa lembut


" Sama kayak kamu santai saja." ucap Max


Tidak berapa lama seseorang datang dan menemui Max.


" Tuan Ali." panggil pria tersebut


" Oh iya tolong cek kondisi mobil kekasihku." ucap Max.


deg


Wajah Denisa merona ketika Max mengatakan dirinya adalah kekasihnya membuat jantung Denisa berdetak kencang.


" Baik tuan." ucap pria tersebut


" Maaf nona boleh minta kunci mobilnya?" tanya pria tersebut.

__ADS_1


" Ini kuncinya." ucap Denisa menyerahkan kuncinya.


Pria itupun menerima kuncinya dan mengecek kondisi mobil Denisa setelah setengah jam pria itu keluar dari mobil Denisa.


" Maaf nona sepertinya mobil nona harus di bawa bengkel." ucap pria tersebut


" Baiklah." ucap Denisa pasrah.


Denisa mengeluarkan ponselnya untuk memesan taksi online.


" Kamu menghubungi siapa?" tanya Max karena melihat Denisa mengeluarkan ponselnya.


" Mau mesan taksi, mau balik ke kantor karena kerjaan kantor lagi banyak" ucap Denisa


" Saya antar ke kantor." ucap Max


" Aku tidak ingin merepotkanmu lagi." ucap Denisa yang merasa tidak enak hati


" Tidak santai saja." ucap Max sambil menarik tangan Denisa agar masuk ke dalam mobilnya.


Tangan Denisa yang di tarik Max terpaksa Denisa mengikuti langkah Max dan masuk ke dalam mobil.


Denisa tidak tahu kalau Max membawa Denisa ke Mansion Max.


.


.


.


.


.


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja


xxxxxx


"

__ADS_1


__ADS_2